
Eternal World Online.
-Menarik Perhatian-
-100!
-100!
"Huh.. Huh.. ini yang terakhir." ucap Zen yang kelelahan.
Serigala terakhir melompat kearah Zen dengan cepat, namun dengan ketangkasan indra (Sense) yang di miliki Zen tinggi, ia dapat melihat kecepatan itu lalu Zen menebas leher bagian bawahnya.
-95!
Tingg~
[Anda naik level! 9 -> 10]
[Anda naik level, status anda naik. Pemulihan dimulai].
"Yosh, segini sudah cukup." ucap Zen.
Puluhan orang bertepuk tangan atas kontribusi yang di lakukan Zen terhadap monster berkelompok itu.
Ditengah keramaian banyak orang yang sedang memuji skill Zen, tiba-tiba hal tak terduga terjadi "Woi, rookie.. jangan begitu sombong, dasar keparat!" teriakan seorang laki-laki.
"Woh, bukankah dia warrior itu?-" bisik-bisik
"oiya kah? setau ku-" bisik-bisik
Warrior itu mendekati Zen perlahan, sampai di hadapan Zen, ia menantang duel bersama Zen. "Woi, Rookie.. mari kita duel." ucap warrior itu.
"Aku punya nama, Cranel." ucap Zen sambil menawarkan jabatan tangan.
"dasar sialan, namaku Doug, aku sudah tidak sabar ayo mulai!"ucap Doug sang warrior sambil menjabat tangan Zen.
"Ya, mari."
Warrior itu telah melontarkan kapaknya kearah Zen, namun itu tidak dapat mengenai Zen. "Sapaan yang baik." ucap Zen.
"Keugh-" Doug tampak kesal.
Zen menghindari kapak lebarnya dengan hati-hati, lawannya bersenjata berat jadi Zen hanya nunggu di waktu yang tepat untuk mencari celah.
__ADS_1
'Disana.' gumam Zen.
Swosshh!
Lengan kiri Doug putus seketika tanpa sadar, Zen mengarahkan ujung pedang tepat di leher Doug.
"Ba-Bagaimana bisa?" Doug dan seluruh penonton yang menyaksikan duel mereka kaget dengan pergerakan yang di lakukan Zen.
"Wohhh!! Rookie itu mengalahkannya!" teriak seseorang.
"Wohhh!!" teriak puluhan orang.
Dari kejauhan seseorang sedang menonton duel mereka berdua, "Player Skill kah." suara pria yang berat bergeming.
Player Skill adalah kelebihan yang dimiliki oleh Pemain itu sendiri, bila dia di dunia nyata lumayan hebat dengan teknik berpedang, maka skillnya akan terbawa kedalam game.
Penggunaan Player Skill juga bermacam-macam, ada yang secara alami, ada juga yang secara aktif.
Namun Zen melakukannya bukan karena keduanya, tapi inisiatif dirinya. maka secara pasif player skill akan aktif menyerang sesuai kemauan dirinya.
Itulah mengapa dulu Zen sangat di takuti oleh Pemain High Rank, karena Player Skill yang dimiliki Zen cukup unik dan hanya dia yang bisa menggunakannya.
"Duelnya sudah selesai?" tanya Zen dengan nada berat.
'ada apa? kenapa aku seperti di intimidasi olehnya.' gumam Doug.
Zen ingin kembali ke desa untuk mencari pandai besi, pedangnya yang telah rusak di pertarungan sebelumnya, jadi ia ingin memesan pedang baru di sana.
Di tengah jalan Zen di tahan oleh beberapa orang, "hei, kenalkan namaku Falco" suara laki-laki.
"ah, oh.. Cranel." Zen menerima jabat tangannya.
"Oiya, aku perkenalkan ini Hana Healer kami, Gour Tank kami, dan Sam Thief kami, dan aku berprofesi sebagai Swordman." ucap Falco yang sedang memperkenalkan seluruh anggota party nya.
"Oh, salam kenal." ucap Zen.
"Apakah kalian ada keperluan denganku?" tanya Zen.
"jadi kami ingin menawarkan kau ikut kedalam party kami, apa kah kau berkenan?" Falco berusaha menawarkan.
"Hm, untuk saat ini tidak.. nanti bakal ku beri tau."
Tingg~
__ADS_1
[Cranel ingin berteman, Terima? Ya/Tidak]
Falco memilih Opsi Ya.
"Aku permisi dulu." ucap Zen.
Sesampainya di desa, Zen mulai mencari pandai besi.
Di pertengahan jalan ia menemukan sebuah toko pedang yang menarik dan cukup tua untuk dilihat dari depan.
Zen memasuki toko itu lalu suara orang tua renta menyambut dirinya, "Selamat datang."
"Halo, aku ingin melihat-lihat, apakah boleh?" ucap Zen.
"Ya~ , silahkan."
Zen mengelilingi sepintas toko kecil itu, ia menemukan banyak pedang berkualitas tinggi, Zen heran mengapa tokonya begitu sepi.
[Dragonspire - Langka
Type : Pedang satu tangan.
Level : 0 (0-100 Mestery)
Atk : 100~120
Ketahanan Sihir : 80
Ketahanan Fisik : 90
Deskripsi : Pedang khusus yang terbuat dari sisik naga, yang dapat menyebabkan efek kritikal +20% setelah terkena serangan].
Pedang yang begitu bagus, terbuat dari meterial yang langka membuat Zen ingin mendapatkan apapun caranya. Tetapi setelah Zen menanyai berapa harga pedang itu sang penjual kakek tua renta itu menjualnya dengan harga murah.
"Penglihatan mu cukup bagus, pedang itu dulunya sering di pakai olehku, namun saat ini mungkin hanya jadi sampah." ucap si kakek tua renta.
Zen memberikan 20 Silver Koin dari hasil raidnya tadi siang, ia menyisihkan separuh untuk kebutuhan lainnya.
"Aku permisi dulu." ucap Zen.
"jangan lupa balik lagi yah~"
Saat ini koin Zen hanya tersisa 5 Silver, tapi itu lebih dari cukup untuk membeli kebutuhan lainnya.
__ADS_1
🔥🔥