
Eternal World Online.
-Kebiasaan lama-
Zen langsung tersadar dari emosinya, "aduh.. aku kan bukan Zen yang dulu." ia menepak keningnya.
Walaupun Zen adalah mantan seorang pro player, namun sekuat apapun dan sebanyak apapun pengalamannya tentang bertarung ini di levelnya yang rendah bisa aja menyeretnya ke dalam hal yang merepotkan.
Jadi Zen mengurunkan niatnya untuk menyerang Count Regas yang termasuk cukup populer, ia adalah pemimpin yang menjaga ibu kota menjadi lebih makmur.
Banyak orang yang menghormati dirinya sebagai master perdagangan, tapi cara yang di lakukan seperti seperti Zen saat dulu.
Zen menaruh kesempatan ini untuk di kesampingkan, walaupun ada beberapa hal yang mengganjal dan juga ini tidak termasuk quest atau side quest.
Tapi saat ini seperti sebuah side quest, namun tidak ada perintah seperti layar atau hal normal lainnya.
Saat malam hari, Zen menuju ke toko kecil milik si pak tua Hanzo, lalu ia berpamitan untuk mulai perjalanannya kembali.
Lalu Zen di bekali beberapa suplai makanan dan barang bagus untuk perjalanannya menuju hutan kematian.
Masih terlalu panjang perjalanan Zen menuju hutan kematian, di tengah perjalanan ia menemukan sebuah reruntuhan yang cocok untuk tempat istirahat bermalamnya.
Di reruntuhan itu terbilang cukup unik, banyak sekali ukiran-ukiran bersejarah di dindingnya, saat Zen tak sengaja menyentuhnya, ukiran itu bercahaya.
'kenapa seperti ini?' Zen menggaruk kepalanya karena kebingungan.
Karena terbilang cukup bosan, ia sengaja menghancurkan tembok itu dengan kencang menggunakan Dragonspire.
Di balik tembok terasa seperti sihir yang kuat, tak lama kemudian muncul suara entah dari mana.
"Apakah kau masterku?"
"siapa kau?" teriak Zen.
__ADS_1
"Berikan aku nama, maka aku akan memberikanmu kekuatan."
Zen yang merasa kebingungan spontan menjawab, "Vi."
Seluruh tubuh Zen langsung merasakan kesakitan yang luar biasa hebat, ia terkejut selama memainkan Eternal World Online dan baru pertama kalinya merasakan sakit yang sesakit ini.
Matanya mulai terpejam sedikit demi sedikit lalu ia pingsan karena rasa sakit yang di deritanya.
Pagi hari telah tiba, Zen terbangun dari tidurnya dan merasa padahal semalam mendapatkan rasa sakit yang luar biasa dan seperti hal yang mau di lupakan.
Tak lama kemudian, muncul sebuah notifikasi absolute di hadapannya.
[Selamat!]
[Anda telah menyatu bersama Ego.] - Notifikasi Absolute.
'Ego?'
"Status."
[Nama : Cranel
HP : 4.380
Mana : 1.000
Level : 20 (Exp : 654/5.000)
Ras : Manusia
Title : Goblin Slayer, ???
Ketahanan Fisik : 300
__ADS_1
Ketahanan Sihir : 345
Atk 70 Sense 178
Spd 82 Luck 50(+1000)
Dex 79 Vit 81].
Setelah melihat statusnya, Zen bingung dengan Title yang di milikinya bertanda tanya.
Tidak membuat Zen tertarik, tapi menurutnya itu mungkin hal yang bagus.
Mengingat semalam apa yang terjadi dengan dirinya, Zen tanpa sadar langsung berdiri tegak dan penasaran.
'kalo ga salah.'
"Vi."
Sebuah pedang langsung muncul di hadapan Zen, dengan bentuk yang sempurna terlihat seperti pedang yang tajam dan bagus.
("Halo, master.") -> suara ego.
Zen terkejut setelah mendengar suara yang entah dari mana.
("Aku di sebelah sini, master.")
Setelah melihat pedang yang di depannya, Zen tak lagi terkejut, "apa itu kau?"
("Ya, master")
Tentang Ego yang di kendalikan Zen saat ini adalah sebuah pedang yang dapat berbicara, atau pedang yang mempunyai kesadarannya sendiri.
🔥🔥
__ADS_1