Tuhan Sedang Bercanda

Tuhan Sedang Bercanda
STELLA


__ADS_3

"oh iya, lu keliatan muda tapi keliatan boros juga"


"boros apaan? Kita aja baru ketemu bisa bisanya bilangin gue boros"


Dimas mengalihkan pandangannya dari dedaunan dan menatap tubuh Stela "itu yang gue maksud"


"eh dasar mesum" Stela memukul pelan bahu Dimas


"gini gini gue kakak ipar lu, lu harus tau batasan. Tapi emang bener sih gue masih 18 taun, masih terlalu muda untuk jadi istri orang"


"gila, lu baru 18 taun? Lu masih kelas 3 SMA kan?" sedikit emosi dan kaget mendengar perkataan Stela


Stela pun menceritakan dengan detail pokok permasalahan hingga Ia menikah dengan Julio. Dimas hanya bisa terdiam dan memandang kasihan kepada Stela. Walaupun Stela masih bisa bersekolah tapi bukan seperti ini kehidupan anak remaja yang seharusnya.


"dah sore gue mau masuk, lu masih mau disini?"


Bukan menjawab pertanyaan Stela, Dimas justru berjalan duluan. Stela yang bingung berjalan lebih cepat darinya.


Kalo dia nikah cuma perkara bisnis, berarti mereka ga pernah ngelakuin itukan? Ciuman bibir doang udah biasa, berarti gue masih ada kesempatan buat rebut Stela.


Itu lah yang Dimas pikiran sehingga menghiraukan pertanyaan Stela, Ia bahkan tidak melihat Stela di depannya.


"STELA!!!"


Julio yang baru saja sampai terbakar emosi, Ia melihat Dimas memeluk pinggang Stela dan juga ciuman bibir dengannya. Ia menarik Stela dan membanting tubuh Stela ke kasur.


Baru kali ini Stela melihat Julio marah seperti ini, Ia sangat ketakutan dan hanya bisa pasrah.


Tidak perlu izin dari Stela, Julio juga akan melakukannya. Ia melepaskan pakaian Stela dan menggendongnya ke bath room. Julio tidak akan langsung memakan Stela yang habis disentuh dan terdapat aroma tubuh pria lain padanya.


Stela yang sempat berpikir Julio tidak akan memakannya ternyata salah besar, lagi lagi Ia membanting tubuh Stela yang masih basah itu ke kasur.


Ia melepas handuk yang melilit di pinggangnya, mulai meraba dari ujung kaki hingga ujung rambut. Mengelus pipinya dan mencengkaram pipinya lumayan kuat


"kamu tau apa yang bikin aku marah seperti ini?" menatap mata Stela dengan tajam


"apa kamu lupa tubuhmu ini sudah pernah kunikmati sebelumnya, kenapa kamu masih menggoda adikku? Kamu pikir dia akan tertarik dengan barang bekas?"


Hampir saja Stela memaki Julio, tapi sadar saat ini memang Ia lah yang salah

__ADS_1


"Julio kamu salah paham, aku bisa jelasin. Please dengerin penjelasanku dulu"


"ok, jelasin sekarang singkat, padat, jelas"



Dimas bahkan tidak melihat Stela di depannya yang sedang minum sambil berjalan dan tidak sengaja menabraknya.



**Aaaaa**!!



Stela yang terdorong hampir saja terjatuh jika Dimas tidak segera menarik pinggangnya, namun di luar dugaan tidak hanya posisi mereka yang menyatu dengan sempurna tetapi bibir mereka juga sama.



Belum sempat Stela melepaskan dirinya, Julio sudah melihat dan berteriak memanggil namanya.



"kamu boleh tanya sama Dimas. Aku ga mungkin ngelakuin hal itu dengan bodohnya"


Julio yang merasa bersalah menyelimuti tubuhnya berbaring disebelah sambil memeluk tubuh Stela


"sayang maafin aku" mengecup keningnya


Stela meneteskan air mata atas perlakuan Julio, Ia bingung mengapa Julio selalu memberikan harapan lebih padahal Ia tidak mungkin bisa memilikinya sepenuhnya.


Dimas masih saja memegang bibirnya, membayangkan kejadian yang baru saja terjadi.


Ciuman bibir bukan hal baru bagi Dimas, dulu sewaktu Ia kuliah di Amerika, sudah menjadi tradisinya setiap hari saat bertemu pacarnya, namun kali ini beda karena baru saja Ia mengucapkan ingin merebut Stela, tapi Tuhan langsung memberi jawaban.


BRAK!!


Julio membanting pintu kamar Dimas tanpa permisi. Walaupun Dimas salah tapi Ia bersikap santai seolah hanya masalah kecil.


"lu masih berani pegang barang milik gue"

__ADS_1


"ayolah kak, dia bukan barang dia itu istri lu, lagi pula gue cuma nolongin dia. Ciuman itu cuma bonus dari Tuhan"


"awas aja kalo lu sampe berani berani nyentuh Stela. Perusahaan cabang masih dibawah kendali gue" pergi begitu saja


Dimas yang mendengar ucapan Julio berbalik emosi, tapi Ia tetapi tenang dan lebih memilih berpikir bagaimana caranya untuk melawan Julio dan mendapatkan Stela dalam satu waktu.




Stela yang terbagun dan mendapati Julio masih tertidur disampingnya memandangi wajahnya yang tentu saja sama ganteng ketika bangun.



Ini pertama kalinya Ia mengelus pipinya, hidungnya, alisnya yang tebal, bulu matanya yang lentik. Sangat indah ya ciptaan Tuhan.



"*kenapa kamu suka kasih harapan lebih, yang kamu sendiri tau aku ga bakal bisa miliki kamu sepenuhnya*"



*Biarkan aku menciummu sekali aja, Julio*



Julio yang sudah bangun dari tadi langsung menarik leher Stela, agar ciuman Stela segera mendarat dibibir Julio. Stela yang kaget membuka matanya namun ditutup dengan tangan Julio.



Stela membuka mulutnya dan menghi\*\*\* bibir Julio dengan sangat lembut, Julio bahkan kaget dibuatnya ini pertama kalinya Ia berinisiatif mencium Julio tanpa paksaan.



Julio yang sempat tergoda mengurungkan niatnya, karena hari ini Stela sekolah Ia tidak ingin membuatnya sulit berjalan, ini akan menimbulkan kecurigaan saat di sekolah.



Jadi Ia hanya membalas ciuman Stela dan meninggalkan cap merah di leher dan diseluruh tubuh Stela kecuali kaki dan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2