Tuhan Sedang Bercanda

Tuhan Sedang Bercanda
Pacar


__ADS_3

Sepertinya beberapa hari ini Julio sangat sibuk, terlihat Julio berangkat lebih pagi dari biasanya dan sekarang ketika Stela sampai rumah Julio belum pulang.


Semenjak Stela menjadi istri orang, Ia jarang sekali keluar rumah. Padahal dulu hanya sekedar makan siang saja Ia sanggup pergi ke mall. Ternyata menjadi istri orang ada baiknya juga.


Berpapasan setelah Stela mengganti pakaian, Dimas berinisiatif mengajaknya makan diluar, Stela pun menerimanya. Tidak ada salahnya mempererat hubungan keluarga.


Kali ini seperti biasa style kecintaan hoodie crop top putih tapi tidak dengan hot pants, karena ada beberapa cap merah di pahanya, Ia tidak ingin Dimas melihatnya, tapi sepertinya Ia lupa di pinggang belakang terdapat cap merah yang tidak tertutupi hoodienya.


Hal ini tentu saja menarik perhatian Dimas, Ia pikir hanya lebam digigit nyamuk ternyata nyamuk yang bisa memakan wanita


Sia*** pasti Julio udah ngelakuin "itu" ke Stela biar gue ga deketin Stela. Hm lu kira gue bakal peduli? kita liat aja ntar, siapa yang menang


"enak enak sampe lupa ya" membisikkan di telinga


"enak enak apa?"


Dimas sengaja membuatnya malu dengan memegang pinggangnya yang terdapat cap merah "ini ada cap merah, dari Julio kan?"


Stela membulatkan matanya, berusaha menengok ke belakang tapi tetap tidak terlihat. Dimas yang melihat tingkah Stela terkekeh kecil dan menarik pinggang Stela sembari menutupi cap tersebut


"gue bisa bantu nutupin, sampe kita ketemu store baju. Gimana?" memperlihatkan senyum licik seolah berhasil mendapatkan Stela sedikit demi sedikit


Stela yang enggan mau tidak mau menerima tawarannya, daripada terlihat orang lain pasti akan menarik perhatian. Lagi pula ini mall mana mungkin Julio ada disini.


Kini mereka berjalan berdampingan dengan tangan Dimas yang memegang pinggang Stela layaknya seperti orang pacaran. Terkadang Dimas menarik Stela agar mereka lebih merapat. Jalannya pun melambat dari sebelumnya, karena Ia masih ingin menikmatinya.


Bagai petir di siang bolong, mereka berpapasan dengan Julio yang baru saja keluar dari restoran bersama seorang wanita cantik dan lumayan seksi.


Tanpa basa basi Julio langsung menarik tangan Stela dan membuatnya pindah ke pelukannya.


"lu ngapain peluk pacar gue? Lu sendiri udah punya pacar" ucapan Dimas bukan memperbaiki suasana malah semakin memperburuk suasana


Pacar? Jadi wanita ini pacar Julio?


"lepasin gue" Stela mendorong Julio dan berbalik ke Dimas


Julio mengepalkan tangannya, ingin sekali memukul Dimas tapi itu tidak mungkin, hanya akan membuat citranya jelek di depan dua wanita ini.


"oh sorry gue kira tadi sahabat gue, ternyata cuma mirip" Julio menggandeng tangan wanita itu dan pergi meninggalkan mereka berdua


Jujur saja walaupun hanya pernikahan bisnis tapi Stela masih kepikiran dengan kata kata Dimas. Kalau punya pacar mengapa menikahi dia? Apa maksud dari semua ini? Itu lah yang ada dipikirannya, sampai Ia melewati beberapa store pakaian.

__ADS_1


"jadi lu suka dipeluk gue, sampe ga mau cari baju"


"iya, eh ga ga sorry. Maksud gue apa?"


Dimas hanya terkekeh dan mengantarnya ke stor pakaian. Bukan memilih pakaian Stela hanya sibuk melamun. Ia masih tidak percaya dengan kejadian tadi.


"hm kayaknya ga usah beli baju deh Dim, kita pulang aja yok, makanan dirumah juga enak kok"


Dengan nada yang berat, nafas yang tidak beraturan, mata yang mulai memerah Ia menatap Dimas, yang sebenarnya Dimas sudah sadar akan hal ini.


Bukan salah Dimas, memang benar wanita itu adalah pacar Julio sejak kuliah. Dan Dimas tidak mengetahui, kalau Stela baru tau.




Stela meninggalkan Dimas begitu saja, padahal Ia yang mengatakan makanan dirumah juga enak, tapi Ia sendiri yang tidak mau makan.



Stela ingin menangis, tapi Ia sadar untuk apa menangis. Ia hanya perempuan yang dibayar untuk memuaskan orang tuanya.




*Gue tau, gue harus kemana*



"*ngapain sih ngetok ngetok berisik*"



"*gue mau tanya soal cewe yang bareng Julio*"



Dimas membukakan pintu kamarnya dan menyilahkan Stela masuk tapi tidak ditutup kembali, karena jika Julio tiba tiba pulang maka akan menjadi masalah lagi nantinya.


__ADS_1


"*yakin mau tau*?"



Stela menganggukan kepalanya



"*yah kalo lu udah minta berarti udah siap denger ceritanya kan*" menuang anggur dan menikmatinya sendiri



"*iya, bawel banget, cepetan*"



"*dia pacarnya Julio dari jaman kuliah. Gue kenal gara gara Julio pernah bawa pulang ke rumah ini. Makanya gue kaget kenapa lu yang nikah sama Julio*"



"*jadi mereka beneran pacaran*?"



"*iya lah ngapain gue boong? Tadi juga lu liatkan dia megang tangan tu cewe*?"



"*dan Julio pernah bawa cewe itu kesini? Apa mereka tidur bareng*?"



"*ya iyalah masa tidur ama gue gila ya lu. Tapi untuk masalah ngelakuin "itu" iya apa ga, gue ga tau*"



"*jadi lingerie yang selama ini gue pake punya tu cewe*?"



"*gue ga tau, yang pasti kalo tu cewe masuk kamar lu, dia ga bakal keluar sampe besok. Cuma Julio aja yang keluar*"

__ADS_1


__ADS_2