
shabira sedang menyapu halaman rumah, tiba tiba shabira dikagetkan dengan suara klakson mobil yang menunggu tidak sabaran, dengan secepat kilat shabira membuka kunci gerbang dan mendorongnya hingga muat di lewati mobil sagara.
shabira bergegas menutup gerbang lalu membuntuti mobil sagara dari belakang, saat sagar keluar shabira menunduk lalu mengulurkan tangan untuk menyalami, bukanya diterima shabira malah suruh membawakan koper serta tas yang berada di tangan sagara.
shabira menghela napas lelah saat lagi dan lagi sagara membawa perempuan asing kerumah mereka,.
"tolong siapin makan buat gue sama pacar gue, nggak pake lama!" perintah sagara lalu meninggalkan shabira dengan merengkuh pinggang wanita dengan balutan dress mini dengan posesif.
shabira mengipasi wajahnya berusaha menghalau air mata yang hendak meluncur dari pelupuk matanya"nggak ra kamu nggak boleh nyerah"kata kata penguat yang seakan sudah tidak mempan ditelinga shabira. tak ingin membuat sagara marah shabira lantas langsung berkutat dengan bahan dan alat masak, shabira membuat ayam kecap dan sayur asem.
shabira menata dengan sedemikian rupa supaya terlihat menarik di mata sagara, tak berdelang lama sagara turun bersama seorang perempuan cantik bak seorang dewi dari Kerajaan.
gaya dan cara bicara perempuan tersebut sangat glamour dan elegan.
saat melamun tiba tiba shabira kaget ditambah rasa sakit yang menjalar di wajah shabira, ternyata wajah shabira dilepar piring isi ayam kecap dari sagara dengan keras.
"LO BISA MASAK NGGAK SIH!!MASAK KEK GINI AJA NGGAK BECUS!!" bentak sagara dengan menunjuk wajah shabira yang dipenuhi dengan bumbu yang panas.
"maaf"kata shabira dengan lirih.
" maaf maaf, lo mau ngeracunin pacar gue?"
shabira menggeleng keras, kepala sangat pusing ditambah sagara yang kembali menendang kepala nya menggunakan kaki yang dilapisi dengan sendal.
"makan!" printah sagara dengan tegas, memerintah shabira agar memakan makanan yang sudah trrccer di lantai.
shabira menggeleng dengan wajah yang berlinang air mata.tapi itu tidak meluruhkan hati sagara untuk memberi ampun shabira.
__ADS_1
sagara yang geram langsung memegang kedua tangan shabira di belakan punggung dan tangan satunya menekan kepala shabira agak menunduk.
"jilat sekarang atau mau nunggu pake sabuk hmm?"
"shabira menggeleng keras menolak keduanya, shabira diperlakukan layaknya hewan menjijikan.
tiba tiba bunyi amat nyaring menghantam punggung Shabira dengan keras, shabira mendesis sakit punggungnya seperti ada api yang berkobar.
tak cukup satu kali untuk membuat sagara puas, setelah itu sagara menghujani shabira dengan sabetan sabuk pinggangnya dengan bertubi tubi, jika baju shabira terbuka mungkin sudah ada lebam biru di punggungnya.
shabira jatuh pingsan saat terakhir sagara mendorongnya hingga menghantam meja makan.
...»»——⍟——««...
paginya shabira tidak keluar kamar sama sekali, karna nyeri nyeri di badanya dan rasa pusing di kepalanya yang amat menyiksa, entah apa yang terjadi diluar shabira pun tak tahu, shabira hanya dengan suara senda tawa yang amat sangat nyaring.
saat akan memejamkan mata tiba tiba kepala Shabira dilempari satu buah sendok makan dari arah pintu, terpaksa shabira menatap wajah pria yang sedang menatapnya dengan tatapan meremehkan.
"enak banget ya, udah numpang jam segini masih enak enakan tidur lo, nggak liat tuh rumah berantakan ya kek apa!" sewot sagara.
"maaf untuk hari ini saya nggak kuat buat bersih bersih rumah" ucap shabira dengan nada merasa bersalah.
"manja banget jadi orang, udah cepet bangun terus beresin tuh semuanya sama jangan lupa masak yang enak" kata sagara setelah itu berlalu pergi dengan menoyor kepala shabira dengan keras.
shabira berjalan dengan sempoyongan dengan berpegangan tembok sedikit demi sedikit berjalan dengan tertatih Ratih hingga mencapai dapur, shabira hanya menggoreng nuget dan ayam instan yang tinggal menggoreng di freezer, tak peduli dirinya akan dicaci habis habis habisan toh jika shabura memasak makanan yang lain pun tidak akan dihargai oleh sagara.shabira hanya ingin cepat cepat tidur dikasur untuk me istirahatkan tubuhnya yang sangat lelah dan sakit.
setelah selesai dan menghidangkan lauk itu di meja, shabira langsung berjalan kearah kamar, saat dijalan berpapasan dengan sagara pun shabira hanya diam dan menunduk sopan tanpa sepatah katapun.
__ADS_1
sagara pun terlihat tak peduli dan kembali berjalan untuk ke dapur mengambil air minum.
deman shabira tak kunjung sembuh justru suhu badan shabira semakin naik seiring berjalanya waktu, shabira merawat dirinya sendiri dengan mengompres dahinya menggunakan baju nya setelah itu shabura terlelap untuk mengurangi rasa sakit dikepalanya.
tapi entah siapa yang membawa shabira ke tempat yang berbau obat obatan saat shabura membuka mata pertama kali yang ia lihat adalah tembok putih bersih dan kasur yang terasa asing.
"ehh shabira udah bangun" suara yang terdengar sangat lembut mengalun di telinga shabira.
ternyata mama mertuanya dengan raut khawatir nya.
shabira hanya tersenyum menanggapi pertanyaan mertuanya.
"kok kamu nggak mau di ajak ke dokter si sama sagara, jadi drop kan kamu,!" omel mertuanya dengan wajah khawatir.
shabira tersenyum lega setidaknya masih ada keluarga sagara yang peduli kepadanya.
"untung aja cucu mama nggak kenapa napa".bagaikan sengatan petir shabira memeblalak kaget.
" c-cucu?".
desty mengangguk"lho kamu belum tau?kamu lagi hamil bira"jelas desty dengan mengelus kepala shabira.
shabira hanya menggeleng pelan "belum mah" cicit shabira.
setelah itu ia memikirkan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi antara shabura dengan sagara, apakah sagara mau mengakui anaknya?.shabira berharap dengan adanya anak yang ada didalam kandungan membuat pernikahan sagara dan shabira erat layaknya sepasang suami istri pada umumnya.
...see you next part...
__ADS_1