
Andika, Brayen, dan Gunasurya berjalan Pergi meninggalkan Perpustakaan Kampus. Mereka lebih memilih menghindari Amukan Buk Ida yang terus memarahi Temannya itu.
Sementara Adipati dan Aleka, masih bersama Buk Ida, Yang terus Saja Masih Berdebat Masalah Buku yang Robek.
" Kak Adi Buk yang ngerobek Bukunya, Saya hanya sedang Memilih Buku disini. " Elak Aleka sambil Menyalahkan Adi.
" Ehhh Enak saja Kamu, Ini juga gara-gara Kamu ya, Gara-gara Kamu gak mau mengalah untuk memberikan Buku ini, Kan jadinya Buku Ini Robek. " Adi Tak mau kalag dalam Menyalahkan Aleka.
" Ini Gara-gara Kakak, Bukan Aku. "
" Heyyyyyy, Sudah- sudah.. Kalian ini masih terus saja bertengkar, Dosen Kalian ini Lagi depan Mata Kalian, tapi Kalian Masih saja Bertengkar." Ujar Buk Ida berusaha Meredam Keduanya.
" Iya Buk Maaf, tapi memang Ini Ulahnya Kak Adi Buk, Bukan Leka. "
" Hey Bocah, Ini Ulahmu. " Adi Menunjuk Aleka.
" Oke.. Kalau Kalian terus saja bertengkar, Ibu akan Kasi Kalian Hukuman, Ya setidaknya setimpal la, sama Buku Langka yang sudah Kalian Robek Ini. " Penjelasan Buk Ida membuat Aleka dan Adi Terkejut.
" Hukuman Buk? " Tanya Keduanya Serentak, dianggukin Oleh Buk Ida.
" Tapi Buk, Saya Kan Gak salah. " Bela Aleka.
" Ikut Ibuk Sekarang.. " Ajak Buk Ida.
Adi, Aleka, Dan Buk Ida terus berjalan, Adi dan Aleka, terus saja Mengikuti Buk Ida dari Belakang, mengikuti Sambil terus berdebat Satu Sama Lain. Hingga tak terasa Langkah Kaki Buk Ida terhenti DiKamar Mandi Kampus.
" Oke ada Baiknya Kalian Berdua Membersihkan Kamar mandi Ini. Bersihkan Hingga mengkilap. Dan Jangan pulang sebelum selesai. " Ujar Buk Ida yang langsung pergi Meninggalkan Kedua Mahasiswa nya.
" Baik Buk. " Jawab Aleka dengan Lesu.
Aleka bergegas mengambil Alat untuk membersihkan Kamar mandi Kampus, sedangkan Adi ia masih terus memperhatikan Seisi Kamar Mandi. Ia tak menyangka Anak orang Kaya dan Pengusaha Muda Sepertinya Harus membersihkan Kamar Mandi Kampus.
" Kak, Mau sampai Kapan Berdiri disitu, Ayo cepat Bereskan. Aku ingin lekas pulang Dan membantu Ayahku berjualan." Ujar Aleka membangunkan Lamunan Adi.
" Bagian Mana yang harus Kubersihkan, dan Alat Apa yang harus kupakai? " Tanya Adi pada Aleka yang memang ia masih Bingung Harus memulai Dari Mana dan dengan Alat Apa.
__ADS_1
Aleka yang mendengar Ucapan Adi merasa tidak Percaya, pasalnya Lelaki didepannya Tak tau Alat apa untuk membersihkan Ruangan. Aleka yang melihat Itu Menepuk jidaknya sendiri.
" Astaga, Kakak ini Lahir dimana? Kok cara Membersihkan Kamar Mandi Saja Kakak tidak Tau? Ini cepat Pakai Ini dan bersihkan Sekarang. " Ujar Aleka sembari memberikan Pel pada Adi.
Keduanya terus membersihkan Kamar Mandi, hingga pada waktu satu Jam Akhirnya Pekerjaan Mereka selesai. Dan Tak sengaja Aleka Hampir terjatuh Namun dengan Cekatan Tangan Adi Meraih Pinggang Aleka, pandangan mereka Saling Beradu dan berdiam sejenak, Tak berselang Lama tanpa sadar Adi Terus memperhatikan Aleka, hingga Ingin lebih dekat dengan Wajah Aleka. " Plakkk.... Tamparan Keras mendarat di Pipi Adi.
" Auuu, Sakit. Kau ini perempuan Atau Lelaki, mengapa Kasar Sekali. " Ujar Adi yang kesakitan Karena Ulah Leka.
" Aku perempuan lah. Kakak Juga Mau ngapain mendekatkan wajah dan Bibirmu kewajahku? Jangan Macam-macam, Aku bisa teriak Sekarang Juga. Lepaskan Tangan Mu dari Tubuhku. Jangan mencari kesempatan. "
" Hey, siapa Yang mencari Kesempatan, Dasar Kau saja yang Berfikiran Mesum terhadap ku. Sudah lah Aku mau keluar sebentar. " Ujar Adi melepaskan Pegangan nya di Pinggang Leka dan bergegas Keluar mencari Minuman.
Sedangkan Aleka, Ia masih Merasa Kelelahan dan memilih Duduk Didepan Kamar Mandi Sambil memainkan Ponselnya. Sudah Sekitar 15 menit Adipati pergi, Akhirnya kembali dengan Membawa Minuman.
" Nih Minum Buat Kamu. " Adi menyodorkan Minuman Yang ia Bawa pada Aleka.
" Tidak Terima Kasih, Aku tidak Haus. Aku mau Pulang. " Aleka Menolak pemberian Adi, dan Berusaha Untuk Pergi dari Tempat itu, Namun Tangan besar Adi berhasil menangkap Tangan Mungil Aleka.
" Kamu itu Keras Kepala sekali ya, Aku memberi mu minum karena Ku lihat Kau begitu Haus Dan lelah, Jadi orang Jangan Terlalu Dingin pada Lelaki bisa-bisa Kau Tak pernah Punya Pacar. " Ujar Adipati Pada Leka,yang membuat Mata Leka Melotot kearah nya.
" Apa Aku sedingin Itu pada wanita, Menurut ku Aku Biasa Saja, Awas Saja Kau, Akan Kubuat Kau mencintai Ku. " Gumam Adi Dalam Hatinya.
Aleka berjalan Pergi meninggalkan Adi yang masih mematung. Hingga Adi tersadar Bahwa Aleka telah Pergi Menjauh, Diapun Menyusul Aleka dengan stengah Berlari sampai Akhirnya mereka Bertemu Kembali dengan Buk Ida.
" Hey..Hey.. apakah Kalian Sudah Selesai dengan tugas Kalian? " Tanya Buk Ida sambil memainkan kacamata Nya naik turun.
" Sudah Buk. " Jawab Adi dan Leka Secara Bersamaan.
" Kompak Juga Kalian Dalam menjawab, Baguslah Kalau Sudah bersih. Ibuk Ada tugas Baru untuk Kalian. " Aleka dan Adi terkejut, pasalnya membersihkan Kamar Mandi saja Sudah membuat Mereka Begitu Lelah, dan ini Mereka Harus mendapat Tugas Lagi..
" Lagi Buk?? " Dijawab dengan Anggukan Kepala Dari Buk Ida.
Kedua nya kembali Mengikuti Buk Ida, arah perjalanan mereka kembali menuju Perpustakaan Yang masih sangat ramai dipenuhi Mahasiswa. Ntah Hukuman apa lagi yang diberikan Buk Ida Pada Mereka.
" Oke Kita sampai, Tugas Kalian adalah membantu Teman-teman Kalian membereskan dan Memindahkan Buku dari Kotak Ini ke Raknya masing-masing.jangan sampai Salah. "
__ADS_1
" Baik buk. " ucap kedua nya, Buk Ida kembali ke mejanya.
Adi dan Aleka menyusun dengan Rapi setiap Buku ke Raknya Masing-masing. Hingga Pada Buku yang di Pegang Aleka, ada tangan besar yang juga memegang Buku itu, Lelaki Itu Tampan, Namun Tak setampan dan sekaya Adi. Dia Juga Adalah Senior di kampus yang sama Dengan Aleka dan Adi. Bisa dibilang Dia musuh Adi dalam Organisasi Musik.
" Mau Aku Bantu Leka? " Ucap Pria Itu.
" Eh tidak Kak Tidak Usah. Aku bisa mengerjakannya, Kakak Bisa Bantu teman yang lain saja"
" Tak Apa Leka, Aku Ikhlas Membantu mu, sini Biar Ku bantu menyusunnya." Ujar Pria itu kembali.
Adi yang melihat itu merasa Kesal dan Marah. Pasalnya Ia sangat Tak menyukai Lelaki Yang bersama dengan Aleka saat Ini.
" Apa-apaan Gadis itu, Dia begitu Dingin Padaku, bersikap Acuh, tapi dengan Pria Lain Dia begitu lembut. Lagian Ketampananku Jauh lebih banyak dari Pada dia. Heeh Dasar Kau Bocah." Dengan perasaan Kesal Adi Membereskan Buku tanpa melihat setiap Judul dari Rak nya.
" Awww sakit Buk, kenapa sih Hoby sekali Menjewer. " Ucap Adi, yang tiba-tiba dikagetkan dengan Buk Ida yang Menjewer Kupingnya.
" Apa Kau tidak Lihat Adi, Buku yang Kau susun tak sesuai dengan Judul nya. " Ujar Buk Ida sambil menunjuk Kearah Rak Buku.
Aleka yang melihat itu, memilih tertawa secara Kecil agar tak terdengar Oleh Buk Ida.. Ia merasa Senang Karena menurutnya Orang yang sangat Jahat itu terkena Imbasnya.
Tak Terasa kegiatan Hukuman Itu telah Selesai, Aleka Memilih pulang Untuk mengistirahatkan Tubuhnya.
" Biar Kuantar " Ucap Adi dan Pria yang tadi bersama Aleka.
" Hey Aku Duluan yang menawarkan nya untuk Pulang. " Ujar Adi
" Aku duluan, Kau kan tak pernah diinginkan oleh Aleka. " jawab Pria Itu Tak mau kalah..
" Aku Pulang sendiri, Ngerti, tak usah mengikuti ku. " Aleka menjawab dengan Lantang Agar kedua Pria itu bisa diam dari Rebutan Mereka.
Kuy Mampir Dan Baca terus Cerita Ini.
Tinggal kan Coment dan Votenya.
Coment lah yang bisa Membangun Semangat penulis. 😍😍😍
__ADS_1
Lanjut Lagi Nanti ya.....