Tunangan Kontrak With Y/N

Tunangan Kontrak With Y/N
KENYATAAN YANG PAHIT


__ADS_3

Pagi hari dirumah yang besar terdengar suara bising dihalaman depan.


“ Apakah kau tidak bisa bekerja dengan bener, semua yang kau lakukan selalu saja membuat kacau pekerjaanku ". Ucap pria paruh baya itu dengan nada yang tinggi membentak salah satu anak buahnya


“ Maaf pak, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi proyek itu didapatkan oleh perusahaan lain pak, sebelum kita jadii kita tidak bisa berbuat apa-apa! ". Ucap pria berjas hitam itu menjelaskan semuanya


“ Sudah kau diam, dasar bodoh apa kau tidak bisa bekerja cepat, bagaimana proyek itu bisa jatuh ke perusahaan lain !?? ". Ucap pria paruh baya itu dengan nada kesal


“ Maaf pak !!! ". Ucap anak buah itu sambil menundukkan kepala


“ Sudahlah, pergilah ke perusahaan sekarang urus pekerjaan yang lain nya biar masalah ini yang aku tangani!". Ucap pria paruh baya itu


Y/N yang sadari tadi mendengar percakapan Ayah dan anak buah nya dari jendela kamarnya itu mulai merasa bahwa situasi saat ini tidak baik untuk nya berbicara dengan ayahnya itu.


“ Padahal aku ingin mengatakan bahwa aku ingin pergi bersama teman-teman ku hari ini, tapi bagaimana aku bisa mengatakan nya jika suasana hati ayah tidak baik ! ". ucap Y/N dengan nada sedih


Tidak berapa lama kemudian Y/N keluar dari kamar nya, saat menuruni tangga Y/N melihat asisten rumah tangga nya yang bernama Bu ina sedang mengelap salah satu barang antik milik ayahnya.


“ biiii... !! ". panggil Y/N


“ Iya non.. ada apa ? ". Tanya Bu ina


“ emmm... Hari ini aku akan pergi dengan teman-teman ku bisakah bibi membuat kan aku bekal !". Ucap Y/N


” oke siap non..". Jawab Bu ina langsung menuju dapur


Y/N pun ikut pergi ke dapur untuk melihat Bu ina, Bu ina yang mulai sibuk mempersiapkan bekal bertanya pada Y/N


“ kalo Boleh tau memang non mau pergi ke mana ? ".


“ emm perginya gak jauh-jauh amat sih bii jadi bibi tenang aja ". jawab Y/N sambil mengupas apel


“ Sebelumnya, apa Bapak sudah tau kalo non akan pergi ?". Tanya bibi


“ em, sebenarnya aku ingin mengatakan ini pada ayah tapii saat aku bangun tadi aku melihat ayah sedang marah soal pekerjaan nya ". jawab Y/N


Lalu seorang laki-laki datang dengan baju yang kotor


“ nonnn... Mau bagaimana pun non harus bilang sama pak boss, takut nya non kena marah !". Ucap laki-laki itu yang mendengar perkataan Y/N dan Bu ina dari tadi


“ lohhh... Pak Tono ngagetin aja.. ". Ucap Y/N


“ maaf.. non tidak bermaksud!! ". jawab pak Tono

__ADS_1


“ HEH... Kenapa pak Tono masuk dengan keadaan kotor seperti ini setidaknya bersihkan dulu kakimu jika pak bos tau kau akan terkena marah ". Ucap Bu ina


“ lohh iya pak Tono kenapa bisa kotor gini ?, pak Tono habis main tanah yah hahaha ". ucap Y/N sambil tertawa


“ hehehe sebenarnya tadi saya habis membersihkan taman makanya bisa kotor gini ". ucap pak Tono menjelaskan


“ yaa udah deh bii aku ke kamar dulu yah... Nanti aku kesini lagi buat ambil bekal nya ". Ucap Y/N


“ siapp non...!! ". ucap Bu ina sambil mengeluarkan jempol


Saat Y/N mulai tak terlihat dari pandangan pak Tono dan Bu ina, pak Tono mulai berkata


“ bii kalo pak bos tau nona Y/N mau pergi tanpa bilang-bilang pasti kita bakal kena marah pasti pak bos juga akan marah besar nih sama non Y/N ". ucap pak Tono cemas


“ Sudahlah, memang sudah berapa lama pak Tono kerja di sini bukankah sudah biasa , pasti pak Tono sudah tau bahwa non Y/N tidak begitu dekat dengan ayahnya bahkan mereka jarang mengobrol bersama!!! ”. ucap Bu ina menjelaskan


“ kau benar bii, ya sudah semoga saja tidak terjadi apa-apa!! ". Ucap pak Tono sambil keluar melalui pintu belakang


Tak begitu lama setelah pak Tono dan Bu ina mengobrol Ayah Y/N berteriak


“ BIBIII..... !!!! ".


bibi yang mendengar hal itu pun langsung berlari menghampiri


“ kemana Y/N kenapa aku tidak melihatnya , biasanya dia sudah ada di sini ". Tanya ayah sambil membaca koran


“ non Y/N ada di kamar nya pak , tadi dia turun emm..". ucap bu Ina merasa gugup


Ayah yang melihat tingkah Bu ina pun merasa curiga dan mulai bertanya


“ Bukankah bi ina tau bahwa saya tidak suka orang yang bicara gugup, katakan ada apa ?". ucap Ayah


“ emm, begini pak tadi non Y/N turun minta dibuatkan bekal katanya non Y/N ingin pergi bersama dengan teman-teman nya ”. Ucap bu ina


“ Hem, pergilah buatkan aku kopi ". Ucap Ayah


tanpa lama-lama pun bu ina langsung menuju dapur untuk membuat kopi, dan ayah mulai memandang lantai atas


“ Y/N...... !!! Turunlah...". Ucap Ayah berteriak dari bawah


Y/N yang mendengar ayahnya memanggil langsung bergegas untuk turun, saat Y/N tiba dilantai bawah dia melihat ayahnya yang sedang membaca koran, tanpa lama-lama dia pun mulai bertanya


“ Iya Yah.., ada apa? kenapa ayah panggil Y/N ? ". Tanya Y/N

__ADS_1


“ Berapa umurmu?? ". tanya ayah sambil melihat koran yang di pegang nya


“ emm, kenapa ayah bertanya seperti itu tiba-tiba? ". ucap Y/N


“ Ayah tanya... Berapa umurmu...? ". Menatap Y/N


“ emmm, umurku 20 tahun yah..., ada apa ?". Jawab Y/N


“ Apa kau begitu kekanak-kanakan?, sehingga saat kau ingin pergi ke suatu tempat kau tidak memberitahu ayahmu tapi malah memberi tau orang lain !! ". Tanya ayah dengan wajah datar


Y/N yang terkejut mendengar hal yang ayahnya katakan dan tidak berani bicara karna melihat tatapan dingin ayahnya hanya bisa terdiam


“ Y/N... Jawab Ayah... ”. Ucap ayah dengan marah


Dan Y/N hanya bisa diam karna dia bingung ingin mengatakan apa, karna jika dia mengatakan sesuatu dia tidak akan mengubah keadaan dan hanya akan memperburuk keadaan.


“ Apa kau tidak punya telinga Y/N..., Apakah aku membesarkan mu hanya untuk diam di depan ku..? ". ucap ayah dengan marah


Y/N memutuskan mengatakan sesuatu tapi hati nya tidak berani dan mulut nya itu tidak bisa terbuka sehingga Y/N hanya terlihat diam membisu sambil menundukkan kepala didepan ayahnya.


“ Apakah aku sedang bicara dengan patung ? Atau kau tuli tidak bisa mendengar hal yang aku katakan?, Y/N... Apakah seperti ini kau bersikap pada ayahmu.. ". ucap ayah dengan Nada tinggi


Bu ina yang mendengar pertengkaran itu hanya diam di dapur sambil mendengarkan..


“ Apa kurang nya ayah, ayah selalu membiarkan kau melakukan hal yang kau suka, kau tidak ingin terlibat dalam pekerjaan ayah biarkan, kau tidak ingin ikut ke pesta bisnis ayah biarkan, dan kau minta uang ayah berikan apakah kau tidak bisa melakukan sesuatu hal yang membalas kebaikan ayah itu? ". tanya ayah dengan kesal sambil memandangi Y/N


“ Apakah itu yang ayah sebut kebaikan??, kenapa aku merasa itu hanya belas kasih dan apakah itu yang ayah sebut membiarkan hal yang kusuka.. Tapi nyata nya ayah tidak pernah membuat ku bahagia ayah selalu saja berfikir untuk bisnis bisnis dan bisnis...!! ". ucap Y/N dalam hati nya dan hanya bisa terdiam memandang lantai


“ BIBIIIIII !!!???? ". panggil ayah berteriak


Bu ina yang terkejut langsung membawa kopi tersebut keruangan


“ Maaf pak jika terlambat, ini kopi nya..!! ". ucap Bu ina sambil meletakkan kopi meja


“ Apakah semua orang yang bekerja dengan ku itu tidak berguna, kenapa kalian selalu saja terlambat!! ". ucap ayah merasa kesal


“ maaf pak !! ". ucap Bu ina sekali lagi dan langsung pergi ke dapur.


“ sudahlah.. tetaplah di rumah dan ayah tidak ingin melihat mu keluar rumah !! ".


“ **-tapi Yah.. , aku sudah berjanji akan pergi bersama teman-teman ku hari ini!! ". ucap Y/N... dengan nada sedih


“ tidak ada negosiasi lagi cepat masuk kedalam!! ". ucap ayah

__ADS_1


Y/N pun pergi meninggalkan ayahnya dan bergegas masuk kamar.


__ADS_2