
...β€οΈHappy readingβ€οΈ...
"Kenapa, kenapa kau begitu baik pada ku syakila??"
Aku terdiam, sesaat sebelumnya Reyhan menarik tangan ku hingga aku jatuh ke pangkuan nya.
Saat ia bertanya pada ku, aku jadi tidak tega melihat nya. Tatapan nya begitu sendu, ia memandang ku dengan teduh.
Lalu ia membenamkan wajahnya di antara anak rambut ku. "Kenapa syakila, jawab kenapa??" Katanya.
Entah apa yang terjadi malam itu, aku mengelus rambut Reyhan yang kelihatan kacau.
"Rey..."
"Jangan...jangan larang aku, biarkan aku sebentar seperti ini" katanya.
Entah kenapa malam itu aku tak merasa kesal padanya, aku membiarkan posisi kami seperti itu beberapa saat. Hingga sesuatu membuat ku tak nyaman.
Ku rasakan Reyhan mulai menciumi bagian leher ku, ia juga menghisap nya.
"Eekhhhmmm Rey" kata ku.
Reyhan semakin ganas, tangannya mulai memegang dada ku dan meremasnya.
"Rey, hen... eeehhhm hentikaan Rey" kata ku.
Aku takut, jantung ku berdetak kencang. Aku berusaha melepaskan diri, tapi segera pria itu membaringkan ku di atas kasur dan mengunci kedua tangan ku ke atas.
"Rey lepaskan, kenapa kamu begini" kata ku.
Reyhan tak menjawab, ia lansung ******* bibirku kasar. Aku tak membalas ciumannya tapi ia menggigit bibir bawahku dan berhasil masuk. Ia mengabsen setiap rongga mulut ku.
Aku mencoba untuk melawan dengan sekuat tenaga, tapi tak juga berhasil. Lalu ia mulai menurunkan pakaian ku. Dan mulai menciumi bagian dada ku.
"Akhhh Rey eekhhhmmm lepaskan" kata ku.
Ia tak menjawab, lalu ia melepaskan pakaian ku dan membuangnya sembarang arah, lalu ia juga membuka pakaian dalam ku dan memperlihatkan kedua dada ku yang terbuka lebar.
Air mata ku mulai keluar, rasa takut mulai menyerang ku. Sedangkan Reyhan masih sibuk dengan permainan nya.
Lalu tangan kasar nya, mulai menyusup ke dalam rok ku. Ia menggosokan jarinya pada bagian sensitif ku. Lalu secepat kilat ia membuka rok ku dan membuangnya ke sembarang arah.
Lalu ia membuka semua pakaiannya, dan dilanjutkan dengan membuka pakaian dalam ku, hingga kami berdua tak tertutupi benang sehelai pun.
"Rey lepaskan, jangan lakukan ini. Aku istri kakak mu akhhhhh" kata ku.
Reyhan tak bergeming, ia melanjutkan aktivitas nya. Aku semakin takut, lalu saat ia mulai memasukkan barang berharga nya itu, aku pun merasa marah.
Aku segera menendang paha nya hingga ia terjatuh ke bawah, aku segera menarik selimut, dan menutupi tubuh polos ku.
"Dasar br*ngs*k, begini cara kau membalas kebaikan ku barusan. Begini cara kau menghormati kakak mu, dengan memperkosa istrinya. Begini cara kau mencintai seorang wanita, dengan menghancurkan masa depannya. Dasar b*j*ng*n sialan, dasar br*ngs*k. Reyhan br*ngs*k" aku pun segera berlari ke kamar ku.
Aku segera masuk ke kamar mandi dan berendam di bathtub sambil menangis.
πππππ
Aku terbangun saat mendengar sesuatu yang begitu berisik, aku melihat ke arah jam dinding, yang menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Aku mendudukkan diri ku, ternyata aku sudah berada di atas kasur dengan pakaian lengkap.
Aku beranjak dari kasur ku dan berjalan keluar kamar, saat suara keributan yang ku dengar tadi berasal dari luar kamar.
Dari atas aku melihat pak devan sedang berbincang-bincang dengan beberapa temannya. Aku memutuskan untuk turun mengambil air minum dan menghampiri pak Devan. Saat sampai di bawah, aku lansung ke dapur dan mengambil air minum. Lalu menghampiri pak devan.
"Loh syakila.." panggil pak devan.
Ia beranjak dari duduknya dan menghampiri ku, lalu membawa ku ke hadapan teman-temannya.
"Perkenalkan ini istri gue, dia masih SMA..." Kata pak devan.
"Lah masih SMA, kecil banget, parah ku Dev" kata salah satu temannya itu.
"Namanya juga cinta, Lo tau kan gue gak suka pacaran. Dari pada pacaran mendingan gue nikahin lansung. Yang penting sekarang gue gak jomblo lagi kayak Lo semua" ucap pak Devan dengan nada mengejek.
Kedua temannya itu saling berpandangan lalu menatap kesal ke pak devan. "Awas lo ya, besok gua nikah gak gue undang Lo" kata salah satu temannya.
"Iya, nanti gue nikah gak gua undang juga Lo Dev" kata teman nya yang satu lagi.
"Hehe kalem bro kalem" ucap pak devan.
"Oh iya, syakila perkenalkan ini teman-teman mas semasa kuliah. Kami udah lama gak ketemu dan kebetulan ketemu di jalan tadi" ucap pak Devan.
Aku mengaguk lalu memperkenalkan diri ku.
__ADS_1
"Oh iya, salam kenal ya. Saya Rio"
"Dan saya Rendra"
Aku kembali mengaguk, lalu kami pun kembali duduk dan saling bercerita.
.........
Setelah kedua temannya pak devan pulang, aku dan pak devan pun kembali kekamar.
Pak Devan membersihkan diri dan lansung naik ke kasur dan menepatkan dirinya di samping ku. Ia melingkarkan tangannya di pinggang ku, dan menciumi pipi ku.
"Sayang..." Panggil pak devan.
"Iya mas"
"Aku mau nanya dong, kok tadi kamu tiduran di bathtub kamar mandi sih. Malah di luarnya ada selimut dari kamar Reyhan lagi, apa terjadi sesuatu" deg, seketika ingatan itu terlintas di kepala ku.
Aku membenamkan wajah ku di dada bindang milik suami ku itu, aku masih terlalu takut untuk mengingat nya.
"Sayang.... syakila, kamu kenapa" tanya pak devan.
Aku menggeleng "aku mau tidur mas" kata ku.
"Ouh ya udah, mas peluk ya. Selamat malam istri ku"
Cup...
Air mata ku perlahan keluar, aku tak menyangka ini akan terjadi. Kenapa? Kenapa harus aku. Sebenarnya apa salah ku sampai Reyhan Setega itu pada ku. Harusnya ia tau batasan di antara kami. Apa lagi aku sudah istri orang, dan bukan orang lain. Tapi Abang sepupu nya sendiri.
..........
Ke esokan harinya, pagi-pagi sekali pak devan sudah pergi. Hari ini hari Minggu ia akan pergi reuni SMA, tadinya aku mau ikut. Tapi ia melarang ku, ia bilang ia takut jika aku akan jadi bahan omongan teman-teman julidnya semasa sma nanti. Ya kalian tau lah kan, maksudnya, pasti nanti omongannya "masih SMA tapi udah jadi istri orang" ya kurang lebih begitu lah.
Aku pun tak menolak, karena aku tau itu benar. Aku mengiyakan nya karena Reyhan juga tak kelihatan dari pagi-pagi sekali.
Selesai dengan pekerja ku, aku pun bersantai. Aku memakan camilan sambil menonton drama Korea. Dan menghabiskan waktu ku untuk bersantai di hari Minggu.
Tak lama kemudian bel rumah berbunyi, aku merasa sedikit takut. Aku memberanikan diri untuk membuka pintu dan ternyata Reyhan.
Aku segera pergi meninggalkan nya dan masuk ke kamar. Beberapa saat kemudian pintu kamar ku di ketuk. Aku beranjak dari duduk ku dan membuka pintu.
"Syakila..." Reyhan tersenyum.
Ia menyodorkan segelas jus jeruk kesukaan ku, "aku minta maaf soal kemarin, aku gak sadar. Aku baru tau kalau aku melakukan kesalahan saat kamu marah-marah kemarin" katanya.
"Sebagai permintaan maaf, aku membuat kan mu ini. Di minum ya" aku melihat tajam ke arah Reyhan.
"Aku serius syakila, aku benar-benar minta maaf. Aku tau itu salah, tapi kamu tau kan saat itu aku berada di bawah pengaruh alkohol, aku benar-benar minta maaf. Aku salah, kamu benar seharusnya aku tidak merusak masa depan orang yang ku cintai....aku benar-benar minta maaf syakila" ucapnya sambil menunduk kan kepala nya.
Aku segera mengambil jus jeruk itu, "ya udah, kamu tau kamu itu salah kan. Lain kali jangan ulangi itu, kamu harus tau batasan kita. Aku ini kakak ipar kamu, kalau sampai mas devan tau tentang kelakuan kamu ini, aku pastikan ia pasti mengusir kamu"
Brak..
Aku menutup pintu, lalu meminum jus jeruk yang diberikan Reyhan tadi. Setelah itu aku pun meletakkan nya di nakas dan kembali rebahan di kasur ku.
Beberapa saat saja, tiba-tiba tubuh ku terasa panas. Sangat panas, aku menghidupkan AC dengan sangat dingin, tapi tak ada perubahan apapun. Aku pun membuka baju ku tapi masih terasa panas, jantungku berdebar kencang seluruh tubuhku terasa sangat panas.
Aku membuka semua pakaian ku dan berdiri di depan AC tapi tak ada perubahan. Kesadaran ku perlahan mulai hilang, aku segera keluar mencari Reyhan.
"Rey,,,Reyhan tolong" kata ku.
Tak lama pria itu datang, "ada apa syakila kenapa kau.."
"Br*ngs*k, kau masukkan apa dalam minuman tadi" teriak ku.
Hening seketika dan tiba-tiba Reyhan tertawa lepas. "Haha kamu sadar rupanya, aku memasukan obat perangsang agar kau kepanasan dan minta tolong pada ku untuk menyetubuhi mu" kata nya.
Aku terkejut, aku lansung menutup pintu dan menguncinya, ku dengan Reyhan berteriak dari luar. Aku segera mengambil handphone ku dan menelfon pak devan.
Aku segera menyuruh nya pulang, ia pun lansung mengiyakannya. Aku menutup telfon dan terus berusaha untuk menahan hasrat ku.
Tak lama kemudian sekitar 20 menit, ku dengan suara ketukan pintu. Aku segera membuka pintu, ternyata pak devan. Aku lansung memeluknya dan lansung mencium bibirnya.
"Mas bantu aku, Reyhan memasukkan obat perangsang dalam jus yang ia berikan pada ku. Kemarin ia mabuk dan mencoba memperkosa ku" kata ku.
Pak devan kelihatan terkejut, ia lansung mengendong ku ke dalam kamar, dan mengunci pintu. Lalu ia menidurkan ku di atas kasur perlahan.
"Hah hah masss...." Kata ku karena tubuh ku semakin panas, entah berapa lama efek obat ini aku tak tau.
Pak Devan membuka pakaian nya dan lansung menindih tubuh ku, ia lansung ******* bibir ku. Ia memulai permainan dengan lembut, beberapa saat kemudian aku memukul kecil dadanya. Ia melepaskan tautannya, lalu ciumannya mulai turun ke dada ku. Ia meninggal kan beberapa jejak kepemilikan di sana.
__ADS_1
Lalu ia pun mulai menghisap gunung kembar ku, aku meremas rambut pria itu. Permainan nya yang lembut membuatku semakin bergairah.
Aku menekan kepalanya lebih dalam "akhhh mas devan...mmhhh" kata ku.
Pak devan mulai mengusap perut rata ku, lalu mulai mengusap-usap bagian sensitif ku. Ia memainkan nya dengan lihai dan pandai. Ia pun mulai melakukan penyatuan ia menunduk kepalanya di wajah ku.
"Ini akan sedikit sakit, kamu boleh mencakar atau mengigit bahu ku jika kamu tidak tahan, oke" kata pak Devan.
Aku mengaguk, dan saat benda besarnya masuk...
Jleb....
"Akhhh sakit mas" kata ku sambil mencakar punggung pak Devan.
Beberapa saat kemudian permainan pun berlanjut hingga sampai akhirnya kami sama-sama mencapai puncak kenikmatan, aku pun merasa lebih baik kan. Dan pak Devan melanjutkan permainan entah sampai jam berapa, karena terlalu lelah aku pun tertidur.
πππππ
Aku membuka mata ku, merasakan semua badan ku sakit. Aku mencoba untuk duduk.
"Awww shitt sakit" teriak ku saat merasakan sakit di area sensitif ku.
"Syakila, kenapa?" Pak devan lansung terbangun dan duduk di samping ku.
"Sakit mas" kata ku.
"Dimana sayang, yang mana yang sakit" ucap nya lembut.
Aku menunjuk area sensitif ku, lalu ia mengambil handuk dan melilitkan nya di pinggang nya. Ia pun bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah ku.
"Coba mas lihat" kata nya.
Aku lansung terkejut, wajah ku lansung terasa panas. Aku menggeleng "malu...mas" kata ku.
"Kamu lupa, masa udah melihat semuanya tadi" kata pak Devan.
Aku hanya diam, lalu membuka selimut yang menutupi tubuh polos ku itu. Aku membuka paha ku sedikit, terasa nyeri.
"Mhh mas minta maaf, gara-gara mas kamu jadi sakit" katanya.
Aku menggeleng kecil, "gak, ini semua salah Reyhan" kata ku.
Diam sejenak, lalu pak devan berdiri. "Ya udah iyaiya, bentar ya mas ambil salep dulu"
Pak Devan pun menuju kamar mandi, lalu beberapa saat ia keluar membawa salep. Ia mengoleskannya pada area sensitif ku yang terasa sakit.
Lalu ia pun meletakan salepnya di atas nakas. Ia membuka laci nakas itu dan mengambil sebuah obat. Ia membukanya satu dan memberikan nya pada ku.
"Minum ini, ini pil pencegah kehamilan" katanya.
Aku sedikit heran dan terkejut "maksudnya apa mas" kata ku.
Ia pun duduk di samping ku, menarik selimut menutupi tubuh polos ku. "Mas tau mas salah menyuruh kamu minum ini, tapi ini untuk kebaikan kamu. Mas tau sewaktu-waktu kejadian kayak gini akan terjadi, masa membeli ini untuk berjaga-jaga,agar kamu nggak hamil" kata pak devan.
"Tapi untuk apa mas" kata ku.
"Kamu masih pelajar, perjalanan kamu masih panjang. Mas gak mau kamu hamil saat sekolah, mas gak mau kamu di bully sama teman-teman kamu yang disangka hamil di luar nikah, kamu ngerti kan sayang" ucap pak devan.
Aku mengaguk, lalu meminum obat itu segera. Pak devan lansung memeluk ku setelah itu.
"Mungkin hari ini kita melakukan nya karena obat perangsang itu..." Kata pak devan.
Ia lalu menakup wajahku, dan mendekatkan nya pada wajahnya "tapi nanti saat sudah waktunya, kita akan melakukan nya atas nama cinta. Dan membuat malaikat kecil kita sayang"
Cup...
Pak Devan mencium bibirku sekilas, ia tersenyum. Wajah ku bersemu, aku tau maksudnya.
"Ya udah yuk mandi" katanya.
Aku mengaguk, lalu pak Devan pun mengendong ku ke kamar mandi dan kami pun mandi bersama....
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan klik β€οΈ nya.