Tuhan Sedang Bercanda

Tuhan Sedang Bercanda
Mimpi Buruk


__ADS_3

PRANG!!


"dasar suami gak berguna" meninggalkan ruang tamu


"istri kurang ajar"


Yah hari itu suara piring, disambut suara petir dan hujan yang deras, Tante Jiu dan Om Marsel bertengkar hebat layaknya ketiban langit runtuh. Benar saja, perusahaan Om Marsel bangkrut karena ditipu klien, alur cerita yang tidak pernah ditebaknya.


Sejak saat itu Om Marsel dan Tante Jiu selalu ribut, bahkan mereka sampai lupa kalo mereka punya anak "hei pah, mah, aku disini".


"kalian semua gak berguna, ngurus satu klien aja gak becus. Saya gak mau tau, kalian harus tanggung jawab dan cari orang dalam yang terlibat" mematikan dan membanting handphonenya ke sofa


"argh... Bodoh semua orang bodoh"


Ntah bagaimana ceritanya perusahaan yang sudah berdiri 10 tahun itu bisa ditipu sampai bangkrut, yang pasti Om Marsel dan Tante Jiu adalah orang baik juga penyayang. Sering tetangga bertamu karena keramahan mereka begitu juga sebaliknya.



Saat itu sekitar tahun 2019, yang harusnya anak kelas 3 SMA tengah sibuk sibuknya menyiapkan untuk sekolah lanjutan, malah disibukakan dengan perkelahian kedua orang tuanya. Dan tidak hanya itu, perilaku bullying juga terjadi. Kenapa sih jadi miskin aja dibully? Bukannya dimata Tuhan semua sama?



"si miskin dateng nih"



"gue laper, beliin bubur cepet"



"susu"



"roti 5, semua pake duit lu dulu"



Pagi yang cerah tapi tak secerah hari dan wajah Stela, perusahaan keluarga yang mengalami kebangkrutan, suasana rumah yang memanas ditambah bullying yang berawal dari sahabatnya sendiri.

__ADS_1



Persahabatan yang sudah dianyam sejak kelas 6 sd berakhir dalam waktu kurang dari 18 jam. Sulit dimengerti mengapa sahabat bisa berubah menjadi munafik dengan begitu cepatnya. Mimpi buruk yang menjadi nyata.



"kerjain pr kita, awas kalo lu bikin nilai kita jelek"



Dengan tatapan penuh kebencian Stela memandang Sindy, yang ada dipikirannya hanya sahabat macam apa yang tega meninggalkan sahabatnya sendiri disaat saat sulit seperti ini.



Selain Papanya yang dihianati, sekarang giliran dirinya yang dihianati.



Padahal Stela adalah tempat bagi Sindy untuk mencurahkan pertikaian yang sering terjadi dikeluarganya, tempat yang selalu menerima suka dan duka hingga sebagai rumah kedua baginya.




Sindy yang menyadari tatapan itu, sesekali mengalihkan pandangan. Dia tahu bahwa hati kecilnya tidak ingin melakukan hal tersebut, namun circle pertemanannya terus mendorong hingga terjun ke dalam.



"denger ga lu"



"gosah teriak gue ga tuli"



*Kalo waktu bisa diputer, sumpah bakal gue beli tu mulut mulut mereka dan ga akan gue sahabatan sama lu*


__ADS_1


"kamu kira aku sudi tinggal sama laki laki miskin seperti kamu. Lebih baik aku... "


"Mah!!! Pah!!! Aku capek dengernya, bosen. Kalian selalu ribut tiap hari, tiap saat, kalian bahkan gak tau aku udah makan atau belum, aku udah ke sekolah atau belum, aku udah pulang atau belum, gimana sekolah lanjutanku, kalian gak tau"


"ini semua gara gara kamu, jadi istri bukannya ngurus anak malah keluyuran mulu"


"kalo kamu kaya, kita pasti punya pembantu buat urusin Stela"


Huft...


Stela? Yas nama gue Stela. Hobi gue buang buang uang orang tua bareng sahabat yang sekarang jadi bang***. Sorry bahasa gue emang gitu, paling anti sama yang jaim jaim.


Btw kasian yah gue, padahal bentar lagi gue kuliah malah ngalamin masalah yang berat, tapi gue percaya semua orang pasti punya masalah hidupnya masing masing, cuma kita ga tau aja rasanya diposisi Si A itu gimana dan gitu sebaliknya.


Buat yang lagi diuji, semangat, tetaplah menyerah dan jangan semangat, gue bercanda wkwkwkwk. Semangat ya kalian, gue yakin kalian pasti bisa.


Malam yang gelap dengan suara jangkriknya, angin sepoi sepoi, bintang yang bertaburan bak donat dengan topping mesisnya.


Ini kali pertamanya dalam hidup Stela menikmati indahnya dunia setelah waktunya habis untuk menghibur Sindy.


Baginya sahabat lebih penting daripada kehidupan pribadinya. Karena Ia yakin Sindy berbeda dengan teman temannya yang dulu, dan akan selalu ada untuknya.


Tapi kini Stela sadar, sepenuhnya percaya dengan orang asing bukanlah hal yang baik, terlebih lagi dunia ini sangat kejam.


Berjalan mengelilingi kompleks menjauhi rumah dengan kaki mungilnya yang beralaskan sandal jepit hitam yang dibandrol dengan harga 1 juta, hoodie croptop seharga 3,5 juta, dan hot pans seharga 500 ribu.


Terlihat seperti gembel ditengah malam yang sunyi ini tapi siapa yang tahu kalau outfitnya bernilai 5 juta rupiah?


Walaupun terlahir dari keluarga yang kaya kedua orang tuanya selalu mengajarkan agar rendah hati kepada siapa pun.


Alasan inilah yang membuat Stela dan Sindy bisa bersahabat. Terlebih lagi Stela adalah anak tunggal yang sudah menganggap Sindy sebagai kakaknya.


Hahaha selain salah pilih temen, gue juga salah pilih outfit. Dah tau malem, dah tau dingin, ngapain masih pake croptop, hot pans lagi.


Stela stela gue kira lu udah dewasa ternyata dianggep remaja mandiri aja masih ga layak. Hahahaha sia sia selama ini gue idup, yang pada akhirnya semua ngilang.


(nendang kaleng)


"aduh, sakit cok"

__ADS_1


__ADS_2