
Brayen Masih sangat mengherankan mengapa dirinya bisa mengalah dengan wanita yang selama masa Orientasi Mahasiswa itu selalu membuat Kepalanya ingin Lepas.
Tingkah Liora sejak pertama Masuk dikampus itu membuat Brayen tak Habis Pikir. Pasalnya Liora dan Aleka tak Seperti kedua temannya yang lembut Dalam bersikap. Aleka dan Liora mempunyai sifat Yang terlalu Cuek Pada Lelaki. Tapi hanya pada lelaki tertentu, ya tertentu seperti Adipati dan Brayen.
Pukul Tujuh pagi Brayen telah sampai di Kampus, bukan untuk Berkuliah Namun Brayen menjadi Ketua Panitia di salah satu acara yang akan di selenggarakan Di kampus.
Brayen Berjalan menelurusi setiap sudut kampus, kampus masih terlihat sangat sepi hingga kedua bola matanya menangkap Jelas Tubuh wanita yang sedang duduk di bangku Taman sambil menyantap Makanan di dalam Tuperware nya.
Brayen Berusaha mendekat, ia merasa Mengenali Tubuh wanita itu dari kejauhan.
Dan Ternyata Benar wanita itu Adalah Liora. Kedatangan Brayen membuat Liora dengan cepat menutup Bekal Nasinya.
" Ngapain Kakak Disini Pagi-pagi? " Tanya Liora yang masih terkejut dengan kehadiran Brayen secara tiba-tiba seperti Hantu.
" Ets santai, Gak usah Panik. Aku bukan hantu, Justru Aku yang seharusnya Bertanya padamu. Mengapa Pagi-pagi sekali Kau sudah ada di sini? Ini terlalu Pagi, Bahkan bisa saja Kau di culik oleh Hantu Penjaga Disini. " Ujar Brayen Santai.
" Aa-ku Ingin saja kesini Pagi-Pagi. Lagian terserah ku mau datang Kapan saja, Inikan Kampus Umum, Aku juga tidak takut dengan Hantu Hantu mu itu. "
" Jadi, Mengapa Kau menutupi Makanan itu dari ku, Kalau Kau ingin melanjutkan Makanmu ya silahkan. Apa Kau malu karena Dengan status Mahasiswi mu itu Kau masih Membawa bekal?? " Perkataan Brayen Sontak Membuat Liora Semakin Terkejut, Liora semakin Malu untuk membuk bekal yang hanya tersedia Nasi Putih Dan telur.
" Untuk Apa Aku Malu, Hanya saja Aku tak ingin ada Kakak di sini. Lebih baik Kakak pergi." Liora berusaha mencari cara agar Brayen Pergi dari Hadapan nya..
" Tidak.. Aku tidak Akan Pergi sebelum Aku melihat Makananmu."
" Baiklah Kalau Kakak tak ingin pergi, lebih Baik Aku yang pergi."
" Hufh Kau ini keras Kepala Sekali, Kalau Kau mau Makan ya makan saja, Aku tak Akan meminta Makanan mu. " Brayen merampas Bekal Liora dan membukanya, betapa terkejutnya Brayen mendapati Lauk Liora Hanya Sekedar Telur.
" Kau!!! " Geram Liora.
__ADS_1
" Jadi Hanya karena telur ini Kau merasa Malu menunjukkan Padaku?? Menurut ku Ini lauk yang sangat Enak. " Brayen Memakan Telur ceplok yang hanya satu itu..
" Apa-apaan sih Kak, Kalau Aku mau makan harus pakai Apa."
" Aku Yang akan mentraktir mu Makan. " menggenggam tangan Liora.
" Tak perlu lebih baik Aku masuk kekelas. "
Liora pergi meninggalkan Brayen yang masih tertuduk menatap punggung Nanar Liora.
Tak henti-hentinya persetuan Antara Brayen dan Liora, bukan Liora yang memulai tapi Brayen. Tanpa Brayen sadari rasa untuk Liora mulai tumbuh.
****
Setibanya Liora di Kelas...sudah terdapat sekotak nasi di atas mejanya. Dan disana sudah ada Aleka dan kedua temannya.
" Liora Sini.. Tadi Aku sampai terus dapatin ini di atas meja kamu. Ada surat nya juga tuh." Ujar Aleka.
" Ihh apaan sih Kalian. paling dari orang Iseng. Mana suratnya Al." meraih surat Dalam genggaman Aleka, Liora langsung membaca Isinya.
Makasi Telur Ceploknya adik Maba, Maaf Habis. Sebagai Gantinya Aku Kasi Makanan yang jauh Lebib Lezat. Pesan dari Brayen.
****
Beberapa Menit yang lalu, Setelah Kepergian Liora, Brayen bergegas menuju Kantin untuk memesan Makanan baru untuk Liora.
" Buk Pesan Nasi Pakai Ayam satu Ya, dan Tolong Antarkan Makanan ini ke Kelas Eksklusif B, dan Masukkan surat Ini di dalamnya. " Ujar Brayen Pada Ibu Kantin.
" Baik Nak. ini Makanan akan Ibu antar Dulu ya. "
__ADS_1
" Baik Bu, terima Kasih. "
Brayen Kembali ke tujuan Awalnya, ya itu menyiapkan segala Persiapan Untuk acara yang akan di selenggarakan Di Kampus Mereka.
****
Setelah Liora Membaca surat...
" Kak Brayen? " Gumam Liora Namun terdengar Oleh Ketiga Temannya. Ketiga Temannya Saling Tatap, dan mengerti maksud satu samal lain.
" Ehem.. Akhirnya cowok-cowok beku Itu Luluh juga ya sama Liora dan Aleka. Ya kan Sya. " Ujar Diandra Meledek sambil melihat Ke arah Faresya.
" Iya nih. Cocok deh Beku sama Beku, Hahaha " Sambung Faresya.
" Ihh Kalian apaan sih. " perkataan yang serentak dari Aleka dan Liora.
Karena tak ingin menyia-nyiakan makanan Gratis ini, akhirnya Liora tetap menyantap Makanan tersebut, ditambah lagi ia masih sangat merasakan Lapar dan cacing yang masih menuntut keinginan nya.
Ya tentu saja Beku. Brayen juga sama Beku nya seperti Adipati, Namun hati Mereka sangat lembut ketika Mulai merasa ada benih- benih cinta yang Tak disadari oleh keduanya.
Aleka dan Liora juga masih belum sadar akan perasaan Mereka.
Perasaan Timbul Bisa dari benci menjadi cinta. Bisa dari Pertemanan ,atau hal lainnya.
****
Jangan Lupa dukung Cerita aku ya.. 😍
Dukungan kalian sangat berarti.
__ADS_1
Tinggalkan Komen-komen yang positif ya kawannya. Jangan lupa Like and Votenya.
Lanjut lagi nanti ya..