Universitas Maharaja

Universitas Maharaja
Tingkah Pangeran Kampus


__ADS_3

Jumat Pagi 


2B Bahasa Inggris


"Debora Prisilia" ujar Ibu meta membagikan buku tugas. Dan Debora pun maju untuk mengambilnya. "Rijal Mahendra" lanjut bu Meta dan Rijal menerima secara estafet bukunya itu.


"punya gue mana?" tanya Kevin kepada Debora dengan suara pelan, dan Debora menggelengkan kepalanya pertanda tak mengetahuinya.


"Kevin, Agung dan Dini kalian belum ngumpulin tugas saya, kenapa ya? pokoknya saya tunggu sampai besok atau kalian tidak dapat nilai!" ujar bu Meta seraya mengakhiri pelajaran di pagi hari dan pergi meninggalkan kelas.


"lu ngumpulin buku gua gak?" tanya Agung, Kevin dan juga Dini.


"demi Tuhan udah gue kumpulin! Kan kemarin nganterinnya sama elu juga Dini" ujar Debora membela dirinya dari tuduhan yang tidak di lakukannya itu.


"iya sih, tapi ketinggalan gak?" tanya Dini meyakinkan. Kevin & Agung saling bertatapan menunggu jawaban Debora.


"demi Tuhan pas di Ruangan Fakultas udah gue itung lagi dan jumlahnya pas kok" seru Debora yang merasa bersalah juga, karena dia yang mengumpulkan. Tapi Debora sungguh yakin telah melakukan tugasnya sebagai sekretaris kelas dengan benar. Kevin, Agung dan Dini hanya bisa pasrah dan menggunakan waktu Istirahat mereka untuk mengerjakan tugas yang telah mereka kerjakan itu.


*****


Kantin Universitas Maharaja.


"ngapain sih bawa buku ke Kantin?" tanya Irfan.


"buku gua ilang." seru Kevin yang sangat sibuk dengan tugasnya.


"kok bisa?" tanya Irfan yang sibuk dengan Hpnya.


"tau ah!" seru Kevin yang tidak mau di ganggu. "Melanie mana? katanya mau join?" Lanjut Kevin


"belum keluar kali Fakultas Hukum mah jam segini." jawab Irfan yang masih sibuk dengan Hpnya.


"kata siapa?" seru Melanie yang tiba-tiba ada di tengah-tengah mereka tanpa di sadari, karena dua orang ini sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


"jagain, gue mau ke toilet" seru Kevin yang kemudian berlari menuju toilet. Di jawab dengan anggukan oleh Melanie dan Irfan.


"gue mau beli somay, jagain!" seru Melanie, dan Irfan menjawab dengan anggukan lagi tanpa memalingkan wajahnya dari layar Handphone. Tak lama dari kepergiannya Melanie, Kevin pun kembali duduk untuk meneruskan tugasnya.


"pulpen gue mana nih?" tanya Kevin sembari memeriksa kolong meja kantin.


"ada di situ dari tadi." ujar Irfan tanpa memalingkan wajahnya dari Handphonenya yang membuat Kevin kesal. Melanie yang datang membawa Siomay di buat bingung atas apa yang terjadi. 


"lu kalau bercanda gak lucu pan" ujar Kevin yang kemudian membereskan bukunya lalu pergi.


"lah, dia kenapa? Daritadi gua di sini aja kok, pulpennya ilang nyalahin gua" ujar Irfan yang langsung menghentikan kegiatan bermain game di Handphonenya.


"kan gua bilang jagain, rese sih lu." ujar Melanie mengejar Kevin yang pastinya ke perpustakaan dan di ikuti oleh Irfan.


*****


Di Perpustakaan


"dia tuh kalau bercanda gak bisa liat situasi." ujar Kevin yang berbicara empat mata bersama Melanie, sedangkan Irfan menunggu di luar.

__ADS_1


"gue ngeliat dari jauh Irfan beneran gak ngapa-ngapain selain mainin Handphonenya." seru Melanie meyakinkan Kevin yang sedang mengerjakan tugasnya. Kemudian Melanie keluar dan mengatakan bahwa Kevin sedang tidak ingin di ganggu.


"gak, gak mungkin! Dia tuh kalau lagi ngambek jelek, ntar ngilang, gak mau bales WA, gak ngangkat telfon juga, udah hapal bener gua mah." ujar Irfan yang mencoba masuk ke dalam perpustakaan namun di larang oleh Melanie.


"dengerin gua! daripada dia tambah marah? dia lagi ngerjain tugasnya yang deadline besok!" seru Melanie yang terus meyakinkan Irfan. Dan tiba-tiba Kevin keluar dari perpustakaan karena tugasnya juga sudah selsai.


"iya, gua percaya. Gua tau kok Irfan kalau bohong dan jujur itu gimana." seru Kevin. "Terus menurut lu siapa yang ngambil?" lanjut Kevin yang bertanya kepada Melanie dan Irfan, keduanya hening tanpa jawaban.


******


Toko Ice Cream 


"cengar cengir, cekikian sendiri, udah gila kali lu ya!" ujar Kevin kepada pelanggannya


"lucu aja gue liat snapgramnya anak Teknik lagi flip botol di kantin kemarin, masuk ke penggorengan tukang nasi goreng." seru Irfan dengan tawanya. "ngapain lagi nih domba buluk lewat, ngalangin aja" lanjut Irfan.


"Domba buluk?" ujar Kevin yang kemudian bertatapan dengan Irfan dan meminjam Hpnya Irfan untuk melihat snapnya. Benar, itu domba buluk. Lalu Irfan dengan segera menghubungi Melanie untuk datang ke Tokonya Kevin. Dengan cepatnya Melanie pun datang.


"gimana? ada info terbaru apa?" tanya Melanie yang di jawab oleh Irfan dengan menunjukan Snapnya. Dengan cerdasnya Melanie langsung paham.


"untuk apa domba buluk ke kantin tanpa pasukannya?" tanya Kevin yang berdiri sambil mondar-mandir.


"apa kalian satu pemikiran sama gua? jangan-jangan domba buluk dapet perintah dari.." seru Irfan yang membuat yang lainnya saling bertatapan.


******


14.00 Pulang Kuliah.


"kan gua bilang, jangan ngomong macem-macem, Kevin tuh emang gak suka sama Pangran Kampus." ujar Melani yang melangkah kan kakinya lebar seraya terburu-buru.


Dan benar, Kevin dengan emosinya sedang mempertanyakan perbuatan yang di lakukan pangeran terhadapnya.


"apa sih salah gua sama elu? lu gak suka gak usah gini caranya." ujar Kevin yang sedang memaki Pangeran Kampus.


"gak suka apaan sih, ngomog apa sih lu? jangan ngalaning gua, lagi buru-buru." seru Pangeran kampus yang sedang di tunggu Putri kampus di Mobil.


"Pengecut lu, beraninya nyuruh orang buat ngerjain gua." kesal Kevin dengan memberikan makian berkali-kali


"asal lu tau, gak ada waktu gua buat ngurusin elu. gak jelas lu!" ujar Pangeran Kampus yang kemudian mendorong Kevin hingga tersungkur karena menghalangi jalannya. Irfan dan Melani  yang baru saja tiba langsung membantu Kevin untuk berdiri. Kejadian ini sontak menjadi bahan tontonan oleh Mahasiswa yang lainnya.


******


Di taman dekat Universitas


"kenapa lu bisa segegabah ini sih Kev?" tanya Melanie yang berdiri mengintrogasi Kevin dengan kebodohannya.


"gua udah kesel sama dia, udah lama" ujar Kevin sembari berbalik badan menghadap Melanie


"kalau bener dia yang melakukannya, kalau bukan?" tanya Irfan lalu mendapat lirikan tajam oleh Kevin, karena kemarin Irfan yang menduga bahwa domba buluk di perintah oleh tuannya.


"gue ngeliat dia keluar dari ruang Fakultas membawa buku merah." ujar Kevin bersamaan dengan mendudukkan dirinya di bangku taman. Membuat Irfan dan Melanie bertatapan.


"buku lu yang ilang itu?" tanya Irfan. Di jawab dengan sebuah anggukan oleh Kevin. Dan Irfan memutarkan badannya tidak percaya sembari berteriak karena kesal. Sedangkan Melanie hanya memegang dahinya tidak percaya.

__ADS_1


******


Di rumah Kevin.


"Hari ini kamu kerja gak Vin?" tanya Ibu


"enggak bu, lagi cuti mau istirahat" seru Kevin yang sedang menemani adiknya bermain memasang Fuzzle.


"hari ini Ibu dan Lia mau pergi ke acaranya Ibu Monte, sekalian bantuin Ibu Monte juga, kamu gak mau ikut? mumpung libur kan sekalian jalan-jalan" ujar Ibu seraya mengajak. Lalu Kevin berfikir dalam benaknya, bahwasanya ia perlu refreshing untuk menghilangkan semua beban di fikirannya selama ini.


"aku ikut deh" ujar Kevin yang kemudian berkemas. Setelah semuanya sudah rapih dan siap, mereka pun berangkat berjalan kaki menuju rumah bu Monte yang tidak jauh dari rumahnya itu. Setibanya di rumah Bu Monte, mereka masuk ke Mobil dan perjalanan pun di mulai. 


Setelah perjalanan beberapa jam akhirnya tiba di sebuah Villa, dan lumayan  banyak orang di sana yang sudah tiba terlebih dahulu. Setelah mobil di parkirkan, Kevin di minta mengeluarkan barang yang berada di Bagasi, Ibunya dan Lia masuk duluan ke dalam Villa. 


Ketika Kevin akan mengambil barang di belakang mobil, supirpun ikut mengambilnya. Kevin tak tahan suhu puncak yang kurang bersahabat ini, membuat ia mengenakan Hoodienya dan mengerutkannya, yang terlihat haya sebagian wajanya. Sedangkan supir itu wajahnya samar-samar karena terhalang Boonie hat. 


Mereka mengangkat barang bawaan di mobil sendiri-sendiri ke dalam Villa. Ketika selesai meletakan semuanya sang supir melepaskan topinya dan Kevin membuka Hoodie di kepalanya. Betapa terkejutnya mereka berdua, tenyata sang supir yang mana anaknya Bu Monte adalah Pangeran Kampus. Mereka teriak bersamaan membuat seisi Villa memandangi mereka.


"Ohh iya, ini loh Richard anak kedua saya, sekampus juga sama Kevin di Maharaja" ujar Bu Monte kepada saudaranya dengan memanggil Kevin dan Richard (Pangeran Kampus) untuk menghampirinya. 


"ngapain lu di sini?" tanya Kevin dengan emosi yang di tahan


"ini acara keluarag gua, gak denger lu! elu yang ngapain di sini?" seru Richard yang membuat Ibu Monte keheranan dengan tingkah mereka.


"kalian udah pada kenal belum sih?" tanya Bu Monte.


"sudah" jawab sudah oleh Richard.


"belum" jawab Kevin yang membuat Bu Monte mengerutkan dahinya. 


"Yasudah, kalian bisa kenalan di sini, sekarang kalian bantu Om Akkai dekorasi di luar ya." dan kedua anak muda itu mengikuti titah Bu Monte dangan senyum yang terpaksa.


*******


Di Halaman Villa


"Kevin pegangin tendanya ya jangan sampai goyang" ujar Om Akkai yang meminta bantuan Kevin untuk memegangi tenda yang akan terbang itu, membuat tangan Kevin memerah  karena memegang talinya. Dan Richard tertawa melihat itu. "Richard ambilin kotak perkakas di samping kursi" lanjut Om Akkai. Melihat Richard keberatan mengangkat itu dan sesekali menghentikan langkahnya, membuat Kevin puas tertawa melihat wajah memerah Richard.


Dengan cerdiknya Kevin, ia memanggil adiknya dan meminta adkinya untuk pura-pura terjatuh, Richard sungguh melihat dengan jelas kepura-puraan itu. Dan sungguh Lia melakukan apa yang di perintahkan Kevin.


"Om. sebentar ya, adik saya nangis" seru Kevin yang melarikan diri lengkap dengan menujukan wajah meledek ke arah Richard. Om Akkai mengiyakan perkataan Kevin yang sekarang sukses melepaskan ia dari pekerjaan itu. Richard hanya melotot menahan amarah karena kesakitannya memegang tali untuk menahan tenda juga.


Setelah pekerjaan menata halaman selesai, barulah Kevin keluar untuk menghirup udara di sekitar Villa yang sejuk bukan main ini. Lalu Kevin melihat Richard bermain kejar-kejaran dengan anak kecil yang lainnya.


Malam pun tiba, acara makan-makan akan di mulai, Richard di minta untuk membawakan Bakul nasi yang sangat berat, Kevin yang baru saja dari toilet melihat Richard yang sedang mencari orang untuk membantunya di dapur. Richard melihat Kevin melintas namun  Kevin malah berlari ketika di kejar oleh Richard. 


Bu Monte terlihat sedang mencari seseorang, lalu Bu Monte memanggil Kevin yang terlihat olehnya. Kevin menghampiri Bu Monte dengan menggendong Lia.


"Lia kalau ngantuk bobo aja, mau kakak temenin?" tanya Kevin kepada Lia di depan Ibu Monte


"aku gak ngantuk kok" ujar Lia yang sangat jujur itu. Melihat Kevin menggendong Lia yang sedang mengantuk, Bu Monte enggan meminta bantuan Kevin.


"kamu liat Richard?" tanya Bu Monte kepada Kevin, dengan sigap Kevin menunjuk Richard dan Bu Monte Memanggilnya. Tak menunggu lama Kevin pun bersama adiknya menghilang di keramaian acara.

__ADS_1


*******


__ADS_2