VRMMORPG : Eternal World Online

VRMMORPG : Eternal World Online
Episode 23


__ADS_3

Eternal World Online.


-Silva, High Elf-


Hari yang mengejutkan setelah bertemu Reigas, salah satu anak buah terkuat Zen pada eranya.


Zen saat itu kabur dengan cepat dari desa khusus pemula dan kembali langsung berjalan menuju ke Hutan Kematian lagi.


Sesaat ia tersadar, setelah melihat di peta, letak Hutan Kematian berpindah lokasi yang sebelumnya berada di barat menjadi di utara. Zen bingung apakah ini yang di sebabkan oleh Vi? atau memang sudah ada perkiraan bahwa hutan kematian itu akan pindah.


Namun dari beberapa artikel informasi terbaru yang Zen lihat di layar sistemnya, tidak ada sama sekali penyebab yang membuat hutan kematian berpindah.


Lalu Zen langsung berjalan ke arah utara yang jalurnya membawa ke kota danau biru, namun di kota danau biru ini agak sedikit bermasalah dan yah walaupun terbilang kota yang cukup indah dengan keunikan danau yang airnya bewarna biru pekat, tetapi ada rahasia yang sulit untuk di mengerti dari kebanyakan orang.


2 Hari perjalanan Zen, akhirnya sampai di depan pintu gerbang kota danau biru.


Sampai di sana, memang terlihat indah di pandang sebelah mata, Zen ingin berjalan-jalan sebentar untuk mencari beberapa informasi tentang kota ini dan rahasia umum apa yang di miliki kota danau biru ini.


Walaupun dulunya Zen mantan seorang high Ranker dan pernah memainkannya, tetapi karena pembaruan world di atur ulang sebab ulang tahun mereka yang ke-5 dan perubahan jangka waktu yang lama, dapat membuat seisi Eternal World Online berubah.


Sampai di sebuah gang kecil, Zen tak sengaja melihat seorang budak yang sedang di siksa oleh majikannya dengan sebuah cambuk sebab ia tak mematuhi perintah majikannya.

__ADS_1


Zen langsung menghampiri majikan seorang budak itu, "bisakah kau berenti?"


"Aku tidak pernah melihatmu di sekitar sini, apakah kau orang baru? hah? dasar brengsek!"


Tanpa pikir panjang Zen langsung menebas kepala pemilik budak itu dengan cepat.


-5.000! Critical Damage.


[Anda telah membunuh salah satu buronan tingkat menengah, "Human slavery"!]


[Hadiah telah di berikan!]


Kalung di leher budak itu langsung menghilang, Zen menghampiri dengan menawarkan tangannya, "kau tak apa-apa?" ucap Zen.


Zen langsung membawanya pergi dan membersihkannya, mengingat budak ini ia langsung teringat Zenoh yang seorang pemain tetapi terjerat perbudakan, akibat kesalahan kecil yang tak di sengaja.


"sekarang, namamu adalah Silva" ucap Zen dengan lantang.


"S-si-silva.." Silva mulai memulihkan pita suaranya setelah meminum health potion yang di berikan Zen.


Wajahnya memerah, ia tampak begitu senang setelah mendengar nama barunya yang di berikan Zen.

__ADS_1


Silva perlahan menceritakan mengapa ia sampai di tempat ini, dari awal hingga ia hampir di ujung maut.


Lalu Zen yang tak sengaja melihat sorot mata Silva yang berubah menjadi lebih tajam, seperti kehausan darah akan pembunuhan.


Zen langsung berinisiatif untuk membawanya ikut dalam petualangannya, "Kamu memiliki suatu tujuan dalam hidupmu, apakah kamu ingin menjadi salah satu rekanku?"


Silva langsung mempertimbangkannya dengan baik, dan tak lama kemudian ia langsung menjawab nya "Y-ya!"


Beberapa saat kemudian.


"Silva, apa ada hal yang ingin kamu lakukan?"


"b-ba-balas den-da-dam." suara begitu kecil yang menggelitik telinga.


"lebih keras!" teriak Zen.


"balas dendam!"


"bagus."


Mata Zen tidak dapat di bohongi, bahwa Silva ini adalah seorang High Elf yang menduduki puncak tertinggi di ras elf dan pemilik sebelumnya yang di bunuh oleh Zen adalah seorang bandit yang sangat di cari-cari belakangan ini.

__ADS_1


🔥🔥


__ADS_2