Ussay: Bulan

Ussay: Bulan
Wali Kelas baru


__ADS_3

*Dunia akan lebih indah jika bisa bersama*


-APJ


kelas 10 A tampak ribut membicarakan keramahan kak Bayu yang patut diacungi jempol.


"ah... kak Bayu, selain tampan, ternyata sangat baik, ya".


"cocok banget untukku yang juga cantik ini,"


"Tapi, aku lebih suka sama kak Langit,"


"Yeh, namanya juga Langit, ya pasti menanglah jika dibandingin kak Bayu,"


"iya, susah digapai pula, tinggi."


Itulah sekiranya yang menjadi topik pembahasaan dikelas 10A ini.


"berisik banget sih, tadi aja muji- muji kak Bayu, eh sekarang ngebanding- bandingin lagi, ngga teguh pendirian amat sih,"gumam Bulan geleng- geleng kepala.


"Hay,"sapa seorang gadis yang berjalan kearah Bulan dan mengulurkan tangannya, "kenalin, Melati." Mata biru, hidung mancung dan tak lupa senyum yang manis.


"eh... eum hay,


Bulan,"meski sedikit canggung Bulan memutuskan untuk menerima uluran tangan Melati dengan senang hati. ia pikir tidak ada yang mau berteman dengannya, tapi sepertinya ia salah.


"Nama yang indah," Melati tersenyum ramah.


"makasih, kamu juga cantik persis kaya bunga melati,"jujur Bulan dengan yakinnya membuat Melati turut merona tak tertahan.


"aku duduk disini, boleh?"Bulan mengangguk setuju, toh sekolah ini, kelas ini bukan punya ayahnya.


"nanti, istirahat mau jajan kemana?Melati cukup cerewet ternyata.


"ngga tahu juga tuh, ngga kenal lingkungan disini pula,"Melati menangguk paham.


"emang kamu tinggal dimana? atau asal mana?"Melati mulai terlihat serius, sepertinya ia sangat penasaran dengan identitas Bulan.


"aku tinggal didaerah pluto, lumayan jauh sih dari sekolah, kalo asal sih dari kota sumedang, tahu sumedang ngga?."Bulan ikut serius perihal topik ini.


"kenapa ngga tinggal yang deket sama sekolahan?, eum... ngga tahu maafin, hehe"cengir Melatih garing dan renyah.


"lah kalo tinggal deket sekolahan pasti harga sewa kos-annya lebih mahal deh, kan ini termasuk gag elit angkasa,"Melati terdiam, sepertinya Bulan bukanlah anak orang kaya.


"masa ngga tahu Sumedang?, itu lho kota kecil tak kalah indah dari kota- kota lainnya, makanan khasnya adalah Tahu Sumedang anu kacida raosna, ada udi cilembu anu euh.. umucuy pokona mah, dan masih banyak lagi."Jelas Bulan panjang lebar, sedangkan Melatih hanya mengangguk- anguk.


"ouh Tahu Sumedang, iya- iya tahu sekarang mah,"


"eh terus kamu anak rantau dong,"Bulan menangguk setuju.


"iya, aku merantau kesini karna dapat beasiswa dan mau kehidupan yang lebih layak, supaya bisa aku banggain ke ayah,"Melati terharu mendengarnya, sejak kecil hanya kakaknya lah yang selalu membanggakan kedua orang tuanya, tapi dirinya tidak pernah sekalipun.


Bulan melihat Melati yang sedang melamun sepertinya,"Yeh, malah bengong lagi,"sontak membuat Melati tersadar.


"Eh... maaf hehe,"cengir Melati menggaruk lehernya.


"mikirin apaan sih?,"Bulan mulai penasaran.


"ngga,"elak Melati,

__ADS_1


"dengerin kamu ngomongin makanan jadi laper deh,"


"Mau bareng ngga?, aku tahu tempat jajan paling enak, kamu pasti suka deh." Melati antusias dibuatnya terlihat dari setiap kata yang penuh semangat itu terucap.


"boleh- boleh aja sih," lagi- lagi senyum Melati mengembang.


"kita bertemankan?"bodoh, Melati malah menanyakan hal tak perlu dipastikan lagi.


"Tentu saja, kawan"kali ini Bulan yang tersenyum.


"guru datang!," teriak salah satu siswa yang bertugas dipintu kelas.


"berdiri!," komando ketua kelas yang dituruti semua siswa maupun siswi di kelas ini.


"ucapakan salam!,"perintahnya lagi.


"Pagi, Selamat pagi bu guru,"ujar mereka kompak.


"pagi anak- anak, duduk kembali!,"ucapnya ramah, namanya Bu Nia, ia adalah guru cantik yang sangat ramah terlihat dari caranya berucap, dan beruntungnya ia merupakan wali kelas 10A.


"Laksanakan, duduk kembali!,"titah ketua kelas yang dituruti serempak oleh yang lainnya.


"baik, ada yang udah tahu ibu?,"ada yang menangguk, ada yang menggeleng dan ada pula yang ngga peduli.


"kalian bisa panggil saya ibu Nia aja, dan kebetulan disini sayalah wali kelas kalian, ibu harap kita bisa saling menghormati layaknya keluarga,"semua orang memangguk dan dibalas senyuman dari bu Nia.


"Baik, hari kita akan belajar PKN, sebelumnya ibu ingin bertanya pada kalian,"ucapan bu Nia membuat semua orang gugup, pasalnya ini adalah hari pertama, seharusnya hanya perkenalan saja kan?.


"Jelaskan pendapat kalian tentang negara kita, indonesia?"


"Negara yang indah, apalagi jika tanpa adanya korupsi."Bulan mengangkat tangannya dan memberi jawaban yang lumayan bagus.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menghapus korupsi di indonesia?,"lagi- lagi bu Nia bertanya.


"Pertanyaan terakhir, apa yang melandasi terjadinya korupsi?,"Bulan mulai berpikir kembali dan mengangkat tangannya lagi.


"Jika itu orang kaya, maka saya rasa mereka kurang bersyukur atas apa yang mereka dapatkan, mereka ingin lebih dari yang diharapkan,"Bu Nia tersenyum menanggapinya.


"Tapi jika itu orang miskin, maka saya rasa mereka ingin kehidupan yang lebih dari layak, mereka tidak ingin hidup jujur dalam kemiskinan, tekanan orang sekitar pula sangatlah berpengaruh,"bu Nia puas akan jawaban Bulan.


"Intinya, tidak ada manusia seorangpun yang ingin hidup susah, hakikatnya manusia memang mahluk ciptaan tuhan yang sempura dan juga serakah, haus akan kekayaan dunia,"final Bulan. Semua orang bertepuk tangan untuknya.


"Bagus, siapa nama mu, nak?semua orag melihat kearah Bulan.


"Bulan, bu"jawabnya singkat,


"Nama mu indah,"tutur bu Nia membuat Bulan tersipu.


********


"Ayo, sini- sini,"tarik Melati membawa Bulan berlari- lari kecil dibelakangnya. Berhenti mendadak membuat Bulan menabrak punggung mungil Melati.


"Ada apa?,"Melati tak bergeming. Sebenarnya ada apa dengan dia.


"*Itu... itu kak Langit dateng, minggir- minggir!,


"Wah... makin ganteng aja deh kak*,"


Sekiranya itulah yang terdengar oleh Bulan. Apa Melati juga menyukainya?,

__ADS_1


"Eh Lan, sebaiknya kita puter balik aja, kita jalan pintas, ya"Bulan mengernyitkan keningnya.


Sebenarnya apa yang terjadi, ia pikir Melati akan menghampiri kak Langit- Langit itu sama seperti mereka.


"Ah... eh,"bingung Bulan.


"Udah, ayo!"ajak Melati kembali.


"Iya,"


"Apa yang terjadi?, tumben Melati tidak cerewet seperti biasanya,"pikir Bulan, melirik kearah belakang.


"Ikut gue!,"tarik kak Langit, semakin membuat bingung Bulan yang melihatnya.


"Ngga mau,"Bulan melangkah menghampiri.


"Bandel banget kalo dibilangin,"jitak kak Langit dikening Melati membuatnya meringis.


"Sakit,"Melati mengusap- usap keningnya.


"Ikut, ngga?"kak Langit ngotot sepertinya.


"Ngga,"final Melati membuat kak Langit geram dan ingin menariknya paksa.


"Jangan kasar- kasar dong kalo sama cewek,"Bulan melepaskan genggaman tangan kak Langit dan Melati.


"Loe lagi, loe lagi,"lihatlah kak Langit meninggikan nada bicaranya.


Semua penggemarnya seharusnya melihat betapa buruknya sifat cowok ini.


"Kamu mau ikut dia?,"Melati menggeleng ketika ditanyai Bulan.


"Tuh udah jelas?, dia ngga mau ikut loe, jadi jangan maksa- maksa dong,"bela Bulan.


"Loe ngga tahu apa- apa, mending jangan ikut campur urusan gue,"tegas kak Langit.


"Gue sih ngga peduli sama urusan loe, cuman ini berkaitan sama temen gue, jadi gue harus ikut campur."Bulan membuat kak Langit geram sepertinya.


"Bulan...,"Melati berucap dengan lemah.


"Apa?,iya gue paham, kalian lagi marahan kan?, loe putusian dia kan? dan dia ngga terima, terus maksa- maksa buat balikan kan?,"itulah yang terpikir oleh Bulan.


"Eh..."Melati sekarang yang bingung.


"Ngga git...


Dia itu," Melati tampak terbatah-batah.


"Iya gue pacarnya,"tak duduga kak Langit mengakuinya sebagai pacar, hingga membuat Melati dan yang lainnya tercengang, kecuali Bulan.


"Apa?,"Melati masih terkejut.


"Sayang, ikut aku ya, biar aku jelasin semuanya,"kak Langit membawanya pergi, Melati bahkan tidak mengucapkan selamat tinggal untuk Bulan.


"Apa? Gue ngga salah dengerkan?, kak Langit udah punya pacar? Ahh... pupus sudah harapanku,"salah satu siswa merengek putus asa.


"Patah hati internasional ini mah,"yang lainnya ikut berucap.


Mereka segera bubur barisan setelah perginya kak Langit dan Melati.

__ADS_1


"Lah kok aku ditinggal sih, yaudah ke kelas lagi deh,"putus Bulan pergi.


*******


__ADS_2