Wanita Dingin Itu Adalah Istriku

Wanita Dingin Itu Adalah Istriku
~Perjodohan Part 3~


__ADS_3

Butik Ternama Milik Keluarga Herlino, yang Dikelola sendiri Oleh Istri Dari Arga Herlino. Butik Ini adalah Butik Yang Mempunyai Banyak Karyawan yang dilatih Untuk bersikap sopan nan santun ketika Para Pelanggan Datang.


Gita dan Aleka Sampai DiButik Yang Indah Nan Mewah tersebut, Aleka yang Takjub akan Keindahan Dan kemewahan Butik Tersebut pun Tak berkedip Hingga Sekian Detik, Yang pada akhirnya Gita membuyarkan Lamunannya.


" Aleka... Hey Nak.. Kamu kenapa?? " Tanya Gita sambil. menepuk Bahu Leka.


" Eh Enggak Tante, Leka cuma takjub aja Sama Butik Ini, Besar Banget, Terus Cantik cantik Lagi Gaunnya." Ujar Leka Sambil terus memperhatikan setiap sisi dari Butik Tersebut. karena Aleka belum mengetahui sedikitpun jika Butik yang ia Datangi saat ini adalah Milik Calon Mertuanya..


" Hmmh, Aleka Butik ini adalah Butik Milik Bunda sayang, Bunda merintisnya Bersama-sama dengan Papa mertuamu, sebelum Kami sesukses ini, Kami juga pernah Merasa terpuruk. oya satu lagi, Biasain manggil Bunda ya."


" Eh Iya Bunda, Maaf Leka lupa dan Belum terbiasa. "


" Iya Sayang Gak papa Kok, Ya sudah yuk kita Cari Gaun pengantin Buat Kamu. " Ujar Gita Yang mulai berjalan Menuju Barisan Gaun pengantin.


" Hmmh.. Bunda!!! " Panggil Aleka yang membuat Gita menoleh kebelakang.


" Iya sayang ada apa? "


" Calon Suami Aleka siapa Ya Bun? Apa dia Tidak ikut Fitting Baju bareng Leka?" Tanya Leka penasaran, pasalnya Ia tak Sedikitpun Melihat Ada Lelaki disini.


" Owh Ternyata Kamu Sudah tidak Sabar Bertemu Calon Suami mu ya."


" Ehhh tidak Bunda Tidak.. Leka Hanya bertanya Saja. "


" Tidak usah Malu, Calon suami mu Sedang Berada di Perusahaan nya, Dia Sudah Bunda Suruh Fitting duluan Tadi, Karena Bunda Mau kalian Sama sama Melihat satu sama lain tepat di Hari pernikahan Kalian."


" Hmmh baiklah Bunda."


Gita dan Aleka Melanjutkan Pencarian Gaun pengantin Yang cocok Untuk dikenakan Aleka di Hari pernikahan nya Nanti.


Ditempat Lain, Adipati Terus Saja Mengumpat Tentang Pernikahan Yang secara tiba-tiba ini, pasalnya Ia sama sekali belum Pernah bertemu dengan Perempuan itu. Papa Dan Bundanya terus saja Memaksakannya Untuk Menikah, dan mau tak mau ia harus menuruti Permintaan Kedua Orang tuanya.

__ADS_1


Tok.. tok.. tok.. Ketukan pintu membuyarkan Lamunan Adi.


" Masuk... " Ujar Adi


" Hey Bro, Kenapa tu Muka Ditekuk, Bukannya Kerja Kek Atau selesain Skripsi Lo." Ujar Sahabat Adi yang tidak Lain adalah Brayen yang juga bekerja Diperusahaan Milik Papanya Adipati. Brayen memang Berasal dari Keluarga Yang Mampu, Namun ia tetap Tak ingin merepotkan kedua orang tuanya, Akhirnya Brayen memilih Untuk bekerja di Perusahaan Adi.


" Bro.. Gue Mau cerita. " Ujar Adi


" Cerita Ya Cerita aja Kali, tidak perlu Pakai Izin."


" Gue Serius Brayen, Gue dijodohin Sama Papa dan Bunda."


Brayen Yang sedang Meneguk Air minum yang ia Bawak Tadi tiba-tiba Tersembur Keluar dari mulut nya karena Ia Terkejut Mendengar Tuturan Adi Perihal Ia Dijodohkan oleh Kedua orang Tuanya.


" Ihhh jorok Lo Bray.. Gue cerita malah Lo sembur. " Ujar Adi yang sedang membersihkan Baju nya Akibat Terkena semburan Air dari Mulut Brayen.


" Weeeh Maaf Maaf Di, gak sengaja Gue, Gue cuma Kaget aja, masa Lo dijodohin. Ehh tapi Tuh cewek cantik Kagak? Keluarganya gimana? Kaya?."


" Cantik gimana, Gue aja Gak dikasi liat foto Nya sama Bunda, Terus kata Bunda Dia Bukan dari Keluarga Kaya, Tapi Katanya Juga Dia Orang yang baik-baik. "


" Mana gue tau Brayen, Gue kan Dipaksa Nikah mau ditolak gimana pun tetap Papa sama Bunda bakal nikahin Gue."


" Ya udah Kali Di, Nikahin aja tuh cewek. syukur syukur Dia cantik dan sesuai Ekspektasi. lagian Papa sama Bunda bener Lo itu harus di Jodohin kalau gak lo bisa Perjaka Tua ntar. " Ujar Brayen Sambil Meneguk minumannya.


" Sialan Lo, Umur Gue Masih Muda, Masih 25 tahun, Masih panjang Nih perjalanan. " Lemparan Kertas dari Adi tepat mengenai Wajah Brayen Karena Sangking Kesalnya.


" Dihh Marah Lo. kan ucapan Gue Bener. " Ujar Brayen Kepada Sahabatnya itu, Namun Adi memilih Keluar dari Ruangannya, menurutnya Bercerita Pada Brayen Bukan mendapatkan Jalan Keluar Tapi Malah membuatnya Semakin Kesal.


****


"Wah.. Menantu Bunda Cantik Banget, Bener-bener Deh Kamu itu cocok Banget Pakai Gaun ini. " Perkataan Gita Membuat Pipi Aleka Memerah.

__ADS_1


" Heheh Bunda Bisa Aja. Ini Kan Berkat Gaun yang ada DiButik Bunda."


" Tapi Kamu memang Cantik Dari sana Nya Aleka, Bunda aja Sampai Pangling Loh lihat Kamu, Bunda Yakin Calon suami Kamu pun akan Sama Terkejutnya dengan Bunda. "


" Heheh..hmm Bunda!!!"


" Ya Leka? ada Apa? "


" Bunda Apa Tidak keliru, Ingin Menikahkan Aleka yang Masih 18 tahun ini dengan Anak Bunda Yang Sudah bekerja? Aleka Kan masih jauh dari Kata layak Untuk jadi seorang Istri." Aleka berusaha mengatakan Apa yang membuat hatinya Masih merasa berat untuk menikah, Karena menurutnya Ia masih ingin menikmati Masa mudanya, Bisa bermain Bersama teman-temannya, dan melakukan Kegiatan Lainnya.


" Kenapa Kamu bertanya Seperti Itu Aleka? Bunda tau Kamu masih Sangat Muda, Tapi keyakinan Bunda terhadap Kamu sungguh besar. Bunda berharap Kamu Bisa menjadi Istri yang baik buat Anak Bunda dan satu Lagi Bunda memang tidak melarang Kamu untuk tetap Dekat dengan teman-teman Kamu, Tapi Kamu harus ingat Kewajiban kamu sebagai Seorang Istri, dan Selalu Izin terhadap suami Kamu karena sekarang Tanggung Jawab Kamu bukan kami Orang tua, Tapi suami Kamu. Paham Kan sayang?" Gita pun mengelus Kepala Aleka Dengan Penuh Kelembutan.


" Hmmh. iya Bunda. "


" Okeh, sekarang Kita Cari Baju rumahan untuk Kamu ya, Soalnya Kamu harus rapi didepan suami Kamu Nanti, Anak Bunda itu tidak Suka melihat perempuan Mengenakan Celana jeans Dia lebih Suka Melihat wanita Memakai Rok Yang menurut pandangannya Sangat Indah. "


"yaelah ribet Juga ya Jadi istri si Anak Bunda, mesti pakai Roklah, Padahalkan Lebih enak Begini, lebih Mudah untuk berjalan. Hufh dasar. " Gumam Aleka Dalam hati.


" Hey, Aleka Kok Kamu ngelamun, Ayo sini. " Gita Menarik Tangan Aleka Untuk segera masuk kesalah satu Toko yang Ada disekitaran Butiknya.


"Selamat Siang Buk. Silahkan ada Yang bisa Saya Bantu?" Tanya salah satu Pegawai Toko tersebut.


" Mbak Tolong Carikkan Dress yang cantik untuk Calon Menantu Saya Ya. " Ujar Gita


"Bunda Apa ini tidak Terlalu Berlebihan, Aleka Dirumah Juga ada Dress dan Rok rok yang cantik Kok, Di asrama Kampus juga Aleka Masih menyimpannya. "


" Tidak apa-apa Aleka, Yang Asrama biarlah, begitupun Yang dirumah, Sekarang Kamu Pilih-pilih ya yang cocok. " Senyuman Gita yang tulus pada Aleka semakin Membuat Aleka merasa tidak enak Hati, pasalnya Gita terlalu baik pada Leka. Sesi Pemilihan Dress pun selesai dan Akhirnya Mereka memilih untuk kembali kerumah, Karena Aleka Harus beristirahat untuk persiapan Pernikahan Yang akan dilaksanakan Dalam Waktu Dekat Ini.


Hay Teman-teman Semua..


Mohon dukungannya, Vote dan Coment yanv bermanfaat untuk membangun Semangat Authornya. ☺☺🤩🤩

__ADS_1


jangan Lupa Like nya ya..


Maaf kalau Up nya Terlalu Lama.


__ADS_2