Tuhan Sedang Bercanda

Tuhan Sedang Bercanda
Kontrak Perusahaan


__ADS_3

(nendang kaleng)


"aduh, sakit cok"


Stela yang setengah melamun sontak sadar setelah mendengar teriakan pria dari balik rumput. Ternyata kaleng yang Ia tendang tidak sengaja mengenai kepala pria itu.


Dengan sigap Stela menuju rumput tersebut niat hati ingin meminta maaf namun yang didapati hanya seekor kucing dengan dry snack juga kaleng minuman bersoda yang Ia tendang. Cepat sekali pria itu pergi tanpa mencari tau asal kaleng terbang tersebut, itu lah yang ada dibenak Stela.


Hm apa jangan jangan dia siluman kucing? Hahaha apa jangan jangan gue yang udah gila? Hah menganeh



Dengan langkah yang berat Stela menuju ke kelasnya. Bertemu dengan teman dan juga mantan sahabat yang tiada habis habisnya membully.



Wajah masam yang menghiasi pintu kelas, sudah pasti menanti kehadiran Stela.



Tidak dipersilahkan masuk untuk menaruh tasnya, Stela langsung diperintah oleh Sindy untuk membelikan sarapan seperti biasanya.



Stela yang sengaja datang lebih siang berharap agar tidak diperintah untuk melayani mereka, tetapi tetap saja usahanya sia sia. Tiada hari tanpa membully Stela, jika ada yang harus menderita hanya Stela yang layak, itulah yang ada dipikirkan mereka.



Kantin yang ada diujung gedung dengan waktu yang tersisa 5 menit, sudah pasti membuatnya tertinggal kelas pertama. Benar saja, tidak hanya tertinggal tetapi Stela juga dihukum karena telat. Berhasil sudah agenda bully yang pertama.



*Kenapa sih idup gue sial mulu. Katanya kalo sial sekali bakal hoki sekali, lah ini kapan hokinya*?


__ADS_1


Karena ulah Sindy dan teman temannya Stela dihukum membersihkan toilet guru ketika jam sekolah berakhir.



Menyadari pintu toilet yang terkunci dari luar, Stela terus berteriak dan meminta tolong, beruntung masih ada satpam sekolah yang tertinggal dan mendengar suaranya.



*Hahaha Sindy, semunafik itu kah lu*?



Tidak seperti biasanya, rumah yang selalu memanas kini cukup ramah kepada Stela.


Om Marsel dan Tante Jiu yang selalu bertengkar membuatnya muak kini mereka tersenyum bahagia layaknya tidak pernah ada insiden itu.


Kali ini memang rumah yang Stela datangi bukan neraka.


Bukan bahagia tanpa sebab yang diharapkan, melainkan ada sebab yang membuat mereka bahagia.


"kabar gembira apa Mah?"


"perusahaan Papa dapet investor dan perusahaan bisa diselamatkan, tapi... " dengan wajah memelas Tante Jiu dan Om Marsel berakting untuk mendapatkan hati Stela yang padahal mereka sendiri juga tau, bahwa Stela tidak bisa menolak keinginan mereka.


"tapi apa Pah? Jangan bikin aku penasaran"


"kamu harus terlibat dalam perjanjian investasi kali ini"


"kenapa aku Pah? Aku masih 18 taun, tau apa aku tentang perusahaan"


"ini bukan masalah umur sayang kamu cukup tanda tangan kontrak ini, maka besok perusahaan Papa sudah kembali seperti sedia kala" mengeluarkan kertas yang berisi kontrak perusahaan dengan nilai sebesar 10 milyar.


Sedikit aneh dengan nilai yang diberikan oleh investor, bukan karena terlalu kecil tapi ini sangat diluar nalar, apa emang kerugian perusahaan segede ini? Ga mungkin investor berbaik hati kasih dana lebih. Membuat Stela terus bertanya tanya dalam benaknya.


Namun seperti apa yang telah diprediksi oleh Om Marsel dan Tante Jiu, Stela memang tidak akan bisa menolaknya.

__ADS_1


Stela bukan anak remaja yang akan menelan mentah mentah apa yang disuguhkan siapapun.


Sebelum Ia menandatangani kontrak tersebut, Ia sempat meminta laporan keuangan atas penipuan klien dimasa lalu, Ia juga membaca dengan seksama seluruh kontrak yang tertera, bahkan Ia sempat mengajukan beberapa pertanyaan yang kritis kepada orang tuanya, kemampuan yang diwariskan oleh Om Marsel.


Dan akhirnya kontrak dengan materai 10 ribu itupun Ia tanda tangani, tepat di sebelah tanda tangan pemilik perusahaan Marselino Ian Papahnya sendiri, dan diatas menyetujui Julio Adrian si investor.


Kalo disini ada nama gue, berarti ini kontrak udah disiapin jauh jauh hari. Tapi kenapa gue baru dikasih tau pas Papa udah tanda tangan? Kok gue...


Ah ga mungkin orang tua gue bakal ngelakuin hal jahat ke anaknya sendiri, mereka nyari investor cepet cepet pasti biar gue ke sekolah ga naik angkot lagi.


So yang bener itu dua kali sial, satu kali hoki. It's okey


Stela apakah benar kontrak itu hanya sesimpel naik angkot setiap hari digantikan dengan Ferrari? Siapa yang tahu kalau ada sesuatu dibalik sesuatu?


Dan siapa sangka kemiskinan keluarga Stela akan berakhir sesingkat ini? Bahkan Stela tidak berpikir mereka akan kembali menjadi kaya seperti dulu, dan akan membungkam semua mulut yang kotor termasuk Sindy si "mantan sahabat"



"kontraknya sudah ditandatangani oleh anak saya pak"



"baik terimakasih, sampai jumpa besok pagi pak. Selamat malam"



*Oh Papa lagi ngobrol sama investor itu kah? Kenapa sesimpel itu ya? Tapi dikontrak ga ada yang mencurigakan sih*.



*Eh dosa ga ya kalo gue curiga sama orang tua sendiri? Hm kalo iya, maafkan aku Tuhan*



Walaupun Stela merasakan ada sesuatu yang aneh dengan investor kali ini, tapi Ia tetap tidak bisa menolak karena hanya Ia harapan dari keluarganya. Dan dengan itu pula Ia bisa membalas Sindy dan teman temannya.

__ADS_1



__ADS_2