
satu bulan kemudian sejak kejadian kecelakaan itu, Dina dan Najma selalu datang ke rumah sakit bersama, Dina dan Miko juga sering menjaga Salwa, teman teman Salwa pun turut menjaga mereka berdua bergantian karna Najma sibuk bekerja di hotel, Dina dan Miko harus bulak balik untuk mengecek perusahaan mereka,jadi mereka tidak bisa menjaga Salwa dan Didi sepenuhnya, untung ada teman dan cs Salwa yang baik, mau menawarkan diri untuk berganti secara di shift, uda kaya kerjaan aja hiiihiiii.
"Assallamualakkum" ucap Najma memasuki kamar rawat Salwa, tepat pukul sembilan malam, Najma sampai ke rumah sakit kebetulan di situ sedang ada Kasa cs berjaga bergantian dengan Salwa ca.
Waallaikumsalam"jawab mereka serempak melihat siyapa yang datang
Mimimom" ucap mereka berdua,sambil melangkahkan kakinya mendekati Najma dan mencium tangan punggung Najma bergantian,mereka sudah sangan dekat dengan Najma, Najma menyayangi mereka berdua seperti menyayangi Salwa, karna mereka jarang bertemu orang tuanya yang sering kerja di luar, maka dari itu kasihsayang Najma membuat mereka nyaman, seperti orangtua sendiri dan Najam tidak perna membedakan mereka dengan Salwa, Najma menganggap ereka anaknya juga.
"sayang kalian belum pada pulang?maaf yah udah ngerepotin kalian" ucap Najma tidak enak dengan Kasa cs.
"mimom kaya sama siyapa aja ini kan kita anak mimom juga bukan?jawab mereka kompak. najma pun tersenyum dengan ucapan mereka berdua, Najma bersyukur karna putrinya memiliki teman teman yang sayang dan peduli dengan nya.
"iyah kalian berdua anak mimom,maka dari itu mimom mau kalian istirahat, besok kan kalian pada kuliyah, mimom gak mau kalian tidak fokus sama kuliyah kaliyan, jadi kalian pulangyah istirahat! " perintah Najma panjang lebar kepada Kasa cs dan memeluk mereka berdua dengan hangat membuat mereka berdua menuruti Najma.
"yaudah mom kita berdua pulang duluyah mimom hati hati di sini"ucap Kasa cs
"yaudah kaliyan yang hati hati di jalan ini udah malam lo nanti ada nenek gondrong" goda Najma membuat Sila loding mencerna ucapan Najma.
"maksud mimom nenek gondrong yang ada di pengkolan sana? emang kenapa kalau dengan nenek gondrong itu" ucap Sila dengan polosnya membuat Lala menepuk jidatnya dan Najma sudah geleng geleng kepala mendengarkannya.
" udah ah hayu gue udah ngantuk masalah nenek gondrong tar juga lo tau, Assalamualaikum mom" ucap Lala menarik tangan Sila keluar dan mengucap salam.
"waallaikumsallam "jawab najma dengan senyumnya
Najma duduk di kursi yang ada di rungan itu sedikit merebahkan badannya untuk sekedar mengendurkan otot ototnya yang seharian bekerja.
tokk
tookk
tookk
suara pintu diketuk dari luar, membangunkan Najma dan Salwa yang sedang tertidur,Najma melihat Salwa bangun dan iya mendekatinya,lalu melihat siyapa yang datang di tengah malam begini Najma pun membuka pintunya yang dikuncinya dari dalam saat iya mau tidur karna lebih aman di kunci.
ceklek Najma membuka pintu itu dan ternyata itu Dina .
"mbak Dina ada apa inikan udah larut ?"ucap najma dengan tanda tanya.
"iyaaku dan Miko baru pulang! kita kesini melihat ke adaan Didi terus aku pengen liat Salwa, gimana udah baikkan sayang maafyah udah mengganggu istirahat kalian" ucap Dina melirik Salwa dengan muka sendunya melihat Salwa menginggat kakanya yang sudah tiyada atas ke bodohannya di masalalu membuat iya merasa bersalah sampai saat ini.
"udah ga papako tante, lagian juga Salwa udah dari sore tidur sampai mimom pulang Salwa engga tau saking lelapnya bobo" ucap Salwa
"ayo masuk mbak" ucap Najma mempersilakkan masuk Dina
"iya makasih" jawab Dina melangkahkan kakinya ke dalam ruangan Salwa
__ADS_1
"gimana sayang udah baikan kan?" tanya Dina sambil membelai rambut Salwa.
"Alhamdulilah tante udah mendingan ,badannya juga udah gak terasa sakitlagi"ucap Salwa sambil menatap tante nya.
kini Dina merasa sangat senang, karna apa yang iya kawatirkan tidak terjadi, Dina taakut Salwa membenci nya, karna iya perna mengusir Najma dan Salwa di waktu dulu, tapi iya sekarang merasa lega karna Najma dan Salwa menerima dan memaafkan nya.
"sayang tante minta maaf yah karne anak tante kamu jadi seperti ini"ucap Dina dengan air mata yang sudah berlinang membasahi pipinya,dan di seka oleh Salwa dengan halus membuat Dina semakin menangis tersedunsedu.
"udahlah tante jangan nangis lagi, nanti ilang lo cantiknya" canda Salwa mebuat Najma dan Dina tersenyum.
"sayang bisa aja, emang tante cantik ko" ucap Dina dengan centilnya membuat Salwa dan mimomnya tertawa terbahak bahak.
haaa....haaa....."tawa Najma dan Salwa memenuhi ruangan,dan membuat yang dari tadi menguping pun imut bicara
"iya dong siyapa dulu suaminya"sambung Miko.
membuat semua mata melihatnya dan ikut tertawa
jadilah dimalam itu membuat semua larut dalam obrolan.
*Ke esokannya***
"Najma gimana udah beres kan semua?" tanya Dina
"udah mbak ni Salwa udah ganti baju, kayanya udah semua ga ada yang ketinggalan" jawab Najma sambil melihat semua barang yang iya bawa.
Salwa dan Didi mereka udah sembuh total, tapi bosnya Didi gak ngejenguk Didi karna Revan lagi ada di luarnegri mengurus perusahaan nya, sebelum Didi kecelakaan,maka dari itu Revan tidak tau Didi kecelakaan karna ga ada yang memberi tau takutnya mengganggu pekerjaan.
sesampainya di luar, terlihat mobil yang di supiri Miko berada di depan pintu masuk rumah sakit, yang sedang menunggu mereka bertiga keluar.
Dina membuka kan pintu untuk Salwa dan Najma, disaat Najma masuk Didi sangat terkejut siapa yang masuk mobil nya, begitupun dengan Najma, karna selama di rumah sakit Didi tidak pernah bertemu Najma,karna Najma selalu pulang malam maka dari itu Najma belum tahu bahwa Didi yang dimaksud anaknya Dina itu adalah pak Didi sekertaris atau asisten peribadi bos pemilik Hotel dimana iya bekerja.
"mbak Najma kan"taya didi mrmbuat semua mata menatap diringa
"iya pak maaf sebelumnya saya tidak tau kalau bapak anak mbak Dina" jawab Najma
"eh emang kak Najma kenal sama Didi?"taya Dina
"kenal mbak soalnya pak Didi sekettaris bos, pemilik Hotel tempat aku kerja" ucap Najma
mereka bertiga asik dengan obrolan masing masing, sehingga mereka lupa dengan Salwa dan Miko yang haya mendengar dan memperhatikan mereka bertiga berbicara.
"udah ngobrolnya belum?"ucap miko menghentikan obrolan mereka bertiga seketika mereka berhenti bicara.
"tuh! gadis canti yang di samping Najma gak ada yang ngajak bicara, kasiyan kan dari tadi diyem aja" sambung Miko menunjuk Salwa dengan dagunya
__ADS_1
seketika mereka bertiga beralih pandang menatap Salwa, dan betapa terkejutnya Didi melihat bidadari yang berada di dalam mobilnya.
" woow ini benerkan bidadari yang ada di mobil gue??batin Didi.
"udah kita jalan "ngobrolnya kita lanjut di rumah aja"ucap Dina
mobilpun berjalan menuju rumah Dina, karna Dina ingin Najma dan Salwa tinggal di rumahnya begitupun dengan Miko, karna sebenarnya rumah yang di tinggali Dina dan keluarga itu rumah Najma pemberiyan dari Almarhum suaminya dulu, awalnya Najma menolak tapi Dina meminta dan memohon dengan bersungguh sungguh sehingga Najma tidak bisa menolak.
mobilpun telah sampai di depan rumah yang megah itu, ingatan Najma teringat lagi masalalu yang bahagia dan penuh juga kesedihan, Najma berhenti sejenak setelah turun dari mobil, rasanya berat sekali melangkah.
"kak melangkah lah ini rumah mu jangan lah kau mengingatnya lagi"ucap Dina memegang erat tangan Najma dan memeluknya seraya menguatkan.
"Iya Bismillah" ucap Najma melangkahkan kakinya.
mereka masuk kedalam rumah,dan di sambut oleh para pekerja di rumah itu.
Diyana mempersilakkan Najma dan Salwa untuk duduk di ruang keluarga.
Salwa kagum dengan rumah semegah dan se agus itu iya menyapu semua isi rumah itu, itu semua tidak luput dari pandangan Didi yang selalu mencuri pandang ke Salwa karna Didi sangat terpesona dengan Gadis di depannya itu.
"yaudah huk semuanya duduk!"ucap Dina
yang di angguki oleh semuanya
"bi bibi "ucap Dina memanggil asisten rumah tangga nya.
"iya nyah "ucap bi sumi
"tolong bawa koper ini keruang atas dan ini ke ruang bawa ajah" ucap Dina menunjukkan koper masing masing dan di anggukki oleh bi sumi.
"oya bi sekalian bikinin minum yah es teh manis aja yah!"
"iyah nyah" ucap bibi lalu berlalu dengan menarik koper yang tadi.
mereka meneruskan obrolan yang tadi dan memperkenalkan Salwa dan Najma pada Didi.
"Di mama mau ngasi tau kamu, ini Kak Najma kakak ipar mamah isteri dari almarhum kak Dito Adi pati" ucap Dina menatap Najma dan tersenyum, sedangkan Didi mendengarkannya.
"dan ini Salwa anak dari Kak Najma dan kak Dito" ucap Dina memperkenalkan Salwa, Didi hanya mengngangukkan kepalanya.
"O jadi mbak Najma ini istri kakaknya mama,lah berarti Salwa sepupu gue dong,terus gimana yah nasib si bos, kan si bos suka sama mbak Najma, jadi di bakalan jadi uwak gue dong heee heeee heee aneh deh" batin Didi
"woi sayang Didi"ucap Dina menggoyangkan lengan Didi membuat Didi terbuyar dari lamunan nya.
"eh iya mah" ucap didi cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
__ADS_1
mereka semua larut dalam obrolan .