
shabira sedang berkutat didapur untuk makan mereka bertiga, iya bertiga pasalnya kevin Shabira adopsi dengan memohon kepada sagara dan ya berhasil.
kevin tidur bersama Shabira di lantai bawah, dari tadi sampai kevin langsung terlelap mungkin kecapekan karna hidup berlontang lantung tanpa tujuan.
setelah siap Shabira lantas menyeduh kopi serta susu untuk kedua pria beda umur itu.
shabira dengan keberanian yang hanya secuil memberanikan mengetuk pintu Sagara yang terlihat sunyi dan dengan penerangan yang minim.
"mas gara ayo turun masakanya udah siap" kata Shabira sambil mengetuk pintu kamar Sagara.
"mas" panggil Shabira kembali saat tidak ada satuan dari dalam sana.
tiba tiba pintu terbuka dengan tarikan amat kencang"lo bisa nggak sehari nggak gangguin gw, makan tinggal makan, jijik gw lama lama liat muka lo"Shabira terdiam saat perkataan yang kasar terlontar dari bibir Sagara.
Shabira menipiskan senyumanya lalu membungkuk sopan sebelum pergi dari hadapan Sagara.
shabira menguatkan hatinya agar terlihat biasa saja di depan kevin.
"bunda"pangil kevin dengan muka bantalnya
shabira terperanjat kaget lalu menoleh kearah kevin yang bersandar pada pintu yang terbuka lebar.
"ehhh kevin udah bangun, makan yuk bunda udah siapin masakan dijamin kevin pasti suka" ucap Shabira dengan menyamakan tingginya dengan kevin.
kevin tersenyum merekah dan langsung menubruk tubuh Shabira untuk dipeluk.
"ayo bunda kevin udah laper" ucap kevin dengan riang.
shabira lantas menggandeng tangan kevin untuk menuju dapur, saat masakan mulai tercium di indra penciuman kevin lantas bocah itu langsung berlari dan naik ke kursi meja makan.
"kevin, kita nggak makan disini" ucap Shabira dengan halus.
kevin menautkan wajah bingungnya"trus kita makan dimana?"tanya kevin.
shabira menggelng dengan senyuman geli, lantas shbaira mengambil 2 piring untuk diisi nasi serta lauk pauk ke dalam piring.
"yok ikut bunda" kata shabira dan berjalan mendahului kevin, shabira membawa kevin kedalam kamar dan langsung menguncinya.
shabira meletakan ke dua piring tersebut dilantai yang sempit.
__ADS_1
"mau di suapin atau makan sendiri?" tanya Shabira.
"kalo disuapin bunda repot nggak?" tanya kevin dengan raut wajah gemasnya yang membuat shabura tak tahan untuk tidak menjawil pipi kevin.
"nggak kok, bunda malah seneng "
kevin tersenyum riang"dulu kevin nggak pernah disuapin mama karna mama sibuk mulu nggak ada waktu buat kevin"
shabira mengusap kepala kevin"mulai hari ini kalo kevin butuh sesuatu bilang sama bunda, InsyaAllah bunda siap dan ada buat kevin".
kevin mengangguk mengerti lalu menerima suapan dari shabira dengan girang.
setelah selesai makan shabira langsung membereskan piringnya dan membawanya ke dapur untuk di cuci.
diperjalanan shabira berpapasan dengan Sagara yang sudah siap dengan pakaian rapihnya"mas gara mau kemana?".
Sagara tak menjawab dan terus melanjutkan jalanya, Nara melihat kunci mobil digenggaman tangan gara entah akan kemana malam ini, shabira berdoa semoga sagara tidak membawa wanita wanita itu kembali kedalam rumah.
......»»——⍟——««......
shabira bangun lebih awal, mungkin sekarang shabira kembali memberesi rumahnya seorang diri karna kemarin zifa berpamitan kepada Shabira untuk berhenti kerja karna zifa akan fokus pada skripsi kuliahnya.
setelah sholat shubuh shabira akan membuatkan sarapan untuk ketiga nya,dan bekal untuk Sagara bawa ke kantor.
jika ditanya apakah shabira pernah bosan untuk berperang dengan alat masak, jawabanya adalah tidak karna untuk penyaluran hobi dan kesukaan Shabira senang rasanya saat melihat masakanya bisa terhidang di meja makan.
jam set 7 suara turun dan langsung bergabung di meja makan, shabira menunduk sopan dan meninggalkan sagara yang hendak makan, saat dijalan shabira tersenyum sumringah saat sagara mau memakan masakannya.
shabira pergi ke kamar kevin untuk membangunkan ya untuk sarapan pagi, shabira belum memikirkan sekolah kevin, mungkin menunggu uang shabira terkumpul sedikit demi sedikit hingga cukup,.
"kevin!" shabira menggoyang goyangkan badan kevin agar bangun dan terbukti kevin mengejapksn matanya perlaha demi perlahan hingga terlihat bola mata indahnya.
"bangun, cuci muka sama gosok gigi habis itu kita makan"titah shabira.
kevin mengangguk mengerti lalu berjalan kearah kamar mandi dan menjalankan perintah shabira.
shabira membawa kevin kearah meja makan untuk memilih lauk apa yang diinginkan kevin.
"kevin mau roti atau makan nasi?" tanya shabira dengan berbisik ditelinga kevin.
__ADS_1
kevin memperhatikan makanan yang terhidang tapi mata kevin berbinar saat melihat ayam goreng berada di meja sana.
"kevin mau makan nasi sama ayam goreng bunda" ucapnya dengan berbisik di telinga shabira.
shabira mengambil nasi serta lauk dengan hati hati agar tidak terlihat salah dimata sagara, karna shabira sangat menghindari semburan sumpah serapah dari sagra di pagi hari.
setelah selesai shabura membawa kevin kearah kamar.
"mau makan dimana?" tanya sagara dengan dingin.
"kamar mas" ucap Shabira dengan lirih..
"makan disini" titah Sagara dengan ketus, shabira menautkan alisnya bingung, apakah sagara memperbolehkan kevin dan dirinya bergabung di meja makan.
aneh sekali pikirnya.
saat shabira perlahan duduk sagara mengangkat wajahnya"mau ngapain?"tanya sagara dengan ketus..
"siapa yang bolehin lo duduk disitu?"suara sagara terdengar sangat dingin dan menahan marah.
" trus kita makan dimana?"tanya shabura memberanikan diri menatap wajah sagara.
"Bawah" ucap Sagara dengan ketus.
"kasian kevin mas"kata shabira dengan memelas.
" kasian kenapa, lo berdua itu emang tempatnya di jalanan, udah mending gue mau nampung kalian"perkataan yang sangat tidak enak didengar masuk kedalam pendengaran kevin dan shabira.
"bunda" kevin meringsut ke dalam pelukan shabira.
shabira menatap Sagara penuh kekecewaan shabira langsung meletakan satu piring yang tadinya akan shabura makan dan menggantinya dengan piring bekas makan Sagara yang sudah tercampur dengan tulang belulang.
shabira tanpa jijik makan dengan lahap tak lupa sambil memangku kevin yang sedang makan.
"siapa yang bolehin kamu makan makanan saya?" ucapan Sagara terdengar meledek shabira yang mau memakan makanan yang terlihat sudah tak layak.
"saya berasal dari jalanan, jadi makanan kaya gini udah biasa saya makan" ucap shabira dengan suara yang bergetar menahan tangis.
"lagi lagi kalo belum disuruh nurut ya, tenang besok gue tambahin porsi biar anak lo ikut makan juga, biar nggak ngabisin makanan yang dimeja!" setelah itu sagara tertawa dan memasukan beberapa lembar tisu ke dalam masakan yang masih tersisa cuman sagara yang menyentuh belum sampai situ sagara menambahkan air kopi ke dalam semua masakan tersebut.
__ADS_1
...see you next chapter...