
Bel berbunyi semua murid menuju ke kantin mengisi perut mereka yang lapar begitu juga dengan Alexa dan Riri yang sedang sedang mencari kursi kosong setelah memesan makan mereka.
"Sial tuh bel" ucapnya kesal sambil mengepalkan tangannya ke atas.
"Sudahlah riri lo kan tau kalo bel itu memang seperti itu, gue saja yang baru masuk biasa-biasa saja na lo" ucap alexa sambil mengedarkan pandangannya mencari kursi yang kosong.
Saat riri ingin membuka suara tiba-tiba alexa langsung menarik tangan pelang membuatnya kesal.
"ನಾನು ಇಲ್ಲಿ ಕುಳಿತುಕೊಳ್ಳಬಹುದು, ಎಲ್ಲವೂ ತುಂಬಿದೆ (Saya bisa duduk di sini, semuanya penuh" ucap alexa menatap jiana, jiana yang mendengar tersebut hanya mengangguk pelan.
"Lo gomong apa sih, gue nggak ngerti, bisa nggak lo itu gomong itu yang bisa di mengerti" ucap Riri kesal langsung duduk di samping alexa yang sudah sedari tadi duduk.
Alexa tidak menghiraukan ucapan Riri yang kesal terhadapnya, jiana yang hanya mendengar saja sambil makan.
"Ji apa lo sudah mempertimbangkan apa yang gue bilang tadi?" Ucap alexa tiba-tiba membuat jiana tersedak makanannya.
"Belom, nanti gue pikir-pikir dulu" ucap jiana setelah minum, Riri yang mendengar tersebut hanya mengerutkan keningnya bingung sambil menatap mereka berdua.
Brak
"Eee ayam ayam" ucap riri kaget karena tiba-tiba seseorang mendobrak meja dengan keras, alexa dan jiana hanya diam.
"Lo bisa nggak usah dobrak meja, gue kaget tau kalo jantung gue copot lo mau tanggung jawab" ucap riri sambil berteriak.
Plak
Brak
Suara tamparan dan dobrak meja bersama terdengar membuat mereka semua menatap ke arah meja yang samping begitu juga dengan orang yang mengdodrak menampar jiana.
"Lo" ucapnya berjalan ke arah orang yang menampar pipi jiana saat saat di depannya langsung memukul pipinya dengan kuat membuatnya tersungkur.
"Lo bisa-bisanya nampar ji sedang gue yang sudah empat tahun pacaran dengan nggak pernah bermain tangan, na lo yang baru satu tahun tunangan dengannya malah bermain tangan" emosinya sambil terus menerus memukul.
"Sialan si jiana punya pacar ganteng, padahal gue lebih cantik dari pada si cupu itu tapi kenapa gue masih saja jomblo"
"Pake petet apa tu jiana"
"Yang, sudah aku mohon sudah" ucap menahannya sambil menangis.
"Gino lo nggak kasih dengan ji, yang menangis seperti itu" ucap alexa yang membuat gino berhenti memukulnya kenza.
Mereka berdua adalah Gino (pacar jiana) dan kenza (tunangan jiana).
"Maaf yang" ucapnya memeluk jiana yang sedang menangis, "sudah jangan menangis, nanti cantik ilang lagi" ucap lagi melepas pelukannya lalu menghapus air mata jiana.
"Wah-wah pasangan yang cocok, yang satunya tukang caper dan yang satu tukang pukul orang" ucap kenza sambil bertepuk tangan menatap gino dan jiana.
"Jangan omong lo itu" tekan gino menatap tajam kearah kenza sambil mengepalkan tangannya.
"Jadi pacar lo itu si cupu jiana" ucap ethan tidak percaya dengan apa yang dia lihat sambil menunjuk ke arah jiana.
"Itu artinya dia adalah mantan ketua klub seni di USQ yang kenal pemarah itu" ucap ethan yang masih dengan wajah terkejut.
"Lalu dengan siapa lagi gue pacaran kalo bukan jiana si ketua klub seni" ucapnya santai yang membuat mereka yang ada di kantin terkejut begitu juga dengan kenza dkk.
__ADS_1
"Nggak nyangka kalo jiana si tukang capek mantan klub seni pantas saja dia bisa jadi ketua klub seni di sekolah kita"
"Si jiana mantan ketua klub seni pantas saja di tunjuk oleh bu tika jadi ketua nya"
Dll.
Jiana melepas kaca mata sambil menatap gino lembut memegang tangan yang merah akibat memukul kenza.
"Apa tanganmu sakit yang, maafkan aku karena aku membuatmu berkelahi" ucap jiana yang masih sesenggukan sambil meniup tangan gino.
"Tidak apa-apa ini hanya luka ringan" ucap gino tersenyum mengelus rambut jiana.
"Apa alasan lo nampar sahabat gue?" ucap alexa menatap tajam kearah kenza sambil menunjuk ke wajahnya dengan marah.
"Dia membuliy pacar gue, dan saat ini dia berbaring di uks sekarang itu semua karena perbuatan sahabat lo itu" teriaknya menunjuk ke arah jiana dengan marah.
"Lo ada bukti, nggak kan jangan asal nuduh lo, gue tau karakter jiana" ucap alexa dingin menatap kenza tajam.
"Mentang-mentang lo ketos, seenaknya lo main menuduh jia melakukannya" bentak Riri kesal.
"Cih, dasar cowok nggak guna" batin alexa yang sudah mengetahui lebih dulu apa yang terjadi saat ini.
"Gue nggak punya bukti, tapi gue yakin kola si jiana pelakunya" teriaknya kesal.
"Lo kira gue yang lakuin, gue mantan wakos mana pernah gue lakuin pembullyan seperti itu , gue tau aturan semua sekolah gue tau semuanya jika lo ketos maka gue mantan wakos yang lebih berpengalaman dari pada lo, kalo nggak percaya tanya saja anak-anak yang lulus di usq" ucap jiana menatap tajam kearah kenza. Kenza yang mendengar ucapan jiana terkejut bahkan semua murid yang ada di kantin terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh jiana.
"Cih, lo nggak pantas menjabat sebagai ketos" cibir Riri.
"Ini akan menjadi berita yang menghebohkan di sekolah kita, si cupu adalah mantan wakos"
"Gue lulus dari usq, nama gue Lilyana Allen Castillo, Gue salah satu anggota osis di sana dan gue kenal betul dengan senior jiana, dia nggak akan menggangu orang jika nggak diganggu duluan dan juga memang senior jiana adalah mantan wakos dan ketos-nya alexa adik dari senior Ethan" dia keluar dari kerumunan murid.
Bisik-bisik para murid yang mendengar terdengar kembali banyak yang mendukung kenza dan juga jiana.
"Lo lily orang yang gue pernah bimbing dulu saat masih menjadi wakos" ucap jiana mengenali wajah Lily.
"Kaka benar, gue sudah lulus tiga tahun yang lalu mendapat gelar, kk sendiri bagaimana, sudah dapat gelar yang kak incer, gue denger kalo kk mengincer 3" ucap lily menatap jiana bingung.
Jiana menggelengkan kepalanya pelan saat mendengar ucapan dari Lily, kenza dkk yang merasa di acuhkan kesal pergi dari sana.
"DASAR MURID NGGAK TAU MALU BUKANNYA MASUK KELAS MALAH NGUMPUL DI KANTIN, MASUK LO PADA KALO KAGAK GUE KELUAR LO SEMUA DARI SEKOLAH INI"
"Sabar-sabar" gumam Beberapa murid sambil mengelus-elus Dadanya lalu pergi dari sana dengan perasaan kesal dan marah.
...............
Di negara g
"Pa aku merindukan Gian dan Liana" ucapnya sambil menatap figuran foto yang ada di pelukannya.
"Kan mama sendiri yang mau memasukkan gian dan Liana kesana" ucapnya yang membuatnya kesal terhadap suaminya.
"Iyah, tapi aku memasukkannya ke sana demi kebaikan mereka, apa mereka berdua bisa bertemu dengan anak-anak dari sahabatku" ucapnya sambil tersenyum mengingat tentang ketujuh sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Mereka berdua adalah serena dan Ergan yang menerap di negara g selama 13 tahun lama. Dua tahun setelah gian lahir Serena dinyatakan hamil dan melahirkan anak perempuan cantik yang di beri nama Liana Dikdasmen.
__ADS_1
"Oh iyah pa, bagaimana kalo Minggu depan kita ajak putri dan yang lain untuk mengadakan pesta sekali aku mau reuni bersama dengan ketujuh sahabatku itu" girangnya sambil tersenyum pergi dari sana meninggalkan ergan sendiri disana.
...........
Di negara A, Markas cabang gfd.
Di ruang yang luas terdapat tiga robot manusia yang sedang di kembangkan oleh seorang anak remaja berusia 18 tahun dengan teliti dia adalah alex.
"Robot ini masih harus di kembangkan, agar di kemudian hari robot ini bisa gue manfaatkan sebagai mata-mata dari musuh" gumamnya menatap robot manusia yang dia kembangkan.
"Tapi itu juga akan sangat berbahaya, jika sewaktu-waktu musuh tau akan sangat berbahaya bagi keberlangsungan mafia, ahh gue tau pasangkan saja alat peledak dan juga alat pelacak ke robot manusia ini" gumam alex lagi memulai kembali pekerjaannya.
Tok
Tok
"Masuk" ucap Alex saat pintu di ketuk oleh salah satu dari bawahnya, setelah mendapat izin seorang pemuda yang berusia 20 tahun masuk.
"Kim ini adalah laporan yang anda minta kemarin, dan semua data-data musuh mafia kita juga" ucapnya sambil memperhatikan alex merakit robot manusia.
"Defan urus orang ini" ucap alex berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah lemar mengambil berkas.
"Baik kim" ucapnya pergi dari sana setelah mengambil berkas dari tangan akex.
Alex keluar dari sana sambil memegang berkas yang di dapat dari bawahnya menuju ke ruang kerjanya. sesampainya di sana alex langsun duduk di kursi berputar mulai membaca berkas.
"Nggak nyangka kalo ayah adalah anak yang di usir dari keluarga Smit pantas saja ayah nggak pernah ingin menginjakkan kaki di negara i jika nggak dipaksa, dan lagi Uncle lex, aunt Vanya begitu membenci keluarga Smit karena ayah di usir" gumam alex tidak menyangka kalo ayah punya masa lalu yang kelam.
"Tapi kenapa ayah merahasiakannya" ucapnya pelan menatap mirip ke berkas yang ada ditangannya lalu menutupnya kembali, berdiri menyimpannya di lemari berkas.
Trii
Trii
Alex yang mendengar dering hpnya tersenyum tipis lalu mengangkatnya setelah mengetahui siapa yang menelepon.
^^^"Halo Le, bagaimana kabarmu?, Disana kau makan dengan teraturkan"^^^
"Baik bun, tentu saja teratur bunda kan tau sendiri aku bukan lagi anak kecil jadi tidak usah khawatir"
..."Kau tetap masih anak ke di mata bunda dan ayah"...
"Cih, bun kau selalu saja seperti ini, padahalkan aku bukan anak kecil lagi masih saja menganggapku anak kecil"
^^^"Oh iyah, kau kapan pulang?"^^^
"Kenapa bunda bertanya seperti itu?"
^^^"Bunda, hanya ingin kau ikut ke acara reuni sahabat bunda dan ayah kau tau sendirikan"^^^
"Itu artinya aunty Serena dan yang lain akan datang kesana"
^^^"tepat sekali nak, mereka semua akan datang bersama dengan anak-anak mereka, sudah dulu yah anak bunda, nanti bunda telpon"^^^
Alex menaruh hp di meja kerjanya lalu kembali duduk mengerjakan berkas-berkas yang bertumpukkan di depan dengan nafas yang berat alex membuka berkas.
__ADS_1