
Eternal World Online.
-Memulai hari baru-
"Kenapa kakak begitu jahat? kenapa kamu begitu bengis? kenapa!!" sorot tangis yang begitu menderita.
Dubrakk
Zen jatuh dari kasurnya, "tsk, sialan.."
Sesaat kemudian, "mimpi itu lagi." Zen merasa bersalah di hatinya, ia pun melamun.
Saat sadar, Zen kaget karena hari ini adalah hari kedua ia sekolah, ia pun bergegas dengan cepat ke kamar mandi.
Di perjalanan menuju sekolah, seperti biasa Gani dan Siska berjumpa dengannya karena rumah mereka yang tak begitu jauh dan searah dengan Zen.
"Yoo, Zen.." ucap Gani sambil merangkulnya.
"Hai." jawab Zen.
"Zen, pas pulang mau mampir ke rumahku?" tanya Siska.
"idih, masa Zen doang yang diajak, aku gimana?" Gani menunjuk dirinya.
"terserah ku dong, mau ngajak siapa."
"maaf, aku agak sibuk belakangan ini.. kau ajak Gani aja." Zen langsung menjawab.
Zen melangkah lebih cepat.
"Woi Zen, tunggu!" Gani yang kerepotan mengejar langkah Zen.
Siska merajuk agak sedikit kecewa.
Di kelas.
__ADS_1
Seperti biasa pelajaran berjalan dengan lancar, Zen melakukan apa yang ia bisa dengan semaksimal mungkin.
Saat tengah pelajaran Zen agak melamun, 'kenapa ya?' sekilas Zen mengingat kekejamannya di dalam Eternal World Online.
Dalam pikiran Zen.
"Kenapa kakak begitu jahat? kenapa kamu begitu bengis? kenapa!!" tangisan yang tak bisa terlupakan oleh Zen.
Kembali ke kenyataan.
"Ze-"
"Zen"
"Zen!!" teriak guru.
"Ah, iya pak.." Spontan Zen menjawab.
"mohon fokus, kita lagi belajar."
Zen berjalan ke perpustakaan seperti biasa, saat di depan pintu masuk dari kejauhan ia melihat Neo yang sedang membaca buku dengan indahnya.
Sekilas Zen terpesona dengan melihat sosok Neo yang sedang membaca dengan begitu elegan.
"Woi, apa yang kamu liat?" tanya Neo.
"Ah, tidak."
Zen mengambil buku lalu duduk berhadapan dengan Neo, "kan masih ada tempat duduk lain." ucap Neo dengan sedikit kesal.
"disini kosong, mohon pengertiannya tuan putri." Zen membalas dengan senyuman.
Neo yang sedang diam, wajahnya langsung memerah dan menutupinya dengan buku setelah Zen memanggilnya tuan putri.
"dasar bodoh, siapa yang tuan putri." Neo langsung meninggalkan perpustakaan.
__ADS_1
'hadeh' batin Zen.
Zen pun melanjutkan membaca bukunya.
Sore hari saat jam pulang, di belakang sekolah.
"Aku menyukaimu, bi-bisakah kita pacaran?" suara gadis dengan lantang dan sedikit percaya diri.
"maaf, aku tidak bisa." ucap Zen dengan tegas.
Gadis itu lari dengan rasa kecewa, sebelum akhirnya Gani menghampirinya.
"Padahal perempuan itu imut, kenapa kamu menolaknya." ucap Gani.
"aku gaada waktu buat begituan."
"Yah, manfaatkan masa muda, Zen!" Gani memukul pelan dada Zen.
'masa muda, kah' gumam Zen sambil menatap langit.
Zen pulang ke rumah dengan perasaan biasa, ia membersihkan dirinya sebelum memulai Eternal World Online lagi.
Tapi sebelum itu, ia mencari ulang informasi yang sebelumnya di cari, namun hanya seperti kemarin saja hasilnya.
Beberapa tahun lalu saat awal-awal Zen memainkan Eternal World Online, ia menemukan situs website yang lumayan memberikan informasi-informasi seputar game online.
Website ini berguna bagi para pemain game online, saat Eternal World Online rilis, website nya langsung menghilang dan di blockir namun beberapa bulan kemudian langsung muncul lagi dengan domain berbeda.
Game Start!
Zen langsung muncul di tempat terakhir ia Log Out, desa tak berpenghuni ini penduduknya telah pindah setelah menerima masukan yang Zen berikan.
Lalu Zen mulai kembali berpetualang.
🔥🔥
__ADS_1