
Eternal World Online.
-Sedikit kemajuan-
Zen dan Falco serta yang lainnya telah berhasil menaklukan Dungeon Rank-E, menurut Zen ini adalah hal yang luar biasa.
Sebab dulu saat Zen ber level rendah, ia hanya mengikuti quest yang mudah dan beresiko rendah.
"Hei Cranel, kerja bagus." Falco menawarkan kepalan tangan.
Zen pun menerimanya, "kau juga."
Zen menyuruh Falco untuk segera kembali ke desa lebih awal untuk melaporkan hasil penaklukan Dungeon Rank-E ke Asosiasi Petualang.
Namun Zen tidak bisa mengikuti mereka karena ada urusan lain yang harus di lakukan.
"Status."
[Nama : Cranel
HP : 2.100
Mana : 250
Level : 15 (Exp : 257/2.500)
Ras : Manusia
Title : Goblin Slayer
Ketahanan Fisik : 230
Ketahanan Sihir : 270
__ADS_1
Atk 54 Sense 125
Spd 67 Luck 35
Dex 60 Vit 53].
"Goblin Slayer? Haha.. cukup unik untuk yang pertama." ucap Zen.
[Goblin Slayer - Title
Deskripsi : Title yang di dapatkan setelah membunuh King Goblin, serangan khusus Goblin meningkatkan 10% Atk].
Zen menutup statusnya, ia kemudian Log Out dari Eternal World Online.
Di dunia nyata.
Sesaat kesadaran Zen telah balik, lalu bangun dari tempat tidurnya, ia melihat dari jendela ke luar dan terlihat hari sudah malam.
Zen ingin berjalan-jalan keluar sebentar untuk mencari udara segar, saat di luar ia di temani cuaca yang normal dengan angin yang halus menggelitik kulit Zen.
Sepanjang jalan hanya terlihat kelap kelip lampu rambu lalu lintas dan sedikit kendaraan yang berjalan.
Angin malam semakin dingin, Zen kembali ke rumah setelah berjalan-jalan sebentar.
Di rumah, Zen mau tidur tapi sebelum itu ia mau membersihkan dirinya biar lebih seger saat bangun besok.
Pagi hari yang cerah, Zen berangkat ke sekolah lebih awal, sesaat di jalan ia bertemu teman sekelasnya. "Woi Zen, wahaha!!" terdengar teriak suara laki-laki.
Laki-laki itu bernama Gani, dia teman dekatnya Zen di sekolah. Walaupun Zen terbilang pendiam tapi dia cukup populer di sekolah dan banyak perempuan yang menyukai dirinya.
Gani menyenggol bahu Zen, "gimana kabarmu belakangan ini?" ucap Gani.
"Biasa." jawab Zen.
__ADS_1
"Seperti biasa, cool-cool." ucap Gani.
"Hei Gani, jangan mengganggu Zen terus!" terdengar suara perempuan di belakangnya.
Perempuan itu adalah Siska, teman Zen dan Gani, penampilannya cukup menarik karena dia salah satu perempuan yang mendekati Zen tanpa maksud lain.
Siska memukul kepala Gani, "aduh!!" teriak Gani.
Zen dan temannya masuk kedalam sekolah setelah reuni perkumpulan mereka kembali setelah liburan musim panas.
Di kelas.
"Hei Zen, kamu masih kerja sambilan di minimarket sebelah stasiun itu?"
Zen yang sedang diam, "hah, iya.. gajinya cukup lumayan." jawab Zen
Siska menghampiri, "bukankah minimarket itu mau di tutup? di berita sudah di beri tau kalo mau buat proyek disana."
"katanya sih mau di buatkan tempat khusus event tahunan game yang bernama Eternal World Online."
"Eh, iya.. bukankah game itu yang sedang lagi populer saat ini? katanya pemainnya sudah mencapai 500 juta pengguna dalam 5 tahun ini." Siska menyambung.
Zen melihat keluar jendela sambil mendengar mereka berdua berbicara.
Kringg~ menandakan bell masuk telah berbunyi.
Siang hari pada jam istirahat, Zen sedang ada di ruang perpustakaan karena baginya tempat itu adalah surga yang nyaman.
Redup, tidak berisik, dan nyaman itulah yang di rasakan Zen saat memasuki perpustakaan.
"Hm, hari ini.. mari kita baca buku ini."
Tangan Zen yang hendak mengambil buku berpapasan dengan tangan seseorang.
__ADS_1
"Eh." terdengar suara perempuan.
🔥🔥