
Hari hari pun berlalu, kini hubungan antara keluarga Najma dan Dina adik iparnya semakin hari semakin erat.Mereka semua terlihat kompak dan saling menyayangi, walaupun Dina dan Miko tidak satu rumah bersama Najma dan Salwa tapi mereka selalu menyempatkan kumpul bareng di rumah Najma.
Di kantor tempatnya Najma bekerja banyak yang bergosip, kalau ada salah satu pekerja di kantor itu yang di taksir oleh atasan mereka. Semua para karyawan memperbincangkan boss mereka yang sedang dekat dengan karyawan resto bawah,yang bernama Najma wanita dewasa yang berbeda usiya dengan Revan Diwantara. Najma sebetulnya tau apa yang sedang trending yang di bicarakan oleh rekan rekanya tapi ia tidak mau ambil pusing, karna ia haya ingin bekerja tanpa memikirkan apapun. Memberikan yang terbaik untuk Salwa seorang itu tujuan Najma satu satunya maka dari itu Najma tetap bekerja.
"Van lo dah tau kan! kalau semua di kantor ngomongin lo ma mbak Najma itu?"ucap Didi menatap Revan yang di tatap malah seyum seyum
"Tau ko emang kenapa?" jawab Revan.Didi haya mengernyitkan dahinya tanda bingung.
"maksod lo 'lo ga keberatan masalah isu itu?" taya Didi penasaran
"ga juga biyarin ajalah " ucap revan yang tak m3nghiraukan Didi ia fokus sama leptopnya.
"Van gue ajak omong lo bukan tembok" ucap Didi sebel sama tingkah Revan
"emang ma gue! lo maunya ma tembok" jawab Revan
"males gue ngomong ma lo " ucap Didi
"yaudah gue berhenti kerja lo mau ngomong apa baby" canda Revan membuat Didi bergidik geli melihat laga Revan .
"lo sedeng kali Van kalo mu sayang sayangan tu ma mbak Najma bukan ma gue" ucap Didi.
"Di menurut lo gue ni cuma kagum apa sukayah ma mbak Najma?" curhat Revan. "ya gimana hati lo aja menurut gue lo hanya kagum de ma mbak Najma bukan cinta!"jawab Didi
"iya juga sih! soalnya kalau gue deket dia itu ga ada deg deg ser deh di hati gue" ucap Revan mengingat kedekatanya bersama Najma dikala Najma jatuh dan Revan menangkapnya.
" gue ada yang mau di omongin sama lo boss "ucap Didi .membuat revan melirik tajam pada nya
"lo ada rahasia ma gue?"tanya Revan
Didi hanya mengnganggukkan kepala saja
tok
tok
tok
suara pintu diketuk dari luar
membuat Revan dan Didi menengok suara ketokan pintu
"masuk" ucap Revan dengan nada tegasnya
cekklek suara pintubterbuka memperlihatkan seorang wanita yaitu sekertaris Revan.
"permisi pak! para meting segera di mulai para redaksi sudah berkumpul tinggal menunggu bapak dan pak Didi" ucap Nina sekertaris
"baik Nin terima kasih kamu boleh keluar" jawab Revan.Nina pun keluar dan disusul oleh Didi dan Revan sendiri yang menuju ruang meting.
Revan memasuki ruang meting dan di buntuti Didi sang asisten pribadi
Revan dengan gagahnya duduk di kursi pemimpin rapat.
waktuberlalu rapatpun selesai kini Didi dan Revan memutuskan untuk keluar kantor menuju kafe tempat mereka nongkrong.
"Di lo mau ngomongin apa?taya Revan
"gue mau bilang ma lo tapi lo jangan kagetyah"ucap Didi dengan ragu ragu
"Oke"
sewaktudulu Didi memberitau soal Najma pada Revan Didi tak memberitau bahwa Najma saudaranya bahkan ia memanggil mimom.Dan ia tidak memberitau bahwa Najma mempunyai anak gadis.
Yang iya kasih tau bahwa Najma seorang janda beranak satu maka dari itu Didi merasa ber bohong pada Revan.
"sebenarnya gue mau ngasihtau lo tentang mom Najma yang sebenernya" ucap Didi
"apah! ucap Revan " lo bilang mom maksud lo???"tanya bingung Revan
"iya sebenernya mom Najma mimom gue yang baru ketemu sama mamah gue!" ucap Didi membua penasaran Revan yang kepo
"maksud lo gimana sih pusing gue ga paham " ucap Revan
"maksud gue Mom Najma itu istri dari almarhum Papih Dito, yaitu kakak kandung mamah gue, lo ngertikan"ucap Didi menjelaskan.
__ADS_1
Revan hanya mengnganggukkan kepala saja tanda memahami apa yang di jelasin Didi.
"jadi menurut gue lo cari yang lain aja deh Boss " ucap Didi
"ko lo baru bilang ma gue sih"Revan
"gue takut lo bener jatuh hati ma mom Najma makanya gue diem"Didi
"kalo misalan iyah gue jadi papih baru lo " kelakar Revan membuat keduanya seyum senyum dengan pemikiranya masing masin.
*
*
Dilain tempat di kampus Salwa.
"Salwa lo mau ikut gue ma Angga ke mall?" tanga Mia
"ga lah gue gada duit! lagian lo berdua mau apa ke mall??" tanya balik Salwa
"biyasa nonton kan ada fillem baru lo Wa "jawab Mia
"ga ah gue lagi ada urusan ma sepupu gue" lagian dari tadi gue ga liat si Angga kemana? tanya Salwa
"ada di parkiran barusan dia wa gue, beneran lo ga ikut geratislo" ucap Mia
"eeh eh..tunggu deh jangan bilang lo udah jadian ya ma si Angga??"tanya Salwa dengan dengan menaik turunkan alis nya
dan Mia pun senyum senyum bahkan merah merona di pipinya pun nampak terlihat embuat Salwa ingin terus menggoda nya .
"ciye ciye yang udah uhuk uhuk" ucap Salwa. Membuat mia bingung.
"maksud lo uhuk uhuk batuk "jawab polos mia
"hadeh lo lemot juga ternyata" maksud gue jadian lah oneng "jawab Salwa
" Ooooh itu" ucap Mia
"yaudah sana gih takut sang pangeran kodok kering nungguin lo dari tadi "ledek Salwa.
"Salwa lo ya bener bener"temen eror" ucap Mia
ahirnya mia pergi ninggalin salwa dan salwa bergegas pergi untuk menemui sepupunya yang tak lain Didi.
"aduh udah jam segini lagi! gue kan janjian jam dua telat deh" lirihnya Salwa dengan raut muka was was
Salwa berangkat dengan menaiki motor kesayanyan nya
di tempatlain yaitu dimana Didi dan Revan sedang melangsungkan makan siyang tiba tiba suara hp Didi bunyi dengan nyaring membuat Revan mengernyitkan dahinya dan Didi buru buru meraih dan melihat hp yang ada di atas meja tempat iya dan Revan makan Didi di buat kaget dengan bunyi alarem itu membuat Revan semakin heran.
"Alamak ampus gue" ucap didi sambil menutup mulutnya
"gue lupa ada janji" ucapnya lagi memandang Revan yang di pandangpun ikut bicara
"emang lo ada janji ma siapa? pacar?" tanya Revan
"ini bukan pacar lagi ! pasti dia marah marah habisdeh duit gue? gajian juga belum lagi"ucapDidi menampilkan muka lesunya.
soalnya didi tau kalau ia telat sedikit pasti salwa marah dan bakalan mita di teraktir belanja sepuasnya, didi sangat sayang dan dekat sama salwa dan iya selalu memanjakan adik sepupunya ini sehingga membuat salwa tidak canggung lagi bersama didi.
"bukan pacar laterus istrilo?"tanya Revan penasaran "lo kapan nikah ko gue ga tau? papajuga ga kasih tau" ucap Revan dengan pertanyaan beruntun membuat Didi semakin pusing.
"udah deh lo ga tau gue harus gimana yah" pusing gue " gerutuknya
"yada gue ikut lo deh lo mau ketemu ma tu orang kan na gue ikut jadi lo ga pusing mikirin duit, iya gak" ucap Revan meremehkan Didi soal isi dompetnya dan menaikkan kedua alisnya membuat Didi gereget di buatnya, coba kalau bukan bos uda di gaplok tu mulut asal ngomong bae,untung ni bos bayak duit pula heee.
"tapi boss"ucap didi
"seeet udah ga usah tapi tapian deh" jawab cepat Revan, dan berdiri dari duduknya menyeret tangan Didi menuju keluar resto,Didi masih bingung dengan Revan yang mau ikut dengan nya,yang ingin menemui adik sepupunya .
"boos"ucap Didi membuat Revan berhenti dan menoleh pada Didi, Revan hanya mengngangkat kedua alisnya, yang menandakan pertayaan apa,yang di fahami Didi.
"boss mau ikut dengan ku? tanya malik
"iyah " jawab Revan singkat "kamu keberatan gue ikut?"balik tanya alik
__ADS_1
"tidak juga bos tapi??ucap Didi
"udah kan dah gue bilang gak usah pake tapi titik ajah" jawab Revan membuat didi mengnganggukka kepala dengan cepat tanda faham
ahirnya Revan dan didi meluncur di tempat yang di tentukan Didi untuk mengajak Salwa,makan bersama tapi ini makan siang dah kelewat sore jam setengah tiga,ahirnya Revan dan didi dahyampe juga.
Didi mengedarkan pandangannya melihat sekeliling kafe itu ahirnya iya menemukan sesosok gadis cantik yang sedang memakan sesuatu entah apaitu, sedangkan Revan mengedarkan pandangannya pada gadis yang sama yang di tuju Didi, hati Revan dag dig dug melihat sorot mata gadis di depannya yang sedang di samperin Didi, Revan tak mengikuti pergerakan Didi iya hanya mematung di depan pintu masuk kafe, membuat didi keheranan dengan tingkah Revan ahirnya suaraDidi men6adarkan Revan
"Van! lo gak papahkan?tanya Didi
"Oh'gak ko "elaknya
"yadah yuk kita ke situ"ajak didi
ahirnya didi menghampiri Salwa dengan di ikuti Revan.
"hai honey da lamanungguyah"ucapDidi membut Salwa menoleh ke sumbersuara dan iya melihat kakak sepupunya da satu oranglagi yang iya lirik,dan kedua bola mata itu bertemu dan mengunciya satu samalain membuat kedua insan itu merasakan sesuatu yang menggetarkan perasaan jiwa raga mereka berdua.
"*ini p**erasaan apayah? batin Revan
"ini ada apa sih ko hatiku gemeter"batin Salwa*
"wei ngapain ko pandangan nya lama amat sih"bentak Didi
"eeeh iyah "jawab kompak Salwa dan Revan membuat mereka berdua semakin malu malu kucing heee
"Oyah duduk ka silakan "ucap Salwa pada Revan dan revan pun tersenyum dan mengngangguk.
"kakak ga di suruh duduk ni" sindir Didi
membuat Salwa cengengesan
"ehiyah lupa" ucapnya
"hadeh adayang baru, lupa ma yang lama "sindir didi
"kakak ko gitusih "salwa mencebikkan bibirnya membuat Revan menjadi gemes melihatnya dan menarik bibirnya ke atas membentu senyum yang menawan membuat semua mata terpesona melihatnya bahkan dengan gadis yang didepannya tak berhenti untuk memandanginya.
"udah lama belum nunggu?" ucap Didi mendekati salwa yang di ikuti Revan
"lumangyan"salwa
"gak marah kan" ucap didi dan tanganya menarik kursi yang mau di duduki di ikuti dengan Revan
"siyapa bilang kan kakak dah tau resiko kalau telat harus apah?" ucap salwa
"yah ternyata masih ingat kirain lupa" Didi menghembuskan nafas kasarnya
"ingatlah masa lupa gak dong" salwa terseyum dengan kemenangan
ahirnya suara deheman yang membuat obrolan dua saudaraini berhenti
"ehemmm eheem "Revan
"lo ga papa kan Van "Didi memberikan minuman yang sudah di minum salwa pada Revan dan tanpa sadar Revan menerimanya dan meminumnya dengan gelas itu dan tidak menggunakan sedotan sama seperti salwa tadi.
ahirnya Salwa menyadarinya bahwa apa yang sedangbdi lakukan cowok di depannya itu.
"yah kan itu minuman gue, gelas itu bekas bibir gue, itu secara tidak di sengaja tuh cowo cium bibir gue, oh my good " batin salwa reflek menepuk dahinya dengan tangannya.
"wa kamu kenapa?" tanya Didi
"eh enggako "salwa
"O'yah ni teman kakak "ucap didi memperkenalkan Revan.Salwamengulurkan tangannya dan Revanpun menyambutnya.
"Salwa "ucapnya
"O'ya Revan "ucap Revan. Ahirnya mereka berbincang bincang bersama.
pertemuan pertama membuakeduanya merasakan sesuatu.
Mungkinkah mereka ber jodoh????
yuk ikuti kisahnya.
__ADS_1
selamat membaca
salam manis semua