Universitas Maharaja

Universitas Maharaja
Kebenaran yang Terungkap


__ADS_3

Kelas 2B Bahasa Inggris


Di jam istirahat, Kevin ingin keluar kelas bertemu dengan Melanie dan Irfan. Namun niatnya itu tertunda di karenakan seseorang yang ia tau suaranya memanggil namanya.


"Kevin!" ujar Debora memanggil Kevin dan Kevin memutarkan badannya sambil menunjuk dirinya seraya memastikan apakah Debora benar-benar memanggilnya. "Iya, duduk sini." lanjut Debora. Kevin pun menuruti perkataan Debora untuk duduk di kursi yang di sediakan untuknya dengan posisi menghadap teman sekelasnya. Benar sekali, Kevin akan di introgasi.


"Kami rasa, kami perlu mempertanyakan ini." ujar Agung


"Iya, kami semua kecewa sama elu." ujar Ganesa, lalu Debora yang berdiri di samping Kevin mengetuk papan tulis untuk memperingatkan yang lain agar berkata satu persatu.


"kenapa lu gak kasih tau kita bahwa elu jadi Calon Prince? kita semua jadi merasa di bohongi lu karena gak terbuka sama kita." tanya Debora.


"Sudah? Oke, gu jawab. Jadi gini, kecewa kalian gue terima, dan gue minta maaf juga. tapi jujur gue sendiri baru tau dari papan pengumuan itu, sama seperti kalian. Begitupun Melanie dan Irfan, mereka juga kaget" seru Kevin membela dirinya.


"Iya, kami berdua juga kaget kok tiba-tiba papan itu memasang foto Kevin sebagai Calon Prince" ujar Melanie yang memasuki kelas Kevin bersama Irfan dan berdiri di samping Kevin.


"Karena selama ini kita berkomitmen untuk saling kompak tanpa menyembunyikan apapun" ujar Dimas 


"aku membaca di buku pedoman Universitas Maharaja, memang ada beberapa kebijakan yang tidak masuk akal, seperti memilih secara sepihak Calon Prince" ujar Rijal menambahkan.


"Baiklah, karena ini sudah di klarifiasi, kami semua juga minta maaf kalau memang ada beberapa hal yang tidak kami ketahu" ujar Debora mewakili yang lainnya. 


*****


14.00 adalah jam sakral di mana beberapa peraturn penting sudah tidak menjadi tanggungjawab sekolah. Di waktu itu pun Kevin, Irfan dan Melanie masih berada di sekolah. Lebih tepatnya di UKS untuk memberikan perawatan kepada kakinya Kevin yang dalam masa penyembuhan.


"gimana rasanya?" tanya Melanie


"rasanya lega banget, bisa ngalahin orang yang selalu gangguin gue, udah baikan sama temen sekelas." ujar Kevin yang malah mendapat pukulan oleh Melanie di kepalanya.


"bukan itu, kaki lu gimana? masih sakit ?" seru Melani


"agak mendingan sih, kan ada kalian yang selalu meringankan rasa sakit gue" ujar Kevin yang malahan mendapatkan sentilan di perban kakinya. Irfan sedang memantau keadaan luar dari  kaca UKS, kemudian ia memberika tauukan Kevin dan Melanie ada yang memperhatian mereka dan memfoto mereka yang sedang di UKS. 


Melihat itu Irfan langsung mengejarnya, begitu pun dengan Kevin dan Melanie. Melanie bingung, Irfan berlari ke arah kanan, sedangkan Kevin berlari ke kiri. Sebelum mengejar salah satu dari mereka,  Melanie harus mengunci ruang UKS terlebihdahulu, dan kemudian Melanie lebih memilih mengejar Kevin yang sedang kurang sehat kakinya itu.


Kevin berlari ke arah kiri ternyata mengejar Pangeran Kampus yang sangat mencurigakan juga gerak geriknya. Kevin mengikuti Pangeran Kampus yang melewati jalan setapak menuju Fakultas Pariwisata. 


Sesampainya di Fakultas, Kevin melihat Pangeran berbelok ke kanan dari koridor. Merasa di ikuti, Pangeran berdiam sejenak dan kembali melihat sekeliling. Di tempatnya berdiri itu adalah gudang Fakultas Pariwisata. Dengan berani Kevin menghampirinya dan memanggil namanya kemudian mendekat.


"Richard! ketauan ya, mencurigakan banget. Mau ngerencanain apa lagi lu?" tanya Kevin. Kemudian terdengar suara Melanie memanggil Kevin. Dengan sigap Pangeran kampus membekap mulut Kevin dan membawanya ke dalam gudang itu. 


Karena sudah lelah memanggil nama Kevin dan hari sudah menjelang sore, Melanie memutuskan untuk kembali ke UKS.


Di dalam gudang itu Kevin melihat banyak sekali botol-botol bekas dan di dalam sana juga ada Kak Maria alias Putri Kampus.


"lu bawa siapa?" tanya Putri Kampus kepada Richard.


"bocah ini ngikutin gua daritadi, gua bawa masuk aja daripada yang di luar pada tau." ujar Richard kepada Maria.


"ohh iya, dia kan yang kemarin ngajakin lu ribut di pintu keluar ya?" ujar Kak Maria dengan nada ketawa


"makannya, emang nih bocah demen banget gangguin gua." ujar Richard.


"nunggu apa lagi? langsung beresin." ujar Kak Maria yang membuat Kevin terkejut sembari memberikan pose perlindungan, padahal Richard dan Maria ingin mengabil sesuatu yang berada di samping Kevin.


"jangan di liatin, suka gak jelas bocah ini" ujar Richard yang masih melihat Kevin dengan pose berlindungnya.


Yang di maksud beresin Maria adalah mereka membereskan botol-botol yang berserakan ini untuk di masukan ke dalam karung. Setelah semuanya beres, Richard keluar duluan memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya sembari membawa 2 karung botol bekas itu. Kemudian Richard memberika kode aman berupa anggukan kepada Maria, dan Maria mengikuti Richard. begitupun dengan Kevin yang membututi bingung kelakuan Prince dan Primcess kampus itu.


Kevin mengikuti mereka melalui jalan rahasia, dan tiba di jalan raya di mana di sana sudah terparkir Mobil Richard. Di masukannya lah Karung-karung berisi botol itu melalui pintu belakang mobil Richard. 


"mau ikut gak?" tanya Richard dan Kevin pun mengangguk, lalu duduk kursi belakang. Mobil pun jalan entah kemana karena Kevin tidak mengetahuinya. Tapi Kevin punya firasat baik.

__ADS_1


"ngebut chad, kalau kesorean dia udah pergi." ujar Maria yang kemudian Richard mempercepat laju mobilnya. Mobil pun berhenti karena sudah sampai tujuan. Kevin salah, teryata ia mengetahui tempat ini.


"Mau ikut gak?" tanya Richard kepada Kevin.


"gile lu, kakinya lagi sakit. udah lu di mobil aja" ujar Maria menjawab Richard seraya meminta Kevin untuk mengikuti perkataanya. 


Kevin meliat Pangeran dan Putri kampusnya itu melakukan persis seperti apa yang Kevin lakukan waktu itu. Membuang botol-botol bekas itu ke tempat sampah secara merata. Mereka pun kembali dan memperhatikan dari dalam mobil mantan penjaga perpus kegirangan mengambil botol bekas itu.


"jadi Calon Pangeran sibuk ya? sampe lupa begini lagi" ujar Kak Maria.


"dia mah sibuk ngikutin gua, ngalingin gua jalan banyak lah kegabutannya." seru Richard menjawab pertanyaan Maria, dan Kevin hanya menutup wajanhnya malu, sangat malu.


Kevin meminjam Handphone Kak Maria untuk menghubungi Hpnya yang tertinggal di UKS, menghubungi Irfan dan Melanie agar pulang dan mengantarkan Hp beserta Tasnya ke rumah Kevin, karena Richard langsung mengantarkannya pulang.


******


Toko Ice Cream


Dalam lamunanya sambil memangku dagunya di atas etalase, Kevin terus memikirkan Pangeran Kampus yang juga melakukan kegiatan sepertinya membantu mantan penjaga perpus. Tapi kenapa Pangeran Mengeluarkannya? Lalu ketika Kevin kehilangan bukunya, apakah buku yang waktu itu di bawa pangeran ketika keluar dari ruang dosen Fakultas Keguruan adalah miliknya? di lapangan Badminton juga ada Pangeran Kampus juga ini (kaca toko yang sedang diperbaiki tukang). Apakah semua ini ada kaitanya dengan dia? 


"20 ribu" ujar Kevin yang melhat Baim mengambil roti di samping Kevin


"gue kira elu gak sadar, lagian ngelamun terus." ujar Baim


"menurut elu, ada gak sih orang yang besok baik, terus besoknya lagi jahat?" tanya Kevin kepada Baim yang sedang menguyah rotinya.


"yah ada aja sih, karena kebaikan dan kejahatan itu kan selalu berubah-ubah dalam diri manusia. Tergantung manusianya, apakah dia akan mempertahankan kebaikan atau mengikuti kejahatan" ujar Baim.


"tapi ini parah banget" ujar Kevin sambil memandangi Kaca yang sedang di perbaiki


"kalau orang itu yang melakukannya, dia bener-bener orang jahat which is dia bener-bener gak suka sama elu" ujar Baim yang juga ikut memperhatikan pekerjaan tukang yang sedang memperbaiki tokonya Kevin.


*****


"terus kata Manager lu gimana?" tanya Melanie


"dia bilang emang kacanya mau di ganti yang lebih tebel sebelum pecah itu." ujar Kevin


"apapun alasannya ini udah parah banget sih, kita harus laporr polisi." ujar Irfan dan mendapat anggukan dari Melanie


"tapi kita harus tau dulu motif dia melakukannya apa." seru Kevin


"yah jelas dia gak suka sama elu, terlebih minggu depan adalah penobatan resmi elu jadi Pre-Prince yang akan di Training selama 6 bulan." ujar Melanie


"tunggu bentar, gue mau tanya sesuatu" ujar Kevin yang tiba-tiba beranjak, membuat Melanie dan Irfan keheranan. Di perjalanan meninggalkan kantin, seseorang menumpahakn ice cream ke sepatunya Kevin.


"maaf, aku gak sengaja" ujar orang itu. Kejadian ini sontak menjadi tontonan. Melanie dan Irfan pun menghampiri Kevin.


"sengaja atau tidak sengaja kau harus tetap membersihkannya" ujar Kevin yang tegas. Membuat Melanie dan Irfan saling bertatapan. Ketika orang itu akan membersihkannya dengan tisseu, Kevin mengambil tisseunya. "Tidak ada yang perlu di lihat, atau mata kalian akan menatap buku selama 5 jam" ujar Kevin yang mengacam dan kemudian pergi di ikuti Melanie dan Irfan.


"tuggu sini, gue lagi ada keperluan sendiri" ujar Kevin kepada Melanie dan Irfan sembari berbalik badan lalu pergi meninggalkan sahabatnya itu yang akhirnya kembali ke kantin. 


Kevin ingin mempertanyakan semuanya kepada Pangeran Kampus. Tiba lah ia di depan Ruang Kemaharajaan dan di persilahkan masuk.


"kalau ingin ngajak ribut lagi, gua lagi gak pengen" ujar Pangeran Kampus yang berbicara tidak formal


"maaf Pangeran, saya hanya ingin mempertanyakan beberapa hal" ujar Kevin yang kemudain di persilahkan duduk oleh pangeran.


"Ohh begitu. Baiklah, anda di persilahkan untuk berbicara dan bertanya" ujar Pangeran Kampus yang kembali formal bahasanya. Ketika Kevin sedang membuka mulutnya untuk berbicara, beberapa orang masuk tanpa izin. Putri Kampus.


"bisa kan masuk ketok dulu atau izin dulu?" tanya Pangeran kepada Putri kampus.


"sorry, gue kira gak ada orang, lagi gak ada yang jaga." ujar Putri Kampus.

__ADS_1


"emang gak ada yang jaga?" tanya Pangeran kepada Kevin dan Putri Kampus. Putri kampus mengangkat Bahunya, dan Kevin menggelengkan kepalanya.


"kapret nih si domba, kelayapan mulu." ujar Pangeran kesal.


"chad, ambilin minum deket lu situ" ucap seorang asisten Putri Kampus yang meminta Pangeran mengambikan air mineral gelas. dan Pangeran mengambiklannya kemuidan memberikan ke mereka dan kembali duduk berhadapan dengan Kevin.


"pegel juga lama-lama gue, Kuliah suruh pake Heels terus. Engap!" seru sang Putri sembari melepaskan sepatu heelsnya. Lalu Putri berjalan sambil minum ke arah Pangeran dan duduk bersandar di pinggiran kursi Richard. "siapa? emmm Kevin ya?" mau ngajakin ribut lagi? Ladenin chad" ujar sang Putri.


"maaf, tidak Putri" jawab Kevin sigap.


"dia mau tanya sesuatu katanya" ucap Richard.


"Ohh gitu, gue mau ikut denger dong" ujar sang Putri yang benar-benar membuat Kevin terkejud dengan tingkahnya yang tidak formal itu. Lalu pangeran memberikan anggukan seraya mengizinkan Kevin untuk bercerita dengan kehadiran Putri Kampus dan 2 asistennya.


"maaf pangeran, saya ingin bertanya apakah pangeran ada hubungannya dengan buku saya yang hilang di ruang dosen fakultas keguruan, karena pada saat itu saya melihat Pangeran keluar dari sana di waktu yang sama" ujar Kevin. 


"ohh yang waktu itu, buku merah bukan sih?" tanya Pangeran dan di jawab anggukan oleh Kevin


"ohh yang elu lagi minta donasi dari masing-masing fakultas buat mantan penjaga perpus?" tanya Putri kepada Pangeran.


"ahh iya bener, soalnya donasinya gak boleh ketauan komite." ujar Pangeran dan 2 asisten di belakang tertawa. Kevin pun jadi malu atas perkataanya.


"ke sempil kali buku lu de." ujar kakak kelas atau asissten Putri kampus yang sedang duduk di belakang.


"lalu ketika pulpen saya hilang di kanting, dan ada kak Baeni asisten Pangeran." ujar Kevin memberikan pertanyaan selanjutnya.


"si domba lagi kita suruh buat ngumpulin botol bekas yang kemarin kita kasih." ujar Kak Maria. "ayo apa lagi?" lanjut Kak Maria.


"lalu di lapangan Badminton, Pangeran berada di sana?" ujar Kevin


"sebelum pulang, saya selalu pergi ke petugas kebersihan untuk meminta botol bekas, nah pada waktu itu juga saya heran kok masih ada kegiatan Badminton, saya ingin masuk tapi petugas kebersihan itu meminta saya membawa botol itu segera" ujar sang Pangeran. "saya melihat kamu kok kemarin, maaf ya saya gak bisa bantu. Memang untuk menjadi Pangeran itu cobaanya sangat banyak dan berat" lanjut Pangeran. Dan Kak Maria menyetujuinya dengan anggukan kemuidan menambahkan "kamu udah denger belum? di angkatan saya ada yang bunuh diri meloncat dari gedung di samping danau? dia gak kuat, padahal saat pengumuman dia lah yang harusnya jadi Putri kampus."  Perkataan kak Maria itu mengingatkan Kevin akan Mahasiswi yang memberikannya motivasi di danau. "teman dekatnya jadi gangguan mental dan sering bicara sendiri seakan sahabatnya masih ada bersamanya" lanjut Kak Maria.


"baik lah, sebelum itu mari kita berikan tepuk tangan karena Kevin sudah melewati tahap pertama dalam perjuangannya menjadi Pangeran Kampus" ujar Pangeran dan seisi ruangan bertepuk tangan. Kevin tersenyum melihat itu.


"terakhir pangeran" ujar Kevin yang kemuidan menunjukan gambar di Handphonnya. yaitu foto CCTV motor yang sedang melempar batu ke arah tokonya, foto kertas yang bertuliskan dan foto plat nomor yang di dapatkan oleh Irfan. Foto-foto ini membuat Pangeran dan Putri bertatapan satu samalain. Wajah mereka menujukan ekspresi terkejut seakan kejadian ini di luar pemikirannya. Putri pun beranjak dan berdiri di belakang Kevin.


"hari ini kita rapat besar ya, saya mau semua perwakilan fakultas hadir" ujar pangeran yang tiba-tiba menjadi tegas dari kata-katanya. "ada lagi yang mau di sampaikan?" tanya Pangeran.


"siap Pangeran" semua orang di rugan sambil berdiri tegap terkecuali Kevin.


"Cukup Pangeran, terimaksih atas waktunya" ujar Kevin yang kemudian beranjak pergi. Ketika akan membuka pegangan pintu Kevin ditahan dengan kata-kata pangeran.


"dan kamu harus tau, yang mengeluarkan penjaga kampus adalah Komite sekolah. Saya dan Putri tidak bisa berbuat apa-apa." ujar Pangeran. Lalu Kevin melanjutkan untuk pergi dari Ruang Kemaharajaan. Setelah Perginya Kevin, semua asisten dan Putri berpencar ke penjuru Fakultas untuk memberitahukan rapat darurat ini. Pangeran mendapati Handphoneya Kevin ketinggalan pun menyeusul Kevin dengan langkah yang lebar.


"Kevin keman sih? udah jam 1 gini gak balik ke kelasny." ujar Melanie kepada Irfan yang mendapati tasnya masih ada di kelas tanpa seorang pun di sana. Akhirnya Irfan dan Meilani mendapati Kevin dari kerjauhan, dan mereka juga melihat Pangeran mengejar Kevin. Setelah bertatapan seakan memberikan kode mereka melancarkan rencana berlari menghadang Pangeran yang di kira akan mencelakakan Kevin.


Melihat Kevin yang sedang berjalan pangeran pun memanggil Kevin hingga menoleh. Namun dari arah sampipng Irfan menyelengkat Pangeran dari balik tiang hingga terjatuh dan Melani menghampiri Pangeran lengkap dengan memberikan tamparan keras.


"pasti lu mau celakain Kevin lagi kan?" ujar Melanie sambil menujuk wajah Pangeran. Kevin berlari mengahmpiri tindakan yang di lakukan kedua temannya itu. Kevin datang dan terkejut melihat pangeran tersungkur lalu Kevin membantu Pangeran untuk berdiri. Tiba-tiba Putri Kampus datang dan menggiring mereka ke ruangan Pangeran sebelum banyak orang yang melihat.


Di Ruang Kemaharajaan Kevin, Melanie dan Irfan duduk sejajar, sedangkan Pangeran dan Putri di hadapannya. Pangeran dengan wajah kesalnya meminta agar Kevin menjelaskan tentang apa yang terjadi. Setelah semuanya di jelaskan Kevin, mereka bertiga meminta maaf dan mereka bertiga pun boleh pergi, karena Pangeran ada rapat setelah ini.


******


Ruang Rapat Kemaharajaan. Univeristas Maharaja.


Semua ketua dari setiap fakultas sudah hadir. Dan Pangeran pun memulai rapatnya.


"Selamat siang semuanya. Terimakasih sudah hadir di rapat mendadak ini, sekali lagi saya meminta maaf. Tahap pertama bagi Calon Pangeran sudah di lewati. Dan minggu depan adalah penobatan mereka untuk resmi bergabung dan mendapatkan Training dari Kerajaan. Maka dari itu saya ingin mengingatkan untuk setiap Fakultas dimohon untuk bersaing secara sehat dan waras. Kegiatan penobatan yang berhubungan dengan Kerajaan ataupun Univeristas ini cukuplah di sini saja, tidak usah sampai keluar Universitas"ujar Pangeran yang membuat para wakil Fakultas bingung dan bertanya-tanya. "Sebuah tindakan yang tidak sportif adalah menyerang diluar dan keluar dari peraturan" lanjut Pangeran sambil menggebrakan meja kesal, membuat seisi ruangan hening. "Kalau sampai kerjadian ini terjadi lagi, satu fakultas akan kena punishment, saya sendiri yang akan mengajukannya" ujar Pangeran melanjutkan.


"Maaf Pangeran, memang apa yang terjadi?" tanya pemimpin Fakultas Ekonomi


"saya hanya memberikan peringatan, dan bagi Fakultas yang tidak menjaga baik-baik calonnya maka saya sendiri yang akan turun tangan untuk menjaga calon Pangeran. dengan kata lain, semua kekuasaan dari fakultas itu akan di tiadakan di dalam Universitas Maharaja" ujar Pangeran yang sangat tegas itu.

__ADS_1


******


__ADS_2