Universitas Maharaja

Universitas Maharaja
Maba dan Perkenalan


__ADS_3

'Mengikuti dan Taat akan Tradisi Universitas Maharaja' tertulis di Formulir Perjanjian Kampus


"kampus macam apa ini" gumam anak berkulit tan itu sebut saja Kevin, lalu ia melanjutkannya dengan mencontreng. Lekas sudah persyaratan yang mengharuskan dirinya mengisi Form Perjanjian untuk Melanjutkan sekolahnya di Universitas Maharaja.


******


"apa cuma gue doang yang mikir keras,apa ada kampus yang tradisinya kek gitu?" tanya Irfan Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris kepada Kevin sahabatnya yang ia kenal sejak SMK dulu.


"gue juga gak habis fikir pan, persyaratannya aneh banget, tapi Kampus ini favorite juga pan, dan paling mudah dapet Beasiswanya." ujar Kevin


"iya bener tuh, bener. eh, besok Orientasi dan katanya Pangeran Kampus juga ikut pembukaan juga kev" seru Irfan.


"ya harus lah, tapi tadi lu liat gak fotonya di Depan Pintu Utama dengan jargonnya 'segala yang Indah akan lebih mudah' lu ngarti gak maksudnya?" tanya Kevin kepada Irfan.


"gue juga gagal paham, coba nanti tanya aja sama yang lain, yah walaupun jargon atau kata-kata mutiaranya itu absurt, tapi dia keren lah, emang idola kampus banget" ujar Irfan.


"iya, putih terus ganteng, terus kaya, terus pinter, terus rajin, terus baik, macem Cerita-cerita di komik cewek iya, hahah" seru Kevin yang langsung tertawa dan di sambut dengan tawa dari Irfan juga.


"hahah iya bener, ehh gue udah sampe, gue duluan yah" seru Irfan kepada Kevin " Bang belakang bang" lanjutnya kepada supir yang kemudian turun dari Angkutan Umum.


********


Aula Utama Universitas Maharaja


Suara gemuruh mulai terdengar dari Mahasiswi yang melihat kedatangan Pangeran Kampus atau Duta Kampus memasuki Ruang Aula, seperti apa yang di deskripsikan Kevin, Pangeran Kampus itu putih, tinggi, dan tentunya tampan, di sampingnya wanita mengenakan Sepatu Heels Hitam 12 cm berjalan bak Top Model, siapa lagi kalau bukan Putri Kampus. mereka pun duduk di barisan paling depan di antara Kepala Kampus.


"jadi ini dia orangnya yang kalau jalan di koridor semua orang harus minggir?" seru Kevin dalam hatinya, kemudian ia merasakan ada yang mencolek-colek punggugnya, langsung saja ia menoleh.


"Kevin yah? hahah masih item aja pin" ujar Mahasiswi kurangajar di belakangnya sambil tersenyum lebar.


"tunggu-tunggu, lu itu hemmm.. Siska?" tanyanya kemudian di jawab dengan anggukan. "ya Aampun sis, lu udah balik lagi setelah jadi orang hutan di pulau sono?" Lanjut Kevin bertanya kepada Siska teman SMPnya yang harus mengikuti orangtuanya ke luar pulau.


"sial lu Kev, ketemuannya di sini masa sih hahah, lu Bahasa Inggris Kev?" tanya Siska.


"Iya Sis, eh elu.." Pertanyaan Kevin terputus Karena Siska menuruhnya melihat Ke depan.


"ya Tuhan ganteng banget, kalau aja gue 2 tahun lebih dulu pasti gue yang jadi Putri Kampusnya, pegang tangan Pangeran Kampus juga, ohh God." lamunan Siska terhenti ketika Kevin menepukkan tangannya di depan wajah Siska.


"dasar cewek, wkwkwk kaki pendek gitu emang lu bisa ngalahin Kak Maria Putri Kampus supermodel itu?" seru Kevin.


"ahh gangguin gue aja luh, sepatu 12 cm doang mah gampil, gue aja bisa yang 15 cm." ujar Siska yang kemudian di tinggalkan Kevin karena acara sambutan sudah selesai.


******


Pulang sekolah, Gerbang Kampus


"kenapa sih Pembukaan aja lama banget, bokong gue sampe Keram duduk lama kev." seru Irfan.


"lagian lu ngapain duduk mulu, gue aja keliling-liling, ke Kantin lah ke Perpus lah, hahah." seru Kevin.


"hebat. bisa aja luh, pasti lu izinya mau buang air yah?" tanya Irfan.


"tuh tau, wahaha. eh liat tuh." seru Kevin kepada Irfan untuk mengarahkan pandangannya mengikuti dagu Kevin.


"Pajero Sport Kev" seru Irfan.


"Ganteng, Putih, Tinggi dan Kaya, apa bener yang di Komik begitu ada" seru Kevin menayakan kepada Irfan.


"kan belum Pinter dan Baiknya, jadi belum lengkap" ucap Irfan yang menarik tangan Kevin menuju Angkutan Kota.


*******


Dalam Angkot


"lu dapet Kelas apa Kev?" tanya Irfan.


"gue kelas B pan, FKIP Bahasa Inggris 1B, kalau elu?" seru Kevin dan bertanya balik ke Irfan yang sedang asyik menyeruput Tea Sisri yang di belinya di depan sekolah tadi.


"gue udah yakin sih kalau lu itu, kalau enggak A yah B pasti. Gue A sih kev" seru Irfan.


"A? yang bener? kata Siska sih yang kelas A itu Orang Kaya, makannya gue kagak masuk A, Beasiswa mana bisa masuk kelas A." ujar Kevin.


"gak tau gue juga, masa ada orang kaya naik angkot atau minum Tea Sisri kek gue, hahahah." seru Irfan.


******


Papan Mading FKIP Bahsa Inggris Universitas Maharaja


No Nama Nilai Kelas


Kevin Putra 9.89 B


Dewi Sartika 9.55 A


Dimas Dirga 9,55 B


Agung Anggara 9,40 A


Rachma Putri 9.00 A


******

__ADS_1


Kelas B FKIP Bahasa Inggris Universitas Maharaja


"Selamat Pagi Mahasiswa dan Mahasiswi atau Calon Guru kita, bagaimana kabarnya baik?" seru Dosen yang menyambut pertama kali di Kelas dan dijawab dengan semangat.


"perkenalkan sama Saya Ibu Rina, Dosen Rina atau Mrs. Rina, bebas yah asal jangan Dori aja itu seperti jenis ikan, hahah. Saya mau Absent sekalian mengenali wajah yah, nanti yang di panggil namanya mohon Berdiri.


"Rijal Mahendra" seru Dosen Rina mengAbsent.


"saya bu" ujar Rijal kemudian duduk kembali.


"uhh, Sehat yah Rijal, demen saya liatnya, lanjut. hemm.. Kevin Putra?"


"saya bu" ujar Kevin yang di barengi dengan berdiri.


"Wajah yang manis dan Cerdas, Idola Mahasiswi pasti yah Kev" seru Dosen Rina yang gemar bersenda gurau.


"Semua pasti sudah pada tau yah Peraturan Kampus ini dan Tradisinya yang mungkin kalian kurang paham, jadi di sini saya akan membagikan buku untuk detailnya tentang semua yang pasti kalian tanyakan" ujar Dosen Rina kemudian membagikan secara estafet. "Di bacanya nanti saja, kita akan mulai di pelajaran Pertama yaitu Speaking, boleh di keluarkan buku catatannya.


"Semua pasti tau yah bagaimana medoknya cara berbahasa kita dan itu sangat perlu di perbaiki" Lanjutnya memulai pelajaran di Pagi Hari.


*****


"Maaf yah bang, saya telat lagi maaf" ujar Kevin kepada seseorang yang sedang mejaga toko Ice Cream


"ngga papa kok, saya juga lagi nggak buru-buru, gimana Kuliah pertama kamu?" tanya Laki-laki Berotot itu sambil menghitung uang yang berada di meja kasir.


"seperti sekolah biasa lah bang" ujar Kevin sembari mengenakan seragamnya.


"ini uangnya pas yah, coba kamu hitung lagi" ujar Bang Beno rekan Kevin.


"siipp pas, maap saya telat yah bang" ujar kevin.


"iya udah gak papa, saya pergi yah" seru bang Beno kemudian di jawab dengan anggukan oleh Kevin. Part Time, itu yang di lakukan Kevin di Toko Ice Cream seusainya berkuliah, dan Bang Beno adalah Rekan satu-satunya di Toko Ice Cream itu.


**********


8.30 Am


FKIP Bahasa Inggris kelas 1B


1 Minggu Berlalu


"Good Morning Everybody" seru Mrs Rina dan di jawab oleh Mahasiswa. "sudah 1 minggu yah, saya bawa kabar gembira buat kalian tentang Tradisi Kampus kita ini" lanjut Mrs. Rina lalu anak-anak bergemuruh bertanya-tanya.


"iya iya, seperti apa yang kalian Bilang, ini adalah 'Lomba Antar Kelas(LAK)' dari Fakultas, kalian harus bisa mengalahkan 8 kelas lainnya agar Juara UMUM untuk mendapatkan hadiah" seru Mrs. Rina, lanjutnya "dan ada 10 Cabang Perlombaan yang sudah 10 tahun di adakan di LAK yaitu :


Tarik Tambang (max 6 Orang)


Futsal (max6 Orang


Cerdas Cermat (1 Orang)


Cake Decoration (1 Orang)


Athletic (Lari 100 m) (1 Orang)


Badminton (Single) (1 Orang)


Melukis ( 1 Orang)


Modeling (1 Orang)


Photo (Bebas)


"Dan Hadiah untuk Juara Umum atau Kelas yang Juara yaitu Beasiswa 1 Kelas selama 1 semester. Dan jangan lupa, LAK akan di selenggarakan 1 hari setelah Ujian Kenaikan Semester berlangsung. Maka dari itu jangan ada yang Remdial, karena bisa di pastkan akan menghambat LAK. Semangat semuanya! untuk usaha yang besar hadian besar juga menanti untuk kalian semua. Baiklah kalau begitu kita mulai pelajarannya" ujarnya, kemudian Mrs Rina memulai pelajaran.


******


"Lu Bisa bayangin? lu harus membagi waktu antara Ujian Kenaikan Semester sama LAK?"tanya Irfan


"gak, gua gak mau bayangin, itu masih lama banget, lagian juga gue harus jaga Toko" ujar Kevin


"tapi itu Beasiswa buat kita Kev, ah gila, bener-bener gak masuk akal banget, dan sabtu baru kelar UTS seninnya lu harus kerja keras lagi" ketus Irfan tidak percaya. "katanya gak ada Beasiswa lagi selain dari Perlombaan itu, ahh rasanya gue pengen Protes atau Demo gitu" lanjut Irfan yang kesal.


"pan.. pan.. Kalem, kite lagi di Angkot pan, semua orang jadi pada ngeliatin, dan lu gak baca peraturan Kampus gimana? Pasal 1 ayat 1, Mahasiswa/i yang Ikut langsung Berdemo atau Kegiatan Penghasutan di dalam maupun di luar Kampus akan di D.O langsung besoknya! hemm" seru Kevin menenangkan Irfan, lalu Irfan hanya mengelus dadanya.


*****


11.00


Kantin Universitas Maharaja


"ohh iya, katanya lu mau ceritain si Bang Beno itu" tanya Irfan


"Iya, kan waktu itu ada pembeli bule, dia kan mesen Vannila Rum Ice Cream kan, terus dia mau kasih tau ke Bulenya itu gak hallal, ada Rummnya soalnya, dia bungung dia malah silang-silangin tangannya ke si bule si bulenya bingung, gue ngakak banget dengernya" seru Kevin bercerita kepada Irfan sambil menyeruput Tea Sisri rasa Cendol Favoritenya.


"kenapa gak bilang No Hallal atau tunjukin gabar hallal dari HPnya gitu" seru Irfan yang tertawa juga


"gak tau, katanya gak kepikiran sangking ramenya kan kalau sabtu mah" seru Kevin kemudian meminta Irfan menoleh, ke belakangnya.


"Shit, kenapa lu gak bilang daritadi, ayo kabur" ujar Irfan menarik tangan Kevin pergi dari kantin

__ADS_1


"Entar dulu.. pan.. weh, ngapain narik-narik sih" ujar Kevin yang di paksa pergi


"lu gak liat tadi si Domba buluk mau ngarahin Pistol ke Kita, habis lah kita kalau sampe kena mah, kalau dia udah berhenti itu tandanya kita harus minggir" ujar Irfan


"habis, habis pale lu, lagian juga Pistolnya tangan dia di bentukin Pistol begitu, yang Habis tuh hidup gua" seru Kevin kesal


"Hidup lu kenapa?" tanya Irfan keheranan


"Dompet gua jatoh di kolong lay, lu sih main tarik tarik aja tagan orang, haduh hidup gua 1 semster di sana pan, kalau ilang gimana" ujar Kevin kesal


"Nanti gue ganti gampang" seru Irfan sambil celingak-celinguk memastikan bahwa anak buah Pangeran Kampus tidak mengejar mereka


"ganti pale lu, minum aja masih Tea sisri, bodo amat cari sekarang lah" ujar Kevin yang mau balik kekantin dan di tarik oleh Irfan ke dalam kelas, karena Pangeran Kampus melintas.


"setidaknya mereka gak ngenalin kita lah Kev, gua masih bersyukur" seru Irfan


"Bersyukur Ndasmu" seru Kevin kemudian berlari meninggalkan Irfan untuk mencari Dompet Coklatnya, tak lama kemudian Irfan menyusul


"Kev, lu tidur di Kantin Kev?" tanya Irfan kepada Kevin yang wajahnya menunduk di tutupi pergelangn tangannya di atas meja kantin.


"ILANG KAN DOMPET GUA" seru Kevin merengek


"ehh kalem, diliatin orang-orang lay" ujar Irfan


"aduh duit gua pan" seru Kevin yang di paksa jalan oleh Irfan


"nanti gue ganti" seru Irfan


"kartu Mahasiswa gua? SIM?KTP?Ice Cream Card?" Seru Kevin yang wajahnya sedih bukan main


"nanti ketemu tenang aja, gua traktir makan sampe dompet lu ketemu, gue bayarin angkot juga pokoknya" ujar Irfan


"Pokoknya harus ketemu bodo amat" keluh Kevin yang tak terasa telah tiba di depan kelasnya.


"iya tenang aja sama gua, nanti gua minta ongkos lebih awal sama bokap gua, dah masuk kelas sono" ujar Irfan dan Kevin pun memasuki kelas dengan lemasnya.


******


Di rumah Kevin


Suara mesin jahit sedikit menganggu konsentrasi Kevin yang sedang mengerjakan tugas dari Dosennya membuat Kevin berhenti sejenenak sembari mengambil air minum.


"Aa, tolong Ibu antarkan kue pesanan dong a, Ibu lagi banyak pesanan ini" ujar Ibu Kevin yang masih terlihat muda itu


"Kemana Bu?" Tanya Kevin


"Ke Komplek permata, jalan kaki juga bisa kok lebih deket gak muter jadinya, itu kuenya di Meja, ada alamatnya di situ" seru Ibu Kevin sembari membolak balikan pakaian yang ia jahit


"Yaudah, Aa jalan ya Bu" ujar Kevin, ketika akan keluar rumah seseorang menahan Kevin


"Aa, aku mau ikut" ujar balita yang akan memasuki masa SD itu sebut saja Lia, adik kandung Kevin


"Ade, udah malem, kakaknya mau ke komplek loh, banyak anjing nanti" ujar Ibu


"Aku mau ikut sama kakak" rengeknya membuat Ibu menghela nafas. "Yaudah, tapi jangan nakal, jangan kemana-mana, ikutin kakak aja" lanjut ibu dan di jawab dengan anggukan oleh Lia


*****


Di Jalan


Sambil bergandengan, Kevin dan Adiknya Lia berseda gurau guna menghilangkan bosan di perjalanan.


"Lia kalau besar mau jadi apa?" Tanya Kevin


"Aku mah jadi Tinggi" ujar Lia


"Kalau besar pasti tinggi dong" ujar Kevin


"Kakak yang salah, kalau kakak tanya apa cita-cita aku baru aku jawab. Aku mau jadi Presiden" ujar Lia yang membuat Kevin tertawa.


Sampai di rumah yang di tuju, Kevin memencet bel dan di persilahkan masuk oleh penghuni rumah.


"Masuk sini de, mamahnya gak nganterin sendiri?" Tanya ibu parubaya itu bu Monte, yang sedikit di acuhkan Kevin, karena Kevin sibuk memanggil Lia dengan bisikan yangmana Lia malah menjauh darinya.


"Ohh, iya.. ibu lagi ada jahitan, jadi aku yang anterin" ujar Kevin menjawab tetapi matanya tetap mengawasi Lia yah menjauh darinya, tetapi tetap di dalam rumah yang ia kunjungi, dan Lia pun menghilang dari pandangannya. Ketika ia akan beranjak mencari, ibu parubaya itu memanggil Kevin dan membatalkan niat Kevin untuk mencari Lia.


"Ini kuenya ya?" Tanya Ibu Monte


"Iya Bu, kuenya 3 jadi 525rb" ujar Kevin dengan senyuman


"Ini uangnya, ibu ambil minum dulu, tunggu sebentar" ujar bu Monte yang beranjak memberikan kesempatan Kevin untuk mencari Lia. Tak lama berselang Bu Monte sudah kembali lagi, dan Kevin harus pada posisinya yang mana duduk manis sebagai tamu. "Kamu masih sekolah? Apa udah kuliah?" Tanya Bu Monte sambil meletakkan minuman berwarna di meja untuk Kevin minum


"Makasih minumannya Bu, aku kuliah, baru aja masuk" ujar Kevin


"Ehh tunggu, ohh iya, ibumu pernah cerita ke saya, kamu kan yang kuliah di Universitas Maharaja kan?" tanya ibu Monte


"Iya Bu aku kuliah di sana, Alhamdulillah keterima" ujar Kevin


"Ohh jadi ini anak pinternya. Udah cakep pinter lagi, Sama seperti anak saya, dia juga di Maharaja, tapi dua tahun lalu, sekarang kakak tingkat kamu" ujar bu Monte 


"Bu sebentar ya, saya mau cari adik saya dulu" ujar Kevin

__ADS_1


"Tadi adik kamu udah masuk kan? Paling ngeliat kucing di sana, ayo di minum dulu airnya, anggap aja rumah sendiri" ujar bu Monte, kemudian Kevin meninggalkan Bu Monte mencari adiknya ke tempat yang di tunjuk Bu Monte, di perjalanan ke sana ia melihat foto-foto anak kecil yang sudah usang yang terpajang di dinding rumah, wajah anak kecil itu tidak asing untuk Kevin, dan Kevin melihat sepatu Basket Air Jordan di samping pintu, dia juga tidak asing dengan sepatunya, dari kejauhan Lia terlihat asyik sedang bermain dengan kucing yang ia elus dari luar kandang, dan di depannya ada pria yang cukup tinggi ikut bermain dengan Lia memunggungi Kevin, dari postur tubuh Kevin menerka-nerka pria berbaju putih ini apa kah benar seperti apa yang di fikirannya. Kalau benar, ia harus cepat-cepat ambil adiknya dan pulang, selangkah demi langkah Kevin mendekat, dan memanggil adiknya. Pria itu menoleh dan...


Bersambung..


__ADS_2