
makan malam begitu hening,Shabira hanya berdiri mematung disisi meja seperti pembantu yang sedang menunggu majikan ya selesai makan.
jujur saja shabira sudah lapar tapi ada daya Sagara memintanya untuk berdiri dan menunggu ia selesai makan baru memperbolehkanya makan.
beberapa menit shabira menaikan alisnya bingung saat sagara mencampurkan seluruh lauk kedalam wadah nasi lalu membawanya kearah dapur, betapa kagetnya is saat Sagara dengan teganya membuang semua makanan tersebut kedalam tong sampah.
"kok di buang kan saya belum makan" ucap shabira dengan pelan.
"Sagara tersenyum sinis lalu menyeret shabira dengan keras hingga shabira meringis pelan.
Sagara menyodorkan makanan sisa yang berada di piringnya,"nih masih ada!," ucap Sagara kemudian duduk dan mengambil teh hangatnya.
"tunggu apa lagi buruan makan!" sewot Sagara saat shabira hanya memperhatikan makananya.
shabira terkejut hingga tubuhnya seakan bergetar ketakutan, Shabira menarik kursi meja makan dengan pelan.
"MAU NGAPAIN, MAKAN DIBAWAH!" titah Sagara dengan nada membentak, shabira menurut dan meletakan piring tersebut di lantai dan duduk bersila.
pertama shabira membuang tisu yang sudah berada diatas piring tersebut, mungkin bekas Sagara mengelap mulutnya.
dirinya begitu lemah hanya sekedar untuk membantah perintah Sagara, bersuara satu kata saja Sagara sudah menaikan nada suaranya.
...»»——⍟——««...
seperti biasa shabira selalu bangun lebih awal untuk sholat subuh dan bersih bersih rumah, dirinya hanya seorang diri membersihkan rumah sebesar ini, biasanya shabira membutuhkan waktu kurang lebih untuk membersihkan dari mulai menyapu hingga mengepel.
hari ini shabira membuat nasi goreng dan martabak mie dan langsung disajikan dimeja, setelah itu shabira meninggalkan meja makan untuk membersihkan rumah, dimulai dari lantai bawah terlebih dahulu, lantai atas shabira menunggu sagara turun dan meminta izin.
__ADS_1
jam 6.25 Sagara turun lengkap dengan jas dan dasinya.
"kamu kerja mas?" pertanyaan yang dianggap angin lalu oleh Sagara, makanananya pun tak tersentuh sama sekali, Sagara hanya melirik tak minat.
shabira tiba tiba terngiat pasal izin untuk membersihkan lantai atas"mas tunggu!"panggil Shabira dengan berlari lari kecil.
napasnya ngos ngosan tapi shabira berhasil meraih ujung jaketnya.
mata sagara berkilat amarah, dengan sekali hentak tubuh shabira langsung terpental dan bersentuhan dengan paving halaman.
"JANGAN LANCANG SENTUH SENTUH GUE! NAJIS TAU NGGAK!".
" maaf mas tadi saya panggil panggil mas saga nggak berhenti jadi saya reflek pegang jas nya mas"shabira menu duk takut, roknya sudah kotor oleh debu.
"saya cuman mau minta izin buat bersihin lantai atas" ucap shabira kemudian bangkit dari jatuhnya.
"tapi jangan sekalipun lo berani berani masuk kamar gue ngerti!" ketus Sagara dengan menonyor kepala shabira dengan keras.
Sorenya shabira sedang mengubek ubek isi lemarinya untuk mencari pakaian untuk menghadiri acara peluncuran anak cabang Sagara yang kesekian, dirinya diajak oleh desty saat kemaren saat desty berkunjung kesini.
Pilihanya adalah rok dengan motif bunga berwarna biru muda dan atasan baju rajut pink buatan sendiri.
shabira menguncir kuda rambutnya, jika kalian pikir shabira memiliki kulot yang mulus kalian salah, shabira sepeti kebanyakan gadis remaja yang mempunyai muka breakout.
memang shabira cantik jika diperhatikan lebih dalam, tapi apa daya shabura tidak mempunyai uang untuk sekedar membeli scincare.
make up shabira hanya bedak, pensil alis serta lipstik saja.
__ADS_1
setelah selesai shabira lantas keluar,kebetulan sekali sagara juga baru saja turun dari tangga.
sagara bersedih setelah menilai penampilan shabirs"gihh kampungan!".
sagara lantas memberikan selembar uang berwarna merah kepada shabira "pergi sendiri!".
shabura bernapas kasar, bagaimana ia pergi sendiri disaat ia belum tau seluk beluk kota ini, dirinya juga tidak tahu apakah ada kendaraan yang lewat.
shabura memutuskan untuk berjalan kaki sembari mencari kendaraan umum, berbeksl alamat yang diberi oleh desty kemaren Azkia nekat dan bertanya kepada orang orang sekitar.
ternyata dipertengahan jalan shabira bertemu pangkalan ojek, dengan tergesa shabira menghampiri dan menyebutkann alamat yang dituju kepada sang supir.
dari awal masuk shabira sudah menjadi pusat perhatian, dirinya mengeratkan pegangan tanganya pada tali tas yang tersampir di bahunya, dirinya begitu gugup banyak tatapan tatapan merendahkan yang dilontarkan secara terang terangan di hadapan shabira.
dengan langkah pelan Shabira berusaha mencari sagara,pandangan shabura jeli disana terlihat sagara yang sedang mengobrol dengan teman sebayanya.
dengan berlari kecil Shabira berhasil sampai ditempat berkumpulnya teman teman sagara.
"saya cariin ternyata mas sagara disini to!" ucap shabira.
teman temanya menatap shabira dengan ondangan yang sulit diartikan mereka bertanya tanya siapa perempuan di hadapan mereka ini.
"siapa gar?" tanya Davin teman sagara.
sagara menjawab dengan muka datara tanpa ekspresi"ART baru"ucapnya dengan jelas dan tegas saat masuk ke indra pendengaran shabira.
mereka manggut manggut mengerti, "terus kenapa dia bisa ada disini?" tanya satria.
__ADS_1
"umm............ ".
see you next chapter