
Disisi lain, di tempat ayah Y/N berada.
“ Apa yang kalian lakukan, kenapa pemuda itu bisa masuk kedalam rumah ? ". Ucap ayah y/n
“ Maaf pak... Kami sudah menghalangi tapi anak buahnya telah membuat kamu tidak berdaya!!! ". ucap salah satu pengawal
“ Dan sekarang, kemana perginya dia dengan membawa putriku begitu saja ? ". ucap ayah y/n
“ Maaf tuan beberapa orang sudah mencari nya tapi tidak menemukan kemana pemuda itu membawa nona y/n pergi !! ". ucap y/n
“ Cepat cari dia !!, aku ingin kalian mencari tempat tinggal pemuda itu bagaimana pun cara nya !! ". Ucap ayah y/n
Para pengawal itupun bergegas mencari informasi dengan melihat cctv jalanan hingga mengecek nomor plat mobil yang dikendarai jimin.
......................
Disisi lain Y/N yang berada di kamar tamu sedang berada dalam dilema kebingungan, lalu seseorang mengetuk pintu kamar nya.
tok-tok-tok-tok
“ permisi nona... tuan muda meminta saya untuk mengantarkan nona ke meja makan ”. ucap pak min.
Y/N pun meletakkan dokumen itu di atas laci dan bergegas untuk keluar kamar, Y/N pun berjalan mengikuti pak min.
Dimeja makan, y/n melihat begitu banyak makanan yang di sajikan diatas meja makan, padahal disana hanya terlihat Jimin seorang.
“ Duduklah, Apakah kau sudah menandatangani kontrak itu ? ". Ucap Jimin yang duduk menghadap makanan
“ Emmm.. Aku b-b-belum menandatangani kontrak nya !! ". ucap y/n
“ APA ???, setelah yang kulakukan, apa lagi yang kau inginkan kenapa menandatangani kontrak saja begitu lama!, apa lagi yang kau pikirkan?? ". ucap Jimin terkejut sambil berdiri
“ Tuan.. Tenang lah, mungkin dia membutuhkan waktu! ". ucap pak min
Jimin pun menjadi tak selera makan dan pergi meninggalkan meja makan begitu saja.
“ Jim___ !! ". ucap y/n terpotong
“ Tidak apa-apa, biar aku yang bicara dengan tuan muda, silahkan nona makan saja ". ucap pak min.
Pak min pun pergi menyusul Jimin meninggalkan Y/N yang berada di meja makan sendiri.
“ Hemm, aku benar-benar tak selera makan. ". ucap y/n termenung
Y/N pun pergi meninggalkan meja makan dan menuju halaman depan, Y/N pun melihat kearah langit.
“ Bu... Apa yang harus aku lakukan sekarang!! ". ucap Y/N
“ Apakah aku harus memanfaatkan ayah setelah apa yang dia lakukan kepada ku ! ". ucap Y/N
Lalu di luar gerbang tanpa Y/N sadari tibalah sebuah mobil berwarna hitam didepan gerbang, lalu seorang laki-laki paruh baya memaksa masuk begitu saja.
“ Y/N.... APA YANG KAU LAKUKAN DISINI ???, APA KAU SUDAH MELUPAKAN AYAHMU ?? ". ucap ayah y/n yang mendadak muncul bersama 2 anak buah nya.
“ HAH ???, ayah... ?? ". ucap y/n terkejut
Ayah Y/N pun menghampiri y/n yang berada di halaman depan sendirian.
__ADS_1
“ Aa-a-ayah, apa yang ayah lakukan disini ? ". Ucap y/n
“ Seharusnya ayah yang katakan padamu, apa yang kau lakukan disini kenapa kau tidak kembali kerumah ? ". ucap ayah
“ **-tapi yah..! ". ucap y/n terhenti
Tiba-tiba ayah pun menampar wajah y/n
“ TAPI APA ?, apa kau berniat tinggal bersama pemuda itu? Dari pada tinggal bersama ayah mu ? ". Ucap ayah membentak
“ Tidak yah... Aak-ku !! ". ucap y/n
“ kau apa?, apakah kau benar-benar telah bertunangan dengan pemuda itu ? ". Ucap ayah bertanya dengan geram
“ Dasar anak tidak tau di untung, sudah beruntung aku besarkan tapi apa balasan mu kau malah melawan ucapan ku !!! ". Ucap yah membentak dengan nada tinggi
“ Apa ayang ayah katakan, apakah selama ini kau membesarkan aku karna terpaksa? ". Tanya Y/N
“ Kau fikir aku membesarkan mu karna apa ??, seharusnya kau bisa membalas Budi dengan menerima pertunangan dengan anak pak Kusuma !!, tidak bisakah kau melakukan itu ?? ". ucap ayah memegang kencang bahu y/n
“ sudah aku katakan padamu, bahwa mereka hanya akan menjebak mu !, aku melakukan ini demi menyelamatkan ayah dari kehancuran! ". ucap y/n
“ Hah??, Apa yang kau katakan?? ". ucap ayah lalu menampar y/n
“ Tampar terus yah.., tampar sampai kau puas, tapi dengan menamparku seperti ini aku tidak akan mengubah keputusan ku !! ". ucap Y/N
“ Y/N.... !!! ". Bentak ayah
Jimin dan pak min yang mendengar suara bising dihalaman depan langsung bergegas menghampiri.
“ Apa yang kau lakukan dirumah ku ! ". Tanya Jimin
“ Lalu apa maksud mu dengan membawa putriku pergi dari rumah nya !! ". Ucap ayah dengan nada tinggi
Jimin pun mendekat kearah Y/N dan ayahnya
“ Apakah kau masih menganggap dia sebagai putri mu setelah apa yang ku lakukan padanya !! ". ucap Jimin
“ Berani nya kau bertanya seperti itu padaku !! ". ucap ayah y/n yang memukul wajah Jimin
“ AYAH... Apa yang ayah lakukan !! ". ucap Y/N
“ Apa kau mempertanyakan hal yang aku lakukan?? ". ucap ayah yang mengarahkan telapak tangannya ke wajah y/n
Jimin pun menghalangi tamparan itu dengan berdiri didepan y/n dan akhirnya Jimin yang mendapat tamparan itu.
“ Jimin.. Apa yang kau lakukan !!? ".
“ DASAR PEMUDA BODOH !! ". Ucap ayah
“ Tuan apa kau baik-baik saja !? ". Tanya pak min khawatir
“ Penjaga .... !! ". Teriak Jimin
Lalu datanglah 4 penjaga
“ Siap pak ! ".
__ADS_1
“ Apa yang kalian kerjakan apakah kalian tidak melihat orang ini masuk seenaknya saja ?? ". ucap Jimin dengan marah
“ maaf pak !! ".
Lalu penjaga itu pun meminta Ayah Y/N untuk pergi dari sana namun ayah y/n menolak dan pengawal ayah y/n pun membela ayah Y/N.
“ Maaf tolong kerjasama nya, jika kalian terus mengganggu keadaan disini saya akan panggil polisi kesini ". ucap salah satu penjaga
Ayah y/n pun memutuskan pergi bersama pengawal nya
“ Lihat aja nanti kau y/n.. !! ". ucap ayah mengancam Y/N dan pergi meninggalkan rumah Jimin.
“ Jimin.. Apa kau baii__". ucap y/n
Jimin pun langsung pergi begitu saja masuk kedalam rumah, Y/N pun berlari mengikuti jimin hingga sampai ruangan.
“ Jimin berhentilah, apa kau marah padaku? ". ucap y/n
Jimin pun menoleh kearah y/n
“ Setidaknya biarkan aku mengobati luka di wajah mu, karna setiap kali kau terlibat dengan ku pasti kau mendapatkan luka ditubuh mu ! ". ucap Y/N menghampiri Jimin
“ Tidak perlu pak min akan mengobati ku !! ". Ucap Jimin meninggalkan Y/N dan menuju kamarnya.
“ Hemm, Kenapa dia terlihat marah dan apa-apaan tatapan nya itu dingin sekali!! ". ucap y/n dalam hati lalu pergi menuju kamar nya.
Y/N pun melihat selembar kertas yang tergeletak di atas laci ia pun mendekat untuk meraih kertas itu.
“ Baiklah.. Jika ayah berfikir aku hanya beban baginya dan dia merawat ku dengan terpaksa apa lagi yang aku harapkan darinya apa lagi dia tidak menganggap ku sebagai anak nya, aku akan menyelamatkan bisnis nya dari kehancuran dengan menandatangani kontrak ini ". ucap y/n sambil melihat kertas itu.
Y/N pun hendak menandatangani kontrak tersebut namun tidak menemukan satu pulpen pun di dalam kamarnya dan dia memutuskan pergi keruang kerja Jimin.
Y/N pun membuka pintu namun Tidak menemukan seorang pun di dalam ruang kerja Jimin, lalu y/n bergegas mengambil sebuah pulpen dan menandatangani kontrak itu.
tiba-tiba telpon ruang kerja jimin berdering...
“ Hah??, apa yang harus aku lakukan? ". ucap y/n merasa panik
“ Tapi bagaimana jika itu telpon penting untuk nya ? ". Ucap y/n DNA memutuskan untuk mengangkat telpon tersebut.
“ Hallo.., dengan siapa saya bicara? ". ucap y/n
“ siapa kau ??? ". ucap seseorang bersuara wanita paruh baya
“ maaf jika saya lancang mengangkat telpon ini, saya akan memberitahukan Jimin dulu, permisi saya tutup sebentar! ". Ucap y/n lalu menutup telpon itu dan bergegas mencari Jimin.
Saat hendak meriah gagang pintu Jimin tiba-tiba muncul dan membuka pintu , yang membuat y/n terkejut begitu juga jimin.
“ Apa yang kau lakukan disini ? ". Tanya Jimin
“ Maaf aku datang untuk mencari pulpen! ". ucap y/n lalu memberikan selembar kertas kepada Jimin.
Jimin pun meraih kertas tersebut, lalu y/n pun berjalan keluar ruangan ia pun kembali menoleh
“ Oh yah.. Tadi ada telpon untuk mu ! ". ucap y/n lalu pergi meninggalkan Jimin
“ hemm, jadi dia datang untuk menandatangani kontrak ini ! ". ucap Jimin lalu menghampiri telpon.
__ADS_1