
"Sasa ternyata itu lo" ucap niko tidak memedulikan alexa yang sedang kesal padanya.
"Iya, kebapa lo rindu dengan gue yah, tapi gue nggak sana keluar dari kamar gue mau istirahat" ucap Alexa mendorong tubuh niko keluar dari kamarnya lalu menutup pintu dengan keras.
"Masih tidak berubah" gumam niko sambil menggelengkan melihat kelakuan Alexa yang menutup pintu dengan keras.
...........
Skip malam
Malam hari mereka berkumpul di ruang makan disana terdapat kakek haris, nenek tania, alexa, dan seorang laki-laki berusia sama seperti alexa yang bernama Ethan jovangka anak saudara jauh dari Tiara.
"Kak Ethan kenapa ada disini nek?" Tanya Alexa menatap ethan bingung lalu beralih menatap neneknya.
"Oh itu, karena om Reza dan tante Kiara menitipkan ethan selama sekolah di sini apa lagi mereka sebuk dan juga kakek hendra sedang menjaga nenek caca yang sedang sakit" jelas nenek Tania yang membuat alexa senang.
"Benarkah, jadi alexa tidak sendiri ada kakak yang menemaniku" ucap alexa tersenyum senang mendengar hal tersebut.
"Oh, iyah kek aku mau sekolah di sini apa boleh?" Tanya Alexa penuh harap Kepada kakeknya.
"Untuk apa sekolah lagi adikku sayang bukan kau lulus dari QUS satu tahun yang lalu itu artinya kau sudah di nyatakan lulus sampai S3 sekarang, jadi untuk apa?" Tanya Ethan menatap adik sepupunya bingung.
Ethan tahu jika school di undergraduate school Queen (USQ) atau undergraduate school king (USK) akan mendapatkan gelar S1 jika berhasil lulus dari sana, dan dia tahu kalo alex dan alexa sudah mendapatkan gelar S3 bahkan dirinya juga lulus dari undergraduate school king gedung pertama (USK) karena tiara dan Marsel yang memasukkannya disana di usia enam tahun dan mendapatkan gelar S2 di usia 15 tahun, satu tahun sebelum kelulusannya.
"Kakak aku hanya ingin merasakan masa-masa sekolah lagi, dan bukan kakak juga lulus dari school tersebut bahkan mendapat gelar S2, lalu untuk apa juga kak ethan sekolah lagi?" sahut alexa menjawab pertanyaan dari ethan sekali memberikan pertanyaan.
"Itu karena kakak Hanya ingin mempunyai teman itu saja" sahut ethan karena saat di sana ethan terlalu fokus belajar hingga memiliki dua orang sahabat saja.
Kakek haris dan nenak Tania yang mendengar tersebut kasih kepada alexa mereka berdua saling bertatapan kemudian mengangguk.
"Baiklah kakek akan mengurus semuanya kemungkinan besar besok kau sudah akan masuk sekolah" Alexa yang mendengar tersebut senang.
"Sudah bicaranya kita makan malam dulu setelah itu kakek akan memasukkanmu ke sekolah yang sama dengan kakakmu ethan" alexa tersenyum mengangguk lalu mengambil makanan untuk ethan lalu dirinya sendiri.
"Wah, kebiasaanmu tidak pernah berubah adikku aku selalu saja mengambil makanan untuk kakak-kakakmu dulu setelah itu untuk dirimu sendiri" ucap ethan senang karena sifat alexa tidak berubah.
__ADS_1
"Tentu saja kaka ethan aku lebih dulu mementingkan kakak-kakakku dan adik-adikku dulu baru diriku sendiri, jika tidak siapa yang mau mengambil makanan untuk mereka semua" jelas alexa sambil menggeleng lalu mulai memasukan makan malamnya di mulutnya begitu Ethan.
Alexa memang memiliki sifat lembut terhadap adik sepupunya dan juga kakak sepupunya setiap mereka berkumpul bersama untuk melakukan acara makan bersama dengan keluarga alexa melayani kakak dan adiknya sppnya dulu lalu untuk dirinya sendiri.
Selesai makan malam alexa pamit ke kamarnya untuk tidur lebih awal karena besok dia akan sekolah masuk sekolah.
Alexa terbangun dari tidurnya melihat jam sudah menunjukkan pukul lima subuh alexa masuk ke kamar mandi beberapa menit kemudian Alexa selesai mandi memakai baju rumah keluar dari kamar menuju ke tangga.
"Nenek kakek mana seragam sekolah aku?" Tanya alexa saat melihat kakek haris di sofa dekat tangga, alexa berjalan menghampirinya lalu menaruh tangannya kedepan meminta serangan sekolah.
Kakek haris langsung memberikan paper bag besar berisi peralatan sekolah dan serangan yang sudah lengkap di didalam tapi sebelum itu kakek memberitahukan serangan apa yang harus di pakai.
Alexa mengangguk langsung mengambil sambil tersenyum lalu mencium kakek dan neneknya lalu pergi dari sana. Alexa naik kekamar langsung memakai seragamnya lalu memakai makeup untuk membuat wajah terlihat jelek.
"Perfect dengan begini mereka akan mengira aku itu gadis cupun tapi sepertinya ada yang kurang tapi apa" gumam alexa sambil melihat dirinya di cermin.
"Aku tau" alexa langsung mengambil kaca mata bulat untuk menambah kesan culunnya lalu menatap cermin dengan puas lalu keluar dari kamar menuju ke lantai bawah.
"Siapa lo, pencuri" ucap ethan tidak mengenali alexa sama sekali dengan tampilnya membuatnya sedangkan alexa kesal karena di kira pencuri.
"Enak saja, aku bukan pencuri kak ethan ini aku Alexa, bagaimana penampilanku culun Bagus akan, kaka saja sampai tidak mengenaliku" ucap alexa membuat ethan menatap intens alexa.
"Alexa tidak mau nek, alexa mau mencari teman yang tulus tanpa memandang penampilan, nek tahu alexa tidak suka orang yang munafik" ucap alexa berjalan masuk ke ruang makan di ikuti oleh nenek dan ethan.
Nenek dan ethan sendiri hanya dia hingga sampai di ruang makan mereka sarapan bersama setelah itu pamit kepada nenek dan kakek untuk berangkat ke sekolah.
"Kak ethan, kita aku berangkat dulu yah, ojek online yang ku pesan sudah datang dah" ucap alexa menghampiri ojek online.
Ethan yang melihat kejadian tersebut hanya menggeleng pelan sambil menghela nafas panjang menatap alexa lalu naik ke motornya.
Sesampainya alexa di sekolah banyak murid yang menatap kearah alexa dengan tatapan penasaran.
"Siapa dia, lo dapat kabar nggak kalo ada maba di sekolah kita"
"Nggaklah, jika gue tahu pasti lo juga tau bego"
__ADS_1
Alexa turun dari ojek online lalu membuka helmnya yang membuat siswa langsung membubarkan diri mereka.
"Gue kira cantik ternyata culun"
"Yah, lo benar ini nggak sesuai dengan ekspektasi tau nggak tadi Gue kira cantik"
Akexa yang mendengar tersebut hanya menatap mereka sinis berlalu dari sana mencari Kantor kepala sekolah.
"Permisi Gue mau nanya kantor kepala sekolah dimana yah ?, soalnya gue siswa baru di sini" tanya alexa menghentikan seorang murid perempuan.
"Lo terus saja lalu setelah itu lo bisa belok kanan di samping ruang guru disana terdapat tulisan Kantor kepala sekolah" ucapnya sambil menatap alexa dari bawah keatas lalu pergi dari sana.
Alexa yang melihat kelakuan perempuan tersebut hanya menatapnya malas lalu melanjutkan perjalanan ke kantor kepala sekolah setelah menemukannya kantornya alexa langsung mengetuknya.
Tok.. tok
"Masuk" Alexa langsung masuk setelah mendapatkan izin dari kepala sekolah.
"Alexa, Kau masuk ke XI ipa 1, tunggu bu Siska datang mengantarmu ke sana" ucap kepala sekolah menghentikan pekerjaannya menatap alexa sambil tersenyum.
Tok.. tok
"Masuk bu Siska" telah mendapatkan izin seorang wanita muda masuk ke dalam sambil membawa buku.
"Dia adalah siswa baru di kelas anda XI ipa 1 nama Alexa pindah dari negara c saya minta tolong antara dia ke kelas anda" ucap pak kepala sekolah yang dianguki oleh siska.
"Ayo ikut dengan ibu" ucap bu Siska lembut berpamitan kepada kepala sekolah lalu keluar dari sana.
Tepat mereka berdua masuk bel sekolah berbunyi menandakan bahwa pelajaran akan segera di mulai.
"Perhatian semuanya, kita kedatangan murid perkenal namanya alexa dia pindah dari negara c" ucap bu Siska memperkenalkan alexa kepada semua murid di kelas tersebut.
Alexa sendiri sangat terkejut karena dia satu kelas dengan kakaknya ethan, Ethan sendiri juga begitu dia sangat terkejut tapi hanya sesaat. Sedangkan para murid Hanya diam menatap malas ke arah Alexa karena culun.
"Alexa kai duduk di samping Riri di belakang Ethan" ucap bu siska menunjuk ke bangku kosong di Belakang Ethan.
__ADS_1
Alexa berjalan berjalan kearah Riri yang duduk di belakang Ethan, Alexa menatap Ethan sambil mengkode jika nanti pura-pura tidak saling mengenal.
Ethan yang mengerti pun hanya mengangguk pelan sambil tersenyum tipis di dalam hati dia sangat senang karena dia satu kelas dengan adiknya.