
Episode Sebelumnya...
"Posisi apa yang seharusnya di isi Bima?" tanya Kevin
"Tarik Tambang kalau kau memilih Musik, tetapi kalau kau memilih tarik tambang, maka kita tidak memiliki wakil di musik" ujar Debora
"menurut ku untuk Musik kita sudah pasti tidak akan lolos, kau lebih baik bergabung dengan Tim Tarik Tambang, terlebih 2 orang dari Tim tarik tambang adalah Wanita" ujar Dimas
[Episode 4]
"aku tetap di Musik, dan Tim Tarik tambang Berlatih lah dengan keras" ujar Kevin dengan wajah serius
"untuk apa kita mempertahankan yang sudah pasti tidak akan berhasil, 5 tahun berturut-turus kelas 1B tidak pernah menang dari kategori itu" ujar Ganesa
"Aku Ketuanya, Aku yang menentukan, besok kita lanjutkan, aku ada keperluan, kalau ada yang bisa berlatih sekarang berlatih lah" ujar Kevin kemudian Pergi Karena sesungguhnya ia masih harus menjaga toko Ice Cream.
******
01.00 PM
Gerbang Kampus
Irfan mengagetkan Kevin yang sedang melamun dengan menyodorkan Tea Sisiri ke leher Kevin yang sedang menunggu Angkot itu
"ngelamun mulu, nih biar otak lu dingin" ujar Irfan kemudian Tea Sisri itu langsung di ambil oleh Kevin dan langsung meminumnya, angkot mereka pun datang dan mereka melanjutkan perbincangannya di dalam angkot.
"kok akhir-akhir ini gue banyak masalah yah pan" ujar Kevin Curhat
"masalah apa? Si penjaga Perpus itu? Ngapain di pikirin, lu mah gak ada hubungannya, emang dianya aja yang melanggar peraturan kampus, emang itu kampus punya dia bisa pulang seenak jidatnya" ujar Irfan
"bukan itu doang, tentang LAK di Kelas gue pan" seru Kevin yang masih memandangi pinggir jalan.
"LAK mah masalah semua orang di Kampus, bukan masalah lu doang pin, plis dah" ujar Irfan yang kemudian mengunyah es batu dari Tea Sisrinya
"masa gua ngewakilin Musik sih, sendirian lagi" ujar Kevin yang malah membuat Irfan tertawa sampai batuk-batuk
"kok bisa? Lu mau ngapain nanti? Main suling aja lu kagak bisa" tanya Irfan
"makannya gua bingung banget, lu kan bisa main gitar, lu bantuin gua dong pan" seru Kevin dengan suaranya yang lemas
"Ohh gitar, siap kalau gitu mah, lu mau main gitar doang gitu? Kalau mau Gitar Accoustican doang mah lu harus Pro, gue aja belum tentu bisa, apalagi 2 bulan, bah gue aja lama banget belajarnya" ujar Irfan
"Makannya itu gue bingung, kalau gue sambil nyanyi suara gua apa daya menyedihkannya, dan sambil main gitar? Nanti suara ke mana gonjrang ganjreng ke mana" seru Kevin pasrah "Soal nyanyi mah gampang lah, yang penting lu ajarin gue Basicnya aja" lanjut Kevin
"Siap bos, saya akan membatu sampai anda sendiri yang meminta untuk menyerah" seru Irfan meledek
"Bangke lu" ujar Kevin
*******
Di Toko Ice Cream
Kevin sedang mengerjakan tugasnya sembari menunggu Pembeli, di tengah fokusnya Kevin mengerjakan tugas Bahasa Inggrisnya terlintas lamunan dirinya sedang Bernyanyi di atas panggung sembari bermain gitar dengan lantunan music Rock, ketika penampilannya itu berlangsung, kabel dari Gitar Elektiknya mengalami konslet dan mengeluarkan percikan api, penonton pun ramai berhamburan mencari jalan keluar, seseorang memanggil nama Kevin untuk menyelamatkannya, seseorang yang wajahnya kurang jelas di hadapannya memanggilnya.
"Kevin? Kevin..Hello Kevin?" tegur seorang Pelanggan Toko, dan Kevin pun langsung tersadar dari lamunannya
"ah iya, mau beli apa?" tanya Kevin dengan Sigap
"mau duduk aja, nanti aja pesennya, lu ngelamun Kev?" tanya Pelanggan Ice Cream yang memang biasanya nongkrong dulu baru beli
"ahh iya, Kurang tidur keknya gue im" ujar Kevin ke pada Baim yang sekarang sedang sibuk bermain game di Hpnya
"gue buatin Macchiato Ice ya" ujar Kevin yang kemudian membuatkan minuman yang biasanya di pesan Baim
"Oke" ujar Baim tanpa menoleh, beberapa menit kemudian pesanan Baim telah selesai dan Kevin langsung mengantarkannya ke pelanggan yang masih sibuk dengan Game Hero yang sedang booming itu,
"Macchiato Ice" seru Kevin sembari duduk di samping Baim "Kalau dompet lu di copet, gua yakin tuh copet beruntung banget, karena lu gak bakal ngejar dia kalau lu main gamenya kek begitu terus, hahah" ujar Kevin, Baim pun menyelesaikan gamenya,
"yah enggak lah, mana ada yang mau nyopet gua kalau bukan elu mah" ujar Baim
"hahah sial lu, eh Baim, gimana Band lu? Masih jalan?" tanya Kevin yang duduk bersebelahan
"Masih, malah mangkin terkenal" ujar Baim sembari meminum Macchiato Icenya
"Terkenal? Di sekolah?" seru Kevin
"hahaha iya, tau ae" ujar Baim bercanda
"ehh, gua kan ada Lomba gitu di Kampus im, dan gua kedapetan Music, menurut lu gua harus nampilin apa?" tanya Kevin
"hah? Lu Music? Hahah" Baim tertawa sampai sersendak
"brengsek lu, biar begini kan gua kakak kelas lu dulu di SMA" ujar Kevin
"gua liat sendiri ***** pas lu nyanyi dulu" ujar Baim
"makannya gua bingung, kalau Music gua harus nampilin apaan?" tanya Kevin kepada adik kelasnya
"emang kapan perlombaanya?" tanya Baim
"Bulan Juni nanti" ujar Kevin
"Yaelah masih lama, nanti lu gua bantuin lu dah, gua saranin lu nyanyi aja tapi lagunya yang menghayati, biasanya biar suara biasa aja tapi kalau Penghayatannya bagus penilaian juga tuh" ujar Baim
"serius lu bantuin gua?" tanya Kevin meyakinkan
"Iya gua bantuin, masa 1 lagu aja lu gak bisa 2 bulanan? Sekarang lu fikirin dah lagu yang penghayatannya dalem, nanti lu WA gua terus kita peraktekin, di sini juga bisa kalau sepi mah" seru Baim yang berbicara serius
"lu kalau serius gini Ganteng im" seru Kevin
"iya lah gua, anak emak bapak gua" seru Baim sambil berpose "gua balik yah, jangan ngelamun mulu lu nanti kesambet" ujar Baim
"gak papa lah, asal gak jorok" seru Kevin, dan Baim pun pergi dengan terdengar lonceng yang di gantungan di depan pintu. beban fikiran Kevin pun berpindah jadi memikirkan lagu apa yang penghayatannya bagus dan pas untuknya.
*******
Ruangan Putri Kampus
"Selamat Pagi Putri kampus" ujar Pangeran Kampus yang kemudian duduk di hadapan Putri Kampus
"Selamat Pagi Pangeran, ada apa gerangan pagi-pagi datang ke sini? Serpertinya ingin menyambut kedatangan ku kembali setelah pergi kemarin mewakilkan sekolah di Perlombaan Model Nasional?" tanya Putri Kampus
"ahh, sebelumnya Selamat atas kembalinya Putri dan Kemenangan yang Putri peroleh di Perlombaan Nasional, saya sebagai Pangeran Kampus turut bangga Putri bisa menjuarainya untuk sekolah kami" ujar Pangeran
"Iya, sama-sama Pangeran, karena ada Pangeran pun saya jadi bisa ikut kejuaraan, kalau pangeran tidak ada, siapa yang akan menjaga Kampus Kita ini" ujar Putri yang kata katanya sedikit menyindir
"Iya, terimakasih, tapi tujuan saya ke sini Ingin menanyakan perihal Penjaga Perpustakaan" ujar pangeran yang mulai serius memulai pembicraan
__ADS_1
"apapun yang akan Pangeran tanyakan, pasti saya akan jawab dengan segera" ujar Putri Kampus yang tak pernah lupa tersenyum di akhir kata katanya
"saya sudah menanyakan kepada Yang Mulia kepala Yayasan perihal di Keluarkannya penjaga Perpustakaan, dan Yang Mulia Kepala Yayasan mengatakan bahwa Putri lah yang membuat laporan sebelum Putri Pergi ke Kejuaraan Model Nasional?" tanya Pangeran
"apakah Pangeran menuduh saya" tanya Putri, Pangeran pun mengeluarkan Surat yang di Berikan Kepala Yayasan kepada Pangeran beberapa hari yang lalu ketika Pangeran menghadap Kepala Yayasan
"di surat laporan itu, Putri lah yang membuatnya, dan Laporan itu di Proses oleh komite Kampus dan Penjaga Perpustakaan itu pun di keluarkan" ujar Pangeran
"yah, sesungguhnya memang benar saya lah yang membuatnya dan menandatanganinnya, tetapi Yang Mulia Kepala Yayasan lah yang meminta saya untuk membuatkan laporan dan memberikannya ke Yang Mulia Kepala Yayasan sendiri, dan Yang Mulia menandatanganinnya juga sebagai bukti di Terimanya laporan, setelah itu Yang Mulia sendiri yang memberikan laporan itu kepada Komite Polisi Kampus.
"jadi, yang Mulia sendiri yang Meminta Putri untuk membuat Laporan ini?" tanya Pangeran yang masih belum yakin
"Iya Pangeran, apa ada yang perlu di tanyakan lagi? Sebentar lagi saya ada kelas dan harus bergegas" ujar Putri Kampus yang tidak lupa dengan senyumnya
"Cukup Putri, Terimakasih sudah menjawab beberapa pertanyaan saya, maaf bila saya telah menggangu Putri" ujar Pangeran kemudian pergi.
******
10.30 AM
Kantin Kampus Maharaja
"Pan, kemarin si Baim ke toko gua, lu tau kan Baim?" tanya Kevin
"tau..tau, anak Band di Sekolah kan? kenapa emang?" tanya Irfan
"kan gua Konsultasi sama dia, katanya gue suruh pilih lagu yang penghayatananya dalem, katanya kalau suara biasa aja tapi penghayatanya bagus bisa jadi nilai plus pan" ujar Kevin
"hemm gitu, bagus lah kalau lu udah nemuin solusinya" ujar Irfan kemudian menyuapkan Siomay ke mulutnya
"gua kan udah nemuin lagunya nih semalem gua udah dapet, dan kata Baim kalau gua udah dapet lagunya gua suruh WA dia" seru Kevin sembari meminum Es Kelapanya
"terus lu udah WA dia?" tanya Irfan
"belum, ohh iya hehe, bentar gua WA dia dulu deh" ujar Kevin yang kemudian mengeluarkan Hpnya untuk WA Baim, dan dengan cepatnya Baim langsung membalas
"katanya sabtu dia Free pan, gua suruh ke Studionya latihan, katanya Studionya lagi kosong, gua bisa latihan di sana" ujar Kevin
"yaudah, lumayan tuh dapet Studio geratis ya kan? Hahah" ujar Irfan
"lu ikut sama gua lah, lu kan mau ngajarin gua Gitranya" seru Kevin
"ahh? Gua gak enggak dah, gua ada urusan" ujar Irfan
"ahh lu gitu sama gua, lu yang janji sama gua mau bantuin gua kan? Pura-pura lupa miskin lu" ujar Kevin
"udah miskin kali, si Baim kan juga bisa main Gitar, sekalian aja lah" ujar Irfan
"bodo amat lu harus temenin gua, gua gak mau tau" ujar Kevin
"gua fikiri-fikir lagi deh" seru Irfan
******
Danau Universitas Maharaja
"sendirian itu memang terkadang asik, fikiran kita butuh relaxasi, menghirup udara segar, mendengar suara alam tanpa terganggu" ujar Kevin yang berbicara kepada seseorang di sampingnya yang terlebih dahulu disana
"dan sekarang kau yang menganggunya" ujar Rijal
"alam itu selalu berdampingan Jal, apa kamu tidak perhatikan, kicauan burung memang indah, tapi ia tidak berkicau sendiri, batu yang begitu banyak jenisnya, begitupun air danau tanpa cekungan itu tidak akan ada danau di sini, begitu pun kelas kita, tanpa kamu Jal. bergabunglah, bukan masalah kami menganggap atau tidak, yang jadi masalah bergabunglah, maka kita akan seluas danau dan seindah kicauan burung" Ujar Kevin yang kemudian pergi meninggalkan Rijal, lalu Rijal hanya memandangi Kevin yang pergi meniggalkannya.
*****
Di Rumah Kevin
"yang barusan siapa bu?" tanya kevin kepada Ibunya
"Siapa? yah pelanggan Kev, dia meminta ibu untuk menjahit jas kerjanya, sekarang kamu tidur, sudah hampir larut ujar ibunya kevin, lalu Kevin pergi ke kamar
******
Kelas 1B Smester 1 Keguruan Bahasa Inggris
"Oke teman-teman, jangn pulang dulu, hari ini kita latihan di Ruang Terbuka Hijau ya" ujar Debora namun seseorang yang sudah pasti itu Bima, meninggalkan kelas, yang lain hanya memperhatikan kemudian beranjak pergi ke tempat yang di minta Debora
Ruang Terbuka Hijau
Kelas B Keguruan Bahasa Inggris sedang berlatih karena Lomba Antar Kelas atau LAK tinggal sebulan lagi, terlihat Grup tarik tambang sedang pemanasan, Team Futsal yang sedang mencoba baju lombanya, Dimas yang sedang menonton pertandingan badminton untuk di mempelajari, Debora yang sedang mencoba berjalan dengan buku di atas kepalanya, Agung yang sedang memfoto pemandangan Alam, dan Ganesa yang di temani Kevin sedang mencoba Test Cerdas Cermat, sekilas Kevin melihat seseorang yang memandang ke arah teman-temnnya dan kemudian pergi, ketika di lihat lagi ternyata Irfan yang datang dari arah yang sama.
"masih sibuk?" tanya Irfan sembari memberikan minuman isotonic ke Kevin
"makasih, lumayan, sekitar jam 3 baru kelar sepertinya" ujar Kevin sembari menyipitkan matanya yang berbicara ke Irfan menghadap matahari
"gue balik duluan ya, gue juga mau latihan Futsal, lapangan di sini udah di duluin sama kelas lu" ujar Irfan sambil menujuk Debora
"lambat sih lu, hahah" ujar Debora
"Ngalah gua waktu daftar, antara ngalah sama di serobot sama dia nih" ujar Irfan
"heheh, makasih ya Irfan" ujar Debora kemudian kembali membaca catatannya
"gua balik ya" ujar Irfan dan di jawab anggukan oleh Kevin. di sisi lain Yang Mulia Mahaguru sedang memperhatikan Kevin dan Irfan dari kejauhan, kemudian mereka pergi.
******
di Toko Ice Cream
"gimana kalau di C?" ujar Baim sambil memainkan gitar di pangkuannya
"menurut lu gimana? yang pas di gua di mana?" tanya Kevin yang duduk di sebelahnya
"yaudah di C, nah abis ini pindah ke D" ucap Baim yang mengajarkan Kevin bermain Gitar
"oke, bentar, ada yang beli" ujar Kevin kemudian Kevin melayani pembeli dan melanjutkan latihan dengan Baim di Tokonya dengan 2 gitar yang di bawa Baim
******
Selesai jam perkuliahan ketika Kevin ingin ke kelas Irfan, Kevin di panggil oleh dosennya. Kevin di minta untuk mengembalikan buku catatan teman-teman sekelasnya yang telah di koreksi. Setelah jalan beberapa meter Kevin melihat buku di tumpukan paling atas yang tertera nama Rijal Mahendra, lalu Kevin berhenti sebentar dan duduk, meletakkan buku yang lainnya di sebelahnya, dan mulai membaca lembaran paling belakang buku Rijal, di sana terlihat beberapa curhatan Rijal, termasuk perkataan Kevin beberapa minggu lalu saat di danau yang di salin sangat sesuai di buku tersebut, lalu Kevin membalikan lembaran itu, di sana ada sebuah gambar yang di gambar dengan pena, yaitu gambar diri Rijal, yang di bawahnya ada dua kotak yang salahsatu sudah di ceklis, dan 2 kotak itu tertuiskan Music atau Tarik Tambang. Kemudian Kevin menutup buku itu dengan segera dan pergi ke Ruang Terbuka Hijau, untuk membagikan buku-buku itu, namun Kevin tidak menemukan Rijal di sana, lalu Kevin beranjak mencari di kelas, di kelas pun tidak ada orang sama sekali, dan Kevin akhirnya memutuskan untuk ke Lapangan Futsal karena Irfan telah mengirimkan pesan berupa "gue di lapangan futsal, jangan ke kelas". Setibanya di Lapangan futsal, Irfan langsung menghampiri Kevin dan menerima minuman yang di bawakan oleh Kevin.
"sibuk banget?" tanya Kevin, ia ingin menceritakan segera apa yang telah ia lihat dari buku Rijal
"lumayan lah, lagi latihan nih. bentar lagi selesai sih, mau balik bareng?"seru Irfan yang balik bertanya kepada Kevin
"gak papa lu duluan aja, gua masih lama, lagian lu abis main futsal kan capek" ujar Kevin
"lu balik latihan jam berapa emang?" tanya Irfan
__ADS_1
"jam 3, nanti malem lu Free gak?" tanya kevin
"sejauh ini sih free" ujar Irfan
"nan...." ucapak Kevin terputus karena Irfan akan melanjutkan futsalnya, dan akhirnya Kevin kembali ke Ruang Terbuka Hijau kampusnya.
******
Malam hari , Kevin yang sedang berbaring di kasurnya mencoba mengirimkan pesan kepada Irfan
"temenin gua yuk" ujar Kevin
"Kemana emang?" balas Irfan
"tumben pake tanya kemana, biasanya tiba-tiba udah ada di depan" kirim Kevin
"hehehe.. nanti jam 8 ada perlu gue" balas Irfan
"hemm gitu, yaudah gak jadi hehe" kirim Kevin
"jangan ngambek lu wkwkw" balasnya Irfan, lalu Kevin malas untuk membalasnya, dan memutuskan untuk pergi sendiri.
"ibu, aku keluar sebentar" ujar Kevin
"iya, jangan malam-malam pulangnya" ujar ibu, dan Kevin mengngguk kemudian pergi berjalan kaki.
Setibanya di tempat tujuan, Kevin memilih Pick yang cocok untuk gitar pinjaman Baim, ketika ingin mengambil pick gitar yang di pilihnya ia bertemu dengan seseorang.
"Kevin Putra, maaf yah atas kejadian waktu itu di perpustakaan" ujar Melanie
"sudah berlalu, dan aku malah mau bilang makasih udah di bantu" ujar Kevin
"kamu mau beli pick gitar Kev? buat LAK ya? ciee pilih Music ya?" Ledek Melanie
"yah gitu deh terpaksa, kamu pakai seragam?" tanya Kevin
"gak boleh ada yang terpaksa, kalau kamu pilih itu ya kau harus total dan bertanggungjawab. ah iya, aku parttime di sini, mana sini pilihan kamu, biar langusng aku lakukan transaksi" ujar melanie yang mengambil pick gitar yang baru di pegang namun belum di pilih Kevin
"nih, jadi 15 rb" ujar Melanie
"kok? di etalase tertulis 50 rb" ujar Kevin yang heran
"Diskon Kayawan" ujar Melanie sembari berbisik kepada kevin
"Ohh gitu, oke deh, makasih" ujar Kevin
"Dengan senang hati, semoga Menang ya" ujar Melanie sembari memberikan semangat dengan tangannya
"Iya iya, kamu juga" ujar Kevin, ketika Kevin akan pergi, Kevin di panggil lagi oleh Melanie
"Kev, itu bukannya Irfan?" tanya Melanie, dan Kevin langsung bersembunyi kemudian pergi dari toko, setelah Kevin pergi Melanie mengatakan bahwa baru saja Kevin pergi kemudian Irfan keluar toko dan mencari di sekitaran tapi tidak ketemu, dan akhirnya kembali lagi ke toko bergabung dengan teman futsalnya untuk mencari kebutuhan futsal. pesan masuk dari Irfan sudah banyak di kirimkan ke Kevin, tapi Kevin enggan membacanya.
*******
Universitas Maharaja
Irfan sungguh penasaran, kenapa Kevin tidak pernah membalas Pesannya seminggu ini, setelah Kelas selesai, Irfan pun bergegas menuju kelasnya Kevin, namun Kevin seperti menjauh dan bersembunyi di balik mahasiswa yang akan pulang, saat Irfan terus mengejar, rekan futsalnya mengajaknya rapat sebentar dan akhirnya Irfan menghentikan pengejarannya. Setelah rapat usai Irfan mencoba mencari di Ruang Terbuka Hijau namun teman-temannya mengatakan Kevin sudah pulang terlebih dahulu, ketika Irfan ke rumahnya Kevin, ibunya Kevin mengatakan Kevin pergi berpakaian rapi, lalu adiknya Kevin keluar menghampiri Irfan dan memeluk pergelangan kaki Irfan, Lia mengatakan kangen kakak Irfan, namun Irfan hanya mengelus pipinya yang hangat, dan membawa Adiknya Kevin kembali tidur karena sedang sakit. Irfan melihat ada balon supporter di ruang tamu rumahnya Kevin. Benar, Golden Ticket, Kevin pergi ke pertandingan Badminton Internasional. Irfan pun menghentikan pencariannya dan pulang kerumahnya.
*****
Di Rumah Kevin
"aku pulang" ujar Kevin kepada Ibunya
"bersih-bersih kemudian makan" ujar Ibunya, dan Kevin pun pergi ketoilet kemudian mengambil makanan dan memakannya di ruang tamu berdekatan dengan ibunya yang sedang menjahit
"tadi Irfan cari kamu, sepertinya kesal sekali dia" ujar Ibu
"kalau datang suruh pulang aja bu" ucap Kevin
"kok gitu, kamu punya utang sama dia?" tanya Ibu
"aku tidak pernah berhutang kepada siapapun bu, dia bukan kesal bu, itu semangat anak muda" ujar Kevin
"anak muda selalu terlalu bersemangat" ujar si Ibu sembari membalikan bahan yang di jahitnya.
*******
Universitas Maharaja
Hampir setiap hari Kuliah Irfan tidak tenang hanya karena mencari keberadaan Kevin, seperti kehilangan sebelah tangannya, Irfan harus mencari Kevin untuk membahas ini semua, dan seperti biasa pula, ketika Irfan mencari Kevin, Kevin selalu terlebih dahulu tidak ada di kelas, Irfan mencari di Ruang Terbuka Hijau, teman-temannya mengatakan Kevin ke lapangan futsal untuk membagikan minuman, ketika sampai di lapangan futsal Kevin tak terlihat, yang terlihat hanya Debora di sana ,dan Debora mengatakan Kevin sudah pulang, ketika Irfan akan menyusul Kevin kerumahnya Kevin, Irfan di bawa oleh sekelompok orang dan tiba di suatu tempat.
"untuk apa menyeret ku ke sini? ada apa? bukan kah aku sudah menolaknya?" ketus Irfan yang dipaksa duduk di kursi di hadapan Maha Guru dan di Ruang Kemahaguruan
"tidak bisa sopan sedikit Irfan Ibrahim Mahawiswa Smester 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan?" seru Anggota Kemahaguruan
"apa cara kalian menyeret ku ke sini sopan?" tanya Irfan yang sedang kesal, membuat anggota yang lain ingin melakukan tindakan, namun di tahan oleh Maha Guru
"kami sudah memahami tawaran mu, tapi semua itu sangat berat di lakukan, kami hanya bisa mengandalkan kamu" ujar Maha Guru
"sangat berat?lakukan atau aku lebih memilih keluar dari kampus ini" ujar Irfan yang kemudian berdiri dari kursinya dan melanjutkan " keluarkan Kartu Hitam kalian, buat apa di simpan lama-lama" ujarnya kemudian pergi, anggota yang lainnya ingin mengikuti Irfan namun di tahan oleh Maha Guru dan membiarkan Irfan pergi begitu saja.
"tau apa dia tentang kartu hitam" ujar Humas Keguruan
"tau darimana dia mengenai kartu hitam" lanjut yang lain
"beraninya mahasiswa smester 1 membahas kartu hitam di hadapan Yang Mulia Maha Guru" ketus Anggota yang lainnya.
Setelah Keluarnya Irfan dari ruangan Kemahaguruan, Irfan langsung menuju rumah Kevin, namun rumahnya Kevin yang biasanya tirainya terbuka skarang tertutup, Irfan langsung masuk kerumahnya dan mendapati Ibunya sedang berkemas.
"Ada apa bu? Kevin di mana?" tanya Irfan kepada Ibunya Kevin yang sedang memasukan baju ke dalam tas besar
"Adiknya Kevin masuk rumah sakit, ibu kembali membawa baju untuk di sana, dari tadi ibu Telfon Kevin tapi tidak ada jawaban, tolong bantu kasih tau Kevin ya fan" ujar Ibunya Kevin dengan wajah cemas, Irfan masuk ke kamarnya Kevin dan mendapati Handphonenya Kevin tertinggal di meja kamarnya. lalu Irfan bergegas setelah berpamitan dengan ibu, Irfan pergi ke Toko Ice cream tempat Kevin bekerja, dan pria setengah baya menyapa seperti biasa, lalu Irfan langsung terus terang.
"Ada Kevin?" tanya irfan dengan gelisah
"Kevin libur" ujar pengganti Kevin dalam menjaga toko
"mungkin rebahan di rumah?" seru abang itu yang membuat Irfan semangkin kesal dan akan bergegas keluar toko, namun seseorang berkata yang membuat Irfan memutarkan badannya.
"lu cari Kevin?" seru seseorang yang sedang memetik gitar itu
"iya, tau dia di mana?" tanya Irfan
"dia adalah alasan kenapa kita semua di sini" ujar yang lainnya
"nih, studionya lagi di sewa sama dia sampe malem" ujar pemain gitar itu sambil memberi brosur studio music yang tenyata Kevin berada di sana, tanpa menunggu lama, dengan motor Ninja Putihnya, Irfan pergi ke studio itu. Sesampainya di sana, Irfan melihat Kevin yang sedang berada di luar tergesa-gesa masuk karena melihat kedatangan Irfan.
__ADS_1
Bersambung....