
Happy Reading
shabira menjunjung tas nya setelah turun dari mobil, sudah 3 hari shabira dirawat di rumah sakit, dan sagara tidak pernah menengoknya sesekali pun , mertuanya pun tidak karna sagara membuat alibi bahwa setiap hari sagara berada di rumah sakit tapi nyatanya tidak, mungkin sagara asik berkencan dengan para wanita nya.
shabira mengimbangi langkah lebar sagara "soal saya hamil kamu udah tau?" tanya shabira dengan menoleh kearah sagara yang sedang fokus menatap lurus.
"udah"jawab sagara sekenanya, tidak ada sepatah katapun sagara untuk menggugurkan kandungannya seperti pikiran pikiran negative yang berada di benak shabira.
setelahnya shabira tidak lagi melontarkan pertanyaan yang masih bercabang diotak shabira yang ingin diutarakan, shabira hanya mencari aman dari amukan maut sagara.
tapi saat asik melamun sambil berjalan suara sagara kembali terdengar, "lo jaga anak itu jangan sampe kenapa napa" ucap sagara kemudian berbalik badan dan menuju mobilnya kembali, entah ada urusan apa sampai sagara berlari dengan tergesa gesa.
tiba tiba pipi shabira bersemu merah seperti kepiting rebus,mungkin salting.
shabira menggetok kepalanya pelan"makanya jangan kebanyakan su'udzon "batin shabura shabira kemudian berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
shabira menatap langit langit kamarnya sambil berandai andai semoga ini awal yang baik untuk mereka.
singkat waktu shabira seperti biasa menjalankan salah satu rutinitas setiap harinya adalah memasak, tapi kali ini shabira juga membuat bolu untuk cemilan sagara.
ngomong ngomong sudah sore tapi sagara tidak kunjung pulang,dengan berbekal resep ibu shabira akhirnya bolu kukus pandang sudah tersaji di loyang dan siap untuk dipotongi, shabira sangat girang saat mencicipi nya karna enak dilidah shabira,
shabira menunggu sagara pulang dan duduk di lantai dekat meja makan,jam berputar dengan cepat tak terasa sudah hampir tengah malam tapi shabira tidak lelah menunggunya, karna shabira akan berusaha mengambil hati sagara perlahan lahan.
shabira mendengar langkah kaki, buru buru shabira berdiri dan merapihkan daster nya yang agak kusut karna dibawa duduk berlama lama, bukan senyum senang yang tercetak jelas diwajah shabira namun senyum kecut saat lagi lagi sagara membawa seorang perempuan ke rumah.
__ADS_1
"siapa lagi gar yang kamu bawa ke rumah?" tanya shabura dengan nada bergetar menahan tangis, tanganya mengepal untuk menyalurkan segala bentuk emosi yang ada pada diri shabira.
"bukan urusan lo" ketus sagara lalu membawa perempuan itu kedalam kamarnya,entah kebiasan ini sudah melekat pada sagara sejak remaja atau baru baru ini saja, shabira ingin sekali bertanya pada desty tapi kembali lagi ini adalah masalah rumah tangganya, dan tidak baik jika mengumbar aib suaminya.
shabira sangat malas untuk menyimpan makanan yang belum sama sekali tersentuh itu, terserah akan dihinggapi lalat ataupun semut shabira sudah ikhlas karna ingin cepat cepat tidur dan melupakan masalahnya sejenak.
sangat aneh saat shabura bangun dan matahari sudah sangat panas hingga menerobos jendela yang di tutupi hordeng itu, shabira melihat jam dinding, dan betapa kagetnya ia saat jam sudah menunjukan jam 10 siang, buru buru shabira bangun tak lupa menggoda gigi serta mencuci mukanya,shabira mencepol ada rambutnya, yang penting tidak ada helai rambut yang mengganggu pekerjaanya, shabira memulai dengan menyapu lantai rumah setelah itu mencuci piring dan baju, lalu mengepel lantainya, pinggang shabira seperti remuk karna membereskan rumah yang super besar ini.
shabira duduk dahulu untuk meluruskan kaki dan mengistirahatkan punggunya yang sangat pegal di ruang tamu, tapi tiba tiba ia dikejutkan saat bantingan kresek dimeja depan Shabira.
ternyata sagara dengan sekresek besar belanjaanya.
"tuh diminum, gue nggak tau lo suka rasa apa" ucap sagara kemudian berlalu untuk ke kamarnya.
shabira membuka kresek tersebut dan shabira tercengang saat melihat belasan atau lebih kotak kardus susu hamil dengan rasa yang berbeda.
"ekhem!" dehem sagara keras disamping shabira.
shabira yang kaget langsung gelagapan dan menunduk takut.
"buruan buatin gue makan gue udah laper" ucap sagara kemudian duduk di meja makan sambil mengerjakan pekerjaan di laptopnya.
"lauknya mau pake apa?" tanya shabira memberanikan diri.
sagara menatap bingung lalu tersenyum misterius.
__ADS_1
"Rendang dan harus mateng dalam 10 menit dari sekarang, kalo nggak mateng habis lo di tangan gue" ucap sagara kemudian membawa laptopnya pindah dengn menunjukan timer yang ada di hapenya.
shabira meneguk ludahnya kasar buru buru shabira memanaskan air untuk merebus daging nya, shabira hanya memasak beberapa potong daging saja untuk mempersingkat waktu.
shabira dengan grasah grusuh mencuci bahan bahan dan mencooper bumbu bumbu yang untung rendang.
tak sengaja tangan shabira menyentuh panci panas dan dengan tak sengaja tanganya menyenggol air didalam baskom yang mengakibatkan shabura terpleset dan terjatuh.
bunyinya nyaring akibat baskom steanless yang terjatuh dengan berisi air, shabira merintih sakit dengan memegangi perutnya.
"arghhhh!" teriak Shabira.
sagara langsung berlari menuju sumber suara, tanpa ba bi bu sagara langsung membopong shabira dan membawanya ke ruang tamu, tak lupa sagara menelpon dokter pribadi keluarganya.
"alhamdulillah janin nya nggak kenapa napa, tapi lain kali hati hati ya bu soalnya janin nya masih rentan takutnya terjadi apa apa yang membahayakan ibu sama bayinya" ucap sang dokter setelah memeriksa shabira.
shabira mengangguk mengerti.
setelah dokter tersebut pergi tatapan sagara langsung menajam ke arah shabira.
"ceroboh" ucap sagara dengan ketus.
"maaf".
" maaf maaf kalo mau mati jangan ajak anak gue!"ucap sagara dengan marah kemudian pergi .
__ADS_1
...see you next part...