Twins Mafia

Twins Mafia
eps 8. siapa pria tua tersebut?


__ADS_3

Dua orang gadis dari kamar berbeda bangun dari tidur karena terganggu dengan Sinar matahari yang memasuki celah-celah jendela. Mereka berdua adalah Alexa dan jiana, hari Minggu tempat bagi semua orang bersantai tapi tidak dengan alexa yang harus mengurus perusahaan dan mafia.


Alexa dan jiana memasuki kamar mandi untuk mandi mereka keluar dengan handuk di tubuh mereka berdua. Memasuki ruang ganti memakai baju santai, jiana dan alexa keluar dari kamar masing-masing.


"Morning/pagi" mereka menyapa satu sama lain saat berpapasan di luar kamar, jiana dan Alexa pergi ke dapur membuat sarapan mereka masih-masing.


Setelah beberapa menit akhir mereka selesai membuat sarapan masih-masing. Alexa membuat sandwich sedang jiana Vegetarian Breakfast.


Setelah sarapan alexa masuk ke kamar menyelesaikan berkasnya, sedangkan jiana Pergi bersama dengan gino.


"Yang ayo semangat" teriak jiana menyemangati gino yang sedang bermain basket bersama dengan teman-temannya.


"No siapa dia cakep banget?" Tanya salah satu dari pemain basket.


"Cewek gue tin" Jawaban sembari memutar tubuhnya menghindari orang tersebut yang akan merebut bola basket.


Gino memasukkan basket ke ren, jiana yang melihat tersebut senang langsung menghampiri gino lalu memeluknya.


"Kau hebat yang" Gino membalas pelukan dari jiana sembari mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang.


"Tentu saja, pacar siapa dulu dong" ucap gino membuat jiana tersenyum menyembunyikan wajahnya di dada Gino.


"Aku bau loh yang" jiana langsung melepaskan pelukannya lalu menggeleng pelan sembari tersenyum manis. Gino yang melihat tersebut kesal karena banyak orang yang terpesona dengan senyum jiana.


"Bro gue pergi dulu yah, kalo ada pertandingan lo telpon gue" ucap gino membawa jiana pergi dari sana. Dari kejauhan tiga orang sedang melihat mereka berdua, mereka adalah kenza, daren dan kelvin.


"Kenapa rasanya sakit saat melihat mereka berdua seperti itu" batin kenza terus menatap Gino dan jiana.


"Mereka berdua mesra banget, gue jadi iri melihat mereka berdua" ucap Daren iri akan kemesraan Gino dan jiana.


"Sial harusnya gue yang disana, tapi kenapa ji lebih memilih cowok seperti Gino" batin Kelvin kesal.


Dari awal bertemunya dengan jiana, sudah mengetahui wajah aslinya yang membuat Kelvin suka dengan jiana. Tapi baru saja ingin memberitahukan isi hatinya, kenza lebih dulu di jodohkan dengan jiana.


"Lo gapa dar wajah lo terlihat kesal gitu, apa jangan-jangan lo suka lagi dengan jiana" ucap Daren melihat wajah kesal Kelvin.


"Nggak kesal yah dan siapa juga yang suka dengan jiana" elak Kelvin pergi dari sana.


"Gapa tu bocah" ucap kenza mengikuti Kelvin begitu juga dengan daren yang menatap bingung ke Kelvin.


Gino dan jiana masuk Mobil, setelah mereka masuk gino langsung memasang wajah cemberut.


"Kenapa yang coba cerita kenapa tiba-tiba cemberut" ucap jiana pindah tempat duduk di pangkuan Gino.


"Aku itu cemburu melihatmu ditatap oleh semua cowok disana tadi" ucap Gino memacingkan bibirnya kedepan.


"Hahaha aku kira apa, kau tenang saja walaupun banyak cowok cakep yang berdiri di depanku aku tidak akan menganggapinya sama sekali, kau masih ingatkan saat kita belum membeberkan hubungan kita dulu" ucap jiana yang dianguki oleh gino.


"Iya, waktu itu kau di tembak oleh senior USK yang menjabat sebagai anggota osis tapi kau tolak kan" ucap gino diangguki oleh jiana.


"Sudah ayo pergi, kau harus mandi lalu antar aku pulang ke mansion keluargaku" ucap jiana memasang wajah imut.


"Baiklah, tapi apa kau tidak mau pindah pangkuan dari bangkuku" jiana menggelengkan pelan.


"Tidak" gino mengangguk mulai menjalankan mobilnya pergi dari sana untuk ke apartemen miliknya.


Sesampainya mereka di apartemen Gino langsung masuk ke kamarnya sedang jiana duduk di kasur menunggu Gino.


................


Di apartemen alexa.


Alexa melihat jam yang ada di dinding kamar yang sudah menunjukkan jam 1 Lewat langsung menghentikan kerja.


"Sudah jam 1, lebih baik makan siang dulu tapi gue malas masak" gumam alexa sambil berpikir sebentar.

__ADS_1


"Keluar saja deh cari makan, sekali gue mau hirup udara segar walaupun hanya sebentar" alexa langsung Menganti pakaiannya dengan dress putih lalu keluar dari sana.


Alexa langsung menaiki mobilnya keluar dari parkiran gedung apartemen dengan kecepatan sedang alexa melajukan mobilnya.


Sesampainya di cafe flower Alexa langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan, pelayan memberikan buuku menu.


"Kk, aku pesan ayam bakar dan juz jeruknya satu yah" pelayan langsung mencatatnya lalu berpamitan ke alexa untuk mengantar pesanannya.


Beberapa saat kemudian pesanan Alexa datang, Alexa langsung memakannya dengan lahap selesai makan Alexa langsung membayarnya lalu pergi dari sana. Alexa langsung berhenti mendadak saat lihat seorang pemuda di keroyok oleh lima orang.


Alexa langsung menyalakan sherine polisi para pengeroyok langsung lari saat mendengarnya. Alexa langsung menghampiri pemuda tersebut dengan dingin.


"Hidup" Alexa berjongkok melihat apakah pemuda tersebut masih hidup atau tidak. Alexa langsung memapah pemuda tersebut saat melihat sedikit bergeraknya.


Pemuda tersebut membuka mata saat merasakan ada yang memapahnya, Alexa yang menyadari tersebut langsung membawa ke tempat duduk yang ada di dekat sana. Alexa langsung mendudukkan pemuda tersebut disana lalu pagi ke mobil mengambil P3k miliknya di mobil.


Alexa mengobati pemuda tersebut dengan hati-hati takut jika pemuda Tersebut akan kesakitan.


"Sarah" pemuda tersebut mengangguk saat mendengar ucapan alexa.


"Hersa" Alexa mengangguk pelan mendengar nama pemuda tersebut.


"Antar" Hersa menggeleng pelan tanda tidak ingin diantar oleh Alexa.


Trin


Trin


Telpon Alexa berdering dia langsung mengambil hpnya di tas melihat siapa yang menelpon.


"Nenek" gumam Alexa mengangkat telponnya dengan wajah cemas.


"Al, kau kebiasaan yah kalo kau nginap di apartemen tidak memberi tau nenek, kau tau betapa khawatirnya nenek dan kakekmu untung saja kakmu Ethan memberitahu kami"


"Maaf nek aku tidak sempat, saat sampai di apartemen aku langsung mengerjakan berkas kantor"


Alexa menghela nafas lelah karena diomelin oleh neneknya tercinta, Hersa yang melihat interaksi alexa dan nenek tersenyum tipis.


"Lo yakin nggak mau gue antar her, takutnya anak-anak tadi kembali mengeroyok lo" ucap alexa menatap hersa.


Hersa yang mendengar tersebut hanya pasrah diantar oleh alexa pulang, Alexa langsung memapah menuju mobilnya.


"Tentang Motor lo itu tenang saja gue akan suruh anak buah gue mengantarnya ke rumah lo" ucap alexa melajukan mobilnya sedang.


Hersa menunjuk jalan untuk ke apartemennya dari pada kerumahnya, alexa mengikuti petunjuk hersa yang ternyata adalah gedung apartemennya.


"Lo ini akan" ucap alexa menggelengkan kepalanya pelan mengetahui kalo mereka satu gedung apartemen.


Skip


Sekarang alexa sedang berada di dalam apartemennya melanjutkan mengerjakan bekasnya.


Sorenya Alexa selesai mengerjakan berkas menelpon tangan kanan untuk mengambilnya. Alexa keluar dari apartemen untuk pulang ke mansion jovangka.


Alexa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga sampai di mansion jovangka saat sudah jam 7 malam.


"ALEXA YANG CANTIK SUDAH DATANG KAKEK, NENEK, KAK ETHAN MANA KARPETNYA" teriak Alexa.


"JANGAN TERIAK-TERIAK, INI BUKAN HUTAN ALEXA" teriak nenek tania.


"NENEK JUGA TERIAK" ethan dan kakek haris menggelengkan kepalanya pelan menatap mereka berdua jengah.


"Cucu dan neneknya sama saja, dulu auntmu tiara tidak seperti ini, nah anaknya seperti orang utang saja" ucap kakek haris sambil menggeleng pelan.


"Kakek aku itu cucumu sendiri loh, masa di samakan orang utang sih" ucap alexa saat mendengar ucapan kakek Haris Kepadanya.

__ADS_1


"Sudah-sudah kalian jangan seperti anak kecil, Alexa ayo masuk pasti kau sangat lelah baru saja mengerjakan banyak berkas" lembut nenek Tania menarik tangan alexa pergi dari sana.


Mereka makan dengan tenang tanpa ada suara sama sekali, selesai makan alexa pamit untuk baik ke kamarnya tidur.


...............


Di negara A.


Di sebuah ruangan terdapat tiga orang pria dan satu pria tua yang duduk sambil memutar-mutar gelas wine yang ada di tangannya.


"tau kesalahan kalian berbuat?" Tanya pria tersebut marah sambil menatap mereka marah.


"Tau tuan" mereka bertiga menundukkan kepalanya sambil gemetaran tidak berani menatap pria tua tersebut.


"Lalu mengapa kalian melakukannya" teriak pria tersebut melempar gelas wine nya di lantai dengan keras.


Tiga pria tersebut tamba gemetaran saat pria tua tersebut melempar gelas wine nya tepat di depan mereka.


"Kami bertiga diancam oleh kim dari gfd tuan, mereka bilang kalo mereka akan menyakiti keluarga kami jika tidak memberi siapa yang menyebarkan tentang robot tersebut" salah satu dari mereka membuka suara.


Pria tuan tersebut kesal langsung menampar pipi pria yang membuka suara tersebut, pria tersebut memegang pipinya sakit.


"Sial, pria tuan ini sama sekali tidak tau terimakasih sedikit pun" batinnya kesal tapi tidak berani mengucapkannya langsung di depan pria tua di depannya.


"Cih, jadi seperti ini caranya memperlakukan anak buahnya pantas saja semua bawahnya sangat membencinya" batinnya menatap mereka berempat dari jauh.


"Dia pantas mendapatkan mengkhianatan" batinnya menatap mereka dari belakang.


Saat dia merasa ada orang lain yang mengawasi keempat orang yang telah diawasi langsung mengarahkan pandangannya ke saat sudut ruangan.


"Dia inti anggota gfd, apa mereka sudah tau siapa dalangnya" batin menatap ke arah sudut lalu pergi dari sana karena tidak ingin berurusan dengan anggota gfd yang terkenal kejam.


"Hahaha apa kau kira aku percaya dengan ucapanmu itu, tentu saja tidak" tawa pria tua tersebut mengambil pistol lalu menembaknya tepat dikepala.


"Naif" pria tersebut menatap jasad pria yang baru saja dia bunuh dengan menebaknya di kepala.


"Sial, salah satu dari anggota mereka yang berkhianat dan bergabung dengan kami ketauan, aku harus segera memberitahukannya kepada kim harus berhati-hati dalam bertindak" batinnya melihat tersebut langsung pergi dari sana.


Pria tua tersebut berjalan ke arah kedua pria yang masih hidup dengan menatap mereka satu persatu dengan tajam.


"Tuan kenapa anda membunuhnya?" dengan tubuh gemetaran pria tersebut bertanya dengan raut wajah Pucat.


"Sialan pria tua utu berani membunuh salah satu dari anggota gfd" batin pria tersebut sambil menatap jasad rekannya.


..............


Di sebuah kantor di lantai 17 terdapat seorang pemuda menatap bangun-bangun yang ada di di sekitar kantor melalui kaca.


"Laporan devano" ucapnya berdua dari tempat duduknya berjalan ke arah kaca lalu memegangnya.


"Kim Salah satu anggota mereka yang berkhianat dan bergabung di grd sudah mati, di tangan pria tua itu"


"Jangan bertindak sembrono, dan ingat Jangan sampai ketahuan, suruh anggota yang tidak ketauan memberikan dosis racun yang sedikit banyak untuk membalas dendam anggota gfd yang baru saja dia bunuh"


"Baik kim saya akan menyampaikannya kepada yang lain"


Alex mematikan telponnya saat selesai mendengar ucapan devano adalah kembar defan, Devano kanannya di mafia sedang defan di kantor.


Alex menghela nafas saat mendengar salah satu dari bawahannya terbunuh dengan keji oleh pria tua itu yang tak lain adalah mantan bosnya.


"Semakin hari, semakin rumit" gumamnya berjalan ke tempat duduknya, Alex Duduk memutar kursi putarnya mulai mengerjakan yang harus dia kerjakan.


Alex berhenti saat melihat lamaran kerja sama dengan perusahaan Smit group yang membuat mendapatkan ide.


"Gue akan mencari tau kenapa Ayah di usir, tapi pasti uncle dan aunt tidak akan membiarkan hal ini terjadi, gue akan melakukan sesuatu agar nantinya mereka nggak tau" gumam Alex pikirkan sesuatu agar lex dan vanya tidak mengetahui niatnya.

__ADS_1


Alex tidak ingin memikirkan lebih lanjut tentang ini, melanjutkan bekerjanya yang masih bertumpukkan di depannya.


__ADS_2