
Eternal World Online.
-Berpetualang itu menyenangkan-
Menempuh perjalanan ber kilo-kilo meter membuat Zen sedikit merasa bosan, ia berkenan untuk memancing sebentar setelah menemui sungai di tengah perjalanan.
Beberapa jam kemudian.
"Gila, dari tadi aku mancing buat apa woi!!" Zen merasa kesal karena ia telah mancing ber jam jam hanya seperti membuang-buang waktu.
Zen mematahkan pancingannya karena kesal tak lama kemudian ia melihat dari kejauhan seorang pedangan di serang oleh monster.
Ini mengingatkan Zen dengan cerita Sera, senyuman licik terukir di wajahnya.
Zen berlari dengan kencang menghampiri pedagang itu, tak lama kemudian kumpulan monster yang menghadang pedagang itu langsung terpental akibat angin yang di ciptakan oleh Zen.
"dasar monster ga tau diri." ucap Zen dengan santai nya setelah menghempaskan mereka.
Tak lama kemudian, monster itu langsung bangun. Monster yang menyerang pedagang itu adalah sekelompok Goblin.
Player Skill Zen aktif dan langsung menebas mereka semua tanpa ampun.
-100!
-100!
-100!
__ADS_1
-100!
...
Zen menebas secara brutal, karena ia melampiaskan bosannya dengan cara membunuh mereka satu per satu.
"hiikk.." terdengar suara kecil dari dalam kereta kuda.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Zen.
"Y-yahh, terimakasih." pedagang itu sontak terkejut setelah melihat wajah Zen penuh dengan darah monster.
Beberapa saat kemudian.
"Kamu ingin kemana? anak muda." ucap Hanzo.
Pedagang tua ini bernama Hanzo, ia telah mengarungi setengah daratan benua Arteria semasa hidupnya sebagai pedagang.
Zen yang sedang berayun-ayun di belakang kereta kuda "Aku mau ke Hutan Kematian."
Sontak pak tua Hanzo pun terkejut setelah Zen mengatakan Hutan Kematian yang ingin di tujunya. "ke-kenapa kamu mau kesana?"
"ada sesuatu yang harus ku lakukan disana." ucap Zen sambil tersenyum lebar.
"Kalau kamu masuk ke sana, kamu tidak akan bisa keluar selamanya. Banyak orang kuat yang memasukinya tetapi sehelai rambut pun sampai sekarang para tim pencari tak pernah menemukannya." ucap si pak tua Hanzo.
"Aih, tau dari mana kamu, hahahaha!" ucap Zen sambil menepuk-nepuk punggung pak tua Hanzo.
__ADS_1
Lalu Zen tersenyum, "karena ada hal yang menyenangkan di sana."
Mendengar perkataan Zen, pak tua Hanzo menarik niatnya untuk mengingatkan Zen tentang bahayanya Hutan Kematian.
Note : Tentang kepribadian Zen dapat berubah-ubah sesuai mood situasi pada saat itu.
Beberapa jam setelah perjalanan yang panjang.
Pak tua Hanzo dan Zen telah sampai di ibu kota kerajaan Hilgar, dari depan kota terlihat dua buah tower yang tinggi dan sebuah pintu gerbang yang besar.
Petugas penjaga tower yang di perintahkan kerajaan Hilgar adalah para High Rank, karena kerajaan Hilgar terkenal dengan kekayaan dan sumber penghasilan karena telah memonopoli jalur perdagangan di seluruh benua.
Maka dari itu pemerintahan kerajaan Hilgar merekrut pemain atau NPc High Rank untuk menjaga gerbang dengan di bayar mahal.
Siapa yang tak tergiur setelah mendengar ribuan koin emas dari pendapatan gaji mereka per hari hanya untuk menjaga sebuah benteng dan tower.
Zen merasa ini ada sangkut pautnya dengan masalah yang di ceritakan oleh si pak tua Hanzo.
Beberapa jam lalu, saat Zen membersihkan wajahnya di tepi sungai.
"kenapa kau tidak membeli jasa petualang?" tanya Zen sambil membasuh wajahnya.
"ahh.. aku tidak mengikuti perintah seseorang." jawab pak tua Hanzo.
"kau kan tidak mengikuti perintah mereka? lantas mengapa?" Zen langsung menatap si pak tua Hanzo.
"ketua mereka adalah salah satu orang dari sebuah kerajaan, aku hanya tak ingin berada di bawah perintah mereka."
__ADS_1
"..."
🔥🔥