Wanita Berhijab Itu Mimom Ku

Wanita Berhijab Itu Mimom Ku
episode 3


__ADS_3

Bandara...Internasional SOEKARNO HATTA...seorang lelaki yang cukup perfect dengan perrawakan tinggi oke, kulit kuning nya yang mengkilap tidak putih yah!dan pakeyan kasual yang membikin penampilannya sempurna.


Mereka telah tiba di negri tercinta,Revan sangat bersyukur senang setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan.


Setelah wisuda papah Revan meminta Revan pulang cepat bersama mereka,di karnakan Revo ingin Revan memegang perusahaan nya di bidang perhotelan.


Hayoooo siyap siyap yang mau tau ceritanya merapat coy heeee.....


mobil yang di kendarai Didi orang kepercayaan Revo di kantor, dan akan menjadi sekertaris pribadi Revan, memasuki pekarangan rumah yang sangat luas dengan gapura yang menjulang tinggi dan pagar yang bisa open and close untuk kendaraan yang tentu milik rumah itu.


Revan menginjakkan kaki ke tempat tinggalnya yang dulu ditinggalkan nya selama bertahun tahun lamanya, untuk menempuh pendidikan di negri orang.Disambut meriyah oleh semua penghuni yang ada di dalam rumah mewah itu dengan suka gembira.


" Selamat datang sayang nya mamah dan papah" seloroh Dian


membuat ketawa semua yang ada di situ


"Mamah...! Revan da gede mah, bukan anak mama papa lagi aku uda gede" ucap Revan dengan muka datarnya


" Iah anak papah uda gede!"ucap Revo. Membuat semua mata melirik ke sumber suara, di karnakan Seorang Revo Diwan tara yang selalu datar dan tak jarang ber suara membuat semua kaget mendengar suara nya yang keliatanya pengen ikut becanda ma anak istrinya.


karana Revo memiliki sifat datar dan tegas tak banyak bicara tapi penyayang ko baik dan dermawan beda dengan Revan dan Dinda .Dinda memiliki karakter terbalik dari Suaminya Revo sedangkan Revan memiliki karater mamah dan papah nya.


"yauda Van istirahat gih cape kan" ucap Dian


"Ya Mah !" Revan berlalu ninggalin semua orang yang ada di ruang depan, menuju lantai atas kamar yg sangat iya rindukan. Yanglain menuju kesibukannya masing masing.


Cekklek"" suara pintu terbuka Revan masuk dalam kamar yang dilihatnya masih sama seperti dulu semejak dia masih duduk di bangku menengah.


Revan menghempaskan badannya ke kasur yang empuk yang dulu sering iya gunakan.


"Ternyata masih sama kaya yang dulu! "lirihnya sambil memejamkan matanya menuju alammimpinya.


Jam menunjukkan pukul 20.00 hari sudah malam


para penghuni rumah sedang berada di ruang makan untuk makan malam, bagi Dian dan Revo makan malam yang sangat di tunggu tunggu kehadiran buah hati mereka satu satunya.


karna semejak Revan ke luar negri dirumah sepi, Dian dan Revo jarang makan malm di meja makan kebayakan makan diluar.


"Van !" Revo memulai pembicaraan nya setelah selesai makan tadi sekarang mereka duduk di ruang tv.


"Ia pah! kenapa? taya Revo menatap papanya karna Revo tau kalu papanya tidak suka bicar kalu tidak saling tatap.


"Van papa mau kamu mulai besok berangkat ke hotel "perintah Revo


membuat Dian dan Revan saling pandang.


"Pah papah ga kecepetan yuruh Revan ke kantor?kan Revan baru pulang pah mungkin Revan pengen istirahat " ucap Dian


"Siyapa bilang ke hotel suruh kerja,papah cuma pengen supaya Revan tau gimana perkembangan hotel kita ya sekalian jalan jalan liat liat biyar dia tau" ucap Revo meyakinkan Revan ke kantor

__ADS_1


" Oke deh pahn! tar revan ke kantor"jawab Revan dengan seyum yang mengembang membuat Revo bahagia,tapi tidak untuk Dian yang dari tadi haya cemberut.


Dian tidak suka Revan cepet ke kantor karna dian pengen ngenalin Revan pada sahabat sosialitanya yang puya anak gadis Dian tau kalau Revan sudah sibuk Revan tidak mau di ganggu, apalagi urusan pdrempuan sulitdeh


DI RUMAH SEDERHANA**


Kasa dan mimom nya sedang asik menonton derama favorit di tv yang jadi trending topik untuk tahun ini membuat ibu dan anak ini baper.


"Mom keren ya ceritanya jadi baperdeh akyu heeeheee..."ucap kasa sambil emeluk mamanya dengan erat dan seyum seyum, pikirannya entah kemana


"ih apaan si sayang! meluk meluk mama seyum seyum sendiri jangan menghayal yang engga engga deh mikir apa" ucap Najma melepaskan pelukan kasa memandang wajah kasa yang seyum seyum sendiri.


" mah besok Salwa pengen ikut ke tempat mamah kerja ya mah boleh engga?" taya salwa dengan memelas.


"ga boleh sayang! kan Salwa harus ke kampus,hari pertama masuk kampuskan sayang ??ucap Najma meyakinkan Kasa supaya tidak ikut ke tempat kerjanya


"yah heem "lirih Kasa dengan tenaga lemesnya


" yaudah ini udah malem,sinetronnya juga udah habis kan juk masuk bobo!" perintah Najma menarik Kasa dari duduknya supaya masuk ke kamar.


** PAGI Menjelang, suara ajan berkumandang membangunkan para insan yang sedang berbaring melawan hawa dingin yang menusuk tulang untuk memenuhi panggilan sang penciptanya.


"Sayang Salwa bangun nak! ini udah pagi solat subuh dulu yu " ucap Najma


"mah bentar lagi ngantuk mah" rengek Kasa ga mau bangun dengan muka bantalnya.


Najma meyeret paksa Salwa karna bagi Najma ibadah di nomor satukan


" Mimom sabardong kebiyasaan deh" ucap Kasa dengan muka di mayun nya


setelah ber wudu mereka berdua melaksanakan kewajiban nya.


Di meja makan keluarga Diwan tara sedang meyantap sarapannya masing masing, tanpa ada yang berkata haya terdengar suara sendok dan pirng yang saling beradu.


"Revan!"ucap Revo mencairkan keheningan di ruang makan


"ya pah kenapa?" jawab Revan


"Setelah makan kamu siyap siyap ! segera kita berangkat ke kantor pagi ini!" sarkas Revo dengan tegas.


Membuat Revan tak bisa menolak nya sama sekali apalagi Dian yang tak mungkin melarang nya.


"Pa.. pah papah..... boleh kan Revan siyang pulang?mamah ingin mengajak Revan ke rumah teman mamah " ucap Dian dengan manja nya.


Membuat ke empat mata memandang nya dengan tatapan tajamnya,


membuat yang di tatap menunduk takut""heeeee


"ya udah, kalu ga bole juga ga papa ko." ucap Dian karna Dian dengan muka merah nya Dian merasa yalinya menciut setelah di tatap kedua laki laki nya.

__ADS_1


hening


tik tik


tik tik


tak ada yang berucap sehingga terdengar suara kedua laki laki itu membuat seisi rumah melongo apanyang di tertawakan oleh anak dan papah itu.


Haaaaaa...haa..haaa..haaa..


"Mamah mamah ,expressi nya itu lo yang bikin kita ketawa" ucap mereka berdua serempak membut yang di tertawakan memasang muka masamya.


" auah gelap "ucap Dian meninggalkan tempat makanmenuju kamarnya


yang di buntuti oleh Revo di belakangnya.


"Mah mamah jangan tinggalin papah dong mah "ucap Revo meraih pergelangan tangan Dian


"iiiih papah! udah deh lepasin apa apaan sih tarik tarik mamah kaya gini."ucapn Dian masih de ngan muka yang asem membuat Revo tak mau melepaskan tangan Dian karna Revo tau istrinya lagi ngambek.


Revan dan Revo berangkat menuju hotel, mengendarai mobil mewahnya yang di kemudikan oleh Didi orang kepercayaan Revo dan sekarang menjadi sekertaris peribadi Revan.


sesampainya di kantor Revan dan Revo memasuki pintu loby utama, membuat semua mata karyawan yang ada di hotel itu menunduk dan memberi hormat setta salam kepada pemilik hotel tersebut.


Revan tak lupa membalas salam para karyawan lain denga seyumnya yang menawan membuat karyawan meleleh hatiya heeeeheee


lain dengan Revo seperti biasa dia haya mengngangguk kan kepala saja tanpa expressi.


Bayak karyawan yang memandang kepada pemilik hotel itu dengan tanda tanya, dan bayak yang berbisik bisik menayakan siyapa seorangnlaki laki yang bersama dirinya itu????


Bayak pula mata para karyawan wanita memandang yang tak mau lepas dari pandangan mengikuti kemana sosok laki laki itu melangkahkan kakinya, bahkan ada yang bertaya seperti ini


"Itu pangeran dari mana yang di samping pak bos kita itu seyumya membuat hati ini meleleh" kata karyawan b


"Ya tuhan mudah mudahan itu jodoku" kata kariyawan c


"yang benar aja ada pangeran turun dari kayangan" kata karyawan d


dan bayak lagi yang berkata lain lain engatau mem7ji atau mencibir.


setau mereka pak bos Revo haya sepasang suami istri yang tak memiliki anak maka dari itu mereka tidak tau Revan anak dari bos mereka.


sesampainya di atas, Revan dan Revo memasuki ruang kerja yang bertulisan CEO, di situ tempat Revo! yang akan di gantikan dengan Revan pewaris sekalian penerus usaha keluarga Diwantara.


"Van bagai mana dengan ruangan mu"taya Revo "kamu suka?"


"suka si pah desain ya keren ga ngebosenin" ucap Revan menelusuri semua ruangan dan melihatnya secara dittail.


" Didi saya minta tolong sama kamun" ucap Revo menatap Didi' membuat yang di tatap gemeter.

__ADS_1


" Iii ..iiya boss siap laksanakan "ucap Didi gemetar


membuat Revan terkekeh di buatnya melihat kelakuan Didi yang ketakutan, dengan tatapan seorang Revo Diwantara, setau Revan Didi seorang yang bermuka datar sama seperti papahnya dan membuat yali orang menciut setelah di tatapnya kaliini berbeda, Revan melihat pemandangan baru baginya mengetahui bah sekertarisnya yang baru ini ternyata nyaliya ciut juga kalau di tatap seorang Revo Dirgantara.


__ADS_2