Wanita Berhijab Itu Mimom Ku

Wanita Berhijab Itu Mimom Ku
Episod 6


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu, Salwa dan Najma sudah terbiasa dengan tinggal di rumah tempat Dina dan keluarga tinggal melainkan rumah Najma dulu.


Hari ini seperti biasa,Najma berangkat kerja dengan Salwa, yang kebetulan Salwa ada kuliyah pagi, sebetulnya Najma tidak mau di antar Salwa karena Najma kasihan dengan Salwa, karna menempuh waktu yang lama untuk sampai kampusnya apalagi kalau harus nganterin iya ke tempat kerja maka akan menempuh waktu yany cukup lumangyan, sebetulnya Didi selalu meminta Najma untuk brangkat bersama tetapi Najma selalu menolak karna ia tidak enak sama karyawan yang ada di kantor, makadari itu Najma berangkat dengan Salwa.


Seperti hari ini.


"mom! "sapa Didi me ghentikan langkah Najma


"iya Di kenapa?" jawab Najma


"mom berangkat sama aku ya"ajak Didi


"maaf yah Di! tapi tadi Salwa ngajakin mimom lain waktu aja yah"ucap Najma halus


"Oooh'yaudah ga papah ko" tapi kan kasian Salwa mom dia jauh kampusnya " ucap Didi yang kasian dengan Salwa dan Najma .


"ga papa ko Di kan udah biyasa" elak Najm karna ga enak atas tawaran Didi yang ingin berangkat bareng selalu di tolaknya.


"iyah kak Didi nih kaya ga biyasa aja Salwa nganterin mimom" ucap salwa yang kebetulan udah turun dari lantai atas tempat kamarnya, dan melihat Mimom dan kakak sepupunya sedang membahas keberangkatan mereka.


"yaudah sih ga papakan sekali kali mimom berangkat ma kakak "ucap Didi


"ga bo leb mengerti" tegas Salwa membuat Didi tak bicara lagi


ahirnya mereka semua berangkan ke tujun masing masing.


oyah 'sekarang Didi memanggil Najma Mimom karna Najma sendiri yang ingin Didi memanggilnya mimom sama seperti Salwa, dan Didi pun mau dengan pangbilan itu.


setelah mengantar Mimomnya ke tempat kerja,Salwa melajukan motornya dengan kecepatan penuh karna iya takut terginggal mata kuliyah paginya.


setelah sampai kampus seperti biyasa Salwa memarkirkan motor nya ke tempat biyasa.


"pak biyasa yah nitip si cinta "ucap Salwa ke pak sappam yang ada di gerbang


"rebes mbak cinta ayu"ucap pak sapam dengan mata genitnya, membuat Salwa yang selalu ingin ketawa dengan kelakuan sappam kampus itu.


"awas pak kalau si cinta ilang, entar pak sappam tailangin juga heee...."candanya dan Salwapun melangkahkan kakinya menuju gedung kampus


didalam kelas nya ternyata sudah ada dosen yang kebetulan sudah mengajar.


"aduh mampus ni gue"ucapnya sambil menepuk nepuk jidatnya sendiri.


Salwa memberi isarat pada teman nya, supaya dapat mengelabui dosen yang sedang menjelaskan materi.


Ega sebisa mungkin mengelabui dosennya, dan Salwa pun ahirnya dapat masuk ke kelas nya


"Alhamdulilah selamat selamat"lirihnya sambil mengelus elus dadanya


"kebiyasaan lo Sal" ucap Ega, yang di katain mala cengengesan sendiri. Heeeeeeee.. sory coy" ucapnya tak tau malu


dosenpun menoleh ke belakang, melihat bangku yang tadinya kosong sekarang sudah ada penghuninya,dosenpun mengngernyitkan dahinya, seraya bergumam


"perasaan tadi tidak ada orangnya ko sekarang adayah???? dosen itu menggaruk tengkuknya seranya berpikir dan bertanya tanya dalam hatinya sendiri.


matakuliyah pun selesai, Salwa dan Ega keluar kelas,melangkah kan kakinya menusuri koridor kampus menuju kelas Mia sahabnya.Ditengah perjalanan Salwa di hadang oleh seseorang yang tak lain adalah Angga.


Dengan pdnya Angga mendekati Salwa dan membisikan sesuatu di telinga Salwa membuat Salwa marah.


"kau wanita yang sepesial yang membuatku bergairah" bisik Angga dengan entengnya dan senyuman devilnya.

__ADS_1


"kurang ajar kamu" ucap Salwa dan menyingsingkan lengan bajunya,siyap untuk menerjang si Angga.


"et santai dong baby jangan buru buru "ucap Angga mengelak bogeman Salwa yang akan mengenai wajahnya. Membuat semakin naik level kemarahan Salwa .


"mau kamu apa??"sahut Ega yang tadi hanya memperhatikan Salwa dan Angga


seketika Salwapun menatap Ega dengan tatapan tajamnya.


"puya nyali juga lo yah"ucap Angga memberi tayapan sinis kepada Ega


"gue ga suka lo gangguin Salwa terus menerus jadi gue minta lo jauhin Salwa!"ucap Ega


"haaa...haa... gue ga sala dengerkan apa yang lo ucap tadi?" ucap Angga


Salwa menarik tangan Ega menjauhi Angga. "Apa apaan si lo Sal make narik narik, gue kan belum selesai urusannyq ma tu anak songong??kesel Ega


"suut suut diyem gue ga mau lo kena masalah kalau udah berurusan ma tu anak, lo tau sendirikan siapa yang berkuasa di kampus kita ini" ucapn Salwa menyadarkan Ega


"alamak gue lupa untung lo ingetin gue tentang tu anak, kalau ga gue jadi apa? mampus gue" ucapnya seranya menepuk nepuk keningnya sendiri mengerutuki ke beraniannya sendiri kepada orang yang berkuasa di kampus.


"udah udah yu lebih baik kita kabur! ucap salwa yang mengambil ancang ancang mau kabur ."iya lo bener ayo dari pada kita kena masalah"


"Oke letsgo" ucap mereka berdua menyemangati sendiri. Akhirnya mereka berdua lari lari meninggalkan Angga sendiri.


Angga pun tersadar dan menatap tajam kepada dua manusia yang terbirit birit itu.


"siyalan "ucapnya dengan emosi


"awas kalian berdua tau akibatnya"ucapnya dan menampilkan seyum liciknya.


Di tempat lain Salwa dan Ega yang tadi berlari lari berhenti di kelas Mia dengan nafas yang tersenggal senggal.


"hm hm ngos ngos.... iya! aduh cape banget, baru seginindoang lari udah ngos ngosan gimana di suruh berkeliling lapangan bisa terkapar kita" ucap Ega dengan menjatuhkan badanya di lantai depan pintu kelas mia.


"woi kalian lagi ngapain si pake ada yang selonjoran lagi emang kenapa kalian pucat sekali??"tanya Mia antusias


"itu si Angga biyasa cari gara gara "ucap Ega


"lah emang si Angga ngapain lo? ucap mia


"si Angga ga ngapa ngapain gue tapi itu si Salwa,lo tau sendiri cowok aneh itu sering ngejar ngejar Salwa" ucap angga menjelaskan.


"udah udah! lebih baik kita ke perpus dulu!" ucap salwa


"lah emang lo mau apa ke perpus " tanya Mia


"gue mau cari makan " jawab asal Salwa


"what" jawab Mia Ega kompak memandang salwa dengan terkejut


" kalian si dodol, emang ke perpus nyari apa ???ucap salwa


"nyari buku" jawab Mia dan Ega kompak


"lah itu lo berdu ngerti" jawab Salwa


"capcus" ucap mereka bertiga


ahirnya mereka bertiga melangkahkan kakinya menuju perpus.

__ADS_1


Di tempat lain Devan yang sedang mengerjakan tugasnya mengingat sesuatu,bahwa ia udah lama tidak saling tatap muka dan berbincang seperti biyasanya, dengan sekertarisnya.Dihentikannya aktifitas yang sangat melelahkan tanpa bantuan sekertaris karna Didi baru masuk.Devan berdiri dari duduknya menyambar jasnya dan melangkahkan kakinya menuju ruang sebelah.


"tok tok tok"


suara ketukan pintu terdengar dari dalam ruangan sekertaris Didi,membuyarkan konsenterasi sang asisten sekaligus sekertarisnya itu.


"masuk "ucap Dodi tanpa tau siapa yang mengetuk pintu


" ceklek "suara pintu, tapi Didi masih fokus dengan kerjaan nya yang menempuk, membuat pusing kepala.


serasa yang mengetuk pintu udah ada di hadapan nya reflek yang lagi fokus gagal fokus, ditatapnya muka orang yang masuk ruangannya. Dan seketika is berdiri dan mrndadak tidak enak hati dengan orang yang ada di depannya.


"eh em me bos maaf saya ga tau kalau itu bos" ucapnya gugup dan menggaruk kepalanya yang ga gatel.


"ga papa ko santai aja ga usa se formal itu ma gue!" ucap Devan santai.


"ia bos siap" hormat Didi


"lo kaya ma pak pol aja! ni gue bos sekalian temen lo ga usah hormat kaya gitu" ucap Devan


"sip deh oke lah" jawab Didi


"nah gitundong" ucap Devanmelangkah mendudukan dirinya ke kursi di depan Didi.


" Di gimana lo udah baikkan? sory yah gue ga bisa jenguk lo dan tadi pagi gue buru buru" ucap Devan


"Oh' ga papako Bos, lagian juga sala gue ga masuk keruangan bos, sama gue juga bayak kerjaan makan nya sibuk sampai sekarang " ucap Didi gaenak


"dan gue alhamdulilah udah enakkan ko bos " jawabnya


"syukurdeh ! terus gimana korban yang lo tabrak? kata lo sepupulo itu?" tanya Devan


"Oh' itu juga ga papa udah sehat ko namanya Salwa" ucap Didi menatap bosnya


Devan hanya ber oriya saja


"Oh syukurlah" ucap nya


"lo ga mau tanya tentang seseorangkan " selidik Didi .Devan hanya mengernyitkan dahinya saja dan menarik kedua ujung bibirnya yang menampilkan sosok rupawannya.Kalau saja sekertarisnya itu cewe bisa bisa meleleh di buatnya.


"lo tau aja maksud gue" ucap Devan


"ceeek ga salahkan gue" decas Didi


"ya ya ya dugaan lo emang paling benar" sahut Devan membuat Didi menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"huuff heeemmmm... lo bener mau tau tentang pekerja lo itu??" tanya Didi


"yaps gue mau tau tentang itu'emang kenapa lo da tau semua kan? taya Devan


" tau lah " jawab Didi


"O'yah! kamu tau dia masih sendiri atau udah ada yang punya??" taya Devan antusiyas secara beruntun.Membuat Didi geleng geleng kepala di buatnya.


"lo waraskan boss?"ucap Didi menempelkan telapak tangan nya ke dahi Devan, membuat Devan menautkan kedua alisnya.


"maksud lo apa main yentuh nyentuh dahi gue emang gue sakit" ta nya Devan yang ga suka dengan kelakuan Didi.


ahirnya Devan dan Didi berbicara soal Najma, seorang karyawan yang mampu membuat penasaran seorang Devan Diwan tara yang notabenya tidam peduli dengan yang namanya perempuan, tapi sesosok Najma mampu membuat dirinya penasaran.

__ADS_1


HAYO SEMUA NYA MAU TAU KELANJUTAN NYA TUNGGU YA SORY GA BISA SETIAP HARI UP


__ADS_2