
Di negara c
"Apa, kau sudah menelpon le, ara" ucapnya menatap istrinya yang baru saja menutup telepon.
"Iya el, tapi le tidak menjawab saat aku bilang kapan pulang, kemungkinan dia akan lama di sana karena dia banyak musuh" ucapnya sambil tersenyum.
"Bisa jadi sih, oh Iyah aku dengar dari bunda kalo al kemarin masuk ke SMAN 2 matahari sekolah elit dan terkenal di negara i, tapi al berdandan ala culun aku jadi Herman dengannya anak siapa sih dia" Ucap marsel menatap ke tiara.
"Heran el heran bukan herman, tentu saja anakmu dan itu karena sifatmu" ucap tiara mencubit pinggang Marsel kesal.
"Lah ko aku sih, bukan itu sifatmu yah kepada jadi aku" batin Marsel yang membuat tiara menatap tajam ke arah Marsel.
"Ara istriku yang cantik jangan marah yah, akh hanya berjanda saja tidak usah di masukan ke dalam hati" ucap marsel membuat tiara mengembuskan napas pelan.
"Bercanda el bercanda" ucap Tiara sambil menggelengkan kepalanya pelan menatap suaminya malas.
"Nah, itu maksudku ara" marsel tanpa dosa kearah tiara yang menatapnya malas.
.................
Tak terasa satu Minggu telah berlalu dan saat ini tiara dan Marsel sedang berada di negara l, di sebuah mansion mewah tapi sederhana.
"Guys lama tidak bertemu, bagaimana kabar kalian?" Tanya sambi tersenyum memeluk mereka semua.
Para suami dan anak mereka hanya melihat tersebut hal tersebut sambil tersenyum tipis.
"Ayo kita pergi ke ruang lain" ucap marsel mengajak mereka pergi sana ke ruang lain, marsel beranjak pergi dari sana di ikuti oleh mereka tujuh.
"Kita juga pergi dari sini, kebetulan kemarin mama bilang kalo di sini ada banyak buku di perpus" ucap Liana mengajak mereka semua. Mereka mengangguk pelan pergi dari sana bersama dengan pelayan yang menunjukkan jalan ke perpus.
"Kami baik yuna, kau bisa lihat kan" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya pelan menatap sahabat yang memang memiliki sifat yang lembut dan perhatian.
"Kau ini yah, selalu saja bersemangat" ucap vita tersenyum tipis.
"Tapi aku merasa ada yang kurang dari kita" ucap fira sendu menatap mereka semua satu-persatu.
"Iya, Gladis dan evan tidak bisa datang ke sini padahal kita juga mengadakan reuni ini untuk bisa berkumpul kaya dulu, yah mau gimana lagi mereka menikah tanpa restu orang tua mungkin mereka tidak ingin datang ke sini karena orang tua Evan" ucap serena sambil menggeleng.
"Mungkin, tapi aku berharap kita bisa berkumpul bersama dengannya lagi sama seperti dulu" ucap tiara sedih tapi di tutupi dengan wajah tersenyum.
"Sudah-sudah jangan ada yang sedih hari ini, hari ini kita akan bersenang-senang walaupun kita kurang satu orang yang penting kita bisa berkumpul" ucap yuna yang diangguki oleh mereka semua.
Mereka semua bersenang-senang hingga menjelang malam rapi tidak dengan anak-anak mereka semua yang hanya berada di perpustakaan yang ada di mansion.
"Anak-anak pada kemana semua" tanya riko suami dari fira yang sedari tadi tidak melihat anaknya dan yang lain.
"Mungkin mereka semua ada di perpus" ucap Ardian tanpa melihat kearah riko karena fokus dengan buku yang ada di depan.
"Oh, kalian nggak khawatir, anak-anak kalian lebih suka di perpus dari pada bermain bersama dengan anak-anak seusia mereka" ucap vero suami dari vira sambil menatap semua pria yang ada di depan.
"Nggak, gue sama sekali nggak khawatir dengan itu malahan gue senang" ucap ergan dengan entengnya.
"Gue juga nggak, memang awalnya gue khawatir dengan perkembangan anak-anak tapi seiring dengan perjalanannya waktu, awalnya gue khawatir dengan perkembangan anak gue tapi sekarang nggak lagi setelah mengetahui sistem pendidikan di USQ dan USK" ucap Alvin nemberi pendapatnya.
"Itu benar, yang pasti anak-anak kita nggak merasa terbebani dengan apa yang mereka sukai dan yang nggak mereka sukai" ucap marsel yang sendari tadi hanya diam.
"Iya benar yang penting, apa yang anak-anak sukai, kita harus mendukungnya" ucap Ethan mulai membuka suara.
"Sudahlah, kita bahas tentang bisnis kita saja dan juga masa depan anak-anak kita nantinya karena mereka akan menggantikan posisi kita sebagai ceo nanti" ucap viro yang di setujui oleh mereka semua.
Kita pindah ke tiara dkk.
"Putri kau sudah memberitahunya keluargamu?, Bahwa kau masih hidup walaupun di tubuh yang berbeda" Tanya Serena penasaran.
"Aku belum memberitahukan tentang ini kepada mereka, aku takut mereka tidak menerimaku dan mengganggapku sebagai pembohong" ucap tiara sendu.
"Kau ini, selalu saja seperti ini" ucap Jesicca sambil tersenyum tipis memeluk tiara.
"Lebih baik kita semua tidur bersama malam ini, sudah lama kita tidak berkumpul bersama" usulan sambil tersenyum.
"Setuju" ucap mereka semua sambil tersenyum lalu tertawa bersama.
Di perpus mansion
Terdapat dua belas anak yang sedang fokus membaca buku di hadapan mereka tanpa ada suara sedikitpun hingga.
"Ini sudah malam lebih baik kita semua istirahat, takut ibu kita marah atau khawatir terhadap kita semua" ucapnya Gian sambil menatap mereka semua.
"Baik kk, ayo semua kta istirahat, kita sudah banyak membaca buku sampai-sampai kita tidak bermain bersama, ingat kita libur hanya dua Minggu lalu kita kembali ke school" ucap seorang anak perempuan yang berusia 8 tahun anak pertama vita.
"Bener, ayo cepat kita istirahat dan besok pagi kita bermain sepuasnya" ucapnya keluarga dari sana melompat-lompat kecil sambil bersenandung bersenandung kecil.
__ADS_1
Mereka semua keluar dari perpus menuju ke kamar masing-masing membersihkan tubuh mereka lalu membaringkan tubuh mereka ke kasur mulai menutup mata.
.............
Di negara A.
Tran
Tran
Seet
Suara belati tajam yang nyaring terdengar akibat digesek-gesek di jeruji besi sambil tersenyum Devil mulai masuk ke jeruji besi.
"Hai, bagaimana kabar lo, apa anak buah gue melayani lo dengan baik, selama lo di sini" ucap Devil smile yang sangat dingin.
"Alex lo iblis" ucapnya menguraikan ucap alex yang membuat langsung menampar wajah pria yang ada di depannya.
"Memang, hahahaha terima kasih atas pujian lo, gue sedikit terharu mendengarnya" ucap alex tersenyum manis tapi hanya sesaat.
Jika ada yang melihat alex tersenyum manis saat mendengar ucapan pria yang ada di depan pasti mereka semua akan pingsan. Karena tidak percaya apa yang mereka lihat karena selama ini Alex terkenal sangat dingin dan datar. Tapi untuk saja tempat tersebut hanya ada alex dan pria sandrannya yang akan dia bunuh.
Alex menjauh dari pria tersebut kemudian mengeluarkan air keras, alex langsung membuka penutup air keras tersebut mulai menyiramnya yang membuat semua tubuhnya panas.
"Hahaha, berteriaklah lebih keras lagi raka hahaha" tawa alex sambil menguliti kulit-kulit yang pria tersebut yang di ketahui nama raka.
Alex mencabut-cabut kuku kana dengan kejam, raka berteriak dengan keras sambil meminta tolong. Alex hanya tidak menghiraukan teriaknya terusan menyiksanya, alex mulai memotong jari-jari kaki dan tangan kara.
"Kalo keluarga lo tau, lo itu iblis maka mereka semua akan membenci lo, terutama kembar lo alexa" teriaknya sambil menahan rasa sakitnya.
"Hahaha lo kira mereka akan membenci gue karena itu, malah mereka akan senang yang mengetahuinya karena seluruh keluarga gue mafia dan lagi gue sudah di ajarkan untuk menyiksa seperti ini saat berusia dua tahun" ucap alex tersenyum miring.
"Dasar biadab" sudah mulai lemas karena sudah kehilangan banyak darah aku penyiksaan yang alex lakukan.
Alex memukul kepala Raka dengan keras hingga mengeluarkan darah dari kepalanya, menendang tubuh raka hingga terjatuh bersama dengan kursi yang dia duduki.
Trii
Trii
Alex berhenti mengambil hpnya yang ada di saku celana lalu mengangkat telepon tanpa melihat siapa yang menelpon.
"Benar alexa, memang kenapa?" Alex menyipitkan matanya.
"Tidak ada aku hanya ingin memastikan saja, oh Iyah kaka, taukah kalo tiga tahun yang lalu ada yang mencuri racunku?"
"Iyah, memang kenapa, apa jangan-jangan dia yang mencurinya" alex bertambah marah mendengar ucapan adiknya.
"Hmm, iya kk, tolong siksa dia dengan kejam tapi jangan sampai mati sebelum dia di masukkan ke kandang buaya"
"Baiklah" suara alexa tidak terdengar lagi, alex langsung menatap HP-nya yang ternyata alexa sudah mematikan telponnya.
"Anak ini benar-benar untung sayang kalo nggak sudah aku buang ke laut" gumamnya lalu mengalihkan pandangan ke raka yang pingsan.
Bruuu
Alex yang kesal melihat hal tersebut langsung mengambil air yang ada di sudut jeruji besi lalu langsung menyiramnya.
"Akkh perih"teriak raka langsung tersadar karena karena merasa di sekujur tubuhnya. Alex yang melihatnya Hanya datar mulai berjalan ke arah raka lalu menginjak tubuh raka.
"Bisa-bisa Lo tidur saat gue sedang menyiksa lo" raka yang mendengar hanya diam menatap penuh kebencian dan juga dendam kearah Alex.
"Awalnya nggak mau menyiksa lo lebih lama lagi tapi karena lo pernah mencuri racun adik gue tiga tahun yang lalu jadi gue urungkan niat baik gue itu" alex terus-menerus menyiksa raka hingga raka seperti mayat hidup. Melihat keadaan raka yang sudah seperti itu alex langsung menelpon anak buah, untuk memasukkan raka ke kandang buaya.
..............
Di negara i, mansion mewah keluarga jovangka.
"Raka-raka lo nggak bisa selamat sekarang, siapa suruh lo berani mencuri racun yang gue buat dengan susah payahnya awal gue mau menyiksanya tapi nasibnya sungguh sial karena bertemu dengan kembar gue yang lebih kejam dari pada gue" batin alexa sambil tersenyum miring.
"Al, lo jangan senyum kayak begitu serem tau" ucap seorang gadis cantik.
"Apa sih lo ji, gue senyum seperti ini Karena ada sesuatu yang sangat menyenangkan" ucap alexa menatap malas ke arah jiana.
"Cih, pasti karena lo dapat mangsa baru" tebak jiana sambil tersenyum tipis.
"Nggak tuh, gue senang karena orang yang bernama raka itu sudah akan metong di tangan kembar gue" ucap Alexa membuat jiana menyipitkan matanya.
"Raka, seperti gue pernah mendengar nama tersebut tapi dimana yah, gue lupa" ucap jiana mengingat-ingat, Jiana menjentikkan jari karena mengingatnya "Raka yang memcuri racun lo itu" alexa mengangguk pelan.
"Ji, lo mau nggak tanding basket?, Kebetulan di kompleks ini ada lapangan basket kak Ethan dkk selalu pergi ke sana, bagaimana lo maukan" ucap alexa antusias.
__ADS_1
"Boleh juga, sudah lama kita nggak tanding basket kapten Al, dan juga kebetulan gue bawa baju basket gue" ucap jiana tersenyum tipis.
Alexa dan Jiana keluar dari kamar, mereka masuk ke turun tangan dengan wajah datar, mereka berdua pergi ke ruang tamu menemui ethan untuk meminta izin.
"Kk, izin" ethan mengurutkan keningnya bingung menatap Alexa dengan dingin.
"Kemana" aura gelap tiba-tiba keluar dari ethan membuat dirga dkk mengerutkan keningnya.
"Gue dan al mau ke lapangan basket kk, mau ikut nggak, yang kau ikut yah" bukan alexa yang menjawab tapi jiana. Dengan tatapan mata yang berbinar jiana, gino hanya mengangguk tersenyum tipis menatap sang kekasih.
"Oh, gue kira lo mau kemana, Boleh, kita juga akan pergi ke sana untuk latihan" ucap ethan tersenyum tipis.
"Dik, gue baru tau kalo ethan bisa dingin juga" bisik lian pada dika.
"Gue juga baru liat sifat Et yang ini" balas dika sambil berbisik.
Mereka semua pergi ke kamar tamu Menganti baju basket mereka semua lalu pergi dari mansion mengendarai motor sedang Alexa dan jiana mengunakan mobil sport.
Sesampainya di sana Ethan dkk dan Alexa+jiana membuat orang-orang yang melihat langsung heboh.
"Cantik banget sih mereka berdua jadi insinyur gue"
"Insecure bodoh, bukan insinyur"
"Terserah gue lah mulut-mulut gue Napa yang sweet"
"Terserah lo deh, dilihat-lihat dari bajunya mereka pasti mau main basket"
"Ganteng banget sih calon suami gue"
"Jangan garap lo, dengan muka lo yang kaya Tante girang itu mau lo jadi salah satu dari mereka suami lo"
Dll
Ethan dkk dan Alexa+jiana sudah siap dengan posisi mereka dengan membagi dua kelompok dika, lien, lian satu kelompok dengan alexa sedang ethan, regan dan gino satu kelompok dengan jiana.
..........
Di negara g.
Di mansion mewah tersebut seorang wanita sedang menatap figuran foto yang ada di depan dengan sendu.
"Gla, sepertinya kau sangat merindukan renza dan ranza" ucap seseorang yang baru datang melihat istrinya yang sedang menatap figuran foto anak kembar mereka.
"Iya van, aku merindukan mereka tadi kali ini mereka tidak mendapatkan izin untuk libur dari school seperti tahun lalu" ucap Gladis berbalik tersenyum menatap wajah suaminya.
"Aku jadi penasaran dengan USK tempat kedua anak kita belajar" ucap evan menatap istrinya dengan lembut.
"USK tempat khusus para anak laki-laki mengembangkan potensi dan kemampuan mereka miliki sedang USQ sebaliknya tempat khusus anak perempuan, tidak hanya itu anak-anak yang school di USK atau USQ di ajarkan seperti anak perkuliahan. itulah mengapa anak-anak yang school di sana akan mendapatkan pendidikan yang keras dan juga akan mendapatkan gelar sarjana mereka lebih awal, itu jika mereka cepat menyelesaikan pendidikannya di sana, seperti aku dan sahabat-sahabatku mendapatkan ke s3 di usia dua belas tahun sedang putri mendapatkan gelar s3 di usia sepuluh tahun" jelas Gladis yang di angguki oleh Evan.
"Awalnya aku tidak ingin memasukkan mereka ke sana, tapi karena kecerobohan kedua anakmu itu, yang gagal meretas salah satu perusahaan terbesar membuat kemampuannya diketahui oleh pihak USK. aku tidak bisa melihatnya pertumbuhannya hingga usia remaja" ucap Gladis sendu mengingat saat mendapat undangan masuk school dari pihak USK 8 tahun yang lalu.
"Lupakan saja tentang kejadian 8 tahun yang lalu, jika renza dan ranza melihat mama nya seperti ini pasti mereka tidak akan senang" ucapnya menghibur.
"Kau benar, harus aku Senang karena anak-anakku masuk kesana, apalagi mereka masuk ke gedung pertama seperti tempat anak-anakn sahabatku" ucap Gladis mulai berpikir positif.
Evan yang mendengar tersenyum menarik tangan Gladis oergi dari sana kekamar mereka berdua untuk istirahat.
"Kasih nyonya dan tuan, karena harus berpisah dengan kedua tuan muda saat masih berusia 3 tahun" batin seseorang sambil menatap kepergian sang majikan.
............
Di negara c
"Brian ini sudah 20 tahun loh, tadi orang yang bernama ara ini selalu meretas perusahaan dan memberikan kita teka-teki yang membingungkan" ucap seseorang pria berusia 45 tahun lebih.
"Gue juga nggak ngerti dengan ini, kadang-kadang dia mengirim pesan yang menanyakan keadaan mami dan papi" ucap brian sambil tersenyum kecut.
"Gue berharap orang itu adalah Sarah, karena dia mengetahui semua aib kita berdua, lo taukah hanya Sarah yang mengetahui itu semua bahkan anak dan istri kita nggak tau sama sekali" ucapnya penuh harap.
"Ayah, Uncle kalian sedang membahas tentang apa sih serius banget kayanya" ucap seorang anak laki-laki yang baru datang kira-kira usianya 10 tahun.
"Ee sion, itu ayah dan uncle mu sedang membahas tentang Aunt sarah yang kan bri" ucap Leo mengkode Brian melalui mata.
"Benar yang di katakan ayahmu Sion, kami sedang membahas tentang aunt Sarah yang kematian masih teka-teki bagi kita semua karena orang yang memotong rem mobilnya sampai sekarang masih belum di temukan" brian membenarkan ucapan leo.
"Oh, begitu Iyah aku kira ada masalah apa karena aku melihat kalian berdua tampaknya sangat serius" ucap yang di ketahui namanya sion anak pertama Leo.
"Dimana sepupumu?" Ucap brian sembari menatap keponakan.
"Di ada di taman belakang mansion bersama dengan grandpa dan grandma" ucap sion menjawab pertanyaan brian.
__ADS_1