
Di tempat perbelanjaan terbesar tepatnya di kota ternama, Didi dan Revan mengikuti kemauan Salwa yang ber belanja sesuka hatinya karna didi telat menemuinya, padahal dia juga telat dateng dasar salwa
"Wa Salwa emang masih ada yang mau di beli??" tanya didi soalnya barang yang di beli salwa udah banyak bahkan Revan pun ikut mengambil alih peperbag yg di bawa Didi kebanyakan
"bayak belum cukup" ucap salwa dengan entengnya membuat didi dan revan saling pandang
"Wa! ini semua udah banyak bahkan kak didi ga bisa bawanya liat tuh ka revan kan kasian"ucap didi menunjuk revan dengan bibirnya,Salwa pun ikut menoleh melihat Revan, betapa malunya iya yang melihat revan dengan susah payah membawa barang belanjaan nya.
"heeee maaf kak kirain belum banyak" jawab salwa cengengesan, membuat didi gereget di buatnya,dàn Revan hanya mengulum senyumannya membuat Salwa terhipnotis olehnya.
" wah seyumnya membuat aku meleleh " batin salwa
"weh kenapa kamu ko senyum senyum sendiri? bukannya jalan udah sore ni mimom pasti nyariin kamu" ucap didi membuat salwa jalan membuyarakn lamunannya
"ih rese deh ! yaudah yu jalan pulang "ucapnya
kini mereka bertiga sampe di parkiran, Salwa dengan menaiki motornya dan Didi Revan menaiki mobil yang Revan bawa,mengikuti Salwa pulang
didalam mobil didi menceritakan bahwa salwa sepupu yang dulu hilang dan kini udah di temukan dan didi juga menceritakan bahwa Salwa putri dari Najma membuat Revan kaget bukan main,ternyata Najma memiliki anak gadis bahkan usianya tidak terlalu jauh dengan nya hany beda delapan thnan.
"Van lo ngelamun?"tanya didi
"eh enggala gue kan lagi nyetir masa ngelamun ngaco aja lo di" elak Revan
"kirain ngelamu setelah lo tau kenyataan bahwa mom Najma mimomnya Salwa!"ucap Didi melirik revan
"ga juga lagian apa hubungannya?" ucap Revan
" yah bukan nya lo masih mendem perassaan ma mom Najma "ledek didi
"ngaco loh kan da gue bilang mungkin ni cuma rasa kagum doang, lagian gue ga nyangka kalau mbk Najma punya anak gadis cantk manis lagi" ucap Revan membayangkan Salwa yang tersenyum dan ga sadar ia mengucapkannya di depan Didi, membuat didi cemburu dan berdecah
"Ckk...gimana lo Van'lo naksir ma Salwa? "ucap didi ketus
"maksud lo apa si Di ? kalau iya mang ke napa?"" ucap revan
"enak aja lo itu gebeten gue " ucapan didi membuat Revan menoleh melihatnya dengan tanda tanya
"maksud lo apa ? lo suka Salwa bukan nya lo kaka sepupu ma dia ko lo bisa suka" pertanyaan Revan secara beruntun membuat didi males jawa
"iya gue tau gue salah suka ma Salwa' tapi gimana gue jatuh hati pas pertama bertemu dia,tapi gue sempet menepisnya karna ia adik sepupuku"ucap Didi sedih
__ADS_1
"sabar sabar" revan menepuk bahu Didi
"eh udah sampe juga "ucap didi
"ternyata lumangnyan jauh juga rumahnya "sambung Revan dan hanya di angguki oleh didi
"ka yu masuk "ajak salwa
"Oke" jawab didi, didi dan Revan memasuki rumah Salwa
rumah yang tak begitu besar tapi bagus dan nyaman.
Revan mengedarkan pandangannya setelah memasuki rumah Salwa rumah yang masih dengan bangunan dulu tapi terkesan moderen membuat Revan senyu senyum karna iya menyukai isi rumah yang di tata dengan rapih dan bagus.
"ngapain lo senyum senyum "ucap didi
Revan hanya membalas dengangan senyum tanpa bicara
"ka Revan dudu dong masa berdiri ajah " ucap Salwa
ahirnya revan duduk di kursi berhadapan dengan didi
"bentaryah ka salwa ke atas dulu' kak didi bikinin minum dong buat ka Revan masa tamu ga di kasih minum" ucap salwa memerintah didi
"aah ssiit kebangetan tu anak gue di suruh bikin minum"umpat didi yang berjalan menyusuri dapur masih di dengar oleh Revan, membuat Revan tak bisa menahan tawanya.
"haaa haaa "tawa revan kecang membuat seisi rumah keluar di buatnya.
"apa si lo bos ketawa ketawa" ucap didi ketus
belum juga Revan jawab mom Najma sudah keluar menyahut dulu
"eh rupanya ada tamu "ucap Najma berlalu menuruni anak tangga meng hampiri Revan.
Revanpun berdiri memberi salam pada Najma, tapi Revan bingung berada di dekat Najma sang pegawainya yang di gosipin dekat dengan nya.
"assalamualaiykum mbak Najma "ucap revan dan menautkan dua tangan nya di atas dada, karna Revan menghormati Najma yang tak mau tersentuh oleh yang bukan mahromnya.
"Wa'alaiykumussalam 'pak Revan"ucap najma dan membalas tangkupan tangan Revan dengan cara yang sama.
"silakan duduk " ucap Najma
__ADS_1
Revanpun duduk kembali. Belumjuga Najma bicara Didi telah kembali dengan minumannya.
"mom sehat?"tanya didi menyalimi tangan punggung Najma, Revan pun tercengan dengan apa yang iya lihat
"alhamdulilah di"jawab najma ."O'yah gimana kabar mama sama papah? "tanya Najma
"alhamdulilah baik mom"jawab didi Najma menimpali dengan ber Oriya
"Eh diminum dong kak "ucap Salwa yang baru turun
"O'iyah lupa kalau ada tamu "jawab Najma
"engga papa ko mbak"ucap Revan membuat Salwa mengernyitkan dahinya melirik didi, sedangkan matanya memberi isarat pertanyaan kepada yang di lirik.
"udah yah kalian lanjut ngobrol! maaf ya pak saya ke atas dulu "pamit Najma yang di angguki oleh mereka bertiga, dan membuat pertanyaan besar buat Salwa tentang mimomnya yang memanggil Revan dengan sebutan Pak dan secara formal.
"udah ga usa melongo "ucap didi
"lagian juga bos Revan ini bos mimom lo!"jawab Didi dengan santai, membuat salwa melotot tegang,takut dan malu di buatnya
soalnya iya kan tadi membuat Revan membawa belanjaan banyak dan membayarnya semua, makannya iya takut mimomnya yang ganti atau mimomnya di pecat atas apa yang ia perbuat pada pak bos mimomnya itu.
"udah ga usah mikir yang enggak engak" ucap Revan
Salwa hanya menggaruk garuk kepalanya saja sambil menyengir kud.
Didi dan Revan serta salwa mereka asik berbincang bincang sampai suara ajan berkumandang ahirnya Revan berpamitan pulang dengan Salwa dan Najma,Didi pun ikut dengan Revan karna mereka berdua masih ada urusan yg peerlu di selesaikan.
Dikediaman Revan
"Pah Revan belum pulang? "tanya mama Dian
"belum mah' ada apa?"ucap papa Revo
"gaada si pah mamah tapi inikan dah larut mlam pah tumben Revan belum pulang,biyasanyakan sore juga udah setembai di rumah "ucap mama dian kawatir
"udalah mah! lagian juga Revan udah bukan bocah lagi mah 'yang mesti di cari ntar juga ia pulang sendiri" ucap papa Revo
"iyah sih "balas mama dian
ahirnya mama dian dan papa revo kembali ke kamarnya karna dari tadi di bawah nunggu revan belum juga pulang padahal malam semakin larut.
__ADS_1
maaf semua ini yang nulis ga bisa lanjut terus soalnya sibuk dalam dunia nyata
selamat membaca mudah mudahan seneng selalu semua, semangat