Universitas Maharaja

Universitas Maharaja
Calon Pangeran Dari Keguruan


__ADS_3

Episode Sebelumnya...


"Bu sebentar ya, saya mau cari adik saya dulu" ujar Kevin


"Tadi adik kamu udah masuk kan? Paling ngeliat kucing di sana, ayo di minum dulu airnya, anggap aja rumah sendiri" ujar bu Monte, kemudian Kevin meninggalkan Bu Monte mencari adiknya ke tempat yang di tunjuk Bu Monte, di perjalanan ke sana ia melihat foto-foto anak kecil yang sudah usang yang terpajang di dinding rumah, wajah anak kecil itu tidak asing untuk Kevin, dan Kevin melihat sepatu Basket Air Jordan di samping pintu, dia juga tidak asing dengan sepatunya, dari kejauhan Lia terlihat asyik sedang bermain dengan kucing yang ia elus dari luar kandang, dan di depannya ada pria yang cukup tinggi ikut bermain dengan Lia memunggungi Kevin, dari postur tubuh Kevin menerka-nerka pria berbaju putih ini apa kah benar seperti apa yang di fikirannya. Kalau benar, ia harus cepat-cepat ambil adiknya dan pulang, selangkah demi langkah Kevin mendekat, dan memanggil adiknya. Pria itu menoleh dan...


[Episode 2]


"Lia, udah ayo pulang, Salim dulu sama ibu" ujar Kevin membawa adiknya sambil tersenyum kepada pria berkumis tipis yang sedari tadi bermain dengan adiknya. Setelah berpamitan mereka pun pulang, di perjalanan Kevin menceramahi adiknya agar tidak melakukan perbuatannya lagi, dan di fikirkannya terlintas bahwa pria tadi sepertinya bukan kakak tingkat yang di maksud Bu Monte, Karena pria itu seperti sudah sangat dewasa dari segi umur dan Kevin tidak mengenalinya.


*****


Kelas 1B, FKIP Bahasa Inggris, Universitas Maharaja


"Karena itu lampau, jadi belakangnya harus di tambahkan 'ed' Bu" ujar Kevin


"Benar sekali, oke koreksinya sudah, sekarang kumpulan lagi ya, kita lanjut lagi  hari Jumat, jangan lupa persiapkan diri kalian untuk LAK"


Ujar Dosen, mengakhiri materi hari ini karena waktu telah menujukan waktu Istirahat.


"Kevin, temen lu sakit tuh ada di UKS sekarang" ujar Bima teman sekelas Kevin, Kevin pun bergegas ke UKS memastikan bahwa yang di khawatirkan di fikirkannya adalah salah, namun setelah sampai ke UKS ternyata yang di Khawatirkan Kevin benar, Irfan lah yang sakit.


"eh Jamet, lu kenapa?" tanya Kevin


"gue gak papa, gue cuma males ikut jam kuliah hahaha" ujar Irfan yang malah mendapatkan bogem halus di kepalanya.


"gak penting dah lu, gue balik ke kelas, gue ada jam" ujar Kevin yang kemudian pergi meninggalkan Irfan yang kebanyakan Drama itu, ketika Kevin keluar Klinik Kampus, segerombolan orang pun memasuki Klinik tersebut, semua orang tau siapa segerombolan berpakaian Resmi itu, Pasukan Maharaja, dengan sigap Kevin pun kembali dan mengintip apa yang terjadi di dalam. Bad News, ketika Kevin ingin mendekati pintu, Irfan sedang di Giring oleh Pasukan Maharaja keluar Klinik. ini bisa di sebut 'BUSTED' tanpa di perintah, Kevin mengejar Irfan yang di seret paksa itu, namun orang-orang di sekitar UKS menahannya.


"Tidak usah bertindak gegabah, aku tahu kamu belum terbiasa" tegas seseorang kakak tingkat yang menahan Kevin. Dan yang lain pun ikut mengatakan "tenang saja, teman mu tidak akan kenapa-napa, maba memang selalu begitu".


****


Ruang Kemaharajaan Kedokteran.


Di ruangan ini, biasa terjadi perdebatan, apalagi sekarang adalah di mana setiap orang memiliki calon sebagai ketua Kemaharajaan Kedokteran dan Yang Mulia Maharaja.


"Tahun ini adalah tahun di mana calon Yang Mulia Pangeran akan di nobatkan untuk menggantikan Yang Mulia Maharaja yang akan lulus di semester 8, apa kalian sudah memiliki calon atau maba yang mulai terlihat perbedaannya dengan yang lain untuk menggantikan Pangeran?" Tanya sang Maharaja Kedokteran


"Maaf Maha Dokter, bukan kah terlalu cepat untuk mencari?" Tanya anggota


"Lebih cepat lebih baik bukan?" Seru Maha Dokter


"Benar, aku setuju dengan Maha Dokter, mengingat tahun lalu kekuatan Prodi Kedokteran mulai menurun dengan berkurangnya Mahasiswa di dalam Kerajaan, kita harus bergegas" ujar sekretaris Maharaja Kedokteran


"Kita masih memegang 65% kekuasaan di Universitas Maharaja, apa yang perlu kalian risaukan? Tak usah terburu-buru, cari lah yang terbaik dan teliti. Aku mau Kursi Maharaja masih menjadi milik Kedokteran. Dan akan terus begitu seperti selama ini, konsistensi kita sudah tidak di ragukan, berikan yang terbaik untuk Universitas Maharaja" ujar wakil Maha Dokter


******


Di depan pintu megah Ruangan Yang Mulia Maharaja Kevin sedang menunggu sobat karibnya yang tadi di giring bak penjahat ke dalam sana, pintu pun terbuka seseorang keluar, namun orang-orang penting kerajaan yang keluar dan Kevin hanya menundukkan kepalanya.


"Ngapain lu di sini? Jadi security?" Tanya seseorang yang di sampingnya


"Irfan, lu gak papa kan?" Tanya Kevin


"Lah emang kenapa? Gue gak papa" seru Irfan dengan santainya


"Lu gak lecet kan? Kena pecut kah? Lu gak di tahan?" Tanya Kevin serius


"Idup lu penuh drama, walau bagaimanapun ini tetep sekolah Kevin, dah santai aja, ayo balik, ntar gak ada angkot lagi" ujar Irfan dan mereka pun beranjak pulang.


*****


Mading Prodi Keguruan


"Pengumuman Resmi"


Tahun ini adalah tahun di mana Yang Mulia Maha Raja akan menyerahkan Jabatannya setelah 3 tahun menjabat, persiapkan diri mu untuk menjadi Prince of Maharaja"


Tertulis di Mading dan orang-orang yang membacanya mencoba memantaskan dirinya sendiri.


"Kalau Yang Mulia Maha Raja akan menyerahkan jabatan, berarti Pangeran akan naik menggantikannya, berarti sedang gentar-gentarnya pencarian calon Pangeran" ujar seseorang berbicara kepada temannya di depan mading


"Gak usah di tanggapi serius, ujung-ujungnya Kedokteran lagi yang menang. Hahaha jangan berharap Pendidikan bakal menang" ujar sang kakak tingkat


"Lu gak mau nyalonin kev?" Tanya Irfan


"Elu tanya apa ngeledek?" Seru Kevin dengan seringai


"Yah gue tanya lah, siapa tau kalau beruntung" ujar Irfan


"Lu kira ujian CPNS kalau beruntung, mana ada Pangeran yang buluk macem gue, Pangeran itu harus Perfect, putih, tinggi, mulus, pinter.." ujar Kevin yang masih berdebat di samping mading, lalu ada seseorang yang menyambungkan kata-kata Kevin. "satu lagi, Kaya" ujar orang itu sambil beranjak pergi, dan pasti kakak tingkatnya. Lalu Kevin membenarkan omongan orang itu dengan memiringkan kepalanya. Lalu ada seseorang lagi yang menyambar omongan mereka.


"Tidak juga, beberapa tahun yang lalu Prodi lain juga pernah, baca lah silsilah Maharaja, untuk menambah pengetahuan mu" ujar kakak tingkat yang bisa di bilang sudah sangat dewasa itu, lalu Kevin dan Irfan beradu pandangan dan beranjak pergi.


"Masih ada kesempatan pin" seru Irfan dalam perjalanannya dengan Kevin


"Biar ada kesempatan pun, yang pasti bukan gue lah, udah gak usah di fikirin, mending fokus LAK aja dulu" ujar Kevin yang kemudian memperlebar langkanya agar lebih cepat sampai ke kelas.

__ADS_1


*****


Ruang Kemahajaraan Keguruan.


"Sudah bertahun-tahun kampus ini di kuasai Kedokteran, apa kalian tidak mau ada perubahan? Tidak kah kalian mencoba untuk menunjukan jati diri kalian?" Tanya Wakil Maha Guru.


"Setiap tahun kami selalu mencoba yang terbaik Maha guru, tapi apa daya politik di dalamnya bermain" ujar salah satu anggota.


"65% kekuasaan kerajaan berada di tangan Kedokteran, bagaimana kita menang melawan kedokteran, ini sudah menjadi hakikat bahwa kedokteran sudah mematenkan diri  sebagai Maha Raja selanjutnya" ujar sekretaris Maha Guru.


"Ingat sejarah dulu, bahwa Keguruan pernah memenangkan pemilihan ini, kalau dulu saja bisa, kenapa sekarang tidak?" Tanya Maha Guru.


"Saat itu adalah 80% kekuasaan di pegang keguruan, sekarang semua berbanding terbalik, kita sudah kehilangan semua, kita hanya memiliki 20% dari kekuasaan Kerajaan Universitas Maharaja, sangat sulit, bahkan ketika kita memiliki seseorang yang sempurna pun" ujar sekretaris Maha Guru.


"Kita tidak boleh putus asa, semua pasti ada masanya, maka dari itu kita harus cepat mencari bibit yang terbaik dan memahami materi perdebatan, mencari kelebihan kedokteran untuk kita miliki, dan mengorek kelemahan kedokteran, aku yakin kita bisa, selagi semua voting di pegang oleh mahasiswa" ujar salah satu anggota.


*****


"bang, beli Ice Cream 100 cup" ujar seseorang yang berdiri di depan counter jualan Kevin.


"gak ada diskon, gak boleh minta cone, 1 cone seharga ice cream" ujar Kevin sang penjual yang mengetahui bahwa pembeli itu adalah Irfan sahabatnya.


"emang gak ada diskon, tapi kan ada cashback haha, beli 100 tapi 0nya ilang 2" ujar Irfan yang selalu membuat candaan garing kepada Kevin.


"mau rasa apa ice creamnya kak?" tanya Kevin yang suaranya berubah formal.


"mau rasa yang pernah ada kak" ujar Irfan  yang melirik Kevin menunjukan wajah kesalnya.


"tidak ada kak, rasanya hanya ada yang tertera di Ice Counter ini, tapi ada rasa yang special buat kaka" ujar Kevin yang sedang memegang ice Scoop itu.


"rasa apa kak?" tanya Irfan pembeli kaleng-kaleng itu.


"RASA INGIN KU LEMPAR KAU ORANG, cepet Irfan, yang bener" ujar Kevin yang kesal dan menegaskan kata-katanya.


"Hahaha, kesel kan dia, aku mau Rum Raisin ya kak" ujar Irfan yang berlagak sok imut, namun terlihat menjengkelkan.


*****


Foodcourt Mall tak jauh dari tempat kerja Kevin.


"gimana penjualan hari ini" tanya Irfan yang masih menjilat ice cream di tangannya.


"yah lumayan, ngapain lu tanya penjualan? macam manager gue aja" ujar Kevin.


"hemm, cuma basa basi, emang lu gak penasaran sama apa yang terjadi kemarin? tanya irfan.


"nah iya,kenapa tuh? lu di apain di sana" tanya Kevin, lalu Irfan mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan memberikannya ke Kevin.


"Gold Ticket, lu dapet darimana gold ticket ini?" ujar Kevin dengan serius memperhatikan dan mebolak balikan Ticket itu.


"yah kemarin, Pangeran Kampus yang kasih ke gue, lu kan suka badminton, gua gak terlalu suka buat lu aja, lu aja yang nonton" ujar Irfan.


"hemm gitu, tapi.. elu di UKS dan Pangeran Kampus sampe tau elu gitu? emang dia harus tau banget orang yang lagi kembung doang ada di UKS? penting  banget gak sih?" tanya Kevin.


"gua juga gak tau, makannya gua ke sini juga mau tanya ke elu, siapa tau lu ada informasi gitu?" seru irfan.


"lah gua lagi, mahasiswa kupu-kupu, tau apa tentang Maharaja" ujar Kevin sambil mencoba menerka.


*******


Universitas Maharaja


Lobby Keguruan


Kevin mendengar beberapa orang berbicara sambil memandangi dirinya, membicarakan hal yang tidak masuk akal, kemudian seseorang datang menepuk bahunya.


"ayo ke kelas" ujar seseorang yang menepuk bahu Kevin, yaitu Irfan. Setibanya di kelas Kevin menanyakan sesuatu kepada Irfan sambil mengeluarkan buku dari tasnya.


"lu denger orang-orang pada ngomongin sesuatu gak?" tanya Kevin. "Orang-orang pada ngomongin 'dia itu calonnya' terus kan abis itu elu dateng" ujar Kevin.


"Gue gak denger mereka ngomong apa-apa" ujar Irfan dengan santainya.


"abis itu elu dateng...." ujar Kevin dengan suara yang menurun sambil berfikir. Kemudian Kevin terkejut dan berdiri memandangi tubuh Irfan dari kepala sampai kaki.


"Jangan bilang lu calon Pangeran?" tanya Kevin, lalu ada teman sekelasnya Kevin melintas dan menyapa Irfan dengan malu-malu, dan mereka berdua memperhatikan teman sekelas Kevin itu.


"yah.. gua sempet di tawarin, tapi gua gak mau" ujar Irfan.


"gimana ceritanya gak mau? nyari calon aja susah banget, giliran dapet yang sesuai. Gampang banget lu bilang gak mau, lagipula kalau dari penampilan.. lu lumayan kok" ujar Kevin. Lalu Irfan yang daritadi memainkan Hpnya menoleh ke arah Kevin mendengar kata 'lumayan'


"lumayan apa?" tanya Irfan.


"lumayan kampungan" ujar kevin yang kemudian di kejar Irfan.


*******


Ruang Kemahajaraan Keguruan

__ADS_1


"Selamat siang  calon guru semua, hari ini adalah rapat untuk menentukan kandidat yang akan kita pilih untuk kita calonkan sebagai Prince dan Maha Raja" ujar Maha Guru


"calon yang kita dapat baru 1 Maha Guru, yaitu Irfan Ibrahim dari Bahasa Inggris" ujar Humas Keguruan


"Bagaimana anaknya?" tanya Sekretaris Maha Guru


"Ini Biodatanya"  seru anggota Mahaguru  menyerahkan berkas berupa biodata sambil menjelaskan juga biodata Irfan


"Oke, 95% saya setuju, lalu bagaimana yang bersangkutan? setuju juga?" tanya Maha Guru


"dia setuju, tapi dengan syarat, lebih tepatnya sebuah tawaran" ujar Humas Keguruan yang membuat semua orang keheranan dengan pernyataan itu.


******


Setelah UTS selesai, Kevin mendengar temannya bertanya beberapa soal yang di bahas di UTS tadi dan teman yang di tanyakannya mengatakan 'idk, what done its done bruh" dan Kevin hanya tersenyum, kemudian pergi ke kelas Irfan dan mendapati temannya itu sedang menulis sesuatu di papan tulis.


"lagi ngapain lu? besok ikut lagi gak?" tanya Kevin.


"lagi nulis, ikut dong, gua jemput lu ya" ujar Irfan kemudian seseorang berteriak meminta Kevin minggir karena menghalangi orang-orang di kelas yang sedang mencatat tulisan Irfan di papan tulis.


"nulis apaan sih? serius amat, UTSnya juga udah kelar" ujar Kevin.


"lu kira UTS kelar lantas hidup lu kelar, hidup lu masih harus berlanjut bro" ujar Irfan kepada Kevin dan melanjutkan menulisnya, kemudian Kevin penasaran dan membaca tulisan di papan tulis itu dan ia terkejut.


"LAK? emang sekarang tanggal berapa?" tanya Kevin.


"kan baru selesai UTS, LAK tinggal 2 bulan lagi, emang kelas lu udah latihan?" tanya Irfan dan Kevin hanya bengong kemudian pergi.


*******


Perpustakaan Universitas Maharaja.


Kevin berkeliling mencari buku TOEFL, sudah 30 menit berlalu dia tidak menemukan buku itu, cukup aneh di Universitas terkenal buku TOEFL tidak ia ketemukan.


"Kevin, FKIP Bahasa Inggris kelas 1B, Pasti cari buku TOEFL ya?" tanya seorang Mahasiswi ke Kevin dengan keadaan Kevin terlihat berkeringat sedikit.


"Iya kak, kok kakak tau saya?" tanya Kevin ke pada Mahasiswi Cantik itu.


"semua jurusan Bahasa Inggris pasti kenal kamu lah, setelah nilai pembagian kelas beserta foto itu mucul di mading. Buku TOEFL hanya ada 3 di Perpus ini dan bukunya juga Limited di Negeri kita, Nih" ujar Amel Arika yang namanya tertulis di Bet Bajunya kemudian memberikan buku TOEFL yang di genggamnya.


"Iya kak, makasih" lanjutnya dengan senyum.


"oke deh aku pergi yah" ujar Amel dan pergi meninggalkan Kevin di antara Rak Buku, Kevin pun masih mencari buku yang lain untuk ia pelajari di perpus, setalah mendapatkannya ia langsung membawa setumpukan buku dan membacanya di meja Perpustakaan.


"si Irfan lama banget sih gak bales-bales SMS gua, apa dia masih ada jam?" tanyanya dalam hati, gue udah habis waktu nih, gue pengen bawa pulang bukunya" lanjutnya.


"yang mau bawa pulang bukunya bisa sekarang mengantre, karena saya ada perlu, kalau mau nanti yang gantiin saya datang sekitar jam 3 atau 4 sore" seru penjaga Perpus dan beberapa orang pun mengantri.


"sial, jam 3 mah gua udah jaga toko" ujar kevin kesal, kamudian ia ikut mengantri padahal kartu pelajarnya belum juga ketemu, berharap ketika namanya di panggil Irfan sudah tiba.


30 menit kemudian namanya di panggil..


"Pinjam berapa buku?" tanya penjaga perpus.


"3 kak, TOEFL, Kamus British dan Kamus Bahasa Inggris Popular" jawab Kevin.


"kartu pelajar?" pinta penjaga Perpus yang sedikit terburu-buru itu.


"bentar yah kak, nunggu teman saya" ujarnya.


"yaudah kamu di Skip dulu yah, nanti kalau teman kamu udah dateng nanti kembali lagi" serunya, lalu Kevin benar benar menunggu dan Irfan pun tak kunjung datang.


"semua teransaksi peminjaman buku berakhir, nanti pengganti saya datang jam 3" ujar Penjaga Perpus.


"Kak, tunggu sebentar, bagaimana dengan buku yang ingin saya pinjam?" tanya kevin ke Penjaga perpus yang segera begegas.


"kan kamu nunggu teman kamu, yaudah nanti ada pengganti saya datang" ujar penjaga itu yang sudah mengalungkan tas selempangnya.


"tapi kalau jam 3 saya ada perlu, bisanya sekarang, kalau pakai KTP gimana?" tanya Kevin padahal ia sadar KTPnya pun ikut hilang, ia hanya menunda kepergian penjaga kampus saja, dan berharap Irfan datang sekarang.


"maaf yah dek, harus Kartu Mahasiswa" ujar penjaga kampus yang sedikit kesal itu.


"pakai Kartu ku saja" seru Mahasiswi yang membelah percakapan sengit mereka.


"makasih" ujar Kevin lalu penjaga perpus pun kembali duduk dan mendaftarkan buku pinjaman yang akan Kevin bawa.


"Melanie Putri Indryani, maaf kamu kemarin sudah meminjam 5 buku dan belum di kembalikan, batas peminjaman adalah 5 buku dalam 1 minggu, jadi mohon kembalikan buku pinjaman kamu dahulu baru dapat meminjamkannya lagi" ujar penjaga perpus kemudian memberikan lagi Kartu Mahasiswi kepada Melanie.


"Maaf yah, aku kira ngga ada batas pinjaman" sesal Melanie ke Kevin.


"yaudahlah, lagi pula kamu juga udah berusaha" ujar Kevin.


"Oke saya pergi, saya sudah minta teman saya datang lebih awal, mungkin jam 2 lah" ujar penjaga Perpus yang mulai melangkah.


"Kak Please, teman saya baru keluar kelas, dia lagi lari ke sini, kalau jam 2 saya ada keperluan" ujar Kevin.


"aduh nih anak batu banget sih, emang cuma kamu yang punya keperluan?" kesal penjaga perpus kepada Kevin. Lalu seseorang datang dan menghentikan perdebatan yang seharusnya tidak di lakukan di Perpustakaan.

__ADS_1


"Ada apa sih ribut-ribut?" Tanya Pangeran kampus dengan Pengikutnya memasuki Perpustakaan, sebelumnya Pangeran sedang berjalan di koridor karena mendengar keributan di Ruangan yang seharusnya hening itu.


Bersambung...


__ADS_2