
Malam pun tiba dikamar, terlihat Y/N memandangi foto ibunya yang dia simpan sejak kecil.
“ ibu, kenapa Y/N tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu, Y/N sangat ingin bertemu dengan ibu, Jangan kan kasih sayang seorang ibu, Ayah saja yang masih hidup tidak pernah memberikan kasih sayang nya ". Ucap Y/N merasa sedih
Terdengar suara ketukan pintu dari kamar Y/N di susul dengan suara Bu ina yang memanggil nya
Tok-tok-tok-tok....
“ non..., non Y/N makan dulu non, kalo gak makan nanti non bisa sakit ". Ucap Bu ina
Y/N yang mendengar suara Bu ina pun memutuskan untuk membuka pintu, saat Y/N membuka pintu Bu ina langsung masuk kedalam kamar Y/N.
“ non makan dulu non, ini bibi sudah bawakan makanan nya... Bibi letakan disini yah ! ". ucap Bu ina
“ Biii..., sebenarnya Ayah itu sayang Y/N gak sih ?, kenapa rasanya Y/N selama ini tinggal bersama orang asing yang mengaku-ngaku sebagai ayah Y/N ". ucap Y/N bertanya pada bu Ina yang hendak pergi.
Bu ina pun kembali menghampiri Y/N yang duduk di kasur nya.
“ Jangan ngomong gitu non.., mungkin cara Bapak menyayangi non itu berbeda dengan ayah diluar sana.. Mungkin aja yang menurut non itu gak baik tapi bagi bapak itu baik untuk non kedepannya ". ucap Bu ina menjelaskan
“ Tetap saja cara nya salah bi, emang ada ayah kaya dia rasanya hanya aku saja yang punya ayah seperti dia ! ". Ucap Y/N
...“ Memang cara ayah dalam mendidik anak nya itu keras, tapi bukan berarti dia tidak menyayangimu "....
“ Hemm, tapi caranya itu melukai hatiku bi, bahkan aku merasa bahwa ayah tidak membutuhkan aku, dan hanya menganggap ku sebagai barang saja untuk nya ". Ucap Y/N mengeluh
“ Kalo gitu, coba non Y/N bicarakan hal ini sama bapak siapa tau mungkin non salah sangka ". Ucap bu ina memberi saran
“ Iya bi, Y/N pasti akan mencoba bicarakan ini dengan ayah, semoga saja aku memang salah paham dan mungkin maksud ayah baik ". Ucap Y/N
Diruang kerja, Y/N Melihat ayah sedang berbicara dengan seseorang mengenai pekerjaan, karna tidak ingin mengganggu Y/N pun memutuskan untuk menunggu diluar ruangan, lalu dari balik pintu terdengar.
“ Jika kita gagal mendapatkan saham dari perusahaan pak Kusuma kita tidak akan mendapatkan untung besar !! ". ucap ayah pada seseorang
“ Kau benar pak, tapi bagaimana cara kita untuk mendapatkan nya ?". Tanya seseorang itu
“ Itu mudah jika Y/N menjadi tunggangan untuk anak pak Kusuma kita bisa ambil bagian dalam proyek baru itu, tanya nyatanya tak selancar yang ku bayangkan anak itu merusak semua rencana ku !! ". Ucap ayah
Y/N yang mendengar hal itu hatinya merasa hancur dan pikiran yang jauh-jauh ia buang mengenai ayahnya kini ia ambil kembali, Y/N pun hampir meneteskan air mata nya dan berlari keluar rumah tanpa arah.
“ Jadi semua yang kupikirkan itu benar, ayah hanya menggunakan ku saja hanya untuk sebuah saham dan dia rela mengorbankan anak nya sendiri hanya demi uang !! ". Ucap Y/N mulai berkaca-kaca dalam hati sambil berlari
Tanpa Y/N sadari dia berlari menuju sebuah taman karna sibuk menghapus airmata nya itu Y/N pun tidak melihat arah pandangan depan sehingga ia menabrak punggung seseorang laki-laki.
Bughh...
__ADS_1
“ awww... ". ucap satu kata dari mulut Y/N
Laki-laki itu pun menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang menabraknya disaat dia sedang berdiri tenang untuk menghirup udara segar.
“ Apa kau tidak punya mata nona? ". ucap laki-laki tersebut
Entah kenapa Y/N mulai meneteskan air mata dan mulai menangis...
“ Ada apa dengan nya, kenapa dia menangis apakah dia terluka bukankah dia yang menabrak ku duluan". Ucap laki-laki itu dalam hati
“ Iya tuan mungkin aku tidak punya mata itulah kenapa aku tidak bisa melihat sifat ayahku dari dulu ". Ucap Y/N dalam hati
“ Permisi nona Apakah kau baa____". Ucap laki-laki tersebut terpotong dan
“ Yaa??, bukankah kau wanita yang menabrakku tadi siang sehingga kopi panas itu tumpah mengenai ku ". ucap nya
Y/N pun melihat dengan seksama sambil menangis, dan dia pun ingat memang benar dia adalah laki-laki yang ia tabrak siang tadi
“ Maafkan aku tuan soal siang tadi, aku benar-benar tidak sengaja!! ". ucap Y/N sambil menangis
“ kenapa bisa-bisanya aku bertemu dengan mu lagi itupun dengan cara kau menabrak ku terus ". Ucap Jimin dengan kesal
“ Lalu kenapa kau menangis?, bukankah kau yang menabrakku ?? ”. Jimin bertanya kembali sambil menunduk sedikit untuk melihat wajah Y/N
“ Yaa?, apa yang kau lakukan lepaskan aku semua orang memandangi kita !! ". ucap Jimin kepada Y/N dengan pelan
Y/N pun tidak mendengar ucapan Jimin dan hanya menangis di pelukan jimin, Jimin pun akhirnya membawa Y/N ke sisi taman yang tidak banyak orang.
“ YAA?, lepaskan aku, apa kau tidak mendengar disini sudah tidak ada orang kau bisa menangis di sini !! ". ucap Jimin mencoba melepaskan pelukan itu
“ M-ma-maaf-maafkaan aku !! ". ucap Y/N sambil melepaskan pelukan
Jimin pun hendak pergi meninggalkan wanita itu, tapi saat Jimin berjalan berbalik arah Y/N mulai menangis sambil terduduk di salah satu kursi taman, Jimin yang heran pun mencoba menghampiri nya kembali.
“ Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kau terus saja menangis dari tadi ? ". Tanya Jimin sambil berdiri didepan Y/N
Y/N yang tak memperdulikan hal itu pun hanya bisa menangis tak terkendali, Jimin yang melihat nya pun merasa tak tega dan entah kenapa hatinya menggerakkan dirinya untuk menenangkan Y/N dengan cara memeluk nya.
“ Berhenti lah menangis, hanya dengan menangis itu tidak akan merubah keadaan jadi berhentilah menyakiti dirimu sendiri ".
Ucap Jimin sambil memeluk Y/N, Y/N pun merasa lega karna dia merasa ada seseorang yang benar-benar paham kondisinya, Y/N pun mulai berhenti menangis dan Jimin pun melepas pelukannya itu.
“ Apakah kau punya masalah?, ataukah ada yang menyakitimu?, atau kau dalam kesulitan? ". Ucap Jimin menanyakan semua yang bisa Jimin katakan sambil duduk disebelah Y/N
Y/N pun hanya terdiam sambil berusaha memberhentikan tangisnya itu sambil mengusap air mata
__ADS_1
“ Hmm, apa kau tidak akan bicara?, atau kau hanya mau diam saja?, jika kau diam saja aku akan pergi ". Ucap Jimin beranjak dari tempat duduk
“ Terimakasih..., untuk yang tadi !! ". Ucap Y/N
Jimin pun hanya terdiam memandangi Y/N yang sesekali mengusap air mata nya itu
“ Maafkan aku untuk masalah tadi siang dan aku benar-benar merasa bersalah untuk itu dan sekali lagi terimakasih karena telah mengatakan hal itu kepadaku !! ". Ucap Y/N mencoba untuk tersenyum
Jimin pun duduk kembali disamping Y/N
“ Apa kau punya masalah ?, jika kau punya masalah cobalah untuk bercerita dengan orang lain jangan paksakan dirimu untuk memendamnya Sendiri karena itu hanya akan menyakitimu!". Ucap Jimin sambil memandangi langit yang gelap
“ Hemm, kau benar tapi aku tidak punya seseorang untuk aku percaya dan aku tidak memiliki seseorang untuk menjadi tempat ku bercerita, kau tau biasanya jika ada masalah aku hanya bercerita pada ibuku saja ". Ucap Y/N
“ Kalo begitu ceritakan masalah mu pada ibumu ! ". Ucap Jimin
“ ibuku ada diatas sana !! ". Ucap Y/N
Jimin pun melihat arah tujuan pandangan mata Y/N yang melihat langit, dan jimin pun tersadar bahwa ibu nya telah tiada.
“ Maaf kan aku, aku tidak tau ". ucap Jimin dengan wajah datar
“ Kalo begitu aku masih punya waktu jadi kau bisa menceritakan nya kepadaku disini". ucap Jimin
“ ta-tapi... Kau..". ucap Y/N
“ meski aku orang lain setidaknya kau bisa membagi beban mu itu, agar mau lebih baik ". ucap Jimin
“ Entah sejak kapan seseorang mengatakan hal seperti itu kepadaku.. Atau lebih tepatnya tidak ada yang mengatakan hal itu kepadaku, lagi pula kenapa kau baik padaku bukankah kau mendapatkan luka karna aku ??!". Ucap Y/N
“ Hemm, aku baik-baik saja ini sudah tak terlalu sakit tapi karna dirimu aku harus membatalkan rapat ku kau tau ?". ucap Jimin
“ bukankah aku sudah minta maaf untuk hal itu ? ". ucap Y/N
“ Sudahlah lupakan itu, jadi apakah kau tidak memiliki keluarga? ". tanya Jimin
“ keluarga???, aku punya keluarga tapi tak seperti keluarga aku hanya mempunyai seorang ayah dan dia hanya mementingkan bisnis perusahaan dan uang dia tidak pernah memperhatikan aku !!, apakah itu bisa di sebut keluarga? ". ucap Y/N
“ Hem , apakah itu alasanya kau menangis, apakah hanya karena kau tidak di perhatikan ayahmu ? ". ucap Jimin
“ Bukan itu masalahnya tapi masalah nya.....". Ucap Y/N
Dan menceritakan sifat ayahnya selama ini dan kejadian yang terjadi hari ini hingga kejadian kopi yang tumpah itu, Jimin pun hanya diam mendengarkan dengan baik apa yang diceritakan Y/N kepadanya.
Nantikan kelanjutannya....
__ADS_1