
Dua hari kemudian Najma berangkat ke kantor, di antar Kasa mengendarai sebuah motor matic nya, yang baru aja di belinya dari hasil tabungan Kasa dan Najma, supaya Kasa tidak telat berangkat ke kampus karna kampus kasa lumangyan jauh butuh waktu beberapa jam untuk mengendarai maticnya.
Sesampainya di kantor seperti biyasa Revan memasuki lif husus, tidak di sengaja Revan ber papasan dengan Najma yang ke betulan melewati lif itu, Revan tak berkedip memandang Najma, Revan di liputi rasa ke ingin tahuan tentang pekerjanya itu.
siyapa ya wanita itu cantik tapi kayanya sudah dewasa deh, aku jadi ingin tau ni , eh entar deh kayanya dia kerja disini seragam itu???Oyah aku inget ni , itu kan seragam pekerja di bagian resto apadia pelayan di sana?? batin Revan
"kemudian Revan memasuki ruangan nya dengan pikiran yang bertaya tanya.
tuut
tuut
tuut
"Halo pak bos ada yang bisa saya bantu" suara Didi
"Di bisa keruang saya !" ucap Revan "Oke bos siyap"
tok
tok
"masuk" ucap Revan
ceklek" suara pintu terbuka Didi memasuki ruangan Revan
"Bos ada apa?"tanya Didi
"udah deh Di! lo ga usa kaya gitu, ni kan cuman ada kita gak ada papah lo serius amat"ucap Revan
"iyah si tapikan ini masih jam kerja bos" ucap Didi terbiyasa bersikap formal kalau ada di kantor.
"lo ma gue kan seumur bro,iya kan?yaudah mulai sekarang lo panggil gue Revan kalau udah di luar kantor dan sudah bukan waktu kerja! "ucap Revan menerangkannya
"Oke bos eh maksudnya lo Van "ucap Didi dengan sedikit seyum
membuat Revan terseyum.
" sekarang gue mau nanya ni! lo tau gak ada karyawan yang kayanya si kerja di bagian resto siyapaya???" taya Revo membuat Didi mengernyitkan dahinya .
"Cirinya "jawa Didi membuat Revan meliriknya
"Lo kira apa pake ciri ciri"ucap Revan membuat Didi garuk garuk kepela untuk memperjelas mak sud perkataan nya tadi .
"maksud saya orangnya yang kaya gimana? restoran kan gede bos" ucap Didi
"Iyasih orangnya tu berhijab, cantik, sudah dewasa ,tidak terlalu tinggi" ucap Revan mengingat ingat bentuk perawakan Najma
Didi mulai memutar otaknya berulangulang kali, karna bayak sekali pekerja di hotel yang berhijab membuat pusing pikirannya. "Siyapa wanita berhijab itu"batin nya
"Bos kita ke ruangan pak yoga aja! atasan para pekerja resto" ucap Didi membuat Revan bangkit dari duduknya.
"Lets go bro " ucap Revan melangkah kan kakinya menuju ruangan pak Yoga yang di buntuti Didi
tak butuh lama Revan sampai di depan pintu ruangan pak Yoga yang berada di lantai 7 .
took
took
took
suara pintu di ketuk Didi " Masuk ucap orang yang di dalam
ceklek" Didi masuk terlebih dahulu kemudian di susul Revan, membuat yang tadinya sedang duduk dengan memainkan leptopnya, secepat kilat berdiri ketakutan.
"maaf pak saya kira siyapa "ucap Yoga dengan muka takutnya karna yang datang Revan pemilik perusahaan dan sekertarisnya.
sebelum Revan bicara Yoga berkata lagi.
"Kenapa bapak tidak meng hubungi saya saja pak! biyar saya yang datang ke ruangan bapak" ucapnya dengan tidak enak
"Udah pak santai aja, lagian saya bukan seperti papah, jadi bapak ga usah takut atau ga enak"ucap Revan membuat pak Yoga kagum dengansosok Revan, iya kira Revan sedingin Revo bos besarnya membuat para karyawan tak punya nyali jika berurusan denganRevo si bos dingin itu.
"saya datang kesini cuma mau liahat cv pekerja di bagian resto" ucap Revan dengan seyum membuat pak yoga memandang sekertaris Didi mengisyaratkan maksudnya cv buat apa, tapi Didi haya bisa mengangkat bahu.
"Oh iya pak! sebentar saya ambilkan "ucap Yoga
"Oke deh pak"
"ni pak berkasnya "ucap Yoga memberikan setumpuk Kertas kepada sekertaris Didi, membuat Didi melototkan matanya dan menatap Yoga dengan tatapan tajam nya.
Yoga gemeter di buatnya dan meletakkan berkasnya ke meja kerjanya, itu semua tidak luput dari pandangan Revan, yang terkekeh melihat sekertarisnya melotot, dan membuat nyali orang yang di tatap menciut.
"ternyata orang kepercayaan bos masih dingin kaya bos besar, ih saya jadi takut . batin Yoga
" mf pak sebentar ! saya panggil obe dulu, buat membawa berkas ke ruangan bapak." ucap Yoga
"yaudah, pak Yoga saya terimakasih, dan maaf sebelumnya,saya sudah mengganggu pekerjaan bapk"ucap Revo tidak enak
" iya pak sama sama saya merasa senang karna bapak berkenan masuk ke ruangan saya." ucap Yoga dengan menundukkan kepalanya dan memberi hormat pada boss nya
Revo dan Didi melangkah kan kakinya menuju lantai 15 keruangan CEO dimana ruangan Revan berada.
"Di,tolong dong! gue mau dapat cv nya sekarang"ucap Revan
"Oke bos " jawab Didi yang sedang mencari satu persatu berkas itu,tidak butuh waktu lama Didi menemukannya,karna Didi tau pelayan di Resto yang cantik pake kerudung soalnya bayak yang naksir di kantor itu.
"Ni boss berkasnya" ucap Didi menyerahkan berkas tersebut kepada Revan
"Oke thanks" lo bisa ke ruangan lo !"ucap Revan mengambil berkas tersebut dari tangan Didi
"sama sama bos"ucap Didi dan melangkahkan kakinya menuju ruangan di sebelah.
Revan dengan semangat membuka cv itu iya membacanya dengan teliti, karna rasa ingintaunya.
Di kampus **
Kasa dan teman teman barunya lagi nongkrong di kantin, Kasa dan dua cs nya tidak satu kampus Lala dan Sila di kampus deket sekolah yang dulu sedangkan Salwa di kampus S yang lumangyan jauh karna Salwa mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliyahnya di kampus S itu.
__ADS_1
"Wa Salwa! lo ga cape apa tiap hari naik motor bawa sendiri dari rumah lo ke kampuskan jauh" ucap Ega sambil meminum kopinya
"Cape sih, tapi gimana lagi gue harus sabar buat kelancaran pendidikan gue" jawab Salwa.
"Salut gue ama lo Sal " ucap Mia mengacungkan kedua ibu jari mengucap kan kata" Oke Sal jangan di kasi kendor heeee " seloroh nya
"ih apaansi Mi ' lokira apa jangan di kasi kendor" ucap Ega
"lah lo kira apa "jawab mia
"iyah, apa ?gue gatau" ucap Ega membuat Salwa ketawa dengan ke lakuan kedua sahabatnya itu, salwa jadi teringat dua Cs nya yang baik dan menurutnya mereka sering menghibur dirinya di kala sedih, tapi sayang mereka sekarang berbeda kampus.
" eh lo napa Sal mala bengong sih " suara Ega membuyarkan lamunan Salwa,membuat Salwa kaget
"eh iya enggako gue ga papah"jawabnya
Di Hotel**
"Revan sudah membaca semua berkas milik Najma,yang ternyata Najma seorang janda beranak satu dan dia sudah berusia diatas kepala tiga, membuat Revan kecewa dengan apa yang baru iya ketahui, iya menggerutuki perasaanya sendiri karna bisa bisanya iya mengagumi wanita yang baru pertama di lihatnya dan usianya jauh di atas dirinya bahkan wanita itu seorang janda beranak satu,membuat kecewa di hatinya tapi ia tak putus asa ingin mengenal lebih dengan janda itu, entah rasa penasaran apa yang mendorong nya ingin mengenal wanita cantik itu, walaupun iya tau kalu Najma haya seorang janda beranak satu.
"Kayanya aku da gila nih masa aku tertari ma janda sih! "gumamnya sendiri sambil mengacak acak rambutnya.
tok
took
toook
suara pintu di ketuk dari luar
"masuk"Revan
ceklek"suara pintu terbuka menampilkan sosok lelaki yang tak asing lagi yaitu Didi sekertaris Revan sendiri
"maaf boss meeting mau di mulai!" ucap Didi memberi tahu Revan
"lah si bos kenapa ko kusut banget kayanga ada yang gak beresni apaya??? batin Didi bertanya tanya kenapa bos nya itu sekusut itu.
"Oke, semua sudah sispkan?" taya Revan datar
membuat yang di tanya bingung,"tumben si boss bertanya dengan muka datar tak seperti biasa " batin Didi tak berani untuk menayakan ada apa dengan si bos nya itu, ahirnya Didi menjawab.
"Oke boss beres" jawabnya
Revan hanya menganggukkan kepalanya dan keluar ruangan dengan di buntuti Didi menuju ruang meting.
Di kampus**
Ega dan Salwa sedang berjalan menelusuri lorong gedung kampus menuju kelas nya, sedangkan Mia berbeda kelas dengan Salwa dan Ega,mereka bertemu saat ospek, disitu mereka mulai mengenalkan satu sama lainnya.
sedangkan cs Salwa sekarang beda kampus tetapi mereka sering ketemu jadi persahabatan mereka masih tetap terjaga.
" Hai Salwa" ucap seseorang dari belakang
membuat Salwa dan Ega menoleh ke sumbersuara ternyata sesosok lelaki yang sudah mereka kenal dari para wanita yang selalu membincangkannya tentang sesosok laki laki itu, ya dia adalah Angga Adipati seorang anak pengusaha yang kaya raya, yang cukup populer di kampus.
"iyah! gue?"jawab Salwa dengan menunjukkan jarinya ke depan mukanya.
membuat Salwa dan Ega saling pandang dan memberi seyuman sinisnya .
"Berani tuh cowo yamperin lo belumtau dia" ucap Ega ke Salwa dengan suara pelannya yang tak dapat didengar oleh Angga.
"kita liat aja nanti" gumam Salwa masih di dengar Ega membuat Ega tersenyum,karna Ega tau siyapa Salwa gadis pemberani pantang menyerah.
"lah emang lo ada urusan ma gue??" ucapnya tanpa expressi
membuat kesel Angga.
"emanglo ga tau gue" jawabnya dengan sok terkenal
" emang lo siyapa!! gue gatau tuh dan gue gamau tau titik" ucap salwa yang kemudian berbalik melangkahkan kakinya bersama Ega,meninggalkan Angga di tempatnya sendiri membuat Angga geram dengan perlakuan Salwa, cewek mana yang mau menolak si ganteng Angga, banyak cewek cewek antri sekedar ingin di sapanya, tapi lain dengan Salwa wanita ini sebaliknya berbeda dengan cewek lain, membuat Angga semakin penasaran di buatnya.
"coba saja lo Sal lo akan mengejarku " gumam Angga dan berlalau meninggalkan tempat itu.
setelah tugas selesai Salwa lari terburu buru.
Salwa menuju tempat parkir kampus, untuk mengambil motor miliknya yang diparkirkannya pagi tadi.
Salwa terburu buru karna mau menjemput mimomnya di Hotel tempat mimomnya kerja.
Tiba tiba tangan Salwa ada yang menarik dari belakang begitu kencang membuat tubuhnya menabrak dada bidang orang yang menarik tangan nya, salwa merasa kesakitan pada pergelangan tangan yang di cengkram dengan keras oleh laki laki itu membuat salwa meringis.
" aaghhh "teriak salwa "lo apa apaan sih narik narik tangan gue" ucap Salwa mencoba melepaskan cengkeraman dari Angga.
Angga mengikuti Salwa setelah Salwa keluar dari kelasnya dengan terburu buru,
membuat Angga penasaran" mau kemana Salwa?" batinnya.Ternyata Salwa mengambil motor di parkiran, Angga melirik kiri kanan memastikan tidak ada seseorang yang lewat parkiran ternyata parkiran sepi di situ Angga berjalan cepat mengikuti Salwa dari belakang dan menarik tangan nya dengan kasar supaya jatuh di pelukannya.
" eh sorry gue ga sengaja" ucap nya tanpa salah
"lo ga sengaja maksud lo?? dasar cowok gilla lo" ucap Salwa menahan amarahnya membuat wajah nya merah dan tangan nya gatal ingin membogem, tpi ia sadar bakal urusan dengan siyapa ia gak mau beasiswanya di cabut.
"sabar sabar ya Allah" batin Salwa.
"kenapa lo ga berani ma gue "ledek Angga,
tapi Salwa tak mau terbawa emosi ia meninggalkan Angga yang lagi seyum seyum melihat kemarahan Salwa.
"eh Sal lo mau kemana "teriak angga tapi tak di gubris oleh Salwa
Salwa meninggalkan nya menaiki motor dengan menarik gas sangat kencang.
"gue suka cewek seperti lo" ucap Angga.
Di perjalanan Salwa mengendarai motornya dengan kecepatan lumangyan kencang, karna Salwa takut telat menjemput Mimomnya,karna jarak antar Hotel dan kampusnya lumangyan jauh membuat Salwa terburu buru. dan tak konsentrasi, sehingga Salwa tak meliat di tikungan itu ada mobil melaju sangat kencang juga.
ciiiiiiiiiiiiiiitttttttt jedeeer brruuuuug
suara benturan motor dan mobil begitu keras sehingga membuat yang mengendarainya ter pental entah ke mana,mobilpun hancur apalagi motor yang di kendarai Salwa lebih hancur, semua warga sekitar dan orang yang ada di Tkp lari menolong orang yang kecelakaan itu.
__ADS_1
tidaklama kemudian dua mobil ambulanc datang membawa korban kecelakaan untuk di bawa ke rumah sakit.
Di Hotel **
"Kenapa perasaanku engga enakyah ko aku ke ingat Salwa ,katanya mau jemput ko ditelfon ga di angkat angkat sih kemana ni anak gak biyasanya"gumam Najma ada perasaan kawatir di hatinya, mengingat waktu udah sore seharusnya Salwa udah yampe.
krrring
krrring
krriing
suara telfon yang sedari tadi di pegang berbuyi, membuyarkan lamunanya yang sedang memikirkan anaknya entah kemana.
(Halo ..Selamat sore maaf kami dari kepolisian, ingin menayakan apa ini benar dengan keluarga dari sodari Carla Salwa)??? ucap pak polisa menanyakan keluarga korban.
( sore pak..ia pak saya mimomnya ada apa ya)?? taya Najma dengan rautwajah penuh kekawatiran.
(begini bu anak ibu mengalami kecelakaan,dan dibawakerumah sakit x )ucap polisi itu.
membuat Najma tidak menjawab ucapan polisi itu iya menjatuhkan henpon yang iya pegang airmata jatuh bercucuran membasahi kedua pipinya,ia tidak menghiraukan semua memandangnya dengan pertanyaan masing masing, sekuat tenaga Najma berlari melewati semua orang yang ada di Hotel, kebetulan hari sudah sore seperti biasa di hotel sangat ramai, iya teringat masalalau yang sudah lama iya ingi melupakan kejadian diwaktu kecelakaan suami tercintanya,disitu juga kehidupannya mulai berubah'seiring berjalannya waktu pelan pelan iya mampu melupakan kejadian itu, berkat kehadiran putri tercintanya, tapi sore ini kejadian itu seolah datang kembali menghampiri dirinya tetapi kali ini sedikit berbeda karna separuh jiwanya yang terasa hilang.
Najma meberhentikan taxi iya masuk kedalam dan meyuruh supir taxi itu melajukan kendaraannya dengan cepat menuju rumah sakit x dimana Salwa di bawa.
sesampainya di rumah sakit, Najma terus berlari menghampiri meja receptiyonis iya menayakan ruangan Salwa.
"sore sus maaf pasyen yang bernama Salwa di ruangan manayah??"tanya Najma dengan suara beratnya menunggu suster.
"sebentaryah buk saya cek "ucap suster itu, tidak menunggu waktu lama suster memberi tahu.
"ini bu masi di IGD pasyen yang kecelakaan tadi kan??" tanya suster
"iya sus makasihyah" ucap Najma berlalu meninggalkan suster menuju ruangan IGD dimana tempat Salwa lagi di tangani dokter.
Najma berhenti sejenak, menangkap sesosok wanita yang ada di depannya bersama laki laki yang sedang gusar menunggu keadaan seseorang di IGD itu.
betapa terkejutnya iya mengingat bahwa perempuan dan laki laki itu mantan adik ipar nya, yang sudah bertahun tahun tak bertemu, bahkan iya mencoba untuk melupakan keluarga almarhum suaminya,yang sangat membenci dirinya dan putrinya.
"itukan Dina dan suaminya kenapa iya di sini,sedang apa ??"pertayaan yang terucap dari bibirnya membuat Najma ketakutan, tapi iya memberanikan diri melangkah kan kakinya ke ruangan dimana Dina dan suaminya berdiri,ke empat mata itu menangkap sesosok wanita cantik yang ada di depan mereka membuat keduanya kaget, seakan membuat keduanya tidak punya muka dikarnakan kelakuannya yang dulu sangat ke terlaluan pada kaka iparnya itu, mereka merasa bersalah atas semua itu.
"Najma " ucap mereka berdua bersamaan melongo melihat Najma
"Iya mbak ini aku Najma"jawabnya dengan ramah
Dina dan Miko menjatuhkan diri ke hadapan Najma mereka bersimpuh meminta maaf atas perbuatan mereka yang dulu pernah menyakiti Najma.
"Najma saya minta maaf atasperbuatan saya"ucap Dina masi memegangi kaki Najma dan menangis tersedu sedu
"Najma mas juga minta maaf atas ke bodohan yang mas lakukan dulu" ucap Miko yang masih sama me nunduk sambil memegangi bahu isterinya yang tak berhenti menangis.
"Sudalah mas mbak! kitalupakan saja masalalu itu aku sudah memaafkan kalian." ucap Najma membangunkan Dina dan Miko dari berlututnya.
" terima kasih Najma saya senang jika kamu sudah memaafkan kami berdua" ucap Dina setelah meredakan tangisannya dan memeluk Najma dengan erat.
cekklek....suara pintuterbuka menampilkan sesosok Dokter dari ruang IGD,
mereka bertiga menghentiknan obrolan mereka dan menghampiri dokter itu.
"Dok bagaimana keadaan anak saya Dok " taya Dina dengan mata yang berkaca kaca.
" Maaf sebelumnya saya memberi kabar bahwa anak ibu yang laki laki baik baik saja, tapi..."ucapan Dokter itu menggantung membuat mereka bertiga ketakutan.
"tapi kenapa Dok "taya Najma kawatir
"tapi yang perempuan memerlukan bayak darah ke adaannya keritis" jawab dokter membuat Najma tak sadarkan diri.
"Dok tolong lakukan yang ter baik bagi mereka berdua!" ucap Miko dengan lemahnya
."Najh mmmma bangun Najma "lirih Dina sambil menangis dan sesenggukan .
"Miko dan Dina memapah Najma menuju kursi tunggu, guna menyadarkan Najma.
"Salwa sssssaaaalwa "ucap Najma dari sadarnya dan menangis memeluk Dina, Dina membalas dengan erat, mereka berdua menangis dalam pelukan sedangkan Miko haya berpasrah dengan keadaan gadis yang sedang keritis itu dan iya selalu ber doa untuk keselamatan gadis itu dan anak nya.
"Naj tadi kamu bilang gadis itu Salwa?"taya Miko membuat Najma dan Dina melepaskan pelukannya dan menatap Miko.
"Iya dia Salwa ponakan kalian anak dari almarhum mas Dito" ucap Najma masih dengan tangisnya
"membuat Miko dan Dina semakin bersalah, karna Didi yang tidak fokus mengemudikan kendaraannya membuat terjadinya kecelakaan.
Flashback on
Didi sedang mengendarai mobilnya yang akan menuju ke arah dimana Ayah dan bundanya janji mau ketemu, karna Didi jarang pulang ke rumah maka mereka ingin keluar bersama, dengan sikap Dina yang tak sabar ingin melihat putra semata wayang ya membuat iya menghubungi nya melalui vc .
tuuut
tuuuut
"Halo assalamualaikum bun ucap Didi "mengucapkan salam kepada bundanya
"waalaikum salam sayang, sekarang posisi di mana ?" taya Dina antusias ingin cepat sampai anaknya.
"Di jalan bun, sabar tiga puluh menit lagi bun" jawab Didi
"lama amat si cepat dong sayang bunda ma ayah kangen ni " ucap Dina memasang muka sedih karna anaknya masih lama datangnya.
"jangan ngebut ngebut bawa mobilnya hati hati " ucap Miko menasehati anaknya supaya jangan terburu buru.
baru juga mau balas ucapan ayahnya, henpon Didi jatuh ke bawah Didi mencoba mengambilnya, Didi meraih henponnya tanpa di sadari didepan ada motor yang melaju sangat kencang, sehingga iya tidak bisa mengendalikan setirnya,ciiiìiiiit duuuuarr bruuuuug suara rem mobil dan motor sangatkencang dan suara tabrakan itu membuat yang mengemudi pingsan di tempat dan yang satu terpental di mana, Miko dan Dina yang sedang vc masih menyala belum mati, sehingga mereka berdua tau apa yang terjadi pada anaknya, sampai ada warga mengambil henfon Didi dan memberi tau mereka bahwa anak mereka kecelakaan, membuat Dina pingsan dan Miko membopong Dina menuju mobil,dan menjalankannya menuju rumah sakit di mana Didi. dan korban lainnya di bawa.
flashback of
"Najma maafkan kami! karna kami dan anak kami anak mu mengalami kecelakaan seperti ini" ucap miko dengan memelas meras bersalah.
"tidak mas ini semu mungkin sudah suratan takdir saya ikhlas mas" ucap Najma dengan seulas seyum, supaya kedua adik iparnya tak merasa bersalah.
"Najma kamu sangat baik, mba merasa bersalah padamu, mbak minta maaf atas semu kelakuan mbak dan mas mu ini" lirh Dina dengan matayang berkaca kaca meratapi peyesalannya di waktu dulu.
"udah lah mbak saya sudah memaafkan kalian berdua , sejak lama dan kecelakaan ini membawa hikmah untuk kita saling bertemu dan memaafkan, kita cukup mendoakan anak anak kita supaya cepat melewati masa keritisnya dan cepat siyuman" ucap Najma dan di amini oleh mereka ber tiga
__ADS_1
"Amien "ucap mereka bertiga bersamaan mereka menunggu dokter keluar dan mereka saling menguatkan,membuat mereka senang, ternyata di balik musibah ada hikmahnya