Twins Mafia

Twins Mafia
eps 7. bertemu Uncle lex


__ADS_3

Di negara i mansion mewah Smit.


"Cucu nenek sudah pulang, ayo kesini" ucapnya berjongkok merentangkan kedua tangannya agar sang cucu bisa memeluknya. Dia berlari sendak memeluk neneknya tapi tiba-tiba seorang wanita menghalanginya.


"Anak momy, yang cantik ayo kita ke kamar, ini sudah malam loh, besok kau harus pergi ke sekolah" ucapnya berjalan melewati ibunya.


"Vanya, bisakah mama memeluknya sekali saja, mama mohon" ucap vania sembari berharap bisa memeluk cucu perempuannya. Vanya tidak menganggapnya terus berjalan hingga ketanga.


"Ma, kenapa vanya sangat membencimu?, Dari awal aku masuk menjadi bagian dari keluarga ini, vanya terlihat sangat marah dan juga kecewa yah terpancar di matanya" ucapnya menatap ibu mertuanya.


Vanya menikah 8 tahun yang lalu bersama dengan sang kekasih Theo aguilar dan di karuniai satu seorang anak perempuan yang bernama Felicia Nathalie aguilar yang saat ini berusia 6 tahun.


"Itu karena mama dan papa mengusirnya dari mansion, andai saja mama dan papa tidak mempercayai ucapnya, pasti ini tidak akan pernah terjadi" ucap sendu mengingat kenangan buruk itu.


"Mengusir mempercayai, apa maksudnya ma theo tidak paham dengan ucapan mama" ucap Theo yang tidak paham.


"Mama dan papa mengusir adik vanya dari mansion saat masih berusia 7 tahun, sejak hari itu vanya dan lex berubah membenci kami berdua, dan kami baru menyadari kalo dia hanya di fitnah oleh windan tiga tahun setelah kami mengusirnya" ucap vania dengan tatapan mata yang kosong.


"Begitu ternyata, baiklah kalo begitu aku akan mencari keberadaan adik vanya melalui hacker yang sudah di akui oleh negara" tekatnya sambil sambil tersenyum.


"Benarkah, kalo begitu cari dia sampai ketemu bagaimana cara mama mohon" ucap vania yang memiliki harapan bisa bertemu dengan anak kedua yang dia usir.


Dari kejauhan seorang wanita dan anak perempuan mendengar pembicaraan mereka langsung mengepalkan tangannya marah.


"Gue harus memperingati marsel, agar berhati-hati, dan juga gue harus bertemu dengan alexa agar jangan sekali-kali berurusan dengan orang yang berhubungan dengan keluarga Smit" batin vanya, yah orang mendengar pembicaraan mereka adalah vanya dan putrinya Feli.


"Mom, ayo kekamar aku sudah sangat ngantuk" ucap feli mengucek-ngucek mata sambil menguap.


"Baiklah ayo" ucap menurunkan feli dari gendongannya, mereka berjalan sambil berpegangan tangan menuju ke kamar.


............


Di mansion jovangka


Dua orang gadis terbangun dari tidurnya karena terganggu dengan cahaya yang masuk dari sela-sela jendela.


"Ji gue mau mandi dulu, kalo lo mau mandi juga lo baiknya ke kamar sebelah saja, kamar itu milik nyokap gue" ucapnya menatap jiana.


"Nggak gue tunggu lo, baru gue mandi al" alexa mengangguk pelan masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.


Setelah pertandingan kemarin jiana memutuskan untuk menginap di mansion jovangka karena malas pulang. Jika pun pulang pasti ada kakaknya bersama dengan si ulat ana dan tunangan dia benci disana.


Beberapa menit kemudian Alexa keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi, Jiana masuk kedalam kamar mandi. Alexa Masuk ke dalam ruang ganti mulai memakai seragam sekolahnya setelah itu langsung memakai make up yang terlihat culun lalu memakai kacamata.


"Perfect" alexa keluar bersama dengan jiana yang keluar dari kamar mandi, jiana masuk ke ruang ganti memakai seragamnya yang di bawah oleh sopir keluarganya.


Setelah mereka bersiap-siap keluar dari kamar turun ke lantai bawah, mereka berdua berjalan ke dapur mulai duduk dengan tenang di meja makan.


"Al, ji mau makan apa sayang biar nenek yang mengambilnya untuk kalian berdua" ucap nenek Tania lembut menatap cucu perempuan satu-satunya dan juga sahabat cucunya.


"Nasi goreng dan telur saja nek" ucap jiana yang dianguki oleh nenek Tania, nenek Tania mengambilnya nasi goreng dan telur ke piring jiana.


"Kalo al" alexa berpikir sejenak "aku nasi goreng dan udang goreng saja sama sambel saja nek" nenek Tania mengangguk mengambil makanan untuk alexa.


"Kak, mau makan apa?" Tanya alexa saat ethan baru sampai di meja makan bersama dengan kakek Haris.


"Kak, nasi goreng dan ayam goreng saja" alexa mengangguk pelan mengambilkan makan untuk Ethan.


Setelah mereka selesai sarapan, mulai beranjak dari tempat duduknya lalu berpamitan kepada nenek Tania dan kakek Haris untuk berangkat ke sekolah. Di depan sudah ada satu taksi yang di pesan oleh alexa dan jiana mereka berdua masuk kedalam. Ethan melajukan motornya keluar dari pakarangan mansion begitu juga dengan taksi yang di pesan oleh Alexa dan jiana.


Skip


Sesampainya mereka di sekolah alexa dan jiana keluar dari taksi dengan mata tajam, para murid langsung heboh dengan kedatangan jiana yang sangat cantik.


"Sial, si jiana cantik banget cok, pantas saja si gino mau dengannya, wajah asli saja sangat cantik"


"Apa, dia nggak risih dengan si alexa culun itu, yang ada di dekatnya, kalo gue jadi dia pasti gue sangat risih secara gue cantik dan dia culun"


"Pd banget lo, ngatain diri lo cantik, terserah dia lah mau dia berteman dengan siapapun bukan masalah kita"


"Benar tuh, apa yang di katakan cowok itu, mau dia berteman dengannya atau nggak bukan urusan kita, apalagi gue curiga dengan si Alexa itu"


"Gue juga curiga dengannya, lo ingat nggak satu Minggu yang lalu anak ips bernama Lily, dia menyebut nama alexa"


Dll


Alexa dan jiana menyusuri lorong hingga di perempatan lorong mereka berdua berpisah karena beda kelas, Alexa berada di kelas XI IPA 1 bersama dengan ethan dkk + kenza sedangkan jiana XI IPS 2 bersama dengan gino.


Alexa masuk ke dalam kelas duduk di mejanya, mulai mengeluarkan pulpen dan juga buku, Riri yang melihatnya mengerutkan keningnya.


"Alexa, bukan hari nggak ada tugas" alexa mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya ke buku.


Alexa mencoret-coret buku tersebut menjawab pertanyaan yang ada di dalam buku dengan serius. Ririn mengintip sedikit buku alexa dengan wajah kesal karena tidak mengetahui apa tulis yang ada di buku tersebut.


"Xa lo lagi ngerjain apa sih?, Tulisannya saja gue nggak ngerti" alexa berhenti menulis menatap Riri.


"Gue ngerjain soal yang ada di buku ini, tentu lo nggak ngerti karena buku ini memakai bahasa dari negara D" riri mengangguk pelan karena memang dirinya tidak menguasai bahasa dari negara lain kecuali bahasa negara barat.

__ADS_1


"Kalo boleh tau, lo menguasai berapa bahasa sih?" Tanya Riri saat alexa menyimpan bukunya di laci meja.


"Gue nggak tau kalo itu" ucap alexa menggelengkan kepalanya pelan.


"Lo kok nggak tau sih, dasar aneh" ucap Riri heran menatap intens Alexa.


"karena di tempat kami belajar dulu ada klub bahasa dan Alexa dan ji itu salah satu anggota klub itu begitu juga dengan gue" jelas ethan yang sendari tadi mendengar pembicaraan alexa dan Riri.


"Begitukah" ethan mengangguk pelan, tidak lama bel berbunyi bersama dengan datang guru killer yang paling di takut semua murid.


"Hari ini kita ulangan harian" ucapnya tiba-tiba membuat seisi kelas terkejut mendengarnya.


"Tidak bisa begitu doh bu, kita semua belum belajar sama sekali"


"Iya bener kami nggak belajar, jadi ibu tidak berhak memberikan kami ulangan dadakan seperti ini"


"Xa, bagi jawaban lo yah nanti, gue nggak belajar sumpah" ucap Riri sambil mengangkat kedua tangan berbentuk v, alexa mengangguk pelan membuat Riri senang.


"Suka-suka saya doh, mau kasih ulangan hari ini besok atau dadakan seperti ini, kalo tidak terima kalian bisa keluar dengan catatan nilai kalian nol" ucapnya membuat murid pasrah.


"Gion, bagikan kertas ini ke teman-temanmu" panggilnya ke pada ketua kelas, Gion berdiri mengambil kertas tersebut mulai membagikannya kepada yang lain.


Alexa dan Ethan langsung mengerjakannya saat sudah mendapatkan kertas ulangannya dengan serius tidak 5 menit kemudian mereka berdua selesai dengan cepat.


"Xa, bagi jawabannya lo doh" alexa yang mendengar tersebut langsung menyodorkan kertas salinan jawabannya kepada Riri yang tadi dia buat. Alexa berdiri bersama dengan ethan mengumpulkan kertas jawaban mereka berdua lalu keluar, Riri yang melihat tersebut cepat-cepat menyalin jawaban alexa.


"Sial mereka berdua sudah selesai, mana nggak bagi-bagi jawaban lagi" kesal lien melihat ethan dan alexa sudah selesai.


Riri selesai menyalin jawaban alexa langsung berdiri dengan membawa salinan jawaban alexa lalu menaruhnya di atas meja lien.


"Cepat lo salin jawabannya Alexa, terus kasih ke yang lain" ucap Riri pelan yang dianguki oleh lien, Riri langsung mengumpulkan kertas ulangannya lalu keluar dari kelas. Tidak terasa waktu sudah habis semua murid senang karena mendapat contekan tanpa ketahuan.


Di kantin


Alexa menelpon alex untuk memperingatinya kembali apa yang pernah di lihat satu tahun yang lalu agar alex berhati-hati.


"Halo le, kau harus berhati-hati karena akan ada orang yang menyelinap ke dalam perusahaanmu, kau ingat apa yang aku pernah ucap satu tahun yang lalu, ini akan terjadi"


"Baiklah al, aku akan berhati-hati, aku tutup telpon Jangan lupa makan yang adikku sayang"


"Mmh" gumam alexa nenutup telponnya mulai memakan makanan yang yang sedang tadi sudah datang.


"Woi, alexa makasih jawaban lo tadi, gue izin duduk dengan yang lain yah" ucap lien tersenyum, alexa mengangguk tidak mengangapi lien. Ririn yang baru datang ke kantin bersama dengan lien dan yang lain langsung duduk di meja tersebut.


"Al, izin" ucap jiana yang baru datang ke kantin, alexa mengangguk pelan menarik makan yang ada di sampingnya.


"Makan" jiana tersenyum tipis mengangguk mulai memakan makanan yang di berikan oleh alexa.


"Kami pulang duluan" ucap lian yang dianguki oleh jiana dan alexa, mereka semua langsung menaiki motor masing-masing lalu melajukan motornya keluar dari sekolah.


"Ri lo nggak pulang" ucap jiana menatap lekat-lekat wajah Riri.


"Gue tunggu supir gue, kayanya belum datang" ucap Riri tersenyum membalas ucapan jiana.


Tidak lama kemudian datang mobil sport bersama dengan satu motor hitam yang mengikutinya dari belakang. Seorang wanita muda keluar dari sana menghampiri alexa, jiana, dan Riri.


"Queen kecil ini mobil anda" ucapnya menyerahkan kunci mobil tersebut ke pada alexa, alexa mengambil lalu melambaikan tangan, menyuruh wanita Tersebut untuk pergi.


"Wanita itu, bawah nyokap lo yah?" Tanya jiana menatap wajah alexa, alexa mengangguk membenarkan ucapan jiana. Wanita yang membawakan alexa mobil sport merupakan salah satu anggota inti black sun mafia milik tiara.


"Lo ikut dengan kita saja ri bagaimana, takutnya supir nggak datang" Riri mengangguk sambil tersenyum lalu mengambil hp menelpon supir agar tidak usah jemput.


Mereka bertiga nasuk ke dalam mobil, alexa langsung membuka kaca matanya lalu menghapus rias wajah. Riri yang melihatnya tercengang Tidak percaya dengan apa yang dia lihat, pasalnya wajah alexa sangat cantik.


"Xa, jangan bilang kalo itu wajah asli lo" alexa mengangguk pelan mulai menyalakan mesin mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kita ke resto dulu lah, gue lapar banget al" Alexa menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.


"Mall saja gue mau beli baju, sekali kita makan di sana saja, sudah lama kita nggak mall bersama walaupun nggak seperti dulu" jiana mengangguk pelan.


Sesampainya mereka ke mall alexa, jiana dan Riri langsung keluar dari mobil, pengunjung langsung heboh dengan ke datang mereka bertiga.


"Calon pacar gue tuh"


"Sayang kenapa kau ada di sini, anak-anak kita nangis di rumah, katanya nunggu kamu pulang"


"Yang pulang, anak-anak merindukanmu"


"Mam, lia kak it antik yah, kalo becar nanti mau jadi perti mereka"


"Apa ini yang di katakan malaikat tak bersayap, cakep banget"


"Paling dia Operasi plastik, mana ada orang secantik itu kalo nggak operasi"


Dll


Alexa, jiana dan Riri tidak menghiraukan pekik mereka semua, mereka berjalan hingga kelantai dua mall. Masuk ke salah satu resto yang ada di sana, mereka bertiga duduk di kursi yang paling pojok lalu memanggil pelayan.

__ADS_1


Mereka langsung memesan makanan, pelayan langsung mencatat pesanan mereka bertiga lalu pergi dari sana.


"Al" Alexa menoleh saat namanya di panggil oleh seseorang, alexa tersenyum saat mengetahui siapa yang memanggil.


"Uncle lex" alexa langsung memeluk lex dengan erat sambil tersenyum, jiana dan Riri terkejut melihat tersebut begitu juga dengan wanita yang bersama dengan lex.


"Kesayanganku, bagaimana kabarmu?" Tanya lex melepas pelukannya lalu mengelus rambut alexa.


"Seperti yang uncle liat, oh iya, uncle tau alexa sekolah di sini loh" manja alexa sambil merangkul tangan lex.


"Benarkah, itu artinya kau sekolah di SMAN 3 matahari, jika dilihat-lihat dari serangam yang kau pakai" Alexa mengangguk pelan membenarkan untuk lex.


"Pak dia siapa?" Tanya wanita tersebut dengan wajah yang sangat marah sambil mengepalkan tangannya.


"Di keponakan gue namanya alexa, anak dari kak gue rian dan istrinya, lo buang jauh-jauh pikiran kotor lo itu" sinis lex menjawab ucap wanita Tersebut.


Alexa mengerutkan keningnya saat mendengar nama rian dari mulut lex, dan juga ucap sinis lex Kepada wanita Tersebut. Alexa langsung menatap wanita Tersebut beberapa saat kemudian dia mengerti kenapa Lex sangat membencinya.


Tidak lama kemudian pesan alexa, jiana dan Riri datang, alexa kembali duduk di tempatnya tadi, lex tidak bisa lama-lama di sana langsung berpamitan ke Alexa tapi sebelum itu lex memberikan blackcard kepada alex.


"Tadi itu om lo al, cakep banget" ucap Riri memuji ke tampan lex.


"Iya, tadi itu om gue cakepkan, tapi lebih cakeppan bapak gue" sombong alexa, jiana dan Riri memutar matanya malas mulai memakan makanan yang mereka pesan begitu juga dengan alexa.


Setelah mereka selesai makan, mereka bertiga berkeliling ke mall sambil mencari baju, drees dll. Malamnya mereka mengantar Riri pulang setelah itu pergi ke apartemen bersama dengan jiana, Alexa dan jiana memutuskan untuk ke apartemen karena bosan di mansion. Apalagi jiana sangat malas pulang makanya di memutuskan untuk ikut dengan alexa ke apartemennya.


..................


Di mansion Riri.


"Sayang kau sudah makan malam?" Tanya papa Riri menatap anaknya yang baru turun dari kamarnya.


"Sudah pa" papa Riri mengangguk tersenyum, Riri menghampiri kedua orangtuanya lalu duduk di samping mereka.


"Mama, hari ini aku senang banget, mama tau aku tadi ke mall bersama dengan temanku yang bernama jiana dan alexa mereka berdua cantik tau" ucap Riri bersemangat menceritakan tentang tadi.


"Benarkah" ucap tersenyum sambil memeluk anak semata wayangnya tersebut. Riri mengangguk menceritakan tentang semua yang dia alami tadi.


"Benar ma, tapi aku sempat heran dengan alexa" ucap Riri yang masih kepikiran dengan alexa yang berdandan ala culun.


"Heran kenapa sayang, coba cerita" ucap papa yang penasaran dengan apa yang diucapkan oleh anaknya.


"Alexa selalu berdandan ala culun di sekolah padahal wajah cantik banget loh pa, bukan hanya itu jiana dulu juga seperti itu dia berdandan ala cupu gitu. Kalo tadi Riri tidak ikut mereka berdua pasti Riri tidak tau wajah asli alexa" jelas Riri kepada mereka berdua.


"Mungkin mereka berdua sedang ada masalah, maka mereka berdua harus menyembunyikan wajahnya, atau mungkin keluarga mereka berdua punya banyak musuh" Riri mengangguk melepas pelukannya dari mama.


"Riri mau keatas yah ma, mau tidur ngantuk" ucap Riri pergi dari sana menuju ke tangga untuk naik ke kamarnya.


..............


Di apartemen.


"Bosen ni al, bagaimana kalo kita nonton film horor, gue ada rekomendasi ini" ucap jiana merebahkan tubuhnya di sofa.


"Nggak ji, lo aja yang nonton filmnya, gue sibuk dengan urusan kantor" ucap alexa sambil mengerjakan urusan kantor yang baru saja di terima dari tangan kanannya.


"Cih, lo ma nggak asik" ucap jiana kesal bangun langsung berdiri masuk ke dalam kamar.


Trin


Trin


Hp milik jiana berdering, dia mengambil hpnya di atas kasur lalu mengangkat saat mengetahui siapa yang menelponnya.


"Halo sayang, apa kau masih menginap di tempat sahabatmu"


"Iya ma, jiana masih di tempat sahabatku mungkin besok aku akan pulang ke mansion"


"Bisa tidak mama bicara dengan sahabatmu sayang"


"Dia sibuk mam, dengan urusan kantor yang di berikan oleh orang tuanya, tapi tenang aku akan bicara dengannya"


Jiana keluar dari kamar ke ruang tamu di sana ada alexa yang mengerjakan berkas-berkas yang tertumpah.


"Loh, al kenapa berkasnya bertambah banyak" ucap jiana tercengang dengan banyaknya berkas yang ada di depan alexa.


"Tadi tangan kanan gue datang membawa semua berkas ini" ucap alexa yang diangguki oleh jiana, jiana menodongkan hpnya di depan alexa.


"Apa" alexa menaikkan satu alisnya bingung, "nyokap gue mau bicara dengan lo" Alexa mengangguk mengambil hp jiana.


"Hai tante, saya Alexa sahabat jiana"


"Halo alexa, aku frezia mama jiana, alexa nak tolong jaga jiana yah soalnya dia itu pemalu"


"Pemalu apa sih tan, ji itu orangnya bar-bar iyah sesuai dengan moodnya dia"


"Benarkah, tapi di rumah dia sangat pemalu bahkan saking pemalu dia hanya menunduk, tapi satu Minggu ini di sedikit berbeda"

__ADS_1


"Benar ko tan, ji itu bar-bar bahkan saking bar-barnya dia bahkan bisa memikat hati salah satu cowok cakep tapi galak di USK, sudah dulu ya tan alexa masih ada bekas ni yang harus aku selesaikan"


Alexa menutup telponnya lalu memberikannya kepada jiana, jiana mengambil hpnya lalu kembali ke kamar.


__ADS_2