
Di sebuah kamar terdapat seorang gadis sedang mengerjakan dokumen dengan serius yang baru saja di kirim oleh tangan kanannya.
Tok.. tok..
"Adik Ayo makan siang dulu ayah dan bunda sudah menunggu kita dibawah" ucap seorang pria dari balik pintu.
Gadis tersebut langsung beranjak dari tempat duduknya menuju kearah pintu membuka secara berlahan-lahan di sana seorang laki-laki berusia sama dengan berdiri di pintu.
"Baik kak ayo turun takut ayah dan bunda sudah lama menunggu kita kebawah, cepat aku sedang lapar" ucap menarik kakak, sang Kakak hanya pasrah ikut.
"Maaf ayah bunda sudah membuat kalian menunggu kami" ucap mereka berdua saat sudah sampai di ruang makan.
"Tidak apa Alex, Alexa ayah dan bunda Baru saja datang, ayo duduk kita makan bersama" ucap bunda tersenyum menyuruh mereka berdua duduk.
Iyap mereka berempat adalah Marsel Brawijaya, Tiara Queen putri Brawijaya, Alex Brian Brawijaya, dan Alexa Sarah Brawijaya.
Alex dan Alexa sudah beranjak remaja dan bahkan mengambil alih satu perusahaan dan mafia milik Marsel dan Tiara. Alex mengambil El company, dan mafia Gfd sedangkan Alexa mengambil black devil dan perusahaan putri company.
Mereka makan dengan tenang tanpa ada suara sama sekali setelah makan Alexa langsung memberikan niatnya kepada orang tuanya.
"Ayah, bunda Alexa mau pergi ke negara i malam ini boleh yah" ucap Alexa membuat mereka kaget.
"Memang kau mau apa di sana Alexa?" Marsel menatap anaknya bungsunya dengan lembut lalu menatap Alex, Alex menggeleng cepat balas tatapan ayahnya.
"Aku bosan dengan kehidupanku hanya bertumpukkan berkas" ucap Alexa cemberut memajungkan bibir kedepan.
"Iyah mampu ayah Kira apa, Alexa kau tahu ayah dan bunda dulu membangun perusahaan dan membuat mafia di usia 10 tahun dari nol sampai sekarang jadi kau tidak boleh bosan apa lagi kau Hanya mengurus perusahaan dan mafia yang sudah berkembang pesat" sahut Marsel menesehati anak perempuannya.
"Alexa tahu ayah, aku hanya ingin mengurus perusahaan dari Balik layar sama seperti ayah dan bunda yang mengurus perusahaan Brawijaya company dan Queen company" ucap Alexa menatap Marsel dan Tiara dengan tatapan memelasnya.
"Baiklah ayah mengizinkanmu kalo Alex kau juga mau seperti adikmu yang bandel itu" Alex yang mendengar tersebut langsung menggelengkan kepalanya Pelang menatap rumit ke Marsel.
"Ayah bukan aku sudah mengurus perusahaan dari balik layar selama ini, lalu untuk apa aku mengikuti adik kejam itu" Alexa yang mendengar ucapan kakaknya marah lalu menatapnya tajam.
"Jadi Kaka selama ini pengurus perusahaan dan mafia di balik layar saja pantas saja selama ini lebih banyak bersantai dari pada mengurus perusahaan dan mafia nya" geramnya berdiri dari sana pergi dengan menghentak-hendak kakinya.
"Alex kau juga tidak boleh terlalu terlalu bergantung kepada tangan kananmu kau mengerti anak" ucap Marsel pergi sambil membawa tas kerjanya begitu juga dengan Tiara pergi membawa tas kerjanya juga.
"Aku tahu itu ayah, aku juga selalu mengikuti meeting bersama dengan para petinggi perusahaan, menejer, dll" ucap Alexa yang membuat Marsel dan Tiara berbalik lalu tersenyum tipis lalu kembali berjalan keluar dari sana.
"Aku mengerti sekarang, aku akan melakukan hal yang sama dengan Kaka" ucap Alexa yang masih ada di sana yang membuat Alex mengelus-elus dadanya kaget.
"Kau masih ada di sini, Kaka kira kau ada di sudah masuk ke dalam kamarmu" ucap Alex menetralkan rasa terkejut.
"Oh iya, selama kau ada di negara i jangan berbuat yang aneh-aneh, kau bisa melihat masa lalu dan masa depan orang lain jadi jangan pernah aneh-aneh disana" ucap Alexa yang diangguki oleh Alexa.
"Aku tahu itu Kaka jadi tenanglah, Kaka Juga harus berhati-hati dengan orang-orang yang pikiran buruk" ucap Alexa mengingatkan Alex tentang kemampuannya yang dapat mendengar batin orang lain dan melihat niat orang lain hanya dengan sekali lihat.
Alex mewarisi kemampuan tiara yang bisa membaca atau mendengar pikiran orang lain sedang Alexa mewarisi kemampuan tiara yang bisa melihat masa depan dan masa lalu.
"Iya Kaka tahu, sudahlah lebih baik kau pergi mengemasi barang-barangmu kau akan pergi ke negara i" ucap Alex pergi dari sana.
"Oh, Iyah hampir lupa" gumam Alexa menepuk jidatnya "Kaka mau pergi kemana" teriak Alexa melihat Alex akan pergi.
"Kaka sedang ada rapat di markas jadi Kaka akan kesana, kepada memangnya Kenapa mau ikut?" Tanya Alex memutar kepala sedikit ke belakang Alexa yang mendengar tersebut hanya menggeleng Pelang.
"Iya sudah" Alex kembali berjalan sedang Alexa kembali ke kamarnya untuk mengemasi barang-barangnya yang akan dia bawa bersamanya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak sabar bertemu kembali dengan kakek dan nenek" setelah sampai kekamar Alexa langsung mengemasi barang-barangnya.
Selesai memasukkan barang-barangnya Alexa langsung membaringkan tubuhnya ke kasur lalu memejamkan matanya untuk tidur.
............….....
Skip malam bandara.
"Sayang jangan susahkan kakek dan nenek di sana kau harus menurut apa yang dia bilang kau mengerti" nasehat Tiara khawatir dengan anaknya akan menyusahkan kakek dan neneknya di sana.
"Bunda tenang saja aku bukan lagi anak kecil usia aku sudah delapan belas tahun dan sudah satu tahun mengambil alih satu perusahaan dan mafia milik ayah dan bunda" Marsel dan Tiara yang mendengar tersebut hanya tersenyum tipis lalu mengusap rambut putrinya.
"Siapa bilang kau anak kecil, jika kau anak kecil itu artinya aku Juga anak kecil karena aku adalah kembarmu" kesal Alex menatap adiknya yang hanya diam.
Marsel dan Tiara hanya tersenyum melihat kelakuan anak-anak mereka yang saling menyayangi dan melindungi satu Sama lain.
"Ayah, bunda, kakak aku akan naik sekarang aku pasti akan merindukan kalian semua" Alexa memeluk mereka bertiga selama Beberapa menit lalu melepaskannya.
"Kami juga akan merindukanmu" ucap Tiara yang diangguki oleh yang lain Alexa yang mendengar tersebut langsung lalu berjalan naik ke tangga pesawat.
"Dah" mereka semua melambaikan tangan menatap pintu pesawat yang sudah mulai tertutup, Alexa berjalan ke belakang pesawat di sana terdapat tempat tidur.
Pesawat lepas landas bersama dengan Marsel, Tiara dan Alex meninggal tempat tersebut.
Setelah di dalam mobil Marsel langsung membuka suara "Nak jadi kau akan pergi ke negara A besok pagi?" Tanya Marsel menatap anak penuh tanda tanya.
"Yah begitulah, aku harus pergi kesana ayah aku dapat banyak laporan kalo disana banyak sekali yang mengincar robot manusia yang pernah aku buat" ucap Alex khawatir dengan robot yang dia ciptakan akan jatuh ke tangan orang yang serakah.
"Memang robot manusia yang kau ciptakan kau kirim ke negara A?" Tanya Tiara menatap rumit anak yang ceroboh.
"Iya, begitulah bunda tapi aku melakukan itu karena aku ingin mereka memberpaharuinya agar lebih sempurna lagi" ucap Alex memberi tahukan alasannya mengirimnya ke Negara A.
..........
Alexa turun dari pesawat dengan perasaan senang karena sudah sangat lama dia tidak kesini sekitar dua belas tahun lamanya itupun saat dia masih berusia lima tahu waktu itu.
"Wah, tempat ini tidak banyak berubah" gumam Alexa tersenyum tipis lalu berjalan pergi dari sana banyak pengunjung yang menatap kearah Alexa.
"Wah, dia seperti artis papan atas"
"Hah, paling juga di operasi plastik mana mungkin dia cantik Tampa adanya operasi"
"Bilang saja Lo iri dengan kecantikannya iyakan, secara Lo itu hanya mengandalkan make up yang tebalnya sampai tujuh lapis"
"Cih, Lo kira gue iri dengannya sorry nggak level"
Alexa yang mendengar tersebut menatap mereka semua tajam dan dingin lalu mengambil topik dan masker yang ada di tasnya lalu memakainya.
Diluar bandara Alexa langsung masuk ke taksi yang sudah dia pesan, tapi tiba-tiba seorang laki-laki masuk ke dalam mobil.
"Pak jalan"ucap laki-laki tersebut menyuruh sopir taksi perjalan.
"Lo siapa?, kenapa tiba-tiba masuk ke taksi yang sudah gue pesan" ucap alexa sambil menatap laki-laki tersebut.
"Sorry gue masuk sembarangan, gue sedang di kejar-kejar oleh cewek gila" ucap laki-laki tersebut yang membuat Alexa mengerti lalu mengangguk.
"Iya, pak jalan sesuai alamat yang saya kirim" ucap Alexa membuat sopir taksi tersebut mengangguk Pelang menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
"Oh iya, Lo turun belakang karena gue sudah mengirim alamatnya ke sopir taksi itu setelah itu Lo bisa pulang ke rumah Lo mengunakan taksi ini" jelas Alexa panjang lebar yang diangguki oleh laki-laki.
Setengah jam akhirnya taksi yang mengantar Alexa sampai di mansion keluarga jovangka, laki-laki tersebut terkejut saat menepati Alexa turun ke depan mansion keluarga jovangka.
Laki-laki tersebut juga turun dari dari taksi tersebut yang membuat Alexa mengerutkan keningnya bingung tapi dia hanya diam. Alexa menarik kopernya saat masuk kedalam mansion keluarga jovangka begitu juga dengan laki-laki tersebut juga masuk kedalam mansion.
Setelah sampai di pintu Alexa langsung menerobos masuk ke dalam lalu membuka masker mengambil ancang-ancang untuk berteriak. Laki-laki yang tadi bersama dengan Alexa hanya diam menatapnya rumit.
"KAKEK NENEK ALEXA YANG CANTIK DATANG NAMA KARPET MERAHNYA" teriak Alexa yang membuat seisi mansion berlari ke pintu.
"Alexa sayang nenek merindukanmu" ucap nenek Tania sedikit berlari Alexa merentangkan kedua tangannya tapi tidak sesuai ekspektasi dia malah mendapat jeweran telinga dari neneknya tercinta.
"Kau sangat suka berteriak seperti itu kau tahu di dalam sedang ada tamu" ucap kakek Haris sambil menggelengkan kepalanya Pelang menatap cucu lembut.
"Nek maafin Alexa aku tidak tahu kalo ada tamu lagian aku juga mau memberikan surprise kepada kalian" ucap Alexa menunduk kepalanya kebawah nenek Tania.
Nenek Tania melepas telinga Alexa lalu memeluk penuh kerinduan, alexa melepas pelukannya lalu berlari kearah kakek Haris lalu memeluk.
"Kakek, nenek jahat masa telinga Alexa di jewer sakit banget lagi" aduh Alexa sesegukan.
"Tania siapa gadis cantik itu, apa dia cucu mu" ucap seorang wanita tua yang ssendari tadi hanya diam menyaksikan reuni keluarga tersebut.
"Iya Karin dia cucuku Alexa anak perempuan dari tiara" orang yang panggil dengan sebutan Karin mengangguk Pelang.
"Loh, Niko kenapa kau ada di mau jemput nenekmu yah" ucapnya yang membuat mereka sabar jika Alexa tidak datang sendiri.
"Sayang kenapa kau datang bersama dengan Niko cucu rima" Nenek Tania menatap cucu yang masih di pelukan suaminya.
"Niko siapa sih nek, aku sama sekali tidak tahu apa yang nenek bicara" ucap Alexa melepas pelukannya lalu mengangkat bahunya tidak tahu.
"Niko apa kau datang bersama dengan cucu dari Tania" ucapnya menatap cucunya.
"Itu tidak di segaja nek waktu itu aku sedang mengantar ayah dan bunda kebandara tapi tiba-tiba cowok setengah cewek malah mengejarku jadi aku masuk ke taksi yang dia pesan, saat taksinya berhenti di mansion ini, aku jadi ingat kalo nenek ada di sini makanya aku juga masuk kesini" jelas Niko yang kesal mengingat hal tersebut.
"Oh, jadi nama laki-laki itu Niko yah" ucap Alexa mengangguk-anggukkan kepalanya Pelang menatap Niko datar.
"Sayang kau pasti lelah, naiklah istirahat di kamarmu yang pernah aku tempat dulu" ucap kakek Haris mengelus rambut cucunya.
"Iya" Alexa mengangguk Pelang pergi dari sana tiba-tiba Alexa berbalik menatap ke arah Niko lalu menjulurkan lidahnya keluar dengan tangan di bawah matanya lalu berbalik berjalan.
Nenek Tania dan kakek Haris yang melihat tersebut hanya menggelengkan kepalanya Pelang.
"Niko maafkan kelakuan cucuku dia memang seperti itu, dulu kalian pernah bermain bersama dulu masih ingatkan orang yang telah menjahilimu dengan katak" ucap nenek Tania sambil kejadian tiga belas tahun yang lalu.
Niko yang mendengar tersebut langsung kaget sambil membulatkan matanya terkejut.
"Pantas saja dia mengejekku tadi ternyata dia sasa" ucap Niko kesal pergi dari sana menuju ke kamar Alexa.
Para wanita tua yang mendengar tersebut hanya tersenyum menggelengkan kepalanya Pelang tahu kalo Niko sedang kesal kepada Alexa.
"Haha duo iseng itu bersatu kembali" ucap mereka berdua sambil mengingat saat bertama kali mereka semua bertemu dengan Alexa dan Niko yang saat itu sedang mengadakan arisan di mansion keluarga Atmajaya.
Brak
Suara dobrak pintu kamar nyaring di telinga membuat Alexa kaget sekali kesal karena pintu kamarnya di dobrak dengan kencang oleh Niko.
"Koko kau bisa nggak bukan pintunya pelan-pelan nanti pintunya rudak bagaikan" ucap Alexa kesal sambil menunjuk ke pintu.
__ADS_1
"Sasa