
Episode sebelumnya..
"Melani Putri Indryani, maaf kamu kemarin sudah meminjam 5 buku dan belum di kembalikan, batas peminjaman adalah 5 buku dalam 1 minggu, jadi mohon kembalikan buku pinjaman kamu dahulu baru dapat meminjamkannya lagi" ujar penjaga perpus kemudian memberikan lagi Kartu Mahasiswi kepada Melani
"Maaf yah, aku kira ngga ada batas pinjaman" sesal Melani ke Kevin
"yaudahlah, lagi pula kamu juga udah berusaha" ujar Kevin
"Oke saya pergi, saya sudah minta teman saya datang lebih awal, mungkin jam 2 lah" ujar penjaga Perpus yang mulai melangkah
"Kak Please, teman saya baru keluar kelas, dia lagi lari ke sini, kalau jam 2 saya ada keperluan" ujar Kevin
"aduh nih anak batu banget sih, emang cuma kamu yang punya keperluan?" kesal penjaga perpus kepada Kevin. Lalu seseorang datang dan menghentikan perdebatan yang seharusnya tidak di lakukan di Perpustakaan
"Ada apa sih ribut-ribut?" Tanya Pangeran kampus dengan Pengikutnya memasuki Perpustakaan sebelumnya yang sedang berjalan di koridor karena mendengar keributan di Ruangan yang seharusnya hening itu.
[Episode 3]
"Selamat Siang Pangeran" ucap Penjaga Perpus, Kevin serta Melanie
"Selamat Siang semuanya, sedang meributkan apa?" tanyanya dengan santai
"Mahasiswa Baru ini, dia ingin meminjam 3 buku, tapi tidak memiliki Kartu Mahasiswa" seru penjaga Kampus seperti memojokkan "sedangkan temannya yang akan meminjamkan Kartu Mahasiswa sudah terlalu banyak meminjam buku" lanjutnya
"tulis dengan namaku saja" seru Pangeran Kampus, lalu penjaga kampus itu mengurus pemijaman buku Kevin, dan Pangeran kampus menyerahkan Kartu Mahasiswanya yang berwarna Emas itu yang hanya Pangeran lah yang memilikinya
"enggak perlu Pangeran, di sini sudah tersedia biodata Pangeran" ujar penjaga kampus itu
"Pangeran aja bisa tanpa kartu, kenapa Kevin tidak bisa?" tanya Meilani
"memangnya dia siapa? Dia hanya anak baru dan buka siapa-siapa" ujar Penjaga Kampus yang sudah sangat kesal, Meilani pun kesal dan mengumpat kata-kata dengan sorot mata yang tajam, Transaksi pun selesai, Kevin pun telah memegang erat 3 buku Pinjamnnya itu.
"Sekarang saya mau memberitahu kalian, bahwa ini adalah Perpustakaan, jadi kamu Penjaga Perpus seharusnya menjaga tempat ini lebih tenang bukannya malah membuat keributan yah" ujar Pangeran
"aku sudah berikap baik sama dia Pangeran, tapi dia terus menahan-nahan sedangkan dia tidak memiliki Kartu Mahsiswa, sudah peraturan Perpustakaan di larang meminjamkan buku tanpa menujukan kartu Mahasiswa" tegas Penjaga Perpustakaan
"lah, kakaka sendiri, ini kan bukan jam pulangnya, tetapi kenapa buru-buru dan meninggalkan Pepustakaan tanpa penjaga Pengganti, kalau memang ada Keperluan mintalah pengganti kakak datang seperginya kakak penjaga Perpus, bukan di tinggal seperti ini" seru Meilanie membela Kevin
"Kalian, Berani sekali berdebat di depan Pangeran? Apa kalian semua mau di Keluarkan dari Kampus?" seru Asisten Pangeran yang berdiri di belakang Pangeran Kampus , dan Semua orang perpus menonton perdebatan ini. Sebenarnya pun Irfan sudah datang daritadi, tetapi melihat ada Pangeran Kampus di dalam ia tidak jadi masuk.
"Benar apa yang di katakan adek ini, sekarang bukan lah Jam kamu untuk selesai menjaga Perpustakaan, dan kamu juga di larang berbuat keributan di Perpustakaan, terlebih kamu adalah pengelolanya, cukup mengecewakan" seru Pangeran "dan kamu, kemana Kartu Mahasiswa mu?" tanya Pangeran
"Hilang Pangeran, di Ka..Kantin" ujar Kevin
"Kalau Kartu Mahasiswa kamu hilang, kamu harus segera Lapor dan meminta gantinya" ujar Pangeran, lalu ia melnjutkan " di Kantin? Kevin Putra?" tanya Pangeran
"iya itu naman saya" ujar Kevin sedikit Bahagia
"Oke, jadi gini, ini semua salah saya, saya minta maaf kepada Kevin, Meilanie dan juga Kakak Penjaga Perpus, jadi saya yang menemukan dompet kamu Kev, tadinya saya ingin serahkan ke ruang Keamanan, tapi saya malah menahannya karena ingin memberikannya langsung kepada pemiliknya, agar saya bisa tahu sendiri, apakan isi dari dompet kamu itu sesuai seperti sebelum hilang" ujarnya " Karena ini semua salah saya, tidak perlu lagi ada yang di ributkan, tidak perlu ada hukuman, penjaga perpus kamu tetap di sini sampai rekan kamu datang dan Kevin kamu ke ruangan saya" seru Pangeran dan ketika perdebatan usai, penghuni perpus berpura pura sibuk padahal sebelumya mereka asyik menyaksikan Drama ini. Kevin pun membututi Pangeran sampai memasuki ruangannya, sedangkan Meilani dan Irfan menunggu di depan ruangan Pangeran Kampus.
" lu siapanya Kevin? Ngapain nunggu di sini" tanya Irfan
"gue mau minta maaf sama dia, karena gue dia jadi kena masalah ini, terus elu siapa?" tanya Melaine
"gue Irfan temennya" ujar Irfan yang membuat Melani mendekatinya
"Ohh elu Irfan yang udah buat dia nungguin lu sampe kek tadi, kenapa lu gak langsung pulang aja? Karena lu tuh dia jadi di omelin sama Penjaga Perpus, mungkin sekarang Penjaga Perpus jadi dedam sama Kevin karena lu" ujar Melani sinis
"kok jadi gue sih, emang penjaga Perpusnya aja yang bangor, kalau kagak begitu kan dia bakalan pulang sesukanya" ketus Irfan
"Ribut-ribut di depan ruangan Pangeran, pergi kalian" ujar Asisten Pangeran yang berjaga di luar karena terlalu terganggu dengan perdebatan Melanie dan Irfan, dan setelahnya Kevin pun keluar dengan memegang erat Dompetnya yang sudah kembali itu.
******
Pagi Hari
Hari minggu, Kevin selalu mengajak Irfan untuk pergi jalan jalan di pinggiran kali, selain berjalan di pinggiran kali mereka membantu anak-anak yang tidak memiliki kesempatan bersekolah akan di ajarkan oleh Kevin dan Irfan, kegiatan ini di lakukan sebulan sekali oleh mereka.
******
11.00 Am
Ruang Kelas FKIP Bahasa Inggris 1B
Tok tok tok, terdengar suara ketukan keras dari depan meja Dosen ketukan keras itu membuat kelas yang hening menjadi bising dan semua penghuni kelas langsung mengarahkan pandangannya ke sumber suara tersebut.
"sudah 2 bulan berlalu, Ujian Kenaikan Semester dan LAK tersisa 2 Bulan lagi, akankah kita hanya seperti ini?" tanya Debora kepada teman sekelasnya itu dengan suara lantang
"lantas apa yang harus kami perbuat? Yang hanya dapat kami lakukan hanyalah belajar dan belajar" ujar Ganesa
"Iya, di fikiranku sekarang adalah mempertahankan nilai dan kalau bisa lebih baik lagi, aku tidak memikirkan apapun di luar pelajaran" ujar Airin
"kalian sungguh tidak memikirkan LAK?" tanya Debora
"benar Debora, kita juga tidak seharusnya mengabaikan LAK, karna dari sana lah kita dapat Beasiswa semester depan" ujar Dimas
"tapi kami tidak memiliki bakat apaun untuk di perlombakan?" ujar Airin
"kau salah Airin, kita masih bisa memenangkan Cerdas Cermat" sahut Debora
"iya kalau tidak di kalahkan oleh kelas A" putus Ganesa dan seisi kelas pun beradu argument yang membuat Dimas kesal dan menghentikan keributan itu dengan Berdiri sambil memukul keras meja di depannya "Sudah-sudah, gue tanya sama kalian semua, kalian masih butuh Beasiswa kan?" semua hening menandakan bahwa IYA mereka membutuhkan beasiswa "lantas? Kalau kalian hanya belajar dan lulus semester berikutnya OKE, tapi bagaimana tanpa Beasiswa? Apa kita harus mencari pekerjaan paruh waktu dari sekarang untuk memenuhi seluruh biaya semester? Aku rasa bila itu bisa di lakukan pun kalian harus menjadi tenaga paruh waktu pertambangan" ujar Dimas yang kesal dan duduk dengan keheningan, lalu Kevin pun mengeluarkan pendapatnya
__ADS_1
"memang sebelumnya aku benar-benar putus asa dengan keadaan ini, kita semua sangat sulit mengikuti kegiatan LAK, musuh besar kita adalah apa yang bisa kita lakukan? Bakat apa yang bisa kita menangkan di perlomaan LAK tapi akan kah kita hanya diam tanpa mencari solusi?" tanya Kevin di keheningan kelas
"aku ikut LAK dan aku menjadi pendaftar pertama di perlombaan LAK kategori Credas Cermat" ujar Ganesa dan itu sangat jelas mengundang keributan di kelas dengan mengatakan bahwa Ganesa mencari aman dan lain sebagainya.
"Oh Selamat Ganesa, selamat berjuang sendiri, karena hanya Lomba itu yang bisa di lakukan di kelas kita" Ujar Airin dengan tatapan tajam kemudian duduk kembali.
"sebelum kita memilih siapa yang cocok di perlombaan, lebih baik kita memilih Ketuanya dulu" ujar Debora.
"Dimas saja, dia kan sudah mejadi Ketua Kelas kita" ujar Angga.
"ini adalah Strategi, dimana kita harus bisa membagi konsentrasi kita terhadap Ujian Kenaikan Semester dan LAK, kalau menurut ku Dimas cukup fokus ke Kelas dan memastikan bahwa kelas kita memahami Ujian, untuk Ketua LAK kita harus memilih lagi" ujar Debora kemudian melirikan matanya mencari sosok yang cocok di jadikan ketua
"aku fikir Kevin cocok, lihat saja, dia memimpin Jurusan Bahasa Inggris dengan nilainya" ujar Angga
"kita mencari pemimpin yang memiliki bakat yang cukup, aku hanya memiliki nilai terbaik bukan berarti baik dalam segala hal" ujar Kevin mengelak
"Tapi menurut ku kau cocok Kev, kalau kita mengandalkan Bakat manalah kita punya? Kita harus punya Strategi untuk memenangkan LAK, dan aku yakin kamu memiliki Strategi bagus" ujar Debora dan di jawab dengan anggukan oleh se Isi kelas menandakan bahwa mereka setuju ketua LAK adalah Kevin
"Baiklah kalau menurut kalian aku memang pantas penjadi ketua LAK untuk kelas ini, sekarang sudah siang, aku ada keperluan dan sebaiknya kalau sudah tidak ada kegiatan penting kalian langsung pulang dan fikirkan bakat apa yang bisa kalian wakilkan di LAK dan aku akan mencoba mencocokannya, jadi seusai kelas terakhir besok kita bicarakan lagi" ujar Kevin
"Baik Ketua" ujar Debora dan semua pun beranjak pulang dengan raut wajah penuh fikiran, memikirkan bakat apa yang setidaknya mendekati di antara 10 kategori yang di lombakan.
******
Di Dalam Angkutan Kota
"Pan, lu bakal pilih apa di perlombaan?" tanya Kevin
"Entah lah, mungkin Futsal" jawab Irfan
"gue masih bingung mau pilih apa buat di perlombaan" keluh Kevin
"lah, kenapa gak Futsal aja, emang lu mau Decoration Cake? Apa Modeling?" tanya Irfan yang malah medapatkan pukulan di kepalanya
"kalau gue ngambil yang gampang, gimana temen gue nanti? Dapet sisaan yang dia gak bakal mau pasti" ujar Kevin
"lu pasti jadi ketuanya yah? Hemm.. iya sih" seru Irfan yang jadi ikut berfikir
"Iya gue ketuanya, gue nunggu sisahan aja deh, gue harus siap dengan apa yang akan terjadi besok" ujar Kevin
"Iya pin, nanti gua bantuin tenang aja" seru Irfan dengan menaikkan sebelah alisnya
"Siaaaapp, bantuin traktir aja dah lu mah cukup kok hahah" ujar Kevin yang malah di kelepak oleh Irfan
******
Kalau Sisahnya Decoration Cake gue berarti harus cari Referensi tentang Decoration cake, kalau Modeling? Mana mungkin sih Modeling?, paling Debora, tarik tambang palingan, gue ngga berharap kalau harus musik, gue nyerah kalau harus musik.
"Ice Cream Blueberry Rum 2 yah bang" ujar Pembeli
"di Cone atau di Cup kak?" tanya Kevin
"di Cone aja" ujar pembeli itu dan kevin pun mengScoupe Ice Cream pesanannya, selesai melayani Pembeli Kevin pun melanjutkan lamunannya
******
Di Rumah Kevin
" aku pulang" ujar Kevin sambil merapihkan Sepatunya
"Ice Cream Vanilla kakak" ujar adik Kevin yang berusia 9 tahun itu
"Habis makan Ice cream, jangan lupa sikat gigi oke?" seru Kevin kepda adik Perempuannya dan Kevin pun mengeluarkan 2 cup Ice Cream yang satu di berikan kepada adiknya, satunya lagi untuk ibunya.
"Ibu belum tidur? Ini sudah jam 10 malam?" tanya Kevin kepada Ibunya yang sedang sibuk dengan Pekerjaanya sebagai Penjahit
"ini lagi tanggung, sebentar lagi kelar setengahnya, makan lah, kemudian mandi dan tidur, kau terlihat semangkin kurus dan itu membuat ibu sedih" ujar Ibu Kevin dan di jawab oleh anggukan Kevin kemudian Kevin beranjak pergi ke kamar.
******
9.30 Am
FKIP Bahasa Inggris kelas 1B
Di keadaan apapun kelas ini selalu hening, mungkin kalau Gempa Bumi atau Teror Bom kelas ini barulah Ramai, tapi tidak juga, seseorang datang meneriakan nama Kevin membuat penghuni kelas 1B beralih ke arahnya.
"apa sih pan berisik banget, keknya lu doang yang doyan teriak-teriak di kelas gua, belum aja lu di lempar buku sama anak-anak" ujar Kevin
"Sorry yah Guys, mendesak nih hehe" ujar Irfan kepada penghuni kelas yang sibuk belajar menunggu jam kosong selesai, Irfan pun melanjutkan berbicara ke pada Kevin "lu Inget kan penjaga perpus yang waktu itu ada masalah sama elu?" tanya Irfan
"Iye inget lah yang bawel itukan? Baru berapa hari masalahnya" ujar Kevin
"tau gak dia sih, dia DIKELUARIN DARI KAMPUS kabarnya sih di keluarin sama Pangeran gara-gara masalah waktu itu" seru Irfan yang duduk di kursi kosong depan Kevin
"Demi apa? Padahal waktu itu pangeran bilang sendiri gak ada Hukuman" ujar Kevin yang bingung
"namnya juga di depan orang-orang, katanya sih sehari setelah masalah itu, tapi baru ketauannya sekarang, ternyata Pangeran itu enggak baik ya Kev, ngga ada manusia yang sempurna Kev" seru Irfan
"Ayo anterin gua sekarang" seru Kevin menarik paksa Irfan dari kelasnya
"kemana?" tanya irfan bingung
__ADS_1
"Ruangan Yang Mulia Pangeran" ujar Kevin kemudian berjalan keluar kelas dengan menarik tangan Irfan
"Kev tenang Kev selow.. tenang, tarik nafas dulu.." ujar Irfan yang menghentikan langkah Kevin
"Tenang?Selow? Palelu ayo cepet lah, ini juga kan salah gua" seru Kevin yang dengan cepatnya sudah berada di depan ruangan Pangeran
"Permisi, boleh saya masuk dan berbicara dengan Pangeran?" tanya Kevin sembari mengetuk pintu dan diulang berkali-kali
"Kev, di depan aja gak ada yang jagain ruangannya, berarti Pangeran ngga ada di tempat lah" seru Irfan
"Ohh iya, yaudah kita tunggu" ujar Kevin
"Tunggu? Emang lu gak ada Kelas lagi?" tanya Irfan
"nanti jam 11 ada, sekarang masih jam 10.30" seru Kevin, setelan penantian yang cukup lama, rombongan Pangeran pun keluar dari Ruang Kepala Yayasan yang berjarak 100 meter dari ruangan Pangeran, lalu dengan sigap Kevin menghampiri rombongan itu
"Pangeran aku ingin berbicara" ujar Kevin yang menghadang Rombongan itu, lalu dengan mudahnya Asisten Pangeran medorong Kevin hingga tersungkur karena menghalangi jalan Pangeran
"Berani sekali kau menghalangi jalan pangeran, sudah bosan kuliah di sini ?" seru Assiten itu dan Pangeran malah berhenti kemudian menghampiri Kevin yang sedang di bantu berdiri oleh Irfan
"Masuklah ke ruangan ku" ujar Pangeran kemudian melanjutkan jalannya memasuki Ruangannya, Kevin pun mengikuti perintah pangeran yang memang menjadi niatnya untuk berbicara empat mata dengan pangeran.
"Maaf sebelumnya saya kurang ajar bila saya menayakan hal ini, maaf saya minta maaf bila saya lancang menanya kan hal ini, Mengapa Pejaga Perpus di Keluarkan?" tanya Kevin
"saya sudah tau, pasti kau ingin menanyakan hal ini, dia telah melanggar peraturan Kampus." ujar pangeran
"tapi sesungguhnya itu adalah kesalahan saya yang terlah membuat keributan di Perpustakaan" ujar Kevin
"bukan hanya itu,Pulang terlebih dahulu tanpa ada yang menggantikannya, bagaimana bila Perpustakaan di tinggal tanpa ada yang jaga? Terlebih sekarang ini banyak buku yang sering hilang, itu adalah sebuah keteledoran dan itu kesalahan berat. Mengilangkan Pedoman Kampus adalah kesalahan besar" ujar Pangeran tegas
"ta..tapi waktu itu kau bilang tidak ada Hukuman?" tanya Kevin
"Maaf Kevin, peraturan tetaplah peraturan, kau juga sudah setuju ketika menandatangani dengan materai peraturan Kampus kan? Ohh iya, cara mu berbicara dengan menghadangku tadi juga termasuk pelanggaran, tapi kali ini kau ku maafkan, cepat kembali ke kelas mu dan Hargailah Dosen yang mengajar dengan jangan terlambat datang" seru Pangeran dengan Tegasnya, dan Kevin pun keluar Ruangan Pangeran tanpa dapat berkata apapun.
"Gimana Kev? Dia jahat kan? Dia pasti yang telah mengeluarkan Penjaga Perpus itu" Tanya Irfan
"Jangan bicara di sini" seru Kevin melirik Asisten yang berjaga di depan Ruangan Pangeran.
********
12.00 AM
Ruang FKIP Bhasa Inggris Kelas B
"Oke, aku tulis Semua perlombaan di papan tulis, semua harus ikut yah karena Beasiswa kita untuk 1 Kelas" ujar Debora " aku duluan yah, aku pilih Modeling, kalau ada yang lebih bisa Modeling bilang aja nanti aku bisa pilih yang lain" lanjut Debora, dan satu persatu Perwakilan Lomba terisi.
Tarik Tambang (- 1 orang \= Max 6 Orang)
Futsal (Terisi Full)
Music (max 5 Orang) (Kosong)
Cerdas Cermat (Ganesa)
Cake Decoration (Airin)
Athletic (Lari 100 m) (Terisi)
Badminton (Single) (Dimas)
Melukis (Terisi)
Modeling (Debora)
Photo (Bebas)(Agung)
"Kevin,Kev.." seru Debora memanggil Kevin kemudian menghampiri Kevin yang sedang melamun itu "Hei Kevin, Cepat pilih" ujar Debora yang mengagetkan Kevin
"ahh iya, tinggal apa?" tanya Kevin
"tinggal Tarik Tambang dan Musik, tapi kita sudah mengisi semuanya hanya kau lah yang belum, kau Musik saja" ujar Debora dan menyelesaikan pemilihan peserta LAK
"Ohh Music Oke.. Mu? Musik? Ah sungguh?" tanya Kevin yang kemudian maju ke Papan Tulis melihat posisi yang kosong, dan benar, yang terisia Hanya Tarik Tambang kurang 1 orang dan Musik, dirinya pun pasrah
"Oke mulai besok berlatihlah" ujar Debora
"tunggu, sepertinya ada yang belum memilih, Mahasiswa dan Mahasiswi di kelas ini kan ada 20 orang, satulagi?" tanya Kevin sambil memperhatikan papan tulis memperhatikan nama yang belum berpartisipasi, lalu seseorang keluar dari bangku untuk beranjak pergi dari kelas, namun Kevin menahannya
"Kau, emmm Rijal, mau kemana? Kau belum ikut kan?" tanya Kevin yang kemudian menghampirinya
"apa peduliku" ujar Rijal kepada Kevin yang menghalangi jalannya, namun Kevin menghadangnya lagi
"kau harus turut berpasrtisipasi, ini adalah kerja sama untuk beasiswa kita" ujar Kevin dan yang lain hanya memandang sedu perdebatan ini
"Beasiswa? Kita? Sejak kapan aku di anggap oleh kalian? Aku hanya memenuhi kelas ini dengan tubuh besar ku, ketika di perlukan saja kalian menganggap ku ada, dan aku tidak perlu Beasiswa itu" ujar Rijal kemudian pergi dengan menyenggol bahu Kevin keras, yang lain hanya menundukan wajah dengan perasaan murung
"Posisi apa yang seharusnya di isi Rijal?" tanya Kevin
"Tarik Tambang kalau kau memilih Musik, tetapi kalau kau memilih tarik tambang, maka kita tidak memiliki wakil di musik" ujar Debora
"menurut ku untuk Musik kita sudah pasti tidak akan lolos, kau lebih baik bergabung dengan Tim Tarik Tambang, terlebih 2 orang dari Tim tarik tambang adalah Wanita" ujar Dimas
__ADS_1
Bersambung...