Tuhan Sedang Bercanda

Tuhan Sedang Bercanda
Teman Baru


__ADS_3

Dimas Adrian adalah anak pertama dari pasangan Adrian Wicaksono dan Bella Maria.


Sedangkan Julio Adrian adalah anak pertama dari pasangan Adrian Wicaksono dan Eveline Alvionita. Walaupun begitu Julio lebih tua 3 tahun dari Dimas.


Bella Maria, Mamah dari Dimas dulu adalah asisten Owner di perusahaan Adrian Wicaksono. Kemana pun Adrian bertugas, Bella tentu saja ada disana.


Kala itu mereka sedang dinas di luar negeri, Eveline dan Julio yang masih berusia 3 tahun hanya dirumah. Eveline yang mempunyai penyakit jantung tiba tiba kambuh dan harus dibawa ke rumah sakit, namun naas takdir berkata lain.


Eveline menghembuskan nafas terakhirnya diperjalanan, pukulan yang sangat keras bagi Julio, dimana Ia mengantarkan Mamahnya ke liang kubur hanya ditemani para pelayan dan bodyguard.


Namun diusianya yang masih belia, tidak terlintas apapun dalam pikirannya mengenai musibah ini, yang ada hanya Tuhan lebih sayang Mamah.


Sementara itu Ayahnya tengah berbagi ranjang dengan asistennya. Dia yang mabuk berat tidak tahan melihat Bella yang masih muda dan sangat cantik.


Bella merupakan wanita baik namun dalam keadaan seperti ini ntah apa yang memasukinya, Ia menerima apa yang dilakukan Adrian padanya.


Adrian yang sangat menikmati tak sadar melepaskannya di dalam, bagai menemukan gua berisi emas yang belum terjamah manusia membuatnya melepaskan berkali kali dan lahirlah Dimas Adrian setelah 9 bulan kemudian.


Meski Adrian sudah menutup nutupi hal ini, Julio tidak tinggal diam. Ia terus menyelidiki apa saja yang terjadi pada hari kematian Mamahnya.


Bahkan Ia tetap tidak bisa melupakan, meski sudah puluhan tahun berlalu, semua kejadian masih terrekam jelas di matanya. Itu lah yang membuat Julio tidak bisa berdamai dengan Ayah dan keluarganya.



Stela bangun dengan posisi di kamar dan pakaian utuh tapi tanpa Julio. Tanpa pikir panjang Ia turun, mungkin akan menemukan Julio di bawah dan benar Ia mendapati Julio sedang sarapan dengan Dimas.



*Siapa cowo yang sama Julio*?



Berbeda dengan biasanya Julio yang selalu mesum kini bisu seribu bahasa. Seperti orang sakit gigi tapi sarapan begitu lahap.



"*Cia gue mau segelas susu aja*" duduk di sebelah Julio berhadapan dengan Dimas



"*Baik non*"



Julio hanya sibuk dengan sarapannya, Stela juga sibuk dengan phonselnya sedangkan Dimas, Ia sibuk memandangi wajah Stela yang tetap cantik tanpa mencuci muka sebelum turun.

__ADS_1



Julio yang sudah cukup dengan sarapannya bergegas pergi ke kantor, walaupun Ia kesal dengan Stela karena tidur di ruang tamu tapi Ia tetap berpamitan.



Tak peduli dengan siapa pun di dekatnya Ia menarik dagu Stela mengecup dan menjilat bibirnya yang basah karena susu.



Membuatnya terbelalak karena tidak hanya Cia yang melihat Dimas pun melihatnya.



"*baik baik di rumah ya, aku pulang malem*"



Dimas yang agak risih menyadari bahwa Stela mencintai Julio, terlihat dari cara Ia merespon ciuman dari Julio dan lagi kini seluruh wajahnya memerah.



Yang tadi hanya minta segelas susu kini minta roti seperti separuh nyawanya telah kembali.




"*o, gue Stela*"



"*nama yang cantik secantik orangnya*"



"*hm gue udah tau*"



Dimas tersenyum mendengar jawaban Stela "*gue baru aja pergi dari rumah selama 2 minggu, kok Julio udah punya istri. Kapan kalian*...



*Uhuk uhuk*

__ADS_1



Ternyata pernikahan ini bukan hanya dirahasiakan dari publik tetapi keluarga Julio bahkan tidak ada yang mengetahuinya.



Stela mulai menyadari Julio tidak akan menaruh rasa padanya, yang Ia lakukan hanya sebagai rasa kepemilikan.



Dimas yang melihat gelagat Stela menjadi aneh, menyimpulkan benar ada yang tidak beres dengan pernikahan mereka.



Stela yang sudah selesai sarapan pergi menuju kamarnya. Hari Minggu, hari dimana Stela memanjakan tubuhnya dengan spa pribadi yang ada di rumah Julio.



Menikmati pijatan, udara yang sejuk, dan aroma perpaduan buah, kopi dan mawar merilekskan tubuh dan juga pikiran Stela.



Karena Dimas ditugaskan di perusahaan cabang, kesibukannya hanya sekedar berkeliling halaman rumah, bersantai di taman berjam jam, juga sesekali pergi ke perusahaan pusat jika diperintahkan Julio.


Dimas terlihat lebih santai dan ramah dibanding dengan Julio. Ia sangat suka menyapa orang walaupun baru pertama kali dijumpai, bahkan Ia juga sering menyapa hewan yang berkeliaran di taman.


Sebenarnya Julio juga ramah namun karena kejadian beberapa tahun lalu membuatnya berubah 180°. Menjadi kasar, pemarah, pendiam dan tidak jarang mengabaikan sekitarnya.


Dimas yang mampu duduk di kursi taman berjam jam tanpa aktivitas itu menarik perhatian Stela dari jendela kamarnya.


Stela pun turun menyusul Dimas, mungkin dia bisa diajak berbicara atau bercanda sedikit itulah yang Ia harapkan.


"ngapain lu kesini?"


Hah kok dia bisa tau gue disini, padahal dia merem. Atau jangan jangan dia punya khodam, serem nih orang


"suara sendal lu yang bikin gue sadar dan lagi aroma parfum lu"


"ooh hahaha,, gue kira lu punya khodam yang ngasih tau lu"


"ngawur gue orang suci ga punya begituan"


"hm sesuci kapas kah? Boleh gue duduk sebelah lu?"


"kenapa ga?"

__ADS_1


Kini mereka sangat asyik bercerita tentang khodam dan sesekali tertawa bersama. Sepertinya Stela mempunyai teman baru yang cukup baik saat ini.


__ADS_2