Wakepsek Berwajah Tampan Itu Adalah Jodohku

Wakepsek Berwajah Tampan Itu Adalah Jodohku
#05#


__ADS_3

...❤️ HAPPY READING ❤️...


Tep


Aku hanya diam saat pak Devan memelukku dari belakang, sejak enam hari yang lalu ia selalu seperti ini setiap pagi. Ia selalu mengajak ku untuk bertemu di taman belakang sekolah dan  meluapkan semua perasaan nya entah saat itu ia kesal atau pun senang, ia pasti akan selalu bercerita pada ku sambil memanja kan ku.


"Besok udah satu Minggu, saya akan kerumah kamu lagi. Bolehkan??" Pak Devan bertanya pada ku sambil menatap ku dalam-dalam.


Aku mengangguk lalu tersenyum, ia juga ikut tersenyum. Entah kenapa semakin hari rasanya aku semakin jatuh cinta pada pria ini. Wajahnya, senyuman nya dan cara ia memperlakukan ku membuatku semakin menyukai nya.


"Saya menyukai pak devan" bisik ku di telinga nya.


Ia tertawa kecil lalu mencubit hidung ku, kami saling tertawa satu sama lain.


"Saya juga menyukai mu" katanya.


Aku benar-benar tak percaya apakah saat ini mimpi atau kenyataan, rasanya baru saja kemarin aku menemukan pak devan yang dingin dan pemarah, tapi sekarang aku bisa melihat sisi lain dari dirinya. Yaitu seorang pria yang sangat perhatian dan periang.


................


"Saya terima lamaran kamu atas anak saya, selanjutnya terserah anak saya saja"


Senyum manis terukir diwajahnya saat ayah ku menerima lamaran nya, ia menatapku dengan tatapan yang berbinar.


Dua hari kemudian, Ijab kabul pun dilaksanakan, tapi seperti yang kami sepakat kan. Bahwa kami tidak akan menikah yang diakui oleh agama dan hukum. Tapi cuma nikah sirih.


Setelah acara itu selesai pak Devan lansung mengajak ku pulang ke rumahnya, rumah yang pernah ku masuki dulu kini telah menjadi rumahku juga.


"Masuklah" pak Devan menarik koper ku dan mengajakku masuk.


Ia mengajakku untuk berkeliling rumahnya terlebih dahulu, baru ia menunjukkan kamar ku, eh maksudnya kamar untuk kami tidur hihi 🤭.


Ia mengajakku untuk masuk kekamar itu, kamarnya sangat luas, bersih dan terlihat sangat nyaman. "Waw ini kamar bapak" tanya ku.


Ia lalu meletakkan koper ku di dekat lemari dan berjalan ke arah ku, ia merangkul pundak ku "ini dulu memang kamar saya, tapi sekarang ini kamar kamu juga bukan" katanya.


Aku menetap nya, aku tersenyum dan memeluknya "haha iya juga ya" kata ku.


Senang!! Tentu saja senang, karena ini adalah pertama kalinya aku jatuh cinta pada pria dan kini cinta pertama ku bisa menjadi suami ku. Sedih, khawatir dan takut!!? Aku tidak tau tentang itu, karena sekarang yang kurasakan hanyalah rasa senang.


"Syakila, mulai sekarang kamu adalah istri saya. Saya janji akan menjaga kamu dengan baik" kata pak Devan sambil menggegam tangan ku.


Aku mengaguk, lalu ia menarik ku kedalam pelukannya. Memelukku dengan erat dan menyalurkan kasih sayangnya untuk ku.


Lalu ia melepaskan pelukannya dan menyuruh ku untuk membersihkan diri, beberapa menit kemudian aku pun selesai. Dan saatnya pak Devan untuk membersihkan diri.


Aku hanya duduk ditepi kasur, lalu aku baru ingat kalau kami belum makan malam. Aku memutuskan untuk keluar kamar dan turun kebawah.


Saat sampai dibawah rupanya kulkas dirumah itu masih kosong, hanya ada beberapa telur dan susu kotak. Beras juga tidak ada, dan saat kulihat kedalam lemari ternyata yang ada hanya roti tawar dan beberapa bungkus mie instan.


Aku berfikir sejenak, apa kah selama ini pak Devan hanya makan ini. Aku pun kembali keatas, saat aku masuk kedalam  kamar aku terkejut. Diwaktu yang bersamaan pak Devan juga baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya. Aku sontak menutup mata ku dan berbalik untuk keluar dari kamar.


Tapi tiba-tiba saja pak devan menahan ku "pak lepaskan" kata ku.


"Hei tenanglah, kamu kenapa. Kenapa nutup mata kayak gitu" tanya pak devan.


"Bapak pakai baju dulu sana" kata ku.


Diam sejenak tiba-tiba hal tak terduga terjadi, pak Devan menarik tubuhku dalam pelukannya, hal itu membuat aku semakin malu dan wajah ku semakin merah.


Aku mencoba untuk melepaskan diri tapi tenaga pria itu lebih besar dari ku. "Pak lepaskan, bapak pakai baju dulu sana. Gak malu apa kayak gitu aja" kata ku.


Lalu ku dengar ia tertawa kecil, aku yang heran lansung mendogak kepalaku keatas dan memandang nya dengan heran.


"Kamu lucu banget ya" katanya sambil mencubit pipi ku.


Aku hanya diam tak menjawab, lalu ia mengecup pucuk kepala ku dengan lembut. "Haha istri ku, istri ku" katanya.


Seketika wajahnya terasa panas, entah sekarang wajah ku Semerah apa, aku pun tak tau.


Aku menundukkan kepalaku, memandang tangan pak Devan yang melingkar di pinggangku.


Lalu sebuah suara yang berat terdengar di telinga ku dengan nafas yang terasa hangat.


"Aku mau kamu sayang, boleh gak??"


Bbrrrrr


Aku merinding mendengar nya, suaranya terdengar sangat tidak baik untuk jantung, yaa kalian tau lah kan. Aku segera menjauh dari pak Devan, tapi kembali ia menahan tangan ku...


"Jawab dong" katanya kembali.


Aku sangat bingung sekarang, pak Devan terus saja mencari wajah ku, saat aku berusaha untuk tidak menatap nya. Apa lagi tubuhnya itu.


"Kita pelan-pelan aja kok" katanya lagi membuat ku semakin bingung dan wajah ku semakin merah.

__ADS_1


"Pak....u-udah malam lebih baik kita tidur" kata ku.


Aku menepis tangan pak Devan dan hendak kekasur, tapi segera pak Devan kembali menarik tangan ku dan mencoba memojokkan tubuh ku ke sudut ruangan, saat sudah di sudut ruangan segera pak Devan mendekat wajahnya ke wajahku.


Aku menutup mata ku agar tidak terlalu gugup, dan satu kecupan dari bibir lembut itu mendarat di bibirku. Lalu ia melepaskan kecupannya dan memandang ku sebentar, pak devan menatap mata ku dengan sayu.


Cup....


Kembali pak Devan mencium ku, ciumannya terasa berbeda dari sebelum-sebelumnya. Entah kenapa ciumannya kali ini membuat ada sesuatu dalam diri ku yang bangkit.


"Eehhkkmm"


Oh tidak, erangan itu keluar dari mulut ku. Kali ini ciuman dari pak Devan benar-benar membuat ku melayang. Ciuman itu turun ke leher ku, rasanya semakin aneh dan unik.


"Aakhh"


Kembali erangan itu keluar dari mulut ku, aku ingin lebih. Aku ingin lebih dari ini, ciuman dari pak devan telah membangkitkan gairah dalam tubuh ku.


Lalu pak devan melepaskan ciumannya, aku sedikit kecewa tapi bagaimana lagi. Tidak mungkin aku yang memulainya duluan.


".....pak" kata ku dengan sedikit harapan.


Pak devan memandang ku dengan mata sayu nya "aku tak akan memintanya sekarang, tapi aku akan memintanya saat kamu sudah selesai sekolah. Dan....."


Pak devan mengusap bibirku yang masih terlihat basah "jangan panggil aku bapak lagi, tapi panggil aku dengan panggilan yang kamu sukai" katanya.


Aku semakin malu dibuatnya, aku menundukkan kepalaku dan menahan merahnya pipi ku saat ini "ma.....mas.... bagaimana kalau mas"


Pak Devan memegang dagu ku, lalu mengakatnya keatas. Pandangan kami kembali bertemu, ia tersenyum kecil dan mengecup pipi ku "aku suka itu"


Deg


Ouh sudahlah, kirim aku kesuatu tempat yang sepi sekarang. Rasanya aku ingin teriak sekeras-kerasnya di tempat yang sepi dan mengatakan "DEVAN WIJAYA AKU MENCINTAI MU"


Pak Devan tiba-tiba saja mengakat tubuhku, aku terkejut apa lagi saat tubuhku ini bersentuhan dengan tubuh indahnya itu.


Ah membuat ku semakin ingin melakukan nya sekarang, aku menggeleng-gelengkan


Kepala ku, mencoba untuk mengusir pikiran kotor itu.


Lalu pak Devan membaringkan tubuhku diatas kasur, ia lalu mengusap kepalaku dan mencium nya sesekali. Lalu ia memakai Boxer dan kaus putih ya ada di lemarinya, Ia pun naik keatas kasur dan berbaring di samping ku.


Aku membelakangi pak devan, tapi ia memelukku dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di antara leher dan bahu ku.


Lalu ia kembali mencium leher ku dan mulai tertidur.


💐💐💐💐💐


Beberapa bulan kemudian, tahun ajaran baru pun dimulai dan kini aku sudah kelas 2 SMA.


Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah, tentang OSIS aku masih memegang jabatan sebagai bendahara.


Bel sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu, dan kini wali kelas ku berdiri di depan kelas dengan seorang anak laki-laki yang seumuran dengan kami.


"Tolong perhatiannya, hari ini kita kedatangan murid baru, tolong dengar kan sebentar" kata wali kelas ku.


"Halo semuanya, aku Reyhan. Panggil aja Rey, aku pindahan dari Jakarta, semoga kita bisa berteman baik semuanya"


Reyhan, ya itu namanya. Ia cowok tinggi dan putih. Semua siswi dikelas ku teriak kagum saat ia tersenyum. Ia lalu di persilahkan duduk oleh guru dibelakang ku, karena kebetulan kursi belakang ku kosong.


Jam pelajaran pertama dan kedua pun selesai, kini bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan keluar menuju kantin sekolah.


Aku?? Ya aku tentu saja harus kesuatu tempat untuk menemui seseorang. Aku pergi ke pohon besar yang ada dibelakang sekolah untuk menunggu seseorang.


Tak lama kemudian orang yang kutunggu itu tiba, ya siapa lagi kalau bukan suami ku, haha pak devan pastinya. Setelah menikah aku selalu masak untuk pak devan, dan menyiapkan bekal untuk kami makan di sekolah.


Aku membuka kotak bekal yang kubawa, ya isinya simpel aja, hanya ada nasi goreng, telur ceplok, ayam dan sayur-sayuran.


"Oh iya, kamu sudah ketemu Reyhan" tanya oak devan sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"Haa, mas tau" kata ku sedikit bingung.


"Mmm, mas lupa bilang nya. Dia itu itu adik sepupu jauh mas. Waktu kita nikah dia gak datang karena ayahnya dinas keluar kota" kata pak Devan.


"Terus sekarang orang tuanya disini?" Tanya ku.


"Gak, ayahnya harus dinas lagi di luar jawa, dan ibunya harus ikut. Jadi dari pada terlalu jauh, orang tuanya menitipkan Reyhan sama mas. Dan biar dia sekolah disini dari pada ngulang lagi disana" katanya.


Aku mengangguk-ngaguk, lalu pak devan menyuapkan ku nasi goreng. Ia tersenyum kecil saat melihat ku menerima suapan nya. Ia juga mengelus kepala ku bagaikan anak kecil. Tapi tiba-tiba ada satu pertanyaan yang lewat di kepala ku.


"Berarti Reyhan tinggal sama kita dong mas"


Pak devan berhenti menyuapkan nasi goreng ke mulutnya, lalu ia menatapku dengan intens. "Iya, dia tinggal sama kita"


"Trus aku gimana mas" tanya ku.

__ADS_1


Ia tertawa kecil "haha ya gak gimana-gimana, Reyhan tau kok kalau mas udah nikah sama kamu. Dan dia juga tau kalau kamu itu istri mas"


Aku tersenyum saat mendengar penjelasan dari pak devan "beneran" tanya ku.


"Iya,,,,tenang aja ih" katanya sambil tersenyum.


Lalu kami melanjutkan makan kami berdua hingga bel masuk pun berbunyi.


.................


"Kamu syakila kan"


Deg


Aku terkejut saat reyhan berdiri dibelakang ku. Aku baru saja hendak mengambil air dingin dari kulkas karena merasa haus.


"Eh iya" kata ku gugup.


"Haha ternyata kamu toh istrinya Abang sepupu aku" ia tersenyum riang.


"Wah enak banget ya kalau kayak gini, kita tuh udah sekelas dan tinggal di bawah atap yang sama lagi" katanya.


Aku mengernyit lalu.....ah ya sudahlah mungkin katanya enak.


Aku menuangkan air kedalam gelas, lalu kembali menaruh air dingin itu kedalam kulkas, aku segera minum dan hendak kembali kekamar. Saat ingin berbalik tiba-tiba aku dikejutkan dengan sosok reyhan yang sudah berdiri didepan ku.


Ia menatapku dengan tatapan yang tak bisa kupahami, ia melihat ku dari bawah sampai atas lalu memegang rambut ku.


Aku segera menepis tangan reyhan dari rambut ku "apaan sih, kamu gak sopan tau" kata ku.


Lalu ia tersenyum miring dan melipat tangannya di depan dada "kamu tuh cantik, masih muda pula.tapi kenapa sih bisa nikah sama orang yang umurnya jauh lebih tua dari kamu" katanya dengan nada remeh.


"Karena aku cinta sama dia" kata ku santai dan melangkah menjauh dari nya.


Segera reyhan menahan tangan ku, tentu aku lansung berhenti tapi tidak melihat nya.


"Lepas"


Reyhan tak bergeming, aku sedikit mengeratkan tangan ku agar lepas dari tanganya.


Grepp


Ia semakin mengeratkan genggaman nya, "lepaskan Rey" teriak ku.


Ia lansung melepaskan nya, aku meliriknya sekilas lalu berlari keatas menuju kamar. Pak Devan masih belum pulang, katanya akan ada acara di rumah kepala sekolah, jadi ia harus hadir.


Aku mengunci pintu kamarku, dan membasuh wajah ku di kamar mandi. Lalu naik keatas kasur ku, dan mulai menjelajahi dunia mimpi.


...............


DEVAN PO'V


Jam tangan ku sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, aku melajukan mobil ku menuju rumah. Setibanya di rumah aku lansung masuk, baru saja aku ingin menaiki tangga, samar-samar aku dengar suara dari ruang keluarga.


Ah mungkin rey yang belum tidur, aku kembali melangkah menuju kamar. Aku putar ganggang pintu itu, ternyata di kunci oleh syakila dari dalam.


Untungnya aku membawa kunci kamar, aku segera membuka pintu dan mendapati istri kecil ku sedang tidur lelap.


Aku meletakkan tas ku diatas sofa, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu aku pun naik keatas kasur dan membaringkan tubuhku disamping syakila.


Aku menatap punggung gadis itu, ia tidur membelakangi ku. Selalu saja seperti itu seakan-akan tidur membelakangi orang itu adalah kebiasaan nya.


Aku mendekat kan diri ku pada syakila dan memeluknya dari belakang, membenamkan wajah ku di tengkuknya dan menghirup aroma tubuh istriku itu.


"Eeehmmm"


Aku tersentak saat syakila membalikkan tubuhnya, dan memelukku dengan sangat erat. Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang ku, seperti ketakutan ia terus memeluk ku dengan erat seakan tidak ingin jauh.


Aku hanya membalas pelukan gadis itu, lalu mencium ubun-ubun kepala nya.


"Ada apa sayang"


.


.


.


.


.


Jangan lupa like komen dan klik ❤️ nya.


Syukron🙂🐰

__ADS_1


__ADS_2