Wakepsek Berwajah Tampan Itu Adalah Jodohku

Wakepsek Berwajah Tampan Itu Adalah Jodohku
# 07


__ADS_3

...❤️Happy reading❤️...


Sore hari telah tiba, aku merapikan buku ku dan memasukkan nya kedalam tas. Aku beranjak dari duduk ku dan berjalan ke arah pintu kelas.


Ku lihat beberapa siswa perempuan berkumpul di depan kelas, dan menutupi sebagian pintu kelas. Aku berusaha untuk keluar dari kerumunan siswa perempuan itu. Dan saat keluar aku mengerti kenapa mereka berkerumun.


Benar saja, pak Devan sedang berdiri di depan kelas. Sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya, dengan sombongnya ia menutup matanya dan tak menatap semua siswa yang berdiri di hadapan nya itu.


Aku menundukkan kepalaku dan berjalan diam-diam diantara mereka. Haha bukannya sombong tapi dari yang ku kira pasti pak Devan sedang menunggu ku.


Aku berjalan melewati tangga, dan turun kelantai dasar. Lalu berjalan ke luar gerbang, niatnya hari ini aku akan pulang naik bus. Bukan, bukan masih marah tapi aku masih kesal dengan nya.


Saat tiba di halte tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti, dari dalam mobil pak Devan keluar. Dengan tatapan khawatir ia menghampiri ku, ia lansung menarik tangan ku dan membawa ku kedalam pelukannya.


Terasa hangat dan nyama, tapi tetap saja aku masih merasa sedikit kesal dengan kejadian tadi siang.


"Mas menunggu kamu loh di depan kelas tadi" ucap pak Devan.


Aku hanya diam tak membalas perkataan nya dan tak membalas pelukannya.


Beberapa saat kemudian, pak Devan melonggarkan pelukannya. Ia menatap ku, aku hanya membuang muka dan mencoba untuk Tek menatap pria di depan ku ini.


"Kamu masih marah"


Aku menatap sekilas ke arah pak Devan lalu kembali membuang muka "gak"


"Terus...kalau gak marah kenapa lagi" katanya.


Aku tak bergeming, pak Devan menghela nafas panjang. Lalu mendekat wajahnya. Aku melihat mata pak Devan sekali lagi, ia sangat dekat. Aku mencoba untuk diam dan tak melawan.


"Oh gak mau jawab ya" ucap nya dengan nada yang terdengar menggoda.


Aku menelan saliva ku dengan susah payah, aku mencoba menutup mata ku agar tak terlalu deg-degan.


Ku rasakan deruan nafas pak devan semakin dekat, dan sebuah benda lembut mulai menyentuh bibir ku.


"IYA-IYAAAAA AKU MASIH KESAL DENGAN MAS, KARENA WANITA TADI SIANG" Teriak ku dan segera menjauhkan wajah pak Devan.


diam sejenak dan suara tawa terdengar, pak Deva tertawa terbahak-bahak di depan ku, ia mengusap air matanya yang keluar sedikit dari sudut netranya.


Aku semakin kesal di buatnya, aku melipat tangan ku, dan mengerucut kan bibirku.


"Haha haha" kurang lebih dua menit oak Devan terus tertawa di depan ku.


Aku semakin kesal, dan tampa berpikir panjang aku lansung menginjak kakinya pak Devan.


"Awww haha aww" katanya.


Ia menatap ku, aku segera membalas tatapan nya dengan tajam.


"Aku tuh kesal, jangan buat aku tambah kesal" kata ku sambil menatapnya dengan tajam.


Seketika itu juga pak Devan terdiam sambil menatap ku sendu, ahh jujur saja dia sangat imut seperti anak kucing🤭.


"Y-ya maaf" katanya.


Rasanya aku ingin mencubit pipinya segera, karena sangat imut. Tapi aku segera menetralisir perasaan ku.


"Huh" aku kembali membuang muka.


Pak Devan memegang tangan ku dengan lembut dan berbisik "ya udah, mas minta maaf. Sekarang kita pulang ya"

__ADS_1


Hati ku seketika luluh, rasa kesal ku hilang. Sentuhan lembut dari pak Devan seakan menghapus semua rasa marah ku.


Aku menatap pak devan, ia tersenyum manis sambil melemparkan tatapan lembut, seketika itu juga wajah ku mulai terasa panas. Dan jantung ku berdebar-debar. Aku mengaguk kecil, lalu mengikuti langkah pak Devan.


...........


Aku merebahkan diri ku di atas kasur, jam dinding menunjukkan pukul 7 malam. Aku baru keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. Masih dengan piyama mandi dan handuk yang melilit di kepala ku, aku merebahkan tubuh ku sebentar dua atas kasur besar itu.


Krieett....


Aku menoleh ke arah pintu, aku segera duduk dan merapikan piyama ku. Pak devan melihat ke arah ku, ia tersenyum lalu berjalan ke arah ku. Ia memposisikan dirinya di samping ku.


"Kamu udah mandi?" Tanya nya.


Aku mengaguk, dan dibalas oleh senyuman hangat dari pria itu.


"Ya udah, mas udah masak. Kamu pakai baju ya. Mas mau mandi dulu" ucap nya seraya berdiri.


Aku kembali mengaguk, lalu pria itu mengambil handuk nya dan masuk ke kamar mandi.


Aku segera memakai pakaian ku, lalu mengeringkan rambutku. Aku melipat handuk ku dan mengantungkan piyama mandi ku.


Baru saja aku menggantung kan piyama ku, tiba-tiba pak Devan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Aku terdiam saat melihat tubuhnya yang indah itu, ah iya itu loh kalian tau kan tubuh pria yang ada kotak-kotak nya itu...yaaa kurang lebih tubuhnya seperti itu lah.


Tampa ku sadari pak devan berjalan ke arah ku, aku masih terdiam sambil melihat tubuh indahnya itu. Lalu tiba-tiba aku tersadar saat tangan ku di pegang oleh pak Devan.


"Hey, syakila..." Panggil pak devan.


"Akh, ah iya pak, eh iya mas, ada apa??" Kata ku kebingungan.


Pak devan tersenyum menggoda, aku lansung mengalihkan pandangan ku saat tatapan kami saling bertemu.


Tak ada jawaban, aku melepaskan tangan ku dari genggaman tangannya, tapi segera pak devan mencekram nya lebih kuat.


"Kenapa harus buru-buru, mas lihat tadi kamu terpana melihat tubuh mas" deg, wajah ku seketika terasa sangat panas.


Jantung ku berdebar kencang, rasanya sesuatu akan meladak dalam diri ku. Aku segera melepaskan cengkraman tangannya, dan berlari keluar dari kamar.


..........


"Huuff, hampir aja...kalau lebih lama lagi mungkin jantungku bakalan meladak" guman ku sambil menyiapkan piring.


Tak lama kemudian pekerjaan ku pun selesai, sebelum memangil pak Devan ke atas, aku terlebih dulu mencuci tangan. Aku mencuci tangan ku di wastafel tapi tiba-tiba aku di kejutkan oleh seseorang yang memelukku dari belakang.


Sejenak aku berfikir itu pak Devan, dan aku hanya diam. Lalu ia mencium leher ku, menghirup aroma tubuh ku dengan sangat la a. Tapi.....kenapa terasa aneh ya, biasanya pak Devan hanya akan melakukan nya sebentar, apa lagi di rumah ini ada orang selain kami. Akh tapi...tunggu, bukan kan ini pasti bukan reyhan kan.


Aku segera berusaha melepaskan diri dari pelukannya, tapi segera ia mengunci tangan ku.


"Kenapa sayang, kok tiba-tiba memberontak gini" bisik nya dengan suara berat.


Aku semakin bergidik ngeri, aku berpuasa sekuat tenaga melepaskan pelukannya. Tapi percuma kekuatan nya terlalu kuat.


"Rey, lepaskan. Kamu udah kelewatan batas. Lepaskan aku" kata ku.


"Gak mau, aku mau gini lebih lama lagi" katanya.


"Lepaskan Rey, nanti mas Devan lihat" kata ku.


Reyhan lansung melepaskan pelukannya, aku segara berbalik dan melihatnya. Ia terlihat kesal, sorot matanya berubah marah.


"Kurang aja, kenapa kamu kayak gini. Kamu harus jaga sikap, aku ini udah istri orang" kata ku menjelaskan padanya.

__ADS_1


"NGGAK..." Aku terkejut saat reyhan berteriak sekeras-kerasnya di depanku.


"Harusnya kamu itu jadi istri ku, bukan istrinya Devan" katanya.


Aku semakin tak suka melihat reyhan, apa lagi ia bilang saudara nya itu dengan nama Tampa ada sebutan Abang atau kakak.


"Cukup Rey, jangan bicara seperti itu. Kamu harus hormati mas devan, dia itu kan Abang mu" kata ku.


Reyhan lansung mencekram wajah ku, ia benar-benar terlihat kesal. Tapi segera aku mengukir senyum saat aku melihat pak Devan menuruni tangga.


"Mas.." panggil ku.


Segera reyhan melepaskan cekraman nya, dan ekspresi nya lansung berubah. Ia tersenyum di hadapan pak devan.


Tampa bilang apa-apa dan seperti tidak terjadi apa-apa, kami pun makan malam bersama.


✨✨✨✨✨


Beberapa hari kemudian....


"Mas mungkin akan pulang agak malam, kamu baik-baik di rumah ya" aku mengaguk kecil.


"Oke, mas berangkat ya" ucap pak Devan.


Lalu mobil yang ia kendarai pun melaju jauh dari rumah. Aku berbalik dan masuk kedalam rumah yang lumayan besar itu. Aku lansung ke kamar dan segera membersihkan diri lalu kembali rebahan.


.......


Malam harinya sekitar jam setengah tujuh, bel pun berbunyi. Aku berfikir itu pak Devan, tapi gak mungkin juga lah.


Aku pun segera turun dan membuka kan pintu, ternyata Reyhan pulang dengan keadaan mabuk. Ia lansung terhuyung ke depan, untungnya segera aku menangkap nya.


"Ukh, Rey kamu mabuk. Kenapa kamu minum-minum saat masih SMA begini" kata ku.


Reyhan mendogak kepala nya melihat ke arah ku, dan tertawa alas orang mabuk.


"Oh, siapa ini. Syakila, syakila kakak ipar ku yang seumuran dengan ku...hahaha syakila..."


"Rey, sadarlah. Sadar kan dirimu dan masuk lalu mandi" kata ku.


Reyhan berdiri, lalu berjalan kedalam. Aku menutup pintu dan menuntun nya ke kamarnya.


Sampai di depan kamarnya, aku pun membuka kan pintu. Lalu membimbing nya untuk duduk di kasur.


"Hey sadar lah, sekarang mandi lalu istirahat. Kamu sudah makan" tanya ku.


Reyhan mengeleng, "baiklah aku akan membawakan makanan nanti" kata ku.


Saat hendak melangkah pergi tiba-tiba tangan ku di tarik oleh Reyhan.....


.


.


.


.


.


Jangan lupa like komen dan klik ❤️ nya.

__ADS_1


__ADS_2