
shabira merasa malu saya dengan lugas nya sagara mengakui dirinya sebagai Art nya dan parahnya dirinya tiba tiba menjadi tempat penitipan gelas kosong dari semua orang, hatinya teriris saat melihat sagara bermesraan dengan sorang wanita dengan gaya yang feminim.
shabira berpakaian feminim?makan saja sudah bersyukur menurutnya,dirinya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.
shabira berjalan dengan lunglai karna sedari tadi shabira tidak menemukan satu pun kendaraan umum yang lewat, kakinya sudah kebas diajak jalan, tak terasa betapa lamanya berjalan akhirnya shabuirasampai di perkarangan rumahnya, dirinya mengucapkan salam sebelum pintu terbuka saat Shabira membuka kuncinya.
shabira berjuang menuju kamarnya untuk merehatkan tubuhnya, dan mengurut kaki yang terasa kebas dengan balsem.
...»»——⍟——««...
jam menunjukan pukul 1 malam tapi dari arah luar terdengar sangat nyaring suara gedoran pintu yang tergesa gesa.
shabira dengan muka bantal dan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul terpaksa bangun dan berlari kearah pintu utama,shabira terbelalak kaget saat tiba tiba sagara ambruk ke tubuhnya dengan mencengkram punggungnya dengan kencang.
shabira pahala saat indra penciuman shabira menangkap bau alkohol menyengat dari arah sagara.
"kamu habis minum minum gar?" tanya shabira dengan halus lalu dengan tertatih membawa sagara kearah sofa setelah mengunci pintu dengan susah payah.
shabira memgambilkan sagara air dingin untuk meminimalisir rasa mabuknya.belum sempat terminum tapi gelas tersebut sudah melayang dan menabrak tembok dan hancur lebur.
tubuh shabira ditarik begitu saja tanpa aba aba hingga sang empu meringis kesakitan pada area pergelangan tanganya, sagara menggeret shabira dengan keadaan semopoyngan ke arah kamar shabira.
shabira sangat panik dirinya berusaha memberontak dari kukungan tubuh besar sagara,tapi nihil tenaganya bahkan terkuras habis untuk berteriak meminta tolong.
sagara membungkam mulut Shabira menggunakan bibirnya dengan menuntut.
setelah itu mereka melakukan hubungan suami istri pada umumnya.
__ADS_1
...»»——⍟——««...
shabira terisak karna seluruh badanya sudah di penuhi lebam, sagara yang berdiri dengan keadaan merah padam penuh kebencian dimatanya.
"dasar wanita murahan!"
"ini semua bukan salah saya, tadi malem kanu yang paksa saya!" ucap shabira memberanikan diri membantah
dirinya sangat lelah terus dituduh dan dicaci maki.
"pasti lo yang ngerencanain semua ini kan bikin seolah olah gue yang paksa lo!".
" saya nggak sejahat itu buat ngelakuin semua itu!"bantah shabira.
sagara menendang pintu kamar mandi kemudian pergi dari sana dengan keadaan yang masih emosi.
malamnya shabira bangun, keadaan rumah gelap gulita seperti tak di tinggali siapa siapa, shabira beranjak lalu dengan pencahayaan minim dari lampu jalan dan bulan shabira mencari saklar lampunya.
jalan shabira kesusahan sebab area sensitif nya seprtinya lecet.
shabira memandang nanar pada keadaan ruang tamu yang sangat berantakan , shabira berusaha menguatkan hatinya lalu mulai membereskan botol botol minuman beralkohol dan pakaian yang berserakan memgitari sofa dan dilantai lain.
shabira memandang ke lantai atas dengan pandangan nanar, shabira mulai memunguti baju serta ada bra wanita yang tergeltak disofa dan high heels yang tergeletak berpencar satu dibawah meja satu di atas tangga.
jika kalian berfikir bahwa sagara pemain wanita maka jawaban kalian adalah benar adanya.
shabira memutuskan kedapur untuk memasak nasi goreng perutnya terasa sangat lapar, tapi tiba tiba ia dikagetkan dengan tetesan air yang mengenai pundaknya, shabura dengan reflek membalikan tubuhnya, ternyata sagara.
__ADS_1
dengan dada bidang yang terekspos dan air yang memenuhi tubuhnya yang belum. sepenuhnya kering dan rambut yang masih sangat basah, dan jangan lupa sagara hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya.
shabuira kemudian fokus memasak kembali,shabira meletakan nasi tersebut di piring setelah itu meletakan dimeja tempat sagara duduk.
"silahkan makan, pasti belum makan kan" ucap shabira dengan tersenyum kemudian menunduk hormat lalu pamit untuk masuk kedapur.
shabira memakan nasi tersebut di dapur dan duduk lesehan dilantai.dirinys hanya tak mau menimbulkan keributan lagi jika shabira duduk di meja makan atau di kursi lainya.
shabura makan dengan khidmat tanpa sadar sagara sudah berdiri di depanya dan memandang dengan senyum sinis kearah shabira.
"lo cocok jadi pembantu" ucap sagar dengan enteng kemudian pergi dari sana.
shabira kali ini acuh tak acuh, shabira lebih memutuskan melanjutkan memakan nasi gorengnya yang tinggal sedikit lagi.
(sagara).
2 minggu sudah shabira tinggal di rumah sendiri,entah kemana perginya sagara setelah hari lalu mengantarkan wanita yang diajak kerumah.
tidak ada kabar apapun,dan entah kenapa shabira akhir akhir inis sering sakit dan lemas saat mengerjakan pekerjaan.seepeti tidak ada energi sama sekali, indra perasa dan pencoum shabira juga makin menajam, bisa tiba tiba jika menxium sesuatu perutnya akan mual seketika.
shabira berfikir bahwa dirinya hamil, bukan shabira akan menggugurkan anaknya tapi jika benar shabira akan senang sekali karna ada malaikat kecil didalam perutnya.
mau periksa juga dirinya sudah tidak da uang, terakhir uang yang dikasih sagara sudah habis untuk membeli syaur sseadnya.
jika sagara tidak pulang lagi mungkin shabura akan mencari pekerjaan untuk menyambung hidupnya.
__ADS_1
...see you next chapter...