
*Dunia ini akan tampak kejam untuk mereka yang lemah dan mudah putus asa"
-APJ
uwoo...uwoo...uwoo...
lagu boy with luv karya BTS itu, berputar dengan indah, membangunkan gadis cantik bak sinar rembulan. mimpi indahnya itu harus sirna kala dering telponnya bersuara.
"hallo, rumah sakit jiwa 'Aman Sentosa',"dengan kesal gadis itu berbohong. siapa yang tak kesal jika acara tidur indahnya ini diganggu.
"hallo, aish kau ini nak, cepat bangun!, bukannya hari ini kau akan masuk ke sekolah baru?,"sang ayah sengaja membangunkan anaknya yang pasti akan lupa akan hal ini.
"ah... iya, aku lupa yah,"mata yang tadinya tertutup spontan terbuka ketika mendengar ucapan ayahnya itu tentang hari pertama masuk sekolah baru.
"dasar anak ini," gerutuk sang ayah,
"cepatlah bersiap, dan jangan lupa sarapan!, ayah disini selalu mendoakanmu yang terbaik."ayahnya merelakan putri satu- satunya yang paling ia sayangi untuk pergi merantau jauh darinya demi mendapat kehidupan yang layak dimasa yang akan datang. Semoga.
"baiklah ayah, aku akan melakukan yang terbaik dihari pertamaku ini, aku tidak akan mengecewakan ayah,"gadis itu mengangkat tangan kanannya tanda janjinya.
"Yasudah, pergilah nak, gapailah keinginanmu itu!, jangan khawatirkan ayahmu ini,"ada rasa rindu disetiap kata yang keluar dari bibir bijaksana sayang ayah.
"Aku menyayangimu ayah,"isak tangis mulai terdengar kala kata rindu yang ayahnya ucapkan meski tanpa sadar itu didengarnya.
"tunggu aku kembali!, ayah akan bangga padaku nanti,"kali ini keyakinanlah yang memenuhi ruang harapnya.
"Ayah juga menyayangimu, nak
ayah akan bertahan disini menunggumu datang,"janji sang ayah seakan- akan mengetahui kapan ia mati.
"Sudahlah nak, jangan menangis, itu tidak baik dihari pertama perjuanganmu ini!,"tutur sang ayah yang terus mendengar anaknya terisak tanpa tertahankan.
"baiklah ayah, aku mengerti."sambungan telponnya terputus, ia yakin jika ayahnya itu tidak ingin mendengarnya terisak lagi.
"aku akan membuatmu bangga ayah, lihat saja nanti, semangat!, mari bertempur"
*********
SMA ANGKASA, sama seperti namanya, sekolah ini sangat berkelas, banyak anak orang kaya yang belajar disini.
reputasi sekolah ini tak perlu diragukan lagi, sudah mendapat sertifikat 7 bintang emas.
ketika lulus dari sekolah ini dijamin tidak akan nganggur.
"jadi ini sekolah elit khusus anak konglomerat,"gadis itu sudah berdiri dihalaman depan sekolahnya ini.
"pantas saja ujian masuknya sangat susah untuk anak beasiswa sepertiku ini,"ia bersusah payah untuk masuk kesekolah ini.
"baiklah, sudah cukup kagumnya, pokoknya jangan buat keributan dengan mereka, cukup belajar dengan sempurna lalu lulus dan mendapakan pekerjaan, kemudian menghasilkan banyak uang."itulah harapan dan untaian daftar hidupnya selanjutnya.
"berjuanglah!,"teriak sang gadis dengan kobaran api semangatnya.
titt.....titt...
tiba- tiba kelakson mobil berbunyi mengagetkan gadis itu.
"baru aja bilang jangan buat masalah dengan mereka,"gerutu sang gadis melihat kearah mobil mewah yang akan melaju kearahnya.
"udah bosen hidup ya,loe."tiba- tiba pengemudi mobil itu menurunkan kaca mobilnya dan meneriakinya.
"perasaan jalanan masih lebar,"gadis itu berjalan kearah mobil itu.
__ADS_1
"kenapa ya,?"
"pake nanya lagi,loe ngehalangin jalan gue,"gadis itu mengernyitka keningnya, cowok itu turun dari mobilnya.
"jalanan masih lebar kali, buta kali ya, loe"cowok itu berhenti tepat dihapannya.
"murid baru ya?,"cowok itu membuka kacamata hitamnya.
"kalo iya, kenapa?"cowok itu menelisik dari ujung kaki hingga keatas.
"pantesan belagu, ngga tahu gue ya?"ia mengulurkan tangannya.
"kenalin, gue.....-
"ngga peduli gue," gadis itu melangkah acuh kedalam sekolahnya.
"eh... udah banyak orang aja,"kaget sang gadis, pasalnya ia pikir dirinyalah yang paling awal datang kesekolah.
"heh..."gadis itu menengok kearah belakang, ternyata cowok itu yang berucap.
"iya loe, "
"apaan?"ucap gadis itu dengan malas.
"nama loe?"
"Bulan,"singkatnya kembali melangkah.
"Bulan, menarik"senyum cowom itu penuh arti.
*******
layaknya bulana purnama, gadis itu lahir dengan sinar cantiknya, rambut hitamnya yang selalu ia ikat, mata penuh semangat berwarna coklat yang teduh mampu menenangkan hati dan pikiran setiap kali menatapnya, membuat ia makin sempurna.
ia tidak membenci ibunya karna pergi meninggalkannya. ia terluka kala sang ibu pergi karna mengorbankan nyawanya saat melahirkannya kedunia ini.
********
"kelas 10 A, belok kiri, lurus,naik tangga dan ini dia,"bulan hendak melangkah kekelas itu, tapi...
"ahh... itu kak Langit udah dateng,"
"gantengnya,"
"makin hari kok makin sayang, ya"
"kak Langit, aku cinta kamu,"
dan bla... bla... bla....
jika didengarkan masih banyak lagi kata penuh kekaguman untuk kak langit yang mereka dambakan itu.
"hey, kamu minggir!"bulan melirik kearah gadis itu.
"lama deh, cepetan minggir!,"dorong gadis itu membuat bulan tersingkir.
"beres deh,"gadis itu menepuk- nepuk tangannya seperti menghilangkan debu atau apalah itu.
"kak Langit, silahkan lewat,"gadis itu mempersilahkannya. ia pun menurut dam melangkah ke kalasnya tepat bersebelahan dengan kelas bulan.
"sini!,
__ADS_1
udah,"cowok itu menarik tangan dan memberi tanda tangannya di telapak tangan sang gadis yang tersenyum bahagia.
"makasih kak,"gadis itu menangis haru. sedangkan cowok itu pergi melangkah mengacuhkannya.
berhenti tepat di dapan Bulan,
"ketemu lagi kita,"
"emang saya lagi sial,"Bulan hendak melangkah masuk ke kelasnya, tapi tangan itu menahannya.
"kita akan sering ketemu, percayalah"bisik cowok itu yang disebut kak Langit.
"eh... itu siapanya kak Langit?,"
"masa sih kak Langit suka sama dia,"
"kalo bener mereka ada sesuatu, pupus sudah harapan,"
"mama, jadi ini yang namanya patah hati,"
masih banyak lagi kata- kata yang mereka ucapkan.
Bulan menarik tangannya sendiri dan menghiraukan kak Langit.
"lagi- lagi begini, menarik,"
*********
tes... 1..... 2..... 3....
"PENGUMUMAN!,"
"Bagi seluruh murid baru, diharap berkumpul dilapangan upacara!, sekian"
seluruh siswa maupun siswi ikut berlarian keluar kelas dan menuju ke lapangan.
upacara penerimana siswa baru tahun ajaran 2002 telah usay, kini giliran anggota osis yang bertindak.
"ada yang sudah kenal kakak-kakak ini?"dijawab gelengan oleh semua orang.
"baiklah, kalian bisa panggil saya kak Bayu, disini saya menjabat sebagai ketua osis,"senyum kak Bayu.
setiap kataya membuat Bulan kagum.
"sepertinya kak Bayu sangat baik, ramah pula."
"dan yang ini namanya kak Risya, dia wakil ketua osis,"
dan masih banyak lagi.
"**baiklah, sekarang kak Bayu mau jelasin apa aja yang kalian harus persiapkan untuk kegiatan Mos besok,"
"ada yang tidak paham**?"tanya kak Bayu.
"saya kak," kak Bayu mengangguk,
"bagaimana jika saya memcintai kak?"celetuk salah satu siswi.
"huhh...." sorak siswi lainnya.
"ada- ada aja deh,"Bulan mengelengkan kepalanya tak habis pikir, ia tersenyum, hingga matanya bertabrakan dengan mata kak Bayu secara tidak langsung.
__ADS_1
ditatapnya tak berkedip.