Tuhan Sedang Bercanda

Tuhan Sedang Bercanda
Rumah Baru


__ADS_3

Rumah yang begitu dingin seperti kutub utara, sunyi hanya terlihat beberapa pelayanan wanita dan pria yang menyambut mereka. Selain kata "Ya, Bersedia" tidak ada kata yang keluar untuk memecahkan keheningan diantara mereka.


Julio yang langsung ke ruang kerjanya, begitu pula Stela yang langsung diantar para pelayan menuju kamarnya. Ntah sampai kapan keheningan ini akan berakhir.


Sudah sekitar satu jam Stela baru keluar dari bath room. Bukan mempersiapkan untuk malam pertamanya, Ia lebih memilih menangisi dirinya. Kini dirinya hanya terbalut dengan handuk putih yang hanya menutupi satengah dadanya hingga setengah pahanya, yang ketika berjalan membelah paha kanannya itu keluar.


Berdiri di meja rias seperti biasanya, menghidupkan hair dryer, dan menghidupkan musik. Ketika rambutnya setengah kering, ada bau alkohol yang sangat kuat menghampirinya. Dengan cepat Stela membalikan badannya dan begitu kagetnya ternyata suaminya sudah menunggunya sedari tadi.


Kini keberadaan mereka sangat dekat, dada mereka pun bersatu dengan baiknya. Stela yang sebelumnya tidak pernah sedekat ini dengan pria merasa sangat risih, terlebih lagi kini hidungnya dan hidung Julio hanya tersisakan jarak 5 cm.


"bisa bisanya kamu mandi begitu lama, apa kamu lupa kalau ada suami yang menunggumu"


Ruangan yang sedikit remang remang membuat Stela tidak sadar ternyata tangan kanan Julio sudah mendekap pinggul mungilnya dengan erat dan membuat tubuh mereka menyatu sempurna.


Walaupun kini Julio adalah suaminya tetapi Stela belum siap memberikan dirinya seutuhnya. Stela yang mencoba brontak dari tubuh yang lebih besar dua kali lipat dari tubuhnya itu pun sia sia.


"kamu yang hanya menggunakan handuk mini ini sangat berinisiatif ya"


tangan kirinya mulai meraba paha putih dan mulus Stela yang dari tadi terpamapang jelas dicahaya yang minim.

__ADS_1


Stela menggeleng dengan kuat. Tubuh yang tidak pernah terjamah oleh pria itu pun merespon dengan begitu baik.


Nafasnya kini panas dan tidak beraturan begitu juga dengan tubuhnya yang mendadak jadi panas, sedangkan tangan Julio terus berjalan mendekati kelembutan Stela dan mulai mengelus elus seluruh permukaannya yang halus tanpa rambut


"untung saja yang masuk adalah suamimu, bagaimana jika orang lain? Sudah pasti orang itu akan memakanmu duluan tanpa sisa gadis kecilku"


Orang lain? M-memakanku? Jadi di rumah ini ada pria lain selain dia?


Dengan kasar Julio membanting tubuh Stela ke atas ranjang, dan membuat handuk putih itu terbuka. Kini benar benar tanpa sehelai benangpun yang dapat menutupi tubuh putih Stela.


Stela yang berusaha menutupi tubuhnya kembali tapi tertahankan dengan tambang kecil yang mengikat kedua tangannya tepat di atas kepalanya. Ntah darimana tali itu berasal seperti sudah dipersiapkan dengan baik.


Julio yang sedari tadi terus memandang lekuk tubuh Stela dengan nafsu mendadak sadar akan sesuatu dan berbisik ditelinganya "aku dengar kamu suka pergi ke club malam bersama teman teman SMA mu tapi kedua orang tua mu ga ada yang tau. Iya kan Stela?"


"kalau dilihat dari ukuran bra 36, berapa banyak pria yang telah memuaskan mu Stela?" tangannya mulai menjamah dada Stela yang puncaknya sudah mengeras seakan memanggil Julio untuk menikmatinya


Memang benar, diusia Stela sekarang dengan ukuran bra 36 dengan tinggi badan sekitar 165 cm dan berat sekitar 45 kg bukan hal yang wajar. Ini bukan karena Ia selalu melakukan aktivitas bersama pria lain diluar sana atau sendiri melainkan sudah keturunan dari keluarga sang Mama


"tutup mulut lu, gue ga pernah ngelakuin apa pun sama siapapun"

__ADS_1


"oh yah? Kenapa dia(sambil memainkan puncaknya) merespon dengan baik? Bahkan tanganku hampir tidak menutupi dadamu dengan sempurna"


"omong kosong, awasin tangan lu"


Julio menggigit bibir bawah Stela dengan kasar "kecilkan suaramu sayang, aku khawatir ada orang yang mendengar suara kita. Dan lagi kalau aku dengar kamu berkata lu gue lagi, terima akibatnya"


Tangannya kembali mengelus elus permukaan kelembutan Stela yang sebenarnya sudah dari tadi ingin memasukkan pedangnya namun terurungkan karena Stela belum mencapai klimaksnya.


Mulai menggunakan jari manisnya menelusuri dinding dinding yang lembut yang Julio sendiripun belum pernah memegang bagian ini sebelumnya.


Julio adalah tuan muda berusia 25 tahun yang terkenal suka meniduri banyak wanita namun dia sama sekali tidak pernah menjamah bagian kelembutan wanita. Karena Ia merasa jijik dengan barang bekas.


"jangan lakuin ini please" Stela pun menangis merasa ketakutan dan merasa dirinya sudah berbeda


Julio yang melihat Stela menangis pun menghentikan aktivitasnya dan melum** bibirnya sesekali menggigit lembut agar bisa menyatukan lidahnya dan lidah Stela.


Stela yang kehabisan tenaga karena terus menangis dari semalam pun pasrah, kini lidah Julio pun bermain riang didalam sana.


Alih alih menikmati ciuman itu Stela malah tertidur. Julio yang sadar akan hal itu langsung membuka ikatan tangannya sambil tertawa kecil dan menyelimuti tubuh Stela lalu mencium keningnya "selamat malam sayang"

__ADS_1


"huh, punya istri tapi tetep mandi air dingin. Hahaha"


"mana tubuhnya menggoda iman apalagi yang dibawah huh bikin sakit kepala aja"


__ADS_2