Tuan Muda Dan Gadis Desa

Tuan Muda Dan Gadis Desa
siapa itu?


__ADS_3

jam menunjukan pukul 21.10 , shabura sudah memejamkan matanya tapi belum sepenuhnya karna tiba tiba suara belum dengan intro nada yang tergesa gesa membuat shbira terbangun, dengan tergesa gesa pula shabira membukaan pintu , terlihatlah Sagara yang sedang dipapah oleh seorang wanita berpakaian feminim dan sangat sexy, Shabira sempat mematung melihatnya.


shabira sudah paham bahwa Sagara sedang mabuk berat, sampai tak sadar bahwa perempuan trsebut sudah membawa Sagara menaiki tangga, buru buru shabira menutup pintu dan menyusul mereka berdua.


"tunggu mba, biar saya bantu" ucap shabura dengan sopan dan bergerak seolah ingin memapah Sagara.


"nggak usah, lancang banget ya mau pegang pegang pacaran saya!" ketus sang perempuan lalu berjalan kembali dengan berjalan lamban, shabura terus mengikuti mereka berdua hingga sampai di pintu kamar Sagara.


"mba mau ngapain?" tanya Shabura saat sang wanita ingin menutup pintu kamar Sagara.


"pake nanya ya mau istirahat lh!" kesal sang wanita.


"tapi kan ini kamar mas Sagara, lagi pula nggak boleh cewek cowok yang belum halal tidur berdua" nasehat Shabura dengan suara lembut nya, setelah itu shabira menundukkan kepalanya tanpa tahu Sagara mendorong shabira dengan sekuat tenaga hingga terjatuh.


"gue udah peringatin sama lo untuk jangan ngekanggar aturan disini! " ucap Sagara dengan suara sabtu namun terkesan menusuk oleh Shabira.


sedangkan sang wanita hanya berdiam diri di pintu sesekali menguap bosan.


"udah lah sayang ngapain ngurusin pembantu belagu kaya dia, aku udah cape banget mau istirahat" rengek sang wanita dengan bergelayut manja,dengan ajaibnya Sagara menurut dan masuk kamar tak lupa menguncinya dari dalam.


diam diam shabira meneteskan air matanya, jika sedang seperti ini shabura teringat ayahnya yang di desa, ayahnya yang penuh kasih sayang dan tidak pernah membentak Shabira barang sekecil pun.


dengan tertatih shabira berjalan menuruni tangga dan langsung menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


......»»——⍟——««......


paginya setelah sholat subuh shabira langsung menyiapkan sarapan,semoga saja kali ini Sagara mau memakanya, seperti biasa shabira sangat cekatan dalam hal hal yang berbau dapur, tak butuh waktu lama 3 menu makanan sudah tersaji dimeja makan lengkap dengan nasi dan buah buahan.


setelah itu shabira berniat untuk membersihkan alat masak tadi, tapi perhatianya tersita saat indra pendengar shabira menangkap suara tawa dari lantai atas, karna kepo shabura mendongak untuk melihatnya, ternyata suara itu berasal dari sagara dan seorang wanita semalam yang sedang menuruni tangga, keduanya sudah rapih dan berpakaian bagus.


saat Sagara menuju meja makan senyum shabira langsung merekah, shabira langsung mengambilkan piring dan mengisinya dengan nasi.


prang!bunyi pecahan piring sangat nyaring di pendengaran shabira,. shabira termenung sebentar karna shock.


"jangan lancang!" ketus Sagara lalu mulai makan tanpa peduli kepada shabira.


shabira mengambil sapu dan langsung membersihkan serpihsn kaca tersebut.jika dideskripsikan shabira layaknya pembantu di rumah dua sejoli tersebut.


langkah shabira di lambatkan untuk mendengar jawaban dari Sagara.


"iya,udah lh biarin kasian kalo dipecat" ucap Sagara dengan enteng, ke yla hanya mengangguk angguk paham.


shabira menghela napas kasar lalu kembali ke pekerjaan awalnya,dirinya sampai lupa dengan perjanjian untuk diri sendiri bahwa tidak boleh mencintai Sagara terlebih dahulu apapun bentuknya.


siangnya shabira kembali berkeliling rumah tersebut, saat di ruang tamu shabira berpapasan dengan Sagara yang terlihat habis pergi keluar, mungkin saja mengantarkan keyla karna ia tidak melihat barang hidungnya.


shabira sempat bertatap muka dengan Sagara "lo diem jangan sampe masalah ini bocor ke bunda, kalo sampe bunda tau awas lo!" ancam Sagara kemudian pergi dari hadapan shabira dengan muka dataranya.

__ADS_1


shabira bingung mau melakukan apa dirumah sebesar ini, shabira jadi rindu desanya, shabura juga tidak punya handphone atau semacamnya, didesa shabira mengisi waktu luang dengan menanam dan meng rajin sesuatu karna hasilnya bisa dijual untuk menyambung biaya hidup.


mungkin nanti shabira akan meminjam uang Sagara untuk membeli keperluan ya, shabira suka merajut topi serta sarung tangan kaos kaki dan baju.


saat sedang termenung tiba tiba ada seseorang yang memanggilnya,dengan suara halus.


"shabira" panggil desty bunda sagara.


shabira dengan reflek cepat langsung menoleh.beberapa saat bola mata shabira langsung melotot kaget.setelah sadar shabira langsung menyalami tangan desty dengan sopan.


"kamu ngapain sendiri disini sendiri?terus Sagara nya mana?" tanya desty dengan bingung pasalnya shabira hanya seorang diri dihalaman rumah.


"ouhh ada bun lagi dikamarnya" ucap shabira dengan nada yang sungkan, pasalnya ini pertemuan pertamas stelah ia dan Sagara menikah.


desty terkekeh gemas melihat kelakuan anak mantunya yang masih terlihat malu. malu kepadanya.


"jangan sungkan kalo sama bunda anggep aja ibu sendiri" ucap desty kemudian menjadi dagu shabira dengan gemas.


"bunda izin nyusul Sagara ya" .


shabira mengangguk dengan cepat,sambil tersenyum.


...^^^ see you next chapter👏^^^...

__ADS_1


__ADS_2