
Kelas 1B Bahasa Inggris 3 Hari setelah LAK
"lu merhatiin gak sih waktu kemarin di Aula?" tanya Kevin kepada Irfan yang sedang duduk berhadapan, di jam kosong.
"kagak, merhatiin apaan? gua malah merhatiin lu terus di Aula takut pingsan doang, udah kayak orang sakaratul maut kemarin." seru Irfan yang mendapat pukulan dari buku yang di gulung Kevin
"gue serius! Yang Mulia Maha Guru ngeliatin gue terus, gimana sih orang kalau di liatin terus kan pasti dia merasa lama kelamaan." ujar Kevin
"ngeliatin gua kali, kan gua calon pangeran dari keguruan, emang lu siapa?" ujar Irfan yang malah medapatkan pukulan buku berkali-kali dari Kevin, dan Irfan melindungi kepalanya.
"emosi lama-lama ngomong sama elu, tapi ada benernya juga sih soalnya kan lu nempelin gua mulu, kek abis dari kuburan gua di tempelin mulu" ujar Kevin.
Sedang asik-asiknya mereka berbincang, tiba-tiba seseorang berpakaian rapi datang sembari mengatakan dengan suara lantang di kelas mereka "Yang Mulia Pangeran datang!".
Kelas yang sebelumnya ramai dengan obrolan kini hening, begitu pun Irfan yang di usir oleh teman Kevin yang bangkunya di duduki Irfan, Irfan bingung mencari bangku kosong, dan akhirnya ia menemukan tepat di belakang Kevin, di baris ketiga. Semua orang di minta berdiri sebagai penghormatan. Pangeran pun masuk dengan kharismanya yang membuat Debora yang berada di samping Kevin tersenyum sendiri dan membuat Kevin mengerutkan dahinya.
Pangeran masuk dan berdiri di depan, setelah sampai di depan papan tulis, ia meletakan telapak tangan kanannya di dada kiri sebagai tanda penghormatan juga dan tanda agar semuanya duduk kembali (seperti yang tertulis di buku Sejarah Kemaharajaan) setelah itu ia mulai berbicara.
"Selamat Pagi kelas 2B Bahasa Inggris" ujarnya dengan senyuman dan di jawab selamat pagi kembali oleh seluruh penghuni kelas. "Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada kelas 2B Bahasa Inggris karena sudah menjadi Juara di Univeritas ini, karena memang Keguruan saja yang mengadakannya." ujarnya yang kemudian bertepuk tangan, namun ia hanya seorang diri bertepuk tangan. Karena peraturannya hanya boleh bertepuk tangan setelah Pangeran Kampus atau Raja Kampus selesai melakukannya. Kevin memperhatikan dengan serius wajah pangeran yang sedang berbicara manis tersebut, di balik wajah yang tampan dan kata-kata yang manis kebalikan dari hatinya yang membuat Kevin teringat akan kejadian di perpustakaan yang mana Pangeran mengatakan tidak akan ada hukuman, tetapi penjaga perpus itu malah di pecat olehnya. Lalu Pangeran melanjutkan "Perjuangan keras kalian memang patut di apresiasi, semangat juang yang tinggi dan solidaritas tanpa henti"
Setelah itu pasukannya membagikan makan siang ke semua Mahasiswa di kelas secara merata kemudian mengucapkan selamat makan, dan semuanya berdiri karena Pangeran menyudahi kunjunganya. Semuanya duduk kembali setelah pangeran meletakan telapak tangan di dada kirinya dan kemudian pergi dari kelas Kevin. Kevin terus memandanginya dengan wajah kebencian sampai tidak sadar Debora di sebelahnya memanggil.
"Kevin" panggil Debora dengan tepukan tangan di depan wajah Kevin yang masih memandangi pintu keluar itu.
"Ah, iya?" jawab Kevin yang sedikit terkejut
"kenapa sih lu?" tanya Debora
"ahh enggak, gak papa, kenapa emang?" tanya Kevin balik kepada Debora yang sedang melihat makanan yang di berikan Pangeran
"lu dapet lauk apa?" tanya Debora
"ini Rendang" ujar Kevin kemudian Debora meminta menukar dengan miliknya dan di jawab dengan anggukan oleh Kevin.
"pagi-pagi ngasih nasi, kampungan banget sih jadi Pangeran" ujar Irfan yang beranjak dari kursi di belakang Kevin dan berjalan ke samping Kevin
"ehh, lu kok dapet, lu bukan kelas gua" seru Debora protes dan teman-teman sekelas Kevin memperhatikan Irfan, sebelum di tangkap, Irfan pun melarikan diri keluar. Setibanya di pintu kelas, langkahnya terhenti karena segerombolan orang berpakaian rapih menghadangnya untuk keluar, alahasil Irfan kembali ke kursi tadi. Ternyata yang datang adalah Yang Mulia Mahaguru dengan cara penyambutan seperti pada peraturannya.
"Selamat pagi menjelang siang 2B Bahasa Inggris yang sekarang sudah menjadi 2B Bahasa Inggris. Selamat datang di semester baru, saya akan terus mengingatkan bahwa final pemilihan calon pangeran kampus akan di laksanakan pada semester 3 yaitu akhir tahun. Jadi, untuk kalian yang sudah terpilih tolong jaga nama baik Prodi, Fakultas, dan Universitas Maharaja, untuk tidak mengikuti segala macam bentuk unjuk rasa, bekata kurang sopan dan..." ucapan Wakil Mahaguru terhenti karena Irfan tiba-tiba berdiri dan meninggalkan kelas dengan wajah yang tidak enak di lihat, orang-orang di kelas pun hanya memperhatikan tingkah Irfan yang sangat mengejutkan. "..dan meninggalkan kelas tanpa izin" lanjut Wakil Mahaguru yang mana Maha Guru tidak dapat hadir di karenakan ada urusan. Setelah itu Wakil Mahaguru dan anggotanya pun meninggalkan kelas 2B Bahasa Inggris.
Pulang sekolah Kevin mencari Irfan di kelasnya namun tidak ada, Kevin tahu kemana Irfan pergi yaitu ke danau, dan setibanya di danau Kevin melihat Irfan yang sedang melempar batu pipih ke arah danau.
"Merusak ekosistem dan fasilitas di Universitas Maharaja Pasal 3 ayat 6 mendapatkan kartu merah" seru Kevin yang berkata sambil menghampiri Irfan yang sedang gelisah itu.
"Peraturan peraturan pasal pasal.. semuanya ribet" ujar Irfan yang kemudian duduk sambil menunduk di bangku panjang tepi danau dan Kevin menghampiri Irfan untuk duduk di sampingnya.
"emang kakak lu bilang apa?" tanya Kevin yang sekarang memperhatikan wajah kacau Irfan
"hah? kakak gua?" tanya Irfan yang sekarang memandangi Kevin
"gue udah tau semua" ujar Kevin
"Tau? tau apaan?" seru Irfan yang menormalkan posisi duduknya
"Yang Mulia Mahaguru itu kakak lu kan?" ujar Kevin. Dan Irfan mengarahkan bola matanya ke bawah, bahwasanya Kevin sekarang tau Mahaguru adalah kakaknya.
"dia tuh gak pernah mau ngalah, kenapa gua? kenapa harus gua terus yang ngalah buat nerusin perusahaan ini" ujar Irfan yang mengeluh kepada Kevin
"nerusin perusahaan ini? maksudnya?" seru Kevin yang sedikit kebingungan dan kemudian menatap serius wajah Irfan. Dan Irfan menyadari bahwa hanya beberapa hal saja yang di ketahui oleh Kevin tentang dirinya selama ini.
__ADS_1
"iya, maksudnya perusahaan itu usaha buat jadi Prince" seru Irfan yang menjawab dengan ragu pertanyaan Kevin. Setelah itu Irfan berdiri membelakangi Kevin yang sedang duduk. " gue kan pengen bebas. lu juga tau kan, kalau jadi Prince itu lu harus mengabdi sama Universitas ini " Irfan melanjutkan.
"ayo kita lakukan sama-sama!" ujar Kevin sembari menghampiri Irfan seraya memegang bahu kanannya yang membuat tubuh Irfan tegang seketika, dan Kevin melanjutkannya lagi sembari menarik bahu Irfan yang tegang "gue juga akan jadi... pendukung lu di belakang layar, gue bantu doa" ujar Kevin yang kemudian pergi meninggalkan Irfan.
"bantu doa doang gak berasa, bantuin teraktir dong!" ujar Irfan yang berteriak karena Kevin sudah berjalan menjauh.
"lu mau balik gak? gua mau traktir Tea sisri" balas Kevin tanpa menoleh
"Tungguim gua" teriak Irfan yang kemudian menyusul Kevin
*****
Di gerbang Universitas
"kemana sih nih bocah, kalau dia telat pasti ada aja masalah nih nanti" gerutu Kevin. Ketika Kevin memutarkan tubuhnya, benar saja seseorang yang posturnya lebih tinggi berkulit putih yang sedang terburu-buru menabrak Kevin hingga terjatuh membuat Handphone yang di pegangnya pun terpental dan retak. Dengan sigap Kevin langsung mengambil Hendphonenya itu dan mendengar permintaan maaf dari pelaku. Kevin mengenal suaranya. Tepat sekali, Pangeran Kampus.
"maaf?" seru Kevin yang membuat Pangeran Kampus yang tanpa pengawalan itu berhenti melangkah dan menghampirinya. Kemudian Kevin meneruskan perkataanya "apakah kata maaf bisa mengembalikan Handphone ini kembali seperti semula" ketusnya
"baiklah" ucap sang Pangeran Kampus lengkap dengan memalingkan matanya dan memberikan sejumlah uang karena melihat Handphone Kevin retak lumayan parah akibat perbuatannya.
"apakah maaf dan uang ini bisa mengembalikan orang yang sudah di keluarkan?" ujar Kevin dengan nada emosi. "gak perlu!" lanjutnya sambil mendorong tangan yang meyodorkan uang itu lalu Kevin pergi. Tak lama Irfan mucul dan memberikan salam kepada Pangeran, Irfan pun keheranan dengan kejadian yang tidak di ketahui Irfan antara Pangeran Kampus dan Kevin. Setelah itu Irfan mengejar Kevin yang berjalan cepat. Sedangkan Pangeran hanya diam membeku atas perkataan Kevin.
"Kevin, lu kenapa? ada apa sama Pangeran?" tanya Irfan yang masih mengejar temannya itu.
"udah lu ikut aja" seru Kevin yang bergegas menuju angkutan umum di ikuti Irfan.
"lu mau Tea Sisri gak?" tanya Irfan.
"gua gak haus!" seru Kevin dengan ketusnya, dan Irfan membatalkan diri untuk membeli teh favoritnya itu karena Kevin sudah di dalam angkot. Ketika di dalam angkot Irfan sangat khawatir dengan keadaan Kevin dan ingin menanyakan sesuatu tapi Irfan ragu-ragu. Kemudian Kevin memnita turun kepada supirnya.
"kok turun di sini?" tanya Irfan yang benar-benar bingung karena mereka tidak berhenti pada tujuan seharusnya yang Irfan ketahui, Kevin pun tak menjawab apa-apa. Irfan terus membuntuti Kevin di belakang sembari memperhatikan sekitarnya, daerah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Tiba-tiba Kevin berhenti mendadak yang membuat Irfan terkejut. Kevin menarik tangan Irfan untuk bersembunyi di balik tembok perismpangan.
"lu liat tuh." seru Kevin menunjuk dengan tangannya.
"coba perhatin lagi" ujar Kevin yang terus memantau keadaanya agar tidak ketahuan.
Irfan pun sadar dan membelalakan matanya yang kemudian menghadap Kevin karena mengetahui siapa orang yang Kevin maksud. Mantan penjaga perpustakaan yang sedang memunguti botol bekas dari rumah ke rumah dengan memikul karung. Irfan terus memandangi wajah Kevin yang tak teralihkan pandangannya memperhatikan mantan penjaga perpus itu. Irfan pun tau bahwa Kevin sangat membenci Pangeran Kampus karena mengeluarkan penjaga perpus, karena hal ini Kevin sangat mengutuk perbuatan pangeran kampus.
Tak jauh dari situ Kevin pergi ke sebuah gudang penjual rongsokan dan membeli sekarung botol bekas, dan mengajak Irfan dengan memiringkan kepalanya untuk mengikutinya. Setelah sampai tempat yang di tuju, Kevin membuang botol-botol itu ke setiap tempat sampah di sebuah gang. Setelah botolnya habis di buang oleh Kevin, ia pun bersembunyi di balik gang lain. Benar saja, mantan penjaga perpus itu mengabil botol-botol dengan perasaan senang sekali, karena ia mendapatkan botol yang sangat banyak.
Irfan daritadi hanya memperhatikan kegiatan Kevin itu karena Irfan masih terkejut atas apa yang telah terjadi.
Setelah melakukan kegiatan mengejutkan itu, Kevin berjalan menuju jalan raya sambil merentangkan tangannya yang pegal seraya merasakan kesejukan sore hari. Mereka pun berhenti di sebuah pedang minuman untuk menghilangkan dahaganya.
"udah berapa lama lu tau dia kayak gitu?" tanya Irfan sembari menyeruput tea favoritnya.
"lumayan lama, seminggu setelah di dia di keluarin kalau gue gak salah inget. Pas gue lagi naik angkot, gue ngieliat dia di jalan, gue berhenti dong, terus gue ikutin." ujar Kevin sembari mengocok minuman yang di genggamnya.
"elu ngeliat terus diem aja gitu gak cerita ke gua?" tanya Irfan
"elu yang waktu itu sibuk banget, sampe lupa sama gua." ujar Kevin dengan nada menyindir.
"iya, iya maaf" seru Irfan.
"Ohh iya, gue lupa tanya sama elu. Motor yang waktu itu punya siapa?ngembat di mana lu?" tanya Kevin yang keheranan
"***** ngembat, kagak lah" seru Irfan yang membuat Kevin memiringkan kepalanya keheranan seraya menunggu jawaban dari Irfan. "itu punya abang gua, iya abang gua yang pertama" lanjutnya dengan terbata-bata.
"emang abang lu ada berapa sih?" tanya Kevin yang sedikit bingung sambil beranjak untuk melanjutkan perjalanan mereka pulang. Irfan di belakang sedang mengelus dadanya karena bisa mejawab pertanyaan spontan Kevin.
__ADS_1
*****
"Spesial Moccachino buat komposer gua." ujar Kevin sembari meletakan minuman favorit Baim yang di berikannya secara geratis untuk merayakan atas kemenangan kelasnya.
"jadi cuma Baim doang yang di traktir." ujar Melanie yang tiba-tiba datang dari balik pintu masuk dan menghampiri mereka.
"ada tamu spesial juga, mau apa tamu spesial kita?" tanya Kevin
"Milkshake banana, please." ujar Melanie sembari duduk.
"siap" jawab Kevin kemudian Kevin membuatkannya. setelah selesai Kevin langsung memberikan kepada Melanie dan ikut nimbrung bersama.
"emm, mas, kok Milkshakenya baunya begini?" tanya Melanie yang berlagak formal bahasanya.
"memangnya baunya kenapa kak?" tanya kembali Kevin.
"bau-bau kemenangan gitu." ujar Melanie yang membuat semuanya tertawa.
******
Kelas 2B Bahasa Inggris
"Mister minta kalian cari macam-macam pendekatan dalam pembelajaran dan pendekatan apa yang akan kalian pilih dalam mengajar Bahasa Inggris, minggu depan kita bahas ya." ujar Mr Cedric seraya mengakhiri penajaran di jam terakhir.
"lu lagi di mana?temenin gua ke perpus yuk" pesan terkirim kepada Melanie
lalu Melanie mengirimkan sebuah gambar bahwa dirinya telah terlebih dahulu berada di perpustakaan.
"sial lu udah ngeduluin gue, otw" pesan terkirim kepada Melanie.
Setelah mengirimkan pesan itu Kevin bergegas menuju perpustakaan. Ketika sedang berjalan di koridor kampus, Kevin melihat Pangeran Kampus yang baru keluar dari ruang dosen fakultasnya lalu ia bersembunyi agar tidak ketahuan, padahal Kevin memang malas berpapasan dengan orang itu. Setelah Pangeran Kampus menjauh Kevin melanjutkan perjalanannya ke perpus untuk mencari buku mengenai macam-macam pendekatan dalam pembelajaran sekaligus bertemu dengan Melanie.
******
Dirumahnya, Kevin sedang membungkus dengan kardus kue-kue yang di pesan orang kepada ibunya. Di sebelahnya ada Lia yang sedang sibuk dengan handphone yang di pinjamkan Kevin untuk menonton youtube lagu anak-anak, sedangkan ibunya sedang menuliskan harga dan alamat serta nama pemesan kue yang sedang Kevin bungkus itu. Sedikit hafal lagunya Kevin pun ikut bernyanyi bersama adiknya.
"bu, ibu ngerasa ngga sih, akhir-akhir ini kok orderan kue banyak banget ya?" tanya Kevin.
"yah namanya rejeki Vin, gak ada yang tau. Ibu mah bersyukur aja." ujar Ibunya menjelaskan. Dan di jawab gumaman oleh Kevin.
"Sudah selesai, ini yang mana yang akan di antar sekarang bu?" tanya Kevin sembari mensejajarkan kue-kue itu.
"Yang ini ke bu Imas, Kastengel ke bu Bambang, Bolu kukus ke bu Marwah sudah. Oke, yang sore ini di kirim kue yang ini" ujar sang Ibu sembari meletakan di meja ruang tengah.
"aku ambl jaket dulu" seru Kevin dan kemudian langsung mengantarkannya sekaligus.
Tak terasa perjalanannya mengantarkan kue itu hingga menjelang maghrib. Ketika Kevin akan memasuki gang, Kevin melihat seseorang yang tidak asing di matanya. Dan benar, dia lagi Pangeran Kampus yang melintas menggunakan motor. Sembari berjalan Kevin berfikir ada urusan apa Pangeran Kampus berada di sekitar rumahnya, sesekali ia menoleh ke belakang lagi dan meneruskan perjalanannya. Di tengah lamunannya sambil berjalan, seseorang mengagetkannya.
"ngelamun mulu" ujar Irfan yang sedang menggendong adiknya itu. "gue telfon gak di angkat, ternyata Hpnya di tinggal" lanjut Irfan.
"ngapain lu ke sini, pulang sono, gak mau gue bertemen sama orang males." ujar Kevin kemudian berjalan mendahului langkah Irfan.
"males apaan sih, kan gue bilang ada urusan keluarga." seru Irfan yang menanggapi serius padahal Kevin hanya bercanda.
"iya iya ih, serius banget lu." ucap Kevin sembari mengeluarkan loyang-loyang kue.
"gak ada yang mau di anter lagi nih bu?" tany Irfan kepada ibunya Kevin.
"udah di anter semua barusan sama Kevin.'" seru ibunya Kevin.
__ADS_1
"tau, telat lu, hidup lu telat terus!" timpal Kevin meneruskan perkataan ibunya. "mending sekarang lu guntingin tuh kertas minyak" ujar Kevin melanjutkan. Dan di sambut kegirangan oleh Irfan.
*******