
Pagi hari yang cerah menyinari wajah Stela yang masih tertidur pulas dalam dekapan Julio. Pipi yang tembem, bibir yang merah merona, rambut yang terurai indah, kulit putih yang mulus bak pantat bayi membuat Julio ingin selalu mendekapnya, tetapi Stela yang masih sekolah membatasi keinginannya.
"sayang bangun udah siang loh" memainkan pipinya
Stela yang merasa terusik pun menyudahi tidurnya, betapa terkejutnya melihat wajah pria dengan telanjang dada tengah mendekapnya dan segera mendorongnya
"siapa lu?"
Julio yang mendengar kata lu sontak menindih tubuh Stela seperti singa yang kelaparan. Menempelkan dadanya dengan dada Stela dan bertopang pada kedua sikunya, dan memandangi wajah Stela dengan seksama.
"sepertinya kita harus ulangin kejadian tadi malam biar kamu ingat siapa aku"
Stela pun ingat siapa pria itu dan apa yang membuatnya seperti, singa yang kelaparan.
"Sorry aku lupa. Sorry" dengan senyum terpaksa agar meredakan kemarahan Julio.
"ini udah setengah 6 loh, mau mandi sendiri atau aku yang mandiin?"
"mandi? Kan kemaren ga ngapa ngapain"
"jadi kamu mau aku lanjutin kegiatan yang belum sempat kita lakukan?" sengajak mengesek gesek bagian bawah dengan pahanya
Stela yang risih dengan gesekan itu sontak berlari ke bath room dan belum sadar Ia sedang telanjang bulat.
Walaupun keberadaan Julio masih terasa asing baginya tetapi kini Ia mulai sedikit terbiasa.
Stela Stela masih muda udah mulai pikun, bisa bisanya lari gitu aja. Emang ga salah pilih istri, pasti bakal betah di rumah hahaha
"*hari ini Pak Anton akan mengantarmu ke sekolah. Dan urusan pernikahan hanya keluarga yang tau*"
__ADS_1
*Jadi gue masih bisa sekolah, ya Tuhan makasih banyak. Ku kira hanya kesialan yang Kau berikan*.
Kali ini Stela berangkat dengan penuh semangat, semangat untuk membungkam mulut mereka. Seperti yang Stela tau, mereka pasti tau berita mengenai perusahaan orang tuanya.
Bukan bisa membeli mulut mereka, Stela justru makin dibully. Banyak yang mengatakan Ia jual diri agar perusahaan orang tuanya kembali seperti dulu, ada juga yang berkata kalau Ia melakukan pernikahan bisnis sesuai fakta yang ada tetapi hanya omong kosong tanpa bukti yang ada.
Tidak peduli apa yang Ia dengar, semuanya benar. Benar telah menjual dirinya, benar telah melakukan pernikahan bisnis seharga 10 milyar.
Cuaca memang sulit ditebak, siangnya cerah tapi malamnya hujan sangat deras. Tanpa ada Julio di rumah membuat Stela lega. Karena tidak akan ada yang mengusiknya malam ini. Tak terasa kini Stela sudah jauh berjalan ke bawah alam sadarnya.
Tubuh yang semakin lama semakin hangat padahal Ia hanya menggunakan lingerie hitam yang sangat transparan dengan motif bunga menutupi kedua puncak gunungnya dan g-string dengan sedikit motif dibagian pintu masuk kelembutan Stela. Bukan Ia yang minta, tapi pelayan yang telah menyiapkan.
Untuk pakaian apa yang akan dikenakan Stela, semua berada dibawah kendali Julio.
Samar samar dalam mimpinya melihat sosok pria yang terasa nyata, juga merasakan sentuhan yang berjalan dari kaki naik menuju paha terus hingga menuju puncak gunung Stela.
Stela yang kanget terbawa mimpi namun merasa bahwa mimpinya nyata berusaha membuka mata dengan malasnya, betapa terkejutnya yang Ia kira mimpi ternyata nyata.
Pria yang dia lihat dimimpi Ia lah Julio yang tanpa sehelai pakaian tengah melebarkan kedua kaki Stela, dan lagi dengan tangan yang sudah terikat di atas kepala dengan dasi hitam milik Julio. Posisi yang sangat ditakuti Stela.
__ADS_1
"dari kapan kamu disini? Kemana baju ku" teriak Stela sambil memberontak
Julio pun menjatuhkan kepalanya diantara kedua gunung Stela yang membuat Stela panas dingin bukan main
"sayang, aku menginginkan mu malam ini"
"ga, jangan, Julio ga, aku ga mau Jul.....
JLEB!
Roh lepas dari jasadnya itulah yang Stela rasakan. Bagaimana tidak, Stela yang belum mencapai klimaksnya sudah ditusuk dengan pedang yang sangat besar dan kokoh itu.
"aku tidak akan kasar Stela, nikmatilah alurnya. Oke sayang"
Stela yang mendengar ucapan Julio hanya bisa menangis tanpa bisa melawanya. Sedangkan Julio terus memompa, memompa dan memompa hingga 20 menit lamanya dan kelembutannya mengeluarkan cairan seperti yang Julio harapkan.
"ahh....
Saat kelembutan Stela mengeluarkan carian Ia mulai menikmati aktivitas mereka. Namun Julio semakin ganas memompanya membuat Stela sadar dan mulai memberontak lagi.
Tidak hanya itu Julio yang melihat gunung Stela bergetar membuat kedua tangan jahilnya meremas dengan kasarnya.
"Julio ahh.... aku mohon jangan lakuin ini"
dengan derai air mata yang bercucuran dan berusaha melepaskan ikatan tangannya
"kalau bukan aku yang memuaskan mu, siapa lagi yang kamu harapkan sayang?"
Stela hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang sangat malang ini. Ia tidak menyangka bahwa kesuciannya berakhir di malam ini.
Julio yang melihat Stela menangis dengan rambutnya yang terurai tidak sampai menutupi gunungnya itu terlihat sangat seksi. Sembari memompa dari bawah, meremas kedua gunung Stela, Ia juga mulai melum** lidah Stela.
__ADS_1