
Zaika merasakan senang yang amat karena telah mendapat jurnal tanpa susah susah untuk mendata terlebih dahulu, tetapi zaika juga tahu jurnal itu memiliki banyak kekurangan maka dari itu zaika tidak terlalu berharap lebih dari jurnal yang telah di teliti zua zo. Sesaat berpikir zaika akhirnya berjalan pergi meninggalkan musim dan langsung bergegas pergi untuk mencari informasi lainnya. Kali ini zaika bergegas pergi ke sebuah perpustakaan buku yang tak terlalu jauh dari musim. Zaika pergi ke perpustakaan buku bukan tanpa alasan karena zaika tau perpustakaan buku yang akan ia datangi ada perpustakaan buku yang sudah sangat lama berdiri dan zaika berharap ia bisa menemukan buku yang menerangkan tentang pedang Kusanagi.
Meskipun tak terlalu jauh zaika akhirnya memutuskan untuk naik kendaraan umum karena ia mulai kecapean berjalan, jadi zaika memilih untuk menaikkan transportasi umum yang ada di pinggir jalan. Tak butuh waktu lama sekitar 15 menit menaikan transportasi umum akhirnya zaika sampai di perpustakaan buku yang berdiri sudah sangat lama. Penampilan luar dari perpustakaan sudah sangat memperjelas bahwa perpustakaan ini adalah perpustakaan yang sudah sangat lama berdiri. Bisa dilihat dari struktur bangunan yang terlihat kuno tapi sangat megah dan sangat menakjubkan.
__ADS_1
Tanpa lama lama zaika langsung bergegas pergi menuju perpustakaan tersebut. Setelah zaika masuk ke dalam bangunan perpustakaan, zaika benar benar tercengang dengan keindahan dari struktur bangunan kuno yang terawat dengan sangat baik. Di bagian atas bangunan terlihat sebuah lukisan patung dewa kuno dan lain lainnya yang sangat memanjakan mata, tak lama zaika tersadar bahwa ia datang ke sini bukan untuk mengagumi perpustakaan ini namun mencari buku tentang sejarah masa lalu .perpustakaan ini beneran benar sangat besar sehingga zaika harus melihat peta ruangan supaya tau di mana titik letak buku buku kuno yang tersimpan di perpustakaan ini.
Tak lama berjalan akhirnya zaika sampai di sebuah buku buku kuno yang berdebu, zaika merasa sepertinya ruang buku kuno ini hampir tak ada yang datang ke tempat ini untuk mempelajari buku buku kono ini sehingga terlihat buku sangat kotor dengan debu dan sarang lama lama di setiap sudut ruangan.
__ADS_1
"Apa itu? , ucap zaika sambil melirik tonjolan dari dalam karpet.
Pada awalnya zaika tak memperdulikan itu dan zaika segera berdiri dan bergegas meninggalkan ruangan tersebut , tetapi entah mengapa di dalam hati zaika merasakan sesuatu yang bergejolak yang seperti ingin menyuruh zaika untuk tidak pergi terlebih dahulu dan menyuruh zaika untuk mengecek sesuatu yang yang menonjol di bawah karpet tersebut. Pada akhir zaika bergegas kembali ke ke ruangan buku buku kuno tersebut dan bergegas mendekati tonjolan yang berada dalam karpet. Dengan perlahan lahan zaika membuka karpet tersebut dan hal yang tak terduga zaika temukan. Zaika melirik dengan tajam ke arah tonjolan karena tersebut dan tak di sangat bahwa tonjolan itu adalah gagang dari tempat untuk menarik pintu . Zaika yang melihat itu langsung melebarkan lagi karpet yang menyelimuti lantai dan alangkah terkejutnya zaika ia melihat sebuah pintu yang mengarah ke bawah tanah. Zaika pada awalnya berpikir untuk tidak memasuki ruangan tersebut dan ingin bergegas pergi saja dari tempat ini , namun lagi lagi hati zaika meyakinkan zaika untuk memasuki ruangan tersebut terlalu . Perlahan lahan zaika membuka pintu ruangan bawah tanah tersebut , ia takut jika ada sesuatu yang mengancam yang menunggunya di dalam ruangan bawah tanah tersebut, secara perlahan lahan namun pasti zaika membuka ruangan bawah tanah tersebut.dengan pandangan yang negara ke ruangan bawah tanah zaika tidak bisa melihat sesuatu yang berada di dalam ruangan tersebut. Zaika dengan cepat langsung mengambil ponsel yang berada di kantong celananya dan ia langsung menghidupkan lensa ponselnya. Dan akhirnya terlihat dengan samar samar di ruangan bawah tanah tersebut terlihat buku buku kuno yang tertutup debu yang menyelimuti buku tersebut. Seketika zaika menjadi sangat bersemangat setelah melihat buku buku kuno tersebut, zaika langsung bergegas beranjak turun ke ruang bawah tanah dengan memegangi telepon untuk menerangi tempat itu. Terlihat terdapat beberapa buku tua di sini dengan penuh debu yang menyelimuti. Zaika langsung bergegas membersihkan buku buku yang berdebu tersebut dan alangkah bahagianya zaika setelah melihat buku buku yang bertuliskan tujuh pedang legendaris , dengan semangat zaika langsung bergegas membuat buku tersebut dan alangkah lebih senang nya langi bahwa dalam buku tersebut terdapat kisah dari pedang yang ia cari yaitu pedang Kusanagi yang menjadi salah satu dari tujuh pedang legendaris. Zaika tak langsung membaca buku tersebut sebaliknya zaika mencoba untuk mencari buku yang mungkin bisa menjadi sambung buku tersebut, tetap setelah beberapa lama mencari sambung buku tak ia temukan namun sebaliknya zaika tertarik dengan buku yang bertuliskan( kultivasi pedang suci dou zong) dalam bahasa cinta kuno. Zaika benar benar tertarik dengan dua buku yang ia temukan ini , ia langsung bergegas pergi dari ruangan bawah tanah yang sangat kotor dengan membawa dua buku yang ia cari cari. Karena zaika sangat tertarik dengan dua buku yang ia temukan zaika langsung bergegas pergi dari perpustakaan yang sudah lama berdiri ini. Karena di perpustakaan ini tidak dapat meminjam buku untuk dibawa pulang, akhirnya zaika memilih untuk membeli kedua buku tersebut.raut wajah dari zaika langsung bersinar ketika ia tahu bahwa buku kuno yang awalnya mau ia beli ternyata diberikan secara cuma cuma oleh penjaga perpustakaan. Dengan wajah yang berbinar binar zaika beranjak pergi dari perpustakaan dan langsung pergi ke hotel tempat ia menginap. Sesampainya di hotel zaika langsung bergegas mengeluarkan kedua buku kuno yang telah ia miliki, dengan raut wajah yang sangat senang zaika bergegas membaca buku kuno yang bertuliskan (tujuh pedang legendaris) dalam bahasa cina kuno. Zaika sendiri ia bisa membacanya dengan sangat mudah tanpa kesulitan sama sekali. Halaman demi halaman zaika baca dengan teliti yang menerangkan tentang pedang Kusanagi.di dalam buku tersebut menyatakan bahwa pedang Kusanagi berasal dari naga berkepala delapan yang telah diubah menjadi pedang karena kerakusan dari naga yang menginginkan kekuatan yang yang sangat dahsyat dengan melakukan segala cara untuk mendapatkan kekuatan tersebut, pada akhir dunia hampir hancur karena keserakahan dari naga berkepala delapan yang membuat dewa pencitraan merubah naga menjadi sebuah pedang yang di namakan Kusanagi.
__ADS_1